NovelToon NovelToon
CEO Bucin (Suami Bucinku)

CEO Bucin (Suami Bucinku)

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:493.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Jesicca26

Tolong tinggalkan Like Dan comment yah ❤😍

Danny sudah memantapkan pilihannya pada Rose, gadis yang lebih mudah darinya. Rose sudah terlanjur hidup dalam gelapnya masa lalunya, begitu berhasil mendapatkan Rose, ada saja cobaan dalam hubungan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jesicca26, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

-

"Cepat pak." perintah Danny saat mereka sudah dijalan menuju restoran tempat Rose pergi. Bagi Danny menemukan lokasi Rose nggak lah sulit karna diam-diam dia memasang pelacak diHP Rose untuk sekedar berjaga-jaga.

Cara Danny mencintai benar-benar fokus dan sangat protektif pada Rose, dia nggak banyak memaksa Rose harus melakukan ini itu, tapi diam-diam dia mengawasi keamanan Rose.

Ban mobil melengking diparkiran restoran saat pak Sam mengerem mendadak saat seorang anak kecil tiba-tiba melompat ketengah jalan, ibu dari sih anak berteriak histeris melihat putrinya nyaris tertabrak mobil. Cepat-cepat pak Sam turun dan melihat keadaan sih anak yang baik-baik saja, hanya kaget. Sementara sang ibu memeluk sambil menangis ketakutan, dia berulang-ulang minta maaf pada pak Sam karna putrinya lepas dari pengawasannya.

"Maaf pak, saya lalai memperhatikan anak saya." ucap sang ibu lalu berjalan pergi meninggalkan pak Sam sambil menggendong putrinya

Pak Sam kemudian membukakan pintu mobil untuk Danny, Danny keluar dari mobil dan langsung berjalan tenang masuk kedalam restoran. Dia dan pak Sam mencari-cari sosok yang mereka kenali didalam, karna nggak ada jadi mereka naik ke lantai dua.

Benar saja, mata elangnya langsung menemukan sosok Rose sedang duduk bersama beberapa bos dan ada dua perempuan lagi menemani. Pak Sam menghentikan langkah Danny saat Danny mau maju mendatangi Rose.

"Akan terlalu kentara, lebih baik kita awasi dari jauh saja." ucap pak Sam

Benar, apalagi mereka juga atasan Rose. bathin Danny

Danny dan pak Sam duduk agak jauh dari meja tempat Rose dan yang lain duduk, matanya terus memperhatikan kekasihnya dari jauh. Rose terlihat baik-baik saja, dia juga sering tersenyum. Sesekali Rose membalik sebuah brosur dan menjelaskan pada seorang perempuan berumur sekitar 40an, perempuan itu terlihat familiar namun Danny lupa siapa.

"Sepertinya dia baik-baik saja, mereka juga makan bersama ibu Winda." pak Sam membuyarkan perhatian Danny

"Ibu Winda?"

"Iya, dia salah satu pemegang saham. Ibu Winda pernah membuat janji dengan kita enam bulan lalu tapi gagal karna kematian suaminya, sepertinya ibu Winda sudah mulai aktif bekerja."

Oh iya, saya ingat sekarang. bathin Danny

Mata Danny kembali terarah ketempat Rose, kali ini mereka semua sudah berdiri sambil menjabat tangan. Terlihat ibu Winda memeluk Rose sebentar lalu memegang pipi Rose, wajah Rose terlihat kaget namun buru-buru dia tersenyum sambil berbicara. Danny cukup kaget melihat itu, kenapa ibu Winda sampai memeluknya dan apa yang mereka perbincangkan.

"Ayo kita datangi." ajak Danny saat hanya tersisa Rose dan Naura

Buru-buru pak Sam mengikuti langkah Danny dari belakang, Melihat sosok Danny, Rose terkejut. Dia nggak mengira Danny akan ada direstoran tempatnya pergi bersama bos-bosnya.

"Danny??" ucap Rose, dia nggak bisa menyembunyikan ekspresi kagetnya

"Sepertinya kamu lupa kalo kita ada janji makan siang bersama." ucap Danny lalu duduk disamping Rose

"Ohh iya aku mau ngabarin tapi tadi buru-buru banget, apalagi ada ibu Winda, dia nggak berhenti gandeng dan ngajak aku bicara." jawab Rose dengan senyum kaku

"Kenapa ibu Winda meluk kamu tadi?"

"Kenapa emangnya? jealous yah?"

Wajah Danny seketika berubah memerah mendengar pertanyaan Rose barusan, dia nggak mengira Rose akan memberikan serangan mendadak.

"Hehehe tadi ibu Winda bilang aku mirip anaknya yang meninggal lima tahun lalu, jadii yahhh dia semacam melepas kangen pas ketemu aku." lanjut Rose sambil terkekeh

"O.. Oh, kalian sudah makan?" tanya Danny sambil melihat Rose dan Naura bergantian

"Sudah, tapi kalo mau nraktirin juga boleh kok." jawab Naura blak-blakan

"Silahkan, pelayan.." panggil Danny

"Ehh, gue ehh saya bercanda.." seru Naura malu

"Nggak apa-apa, lo bungkus buat keluarga lo serumah juga boleh.." celetuk Rose sambil tersenyum menyindir

"Ahh Rose, gue jadi malu tau." rengek Naura

"Pesan apa saja yang kalian mau, saya yang traktir." Danny mempersilahkan dengan sopan

Tangan Rose meraih buku menu lalu memilih-milih apa yang dia suka "Mbak, saya mau ini.. ini.. ini.. dan ini yaahh.." ucapnya tanpa malu

Naura menganga melihat ulah Rose memesan banyak makanan "Gue ikut lo aja deh, yang lo pesan itu kayaknya enak semua."

"Etsss, ini pesanan gue, poris gue, lo pesan sendiri.."

"Rosee.... Serius lo makan semua??" seru Naura nggak percaya

"Iyalahh, dia paling tau porsi gue." tunjuk Rose menggunakan mata kearah Danny

"Waww.. oke kalo gitu, gue nggak akan malu-malu.. Mbak saya mau ini sama ini aja yaahh, perut saya nggak mampu kalo harus makan kayak porsinya dia.."

Rose lalu menatap Danny dengan serius, melihat gadis disebelahnya menatapinya dengan serius Danny menelan ludah lalu pura-pura melihat kelayar TV yang nggak jauh darinya.

"Ada apa?" tanya Danny pura-pura acuh

"Kamu ngikutin aku yah?" tanya Rose langsung ke point

"Nggak, kebetulan aku mau makan disini." jawab Danny bohong

"Masa?? Kamu kalo bohong hidungnya jadi gede loh."

Mata Danny langsung juling karna memaksa melihat hidungnya sendiri, Rose tersenyum geli melihat Danny.

"Benerkan... Kalo kamu nggak bohong kamu nggak bakal ngecek hidung kamu sendiri pas aku bilangin kayak tadi.."

"Kamu.." ucap Danny gemes sambil mencubit pipi Rose

Suasana seketika berubah romantis, keduanya jadi saling menatap, Rose jadi malu dan Danny pun kehilangan gaya karna tangannya refleks mencubit pipi Rose. Disisi lain pak Sam melihat kearah lain memberikan mereka privasi, dan Naura? jangan ditanya lagi, dia berubah baper maksimal. Merasa jadi obat nyamuk dan terabaikan, merasa irih karna nggak ada pasangan.

"Eheemmmm, masih ada orang loh disini..." Seru Naura memecah suasana romantis antara Rose dan Danny

Cepat-cepat Danny melepas cubitannya dan Rose langsung duduk bersandar sambil melihat arah lain, keduanya jadi salah tingkah.

Makanan yang mereka pesan akhirnya datang, untuk menghilangkan gugupnya Rose langsung melahap makanan didepannya. Seperti biasa, semuanya dari daging, karna semenjak bersama Danny, Rose jadi bisa sering makan daging dan Danny juga suka melihatnya makan dengan lahap. Rose yang tadinya harus serba hemat jadi bisa hidup enak, awalnya dia menolak, tapi sosok Danny yang cukup keras kepala membuatnya menyerah. Semakin ditolak, Danny akan semakin memikirkan cara lain agar Rose menerima semua yang diberi Danny.

"Lo harus banyak makan memang Rose, biar bisa banyak tenaga buat ngelawan sih nenek lampir.." ucap Naura sambil mengunyah makanannya

Mulut Rose berhenti mengunyah, dia melirik Danny yang terlihat bereaksi dengan ucapan Naura barusan. Cepat-cepat Rose mengambil sepotong daging sapi yang cukup besar dan menyuapi Naura secara mendadak, membuat mulut Naura langsung penuh.

"Rrrrrooossseee, giilleee llooo, nniatt amaaatt nyuapiinn gguuee." paksa Naura berbicara meski mulutnya penuh dengan makanan

"Makan yang banyak lo.. kebanyakan ngomong.."

Dalam pikiran, Danny tau yang dimaksud Naura barusan. Yang jelas, pertarungan antara Rose dan Stevany baru saja dimulai. Danny khawatir, Stevany nggak akan mundur semudah itu biarpun dia tau status Rose dan dirinya berpacaran. Terlebih penolakannya selama ini sudah cukup membuat Stevany makin tertantang untuk maju.

1
Borahe 🍉🧡
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣ngakak thor
Borahe 🍉🧡
beda thor ng pake 'H'
Borahe 🍉🧡
knp sih thor org baik selalu mati deluan. ah padahal aku bru mengaumi sosok Denny yg penyayang malah hanya pemeran sementara. 😥
Borahe 🍉🧡
bersyukur banget sih punya suami yg menerima apa adanya masa lalu mencintai dgn tulus.
puri purihat
makin menarik
puri purihat
ngakak ... lucu kelurga nya ada kesalnya saaat stfani dtng
puri purihat
ayo bantu like ... ceeitanya bagus ko ini
puri purihat
lucu nya ada sedihnya ada bafernya lagi di tunggu
puri purihat
suka sama karakter DANY
Oh Dewi
keren novelnya, rapi penulisannya...
Sekalian kasih rekomen novel yang rapi juga, judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, wajib pakek tanda kurung ya nyarinya
Nia Assyfah
maaf thor, tinggi badan 180 cm bukan meter. terlalu tinggi kalau pakai meter :)
jesicca: waahhh 😄😄 makasih atas masukannya, terlalu cepat ngetik jadi nggak perhatikan ada kata yang tertinggl. itu maksusnya centi meter, tapi centinya kelewatan. ngeri uii kalo tingginya emang 180 meter yah 😂
total 1 replies
Nesya Bungsu
semangat thor😁
Novi Handayani
Lanjut thor
odezzz
salam kenal thoor 🤩🤩
Vie
akhirnya happy ending. 😍😍 love love
Sri Maniyah
ksian dany ga blh mandi gmn bsa brgkt krja klo ga mandi 🙃
Sri Maniyah
ngidam kok aneh bgt
Fitri Helda Yanti
lanjut thor🥰ceritanya seru

mampir juga di ceritaku yh thor
"love with enemy
Calanni Malanny
next
Rizky
mana lanjutan nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!