NovelToon NovelToon
Gamer And Flower

Gamer And Flower

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Identitas Tersembunyi / Wanita Karir / Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Mengubah Takdir
Popularitas:234
Nilai: 5
Nama Author: Ira Herawati

Jasmine, penembak jitu Tim Aether, terkunci dalam sangkar emas Axel, kapten posesif yang mengendalikan hidupnya demi obsesi kemenangan. Di tengah tekanan, hadir Liam, barista hangat di seberang jalan yang menawarkan kebebasan tanpa syarat. Pulang sebagai juara dunia, Jasmine kini harus memilih benteng kaku Axel atau kehangatan sejati Liam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ira Herawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 29

Keheningan yang mencekam langsung menyelimuti lorong lantai tiga itu. Sentuhan lembut tangan Liam di atas kepala Jasmine perlahan turun, menciptakan jarak protektif yang samar namun tegas. Sinar lampu koridor yang putih bersih memantulkan ketegangan yang nyata di antara kedua pria jangkung tersebut. Axel menatap plang kaca tebal di samping pintu kayu ek jepang, seolah menjadi tamparan tak kasat mata yang menghantam telak egonya. Selama ini, Axel mengira pria seberang jalan itu hanyalah seorang warga sipil biasa, seorang pengusaha kafe kecil yang kebetulan mengganggu teritorinya dengan modal teh herbal dan keramahan murahan. Mengetahui bahwa Liam adalah bagian dari keluarga medis Darel, pemilik institusi kesehatan tempat mereka berpijak sekarang, membuat rahang Axel mengatup begitu rapat hingga urat-urat di pelipisnya menegang keras.

"Jadi... ini topeng Mas yang sebenarnya?" desis Axel, memecah keheningan dengan nada suara yang melorot rendah, sarat akan intimidasi dan keraguan yang tajam. Ia melangkah maju dua jengkal, membiarkan sepatu pantofelnya menimbulkan ketukan tunggal yang menggema berat di koridor. "Seorang dokter sukses. Penerus keluarga Darel. Hal macam apa yang sebenarnya sedang Mas mainkan dengan menyamar sebagai barista konyol di seberang rumah Jasmine, hm? Apakah mengacaukan fokus tim juara dunia adalah bagian dari hobi baru Mas Liam?"

Liam tidak menunjukkan riak kepanikan sedikit pun. Menghadapi tatapan membunuh dari sang kapten esports, Liam justru melipat kedua tangannya di depan dada, menegakkan posisi tubuhnya hingga aura wibawa seorang profesional medis yang matang terpancar seutuhnya. "Saya tidak sedang bermain-main, Mas Kapten, dan tempat ini bukan panggung turnamen tempat Mas bisa melempar komando sesuka hati. Ini area medis, jadi turunkan sedikit nada suara Mas."

Jasmine mencengkeram tali ransel Bryan semakin kuat, melangkah satu jengkal di belakang bahu Liam. Pertemuan masa kecil yang baru saja diceritakan Liam masih berputar indah di kepalanya, memberikan landasan kekuatan baru yang membuatnya tidak lagi merasa takut oleh kehadiran Axel. Jasmine mengingatnya sekarang dengan sangat jelas. Di masa kecilnya dulu, ia hanyalah seorang anak perempuan yatim piatu yang tumbuh dalam kesunyian panti asuhan yang luas. Jasmine kecil adalah sosok yang sangat pemalu, ia selalu merasa dilingkupi oleh rasa kesepian yang teramat dalam dan memiliki ketakutan yang besar untuk sekadar memulai sosialisasi dengan anak-anak lain. Ia takut ditolak, takut tidak dipahami, dan memilih mengurung diri dalam dunianya sendiri di bawah pohon ceri.

Sampai akhirnya remaja jangkung bernama Liam datang membawakannya dunia baru. Liam adalah orang pertama di dalam hidup Jasmine yang berhasil meruntuhkan dinding pembatas tersebut. Dengan kesabaran yang luar biasa, tanpa paksaan, Liam mengajarinya cara tersenyum bebas, mendengarkan imajinasinya tentang kafe bunga di tepi danau, dan membuat Jasmine merasa aman untuk pertama kalinya. Liam adalah orang pertama yang membuktikan kepada Jasmine bahwa dunia luar tidak semenakutkan itu, membebaskannya dari belenggu rasa takut bersosialisasi. Kini, Axel datang membawa metode yang sepenuhnya berkebalikan. Axel melindunginya dengan cara mengurungnya kembali ke dalam sangkar kesunyian yang baru.

"Jasmine, ke sini ikut aku sekarang," perintah Axel, mengabaikan eksistensi Liam dan langsung mengarahkan tangan kanannya untuk menarik pergelangan tangan Jasmine. Matanya memancarkan rasa kepemilikan yang terluka. "Bryan lagi diurus sama Kenzie di bawah. Jangan biarin diri kamu dimanipulasi sama pria yang udah bohongin kamu dengan identitas palsu selama berbulan-bulan ini."

"Saya enggak membohonginya, Axel," potong Liam cepat, suaranya terdengar sangat tenang namun memiliki penekanan bariton yang sangat kuat hingga menghentikan gerakan tangan Axel di udara. "Saya membuka Floraison Cafe murni untuk memenuhi sebuah impian kesederhanaan yang pernah diucapkan oleh anak perempuan yang kesepian enam belas tahun lalu. Tempat itu dibangun untuk Jasmine, supaya dia memiliki ruang bebas di mana dia bisa bersosialisasi dan menikmati hidup tanpa perlu merasa tertekan oleh target-target besar Mas."

Axel terkekeh sinis, sebuah tawa kering yang dipaksakan untuk menutupi rasa terpukul di dalam dadanya. "Memenuhi impian masa kecil? Lucu sekali, Dokter Liam. Mas mendiagnosis mentalnya di London, menuduh saya membangun sangkar emas, padahal Mas Liam lah yang datang membawa motif pribadi masa lalu yang tidak profesional!" Axel melangkah satu jengkal lagi, menatap Liam dengan mata yang memicing tajam. "Saya yang membawa Jasmine keluar dari masa lalunya yang kelam! Saya yang melatih fokusnya, memberinya tujuan hidup yang jelas, dan menjadikannya seorang penembak jitu nomor satu di dunia! Tanpa sistem disiplin yang saya buat, dia hanya akan tetap menjadi gadis pemalu yang tidak tahu cara menghadapi kerasnya dunia!"

"Mas Kapten salah besar," balas Liam, pandangan matanya menatap Axel dengan sorot mata menilai seorang psikiater yang melihat kerapuhan di balik topeng kemarahan seorang pasien. "Mas tidak sedang mengajarinya cara menghadapi dunia. Mas memanfaatkan sifat pemalu dan ketakutan sosialnya di masa lalu untuk menjadikannya bergantung sepenuhnya pada perlindungan Mas. Mas mendidiknya dengan ketakutan, ketakutan akan kegagalan, ketakutan akan melakukan kesalahan taktis, hingga dia kembali merasa kesepian di tengah kerumunan banyak orang. Mas yang membuatnya merasa aman hanya ketika dia memegang senjata virtual di dalam layar komputer."

Liam melangkah maju, memotong jarak di antara mereka hingga batas ego kedua pria itu saling berbenturan keras di udara. "Di London kemarin, saat dia menangis di aula hotel, itu bukan karena dia lemah. Itu karena jiwanya yang merindukan kebebasan interaksi yang nyata. Di kafenya, dia bisa mengobrol dengan pengunjung, tertawa melihat tingkah konyol Donald, dan belajar membuka diri pada dunia luar dengan caranya sendiri. Hal yang tidak pernah bisa Mas Kapten berikan selama lima tahun karena Mas terlalu sibuk memperlakukannya sebagai mesin pencetak trofi."

Kata-kata Liam yang teramat logis dan terstruktur itu menghantam telak bagian terdalam dari benteng pertahanan Axel. Sang kapten Tim Aether itu terdiam seribu bahasa. Tangannya yang menggantung di udara perlahan mengepal kuat di dalam saku celananya, menahan rasa perih yang luar biasa hebat karena menyadari bahwa posisinya sebagai pelindung tunggal Jasmine telah runtuh seutuhnya di koridor rumah sakit ini. Jasmine mengambil napas dalam-dalam, mengumpulkan seluruh sisa keberanian yang telah diajarkan oleh Liam sejak masa kecil hingga detik ini. Ia melangkah keluar dari balik punggung Liam, berdiri tegak sejajar dengan sang dokter itu, lalu menatap Axel dengan tatapan mata yang jernih, tegas, dan penuh dengan pembatasan yang final.

"Cukup Kak Axel," ucap Jasmine, suaranya tidak lagi bergetar, melainkan terdengar begitu tenang dan matang. "Kak Liam gak pernah memanipulasi aku. Kehadirannya di seberang jalan adalah satu-satunya hal yang membuat aku ingat gimana rasanya hidup sebagai manusia biasa setelah turnamen yang melelahkan. Aku menghormati Kakak sebagai kapten aku di dalam game, dan aku akan profesional menyelesaikan sisa kontrak aku bersama Tim Aether. Tapi untuk kehidupan pribadiku... tolong biarkan aku menentukan arah jalanku sendiri."

Jasmine menoleh ke arah Liam, memberikan sebuah senyuman tipis yang sarat akan rasa percaya dan kedamaian yang seutuhnya. "Kak Liam, aku mau cek kondisi Kak Bryan sama Kak Kenzie dulu."

"Pergilah, Jasmine. Selesaikan urusan tim kamu. Aku nanti menyusul setelah meletakkan berkas ini di dalam ruangan," jawab Liam lembut, membalas senyuman Jasmine dengan binar mata teduh yang dipenuhi rasa bangga atas keberanian gadis itu untuk menyuarakan isi hatinya.

Jasmine mengangguk pelan, lalu melangkah berjalan melewati tubuh kaku Axel tanpa menoleh lagi, melangkah tegas menyusuri koridor marmer tersebut. Di lorong lantai tiga Darel Hospital yang sunyi itu, Axel hanya bisa berdiri mematung sendirian di bawah sorotan lampu putih yang dingin. Bahunya yang tegap perlahan merosot, memancarkan aura kekalahan emosional yang luar biasa telak. Di hadapan kebenaran masa kecil dan ketulusan ruang bebas yang ditawarkan oleh Liam, Axel akhirnya harus menerima kenyataan pahit bahwa sangkar emas yang ia bangun selama lima tahun kini telah terbuka lebar, dan burung kecilnya telah memilih untuk terbang menuju rumah sejati yang penuh dengan kehangatan di seberang jalan.

1
Dhatu Lukita
semangat up teruss yaaa, niihhh ku kasih ⭐5, biar tambah semangat 😍
Dhatu Lukita
halo kak berkarya terus yaa semangaatt💪💪💪,
mampir juga d karyaku ya 🤭😍 "dukunganmu semangatku"
Fadillah Ahmad: Kalau ingin membacs Karya ini, baca sampai Bab 20 Kak! atau sampai Bab akhir! kalau hanya sampai Bab 5 terus berhenti, sama saja kakak, merusak retensi novel ini! Baca sampai Bab 20 Kak! jangan berhenti di tengah jalan!
total 1 replies
Dhatu Lukita
keinget mobil lejen🤭😄
Fadillah Ahmad
Mohon maaf sebelumnya, ya! Sinopsisnya kurang Menarik! Mohon di Ubah dulu.

Maaf, jangan tersinggung ya! 🙏🙏🙏 Karena... Novel Kakak Maauk ke Beranda-ku! Di Promosikan Oleh Pihak NovelToon. Jadi, mohon untuk di ubah dulu Kak! 'Kalau Bisa' Karena, aku melihat, Sinopsisnya Kurang mengigit! alias Kurang memunculkan Rasa Penasaran Pembaca! 🙏🙏🙏

Maaf ya Kak! Jangan Tersinggung. 🙏🙏🙏😁

Terima Kasih 🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!