NovelToon NovelToon
SETELAH AKU PERGI

SETELAH AKU PERGI

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Persahabatan / Cinta setelah menikah / CEO / Mafia / Balas Dendam
Popularitas:160k
Nilai: 5
Nama Author: Bunaya

Meila Ayunda Aksara, mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Dia membatalkan pernikahannya dengan tunangannya, Zayan Wijayakusuma. Dia tidak peduli jika keputusannya itu akan membuat nama baik keluarga Aksara rusak. Bagi Meila, keluarga itu sudah rusak sejak lama.

Sudah saatnya Meila membuka topeng keluarganya yang selalu memperlakukan dirinya dengan tidak adil. Selama ini, kedua orang tuanya dan kedua kakaknya menganggap Meila sebagai anak pembawa sial. Cacian dan makian menjadi makanan sehari-hari yang harus Meila terima.

Keputusan besar Meila itu justru membuatnya bertemu dengan Abyan Rayendra Hasan, pria yang siap memberikan Meila sebuah keluarga.

Bagaimana kehidupan Meila setelah dia meninggalkan keluarganya dan Zayan?

Bagaimana kehidupan Meila bersama Abyan?

Yuk simak kisahnya di Setelah Aku Pergi hanya di Novel Toon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 Tertabrak

Pintu kamar rawat inap Beni terbuka, menampilkan wanita paruh baya yang baru saja Meila kenal satu Minggu yang lalu. Bibi Lusi tersenyum pada Meila, mempersilakan putri majikannya itu untuk masuk.

"Masuklah! Tuan Beni sudah menunggu Nona."

"Bibi yang jaga Papa?" Anggukan kecil dari bibi Lusi yang Meila dapatkan sebagai jawaban. "Aku kira kak Arbie," ucap Meila lagi.

"Tuan muda pergi menemui tuan besar Narendra, Nona."

"Baiklah, Aku mengerti Bibi." Meila melangkah masuk setelah bicara.

Di atas ranjang rumah sakit, Beni terlihat masih pucat dan lemah. Saat netra keduanya bertemu, ada perasaan yang sulit Meila ungkapkan. Saat Beni tersenyum, sisi baik Meila yang menyimpan rasa sayang pada pria tua itu tidak bisa menahan keinginannya untuk memeluk Beni, hal yang selama ini Meila inginkan.

Zayan belum juga beranjak dari tempatnya berdiri. Dia memperhatikan interaksi antara Meila dan bibi Lusi. Dia juga menyimak percakapan keduanya. Zayan memang tidak mengenal siapa itu Arbie. Tapi dia mengenal siapa Narendra, menantu dari keluarga Alamanda, yang sekarang menjadi keluarga Meila.

Zayan bisa melihat dengan jelas, orang yang berbaring di atas ranjang rumah sakit adalah Beni. Dia tertegun saat Meila berlari kecil mendekat pada ranjang rumah sakit dan memeluk Beni yang juga membalas pelukan Meila.

"Sepertinya ada hal yang tidak dilaporkan Arman," gumam Zayan dalam hati.

Baru saja Zayan ingin bertanya pada bibi Lisi, seseorang sudah lebih dulu menegurnya. "Maaf Tuan, Anda menghalangi jalan Saya."

Abyan berbalik menghadap penuh pada seorang gadis, orang yang baru saja menegur dokter bedah itu. Zayan mengenali gadis itu adalah Mariska. Adik Abyan dan Feri itu sama familiarnya degan kedua kakaknya, membuat Zayan bisa dengan muda mengenalinya.

"Anda bisa bergeser Tuan? Saya mau masuk, menyusul kakak ipar." Tergur Mariska lagi karena Zayan tidak juga bergerak dari depan pintu kamar rawat inap Beni yang ada di belakang pria itu.

Zayan bergeser setelah Mariska ingatkan untuk kedua kalinya. Saat melewati Zayan, Mariska berkata, "Kakakku memang dingin dengan perempuan lain, tapi dia sangat hangat dengan kakak ipar. Apapun yang kamu katakan tentang kakakku, tidak akan membuat kakak ipar meninggalkan kakakku. Justru dia akan semakin cinta pada suaminya. Dan kamu, kakak ipar semakin tahu dan melihat kamu bukan laki-laki baik."

Zayan tidak bisa membalas ucapan Mariska. Gadis itu sudah menutup rapat pintu kamar rawat Beni.

Meila mengurai pelukannya dengan Beni. Tatapan keduanya kembali bertemu. Banyak pertanyaan di kepala Meila, yang ingin dia tanyakan pada Beni. Namun dia urungkan, begitu melihat keadaan Beni saat ini. Meskipun menurut Arbie, Beni sudah lebih baik dari sebelumnya, tapi dia masih belum diizinkan banyak bicara.

Meskipun lemah, Beni berusaha mengangkat kedua tangannya dan menangkup wajah Meila. "Maafkan Papa, Lala," ucap Beni pelan, bahkan terdengar seperti berbisik.

Tidak mendapatkan jawaban dari Meila, Beni mencoba kembali bicara. Namun dia harus menahan sakit dan terbatuk beberapa kali, hingga bibi Lusi terpaksa menyela.

"Tuan, dokter mengingatkan Anda untuk tidak banyak bicara. Nona Lala bisa menunggu apa yang akan Anda sampaikan pada Nona." Beni menggeleng tanda menolak. Dia ingin menjelaskan semuanya pada Meila, tentang kebodohannya yang tertipu dengan sikap manis Hana dan kedua orang tuanya.

"Anda harus tenang. Anda harus cepat pulih Tuan, agar tuan muda Arbie dan tuan Narendra bisa segera menjalankan misi mereka."

"Bibi Lusi benar Pa. Aku datang karena ingin melihat keadaan Papa Beni." Meila menimpali.

Beni berusaha tersenyum. Dia harus sembuh dan sehat agar bisa membantu Meila dan Arbie mengambil kembali apa yang seharusnya jadi milik mereka. Beni pun mengangguk, lalu memejamkan matanya. Sebelum itu, dia melirik Mariska yang selalu waspada. Beni tersenyum pada adik Abyan dan Feri itu.

Setelah Beni tidur, Meila dan Mariska pamit pada bibi Lusi yang hari ini bertugas menjaga Beni. Hanya bibi Lusi dan bibi Ana yang Arbie bisa percaya untuk menjagan pamannya itu, karena dia belum bisa percaya dengan orang baru. Apalagi musuh-musuh mereka punya mata-mata yang bisa saja menyamar salah satunya jadi pelayan.

Meila dan Mariska melangkah ke parkiran mobil untuk pulang. Sesampai mereka di parkiran, Mariska melihat ban mobil yang dia kendarai untuk mengantar Meila sudah kempes.

"Kakak ipar, ban mobil kita kempes. Perasaan tadi sewaktu berangkat baik-baik saja."

"Mungkin di jalan kena paku waktu kita berangkat tadi," balas Meila,

Istri Abyan itu berusaha untuk berpikir positif. Namun tidak menutup kemungkinan yang terlintas dalam benaknya, ada yang sengaja membuat ban mobilnya kempes. Apa lagi tadi dia bertemu Melisa, orang yang punya banyak cara untuk membuat orang lain celaka demi memuaskan apa yang dia inginkan.

"Aku minta sopir bang Abyan jemput kita ya Kak. Lama kalau ,Esti menunggu mekanik datang dan mengganti ban mobilnya."

"Bagaimana baiknya saja. Sambil menunggu, bagaimana kalau kita ke cafe depan. Aku sudah lapar."

"Baik Kak, Aku juga lapar dan haus."

Meila dan Mariska berjalan beriringan menuju cafe langganan Meila. Dulu Meila sering menunggu Zayan yang mengoperasi pasiennya di cafe tersebut. Karena terlalu sering menunggu di cafe, jadilah cafe itu cafe langganan Meila.

Saat akan menyebrang jalan, Mariska dan Meila sudah memperhatikan kendaraan yang lewat. Namun, nasib baik tidak berpihak pada mereka. Tepat saat mereka berada di tengah jalan raya, sebuah mobil mini bus melaju dengan kecepatan tinggi kearah mereka.

Meila melihat mobil itu hendak menabrak dirinya dan Mariska.

"Awasss...." Lalu terdengar suara benturan yang keras.

"Arkkk."

Tubuh Meila melayang dengan seseorang yang memeluknya dari depan. Dunia Meila seakan berhenti berputar. Darah segar mengalir dari pelipisnya. Sebelum matanya benar-benar tertutup, Meila melihat seorang pria paruh baya menatapnya dalam.

Pengawal bayangan Meila dan Mariska langsung keluar menghampiri Meila dan pria paruh baya itu yang tergeletak di tengah jalan raya, dengan posisi Meila berada dalam pelukan pria yang mereka kira itu Beni.

Karena kepala Meila dan pria yang mereka kira Beni itu terkena benturan, darah segar terus mengalir dari pelipis dan kepala pria paruh baya itu.

Sedangkan Mariska yang masih sempat didorong oleh pria paruh baya itu, tidak tertabrak. Tapi dirinya juga terluka karena terjatuh ke trotoar. Kaki Mariska terkilir, sehingga dia tidak sanggup berjalan.

Anak buah Abyan mengangkat Meila dan pria yang mereka kira Beni itu. Mereka langsung membawa masuk ke dalam mobil. Begitu juga dengan Mariska.

Iring-iringan mobil itu memecah keramaian. Orang-orang yang ada di tempat kejadian dan pengemudi lain yang tadi berkerumun memberi jalan untuk anak buah Abyan.

Mariska menatap Meila dan Beni yang sudah tidak sadarkan diri. Dengan tangan gemetar, Mariska menghubungi Feri.

"Ada apa Dek?"

"Bang, kakak ipar. Kakak ipar," ucap Mariska dengan suara gemetar.

"Ada apa dengan Meila, Dek? Kamu tarik napas dan bicara dengan tenang."

Mariska menarik napasnya dengan dalam. "Kami ditabrak mobil bang. Kakak ipar tidak sadarkan diri. Ada paman Beni juga. Sekarang kami menuju rumah sakit Alamanda." Mariska menjelaskan sambil menangis.

Para pengawal bayangan itu tidak membawa Meila ke rumah sakit Wijaya milik keluarga Zayan, tempat Beni dirawat. Itu rumah sakit musuh, sulit bagi mereka untuk menempatkan orang mereka dengan jumlah yang banyak. Karena itu mereka membawa Meila ke rumah sakit Alamanda, tempat yang lebih aman untuk Meila mendapatkan perawatan.

Feri mematikan sambungannya dengan Mariska. Dia dan Abyan sekarang sedang berada di lapangan, meninjau pembangunan pusat perbelanjaan yang akan dibuka perusahaan HAS Company.

Feri menatap Abyan. Dimenarik napasnya dalam sebelum menghampiri suami Meila itu.

"Byan, Kita pulang sekarang."

Abyan menatap Feri dengan kening berkerut. Abyan bisa melihat ke khawatiran di wajah sepupunya itu.

"Apa yang terjadi? Katakan!"

"Meila, Mariska, dan Beni, kecelakaan. Mereka ditabrak mobil."

Abyan memejamkan matanya sejenak. Jantungnya berdetak dengan kencang. Amarah, khawatir dan ketakutan mulai menyerang hati dan perasaan Abyan.

Tanpa berkata apa-apa, Abyan melepaskan topi dan rompi keselamatan yang dia pakai. Lalu melangkah dengan cepat ke mobilnya.

Feri sedikit berlari dan masuk kedalam mobilnya. Feri langsung melajukan mobilnya setelah Abyan masuk.

Arbie, Erik dan Narendra yang mendapatkan kabar dari orang-orang mereka, kalau Meila tertabrak, langsung bergegas ke rumah sakit.

Saat sampai di rumah sakit, Meila dan pria paruh baya yang menurut Mariska dan pengawal Abyan adalah Beni, masih berada diruang operasi.

"Mariska, apa yang terjadi?" Tanya Arbie, saat melihat Mariska mendekat ke ruang operasi dengan kursi roda.

Luka-luka dan wajah Mariska sudah diobati. Tapi Mariska harus mengunakan kursi roda karena cidera di kakinya.

"Aku dan kakak ipar akan menyeberang ke cafe sambil menunggu orang untuk mengganti ban mobil yang kami gunakan kempes. Saat menyeberang, tiba-tiba saja ada mobil yang melaju kencang ke arah kami. Aku di dorong paman Beni, sedangkan kakak ipar tertabrak bersama paman Beni yang memeluknya. Untuk melindungi kakak ipar."

"Apa Beni sudah kuat untuk keluar dari rumah sakit?"

Pertanyaan yang dilontarkan Narendra membuat mereka semua terdiam. Terutama Mariska. Dia melihat sendiri Beni sedang tidur waktu dia dan Meila pamit pulang dengan bibi Lusi. "Lalu siapa pria misterius itu?" Pikir Mariska.

1
Shafirah Salsabilah
semangat meila..
Noey Aprilia
Antara ksihn sm brsykur jg kl gt....
mngkn zayan sngja nyktin meila, biar meila dptn laki2 yg lbh baik dr dia...
tp trnyta khdpnnya dia jg rumit y,krain dia bnrn jht....
Muft Smoker
bubur sudah menjadi air yx zayan ,,
tp perlu di kasih jempol juga yx km ,,
meski awalny km jahat mau merebut meila ,, tp di sisi lain km ngebantu shila buat dapetin apa yg seharusny menjadi hak ny ,,
Muft Smoker
siap2 jd gelandangan andaaa 🤭🤭🤭 ,,
lanjuuut kak ,,
😁😁
Isabela Devi
kamu tidak akan bisa merebut feri
Noey Aprilia
Silakan halu spuasnya....abs tu siap2 jd gmbel....😛😛😛....
btw....slmt buat pngntin baru...mskpn awlnya shila ga cnta,tp lma2 jg bucin.
Lucy
mimpi kau zerin KLO suami shila bisa berpaling🤣🤣feri GK akn berpaling krna shila cinta pertamanya👍👍👍
Les Tary
keluarga zayan jahat semua
Isabela Devi
Erik kamu harus berhasil pukul mundur ular betina itu
irma hidayat
ceritanya bagus
Lucy
akhirnya feri menerima pernikahan ini walaupun pengantinnya rahasia😃dan gak sabar lihat Zayan dan kluarganya hancur jadi Gembel🤣🤣🤣
Noey Aprilia
Ga sbr nunggu zayan sm kluarganya jd gembel.....
Noey Aprilia
Kluarganya arumi pst nysel bgt krna udh nolak feri,scra dia skrng udh jd ceo.....tp bguslh....dr awl udh kthuan kl kluarganya cma ngincar hrta.....mga aja plihan meila ga slah,scra kli ni yg jd clon istrinya feri msih kluarganya yg onoh....
Noey Aprilia
Kaaannnn bnr.....
trnyta dia jg cma d mnfaatin....bhkn orng yg d anggap phlwan,trnyta orngtg bkin dia khilangn ibunya....
kl udh tau ky gt,jgn smp msih pnya niat jhat buat ngusik meila lg.....
Lucy
Shila hidupmu penuh dgn kebohongan org trdekatmu,,jgn merusak rumah tangga Abyan KLO kau GK mau mati 🤣🤣krna istri Abyan bukan org biasa di blkngnya ada kekuasaan kluarga hebat👍
Les Tary
makannya sadar shila abyan udh punya istri jgn kamu ganggu
Les Tary
wow Melia keren 💪
Noey Aprilia
Mngkn shila msh sodara sm zayan....
spa tau kn dlu bpknya zayan slingkuh,trs anknya d buang....
Muft Smoker
aaaakh shila mh bakalan jd sasaran empuk di snii ,, andaa salah masuk kamar shila ,, 😒😒😒😒😒
Les Tary
singkirkan aja dokter shila ganti dokter lagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!