NovelToon NovelToon
Merajut Asa Bersamamu

Merajut Asa Bersamamu

Status: tamat
Genre:Romantis / Chicklit / Tamat
Popularitas:134.6k
Nilai: 5
Nama Author: In Gusman

Tak pernah terbayangkan olehku usaha bapakku bangkrut,sehingga semua yang kami miliki habis dalam sekejap. Bapak terpukul membuat beliau terpuruk dalam keputusasaan,sementara ibu sibuk mengejar ambisinya untuk bisa menjadi seperti dulu lagi.

Aku Raya Anggraini...sebagai anak paling besar,mau tidak mau aku harus mengambil alih tanggungjawab bapak untuk mencari nafkah demi masa depan adik-adikku.
Sementara tunanganku yang kujadikan tempat bersandar justru mengkhianatiku.
Sedangkan ibuku selalu saja menyalahkanku atas putusnya pertunanganku itu,lalu mencoba mencarikan jodoh dari kalangan orang-orang kaya demi melancarkan ambisinya.
Aku merasa dijual oleh ibuku,aku merasa seperti barang dagangan yang ditawarkan kepada pria-pria yang memang sudah mapan secara finansial.

Sanggupkah aku menjalani semua ini?
Kuatkah aku menghadapi tekanan-tekanan dari ibuku?
Dan siapakah akhirnya yang akan menjadi jodohku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon In Gusman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kencan Pertama

"Itu hanya perasaan mas aja deh kayanya" kilahku.

"Tapi perasaanku jarang meleset" ucapnya sambil masih menatapku.

"Oya mas,konsep ulang tahun tahun ini seperti apa? Apa masih seperti tahun lalu? Dibarengi dengan qataman qur'an?"

"Kenapa selalu begini Raya...selalu mengalihkan pembicaraan..."

"Maaf..." jawabku menunduk.

"Raya...masih tak ada tempatkah dihatimu untukku? Kamu tau kan kalau aku sayang kamu dari dulu..."

"Maaf..."

Lagi-lagi hanya kata itu yang bisa ku katakan. Andai dia lebih aktif meyakinkanku tentang perasaannya,mungkin aku bisa membuka hatiku untuknya. Tapi karna kesibukan kami masing-masing,membuat kami jarang bertemu. Dan kenyataannya ketika namanya kusebut dalam do'aku,wajah tampannya tak pernah muncul dalam mimpiku. Mungkin dia memang bukan jodohku.

"Untuk apa kamu terus menerus meminta maaf padaku,tak adakah kata lain selain kata maaf itu Ray?"

"Padahal kamu tau kan Ray...bapak dan ibu pasti akan sangat senang jika kamu bisa jadi bagian keluarga kami..."

"Maafkan aku mas,maaf karna aku hanya bisa menganggap mas sebagai kakakku,tidak lebih dari itu dan untuk saat ini aku sudah mempunyai kekasih"

Mas Yusuf diam tertunduk. Sebenarnya sedih rasanya melihat orang yang pernah dekat denganku merasa kecewa karna aku,tapi mau bagaimana lagi...ini sudah menjadi jalan yang Alloh takdirkan untukku.

Mas Yusuf menarik nafas panjang...

"Yaaahhh...aku harus sadar jika cinta memang tak bisa dipaksakan,mungkin memang kamu berjodoh denganku hanya sebagai adik dan kakak bukan sebagai pasangan. Aku harus hargai itu,bisa dekat denganmu sudah merupakan kebahagiaan tersendiri. Terimakasih ya Ray..." ucapnya sambil tersenyum dan mengusap kepalaku.

Aku mengangguk dan tanpa sadar ada cairan bening menetes di sudut mataku.

"Jangan menangis Ray...maaf sudah membuatmu sedih..."

"Raya nggak sedih mas...Raya terharu mendengar penuturan mas. Dan Raya bahagia melihat kebesaran hati mas menerima semua ini."

"Tak terasa udah jam 4,mas pulang dulu ya Ray... Kedatanganmu tetap kami tunggu... Baik-baik dengan pacarmu semoga bahagia selalu. Ajak dia besok biar kami kenal..." Mas Yusuf kembali mengusap kepalaku dengan lembut.

"Assalamu'alaikum..."

"Wa'alaikumsalam..."

Ngobrol dengan Mas Yusuf ternyata membuat lupa waktu. Tak terasa sudah jam 4 sore,aku harus segera bersiap karna sebentar lagi Raka pasti datang. Aku pun membalikkan badan untuk segera membersihkan diri,sholat ashar dan bersiap-siap untuk pergi dengan Raka,tapi ketika aku baru saja menbalikkan badan ada seseorang memanggilku.

"Raya..."

"Raka..." ucapku terkejut...sejak kapan dia ada disitu.

Ya Alloh,kalau sampai dia tau Mas Yusuf datang,pasti dia akan sangat marah padaku.

Tiba-tiba Raka menghampiriku dan tanpa banyak kata,dia segera memelukku.

"Raya,terimakasih kamu sudah benar-benar menerimaku dan sudah mau mengakui keberadaanku di depan orang lain"

"Eh,Raka jangan begini...malu kalau sampai diliat temen-temen kos atau orang lewat..."

Raka tersenyum dan segera melepas pelukannya. Netranya lekat memandangku,hingga aku merasa malu dan salah tingkah.

"Ayo masuk dulu..." kataku sedikit canggung.

"Duduklah...tunggu sebentar,aku mau bersih-bersih dulu..." lanjutku

Raka duduk dan terus saja tersenyum puas melihatku yang salah tingkah.

Selang setengah jam,aku sudah rapi dan berdiri di hadapan Raka yang tengah membaca koran pagi tadi.

"Kita mau kemana?"

"Kita jalan-jalan ke Malioboro aja yuk... Tapi jalan kaki mau nggak,jaraknya kan nggak jauh...kita jalan santai aja,motor biar ku tinggal di sini,nggak papa kan?"

"Nggak masalah...toh dulu setiap berangkat kerja,aku juga berjalan kaki..." ucapku sambil tersenyum.

Akhirnya kami pun melangkahkan kaki menuju pusat kota...Malioboro. Sepanjang jalan kami bercerita tentang masa kami SMA,dia bercerita ketika setiap pagi selalu menungguku lewat di depan kelasnya,bercerita tentang hatinya yang berdebar-debar ketika kami pernah berkesempatan pulang naik bis bersama,bercerita tentang betapa cemburunya dia ketika melihat aku dijemput sekolah oleh Mas Bahar dan tentang banyak hal lainnya.

Akh,beginikah rasanya mendengar cerita dari seseorang yang begitu mengagumi dan mencintai kita. Rasa bahagia dan rasa bangga benar-benar memenuhi hatiku.

"Raya,tau nggak...hari ini benar-benar hari keberuntunganku."

"Oya...?"

"Tadi ketika aku sampai rumah,sepulang dari nganter kamu ada temanku kerja datang. Dia bilang aku disuruh menghadap bos hari ini juga,tadinya aku kaget...karna tak biasanya saat hari libur,karyawan disuruh menghadap bos. Dan sesampainya di kantor,aku disodori amplop coklat oleh bosku. Aku tambah terkejut lagi,pikirku apa aku dipecat dan diberi pesangon,tapi teryata amplop itu berisi uang bonusku."

"Bosku bilang jumlahnya lumayan besar dan setelah aku buka memang benar lumayan banyak,bahkan jumlahnya melebihi gajiku selama satu bulan. Ini adalah bonus pertama selama aku bekerja disana. Bosku bilang,dia sangat berterimakasih karna berkat kerja kerasku,swalayannya telah terhindar dari kebangkrutan. Untuk itu,hari ini aku ingin membelanjakan semuanya untukmu,adik-adikmu dan orang tuamu."

"Eh sebentar Raka...uang ini kan bonus pertamamu dan kamu telah bekerja keras hingga bisa mendapatkan ini,kenapa tidak kamu belanjakan untuk keperluanmu dan keluargamu atau memberikan kepada tetehmu?"

"Alhamdulillah keluargaku sudah berkecukupan semua dan teteh tidak aku beri tau soal ini karna aku rasa teteh pun tidak membutuhkannya. Lagi pula aku sudah janji untuk membantumu mencukupi kebutuhan adik-adikmu dan keluargamu kan? Jadi nggak masalah kalo uang ini habis buat membelanjakan dan membahagiakan keluargamu."

"Tapi aku tidak mau nantinya dikatakan cewek matre,aku masih bekerja dan aku masih sanggup untuk memenuhi kebutuhanku dan keluargaku sendiri. Lebih baik kau simpan saja uang ini" tolakku halus.

"Aku tau sebagai seorang anak dan seorang kakak kamu sudah bisa memenuhi kebutuhan orang tua dan adik-adikmu...tapi kebutuhanmu? Kau telah mengabaikan kebutuhanmu..."

"Tidak Raka...kebutuhanku Alhamdulillah sudah terpenuhi,aku bisa membeli kebutuhan sehari-hariku juga tempat kos yang baik dan tempat tidur yang nyaman. Aku sudah tidak butuh apa-apa lagi."

"Aku percaya kau bisa membeli kebutuhanmu sehari-hari,mendapat tempat kos yang baik,tapi tempat tidur yang nyaman? Yakin kau punya tempat tidur yang nyaman?"

"Maksudmu??"

"Bagi teman-teman kosmu yang lain mungkin iya...mereka mempunyai tempat tidur yang nyaman,karna kulihat kamar dan perabot mereka sesuai dengan kebutuhan anak kos. Tapi kamu...tidur tanpa kasur dan hanya beralas tikar,tempat baju yang terbuat dari kardus,juga peralatan make up mu yang kau tata di kardus bekas kardus sepatu,apa itu namanya nyaman? Walaupun lemari kardusmu kau hias dengan begitu cantiknya tapi itu tetaplah kardus,tidak pantas untuk menyimpan baju. Dan tidurmu yang hanya beralas tikar...tidakkah membuat badanmu terasa sakit semua Raya..."

"Walaupun aku belum pernah melihat isi kamarmu waktu SMA dulu,tapi jika dilihat dari wujud rumahmu,keadaan kamarmu sekarang pasti berbeda 180°dari kamarmu yang dulu. Bahkan kamar pembantumu dulu pun pasti jauh lebih bagus dari kamarmu sekarang" lanjutnya.

"Raka...da..dari mana kamu tau isi kamarku saat ini? Sejak kapan kau mengetahui ini semua..."

Aku benar-benar terkejut mendengar penuturan Raka,sebegitu detailnya dia mediskripsikan kamarku.

.

.

.

.

.

.

.

Lanjut...

1
Eka Widya
ceritanya cukup menarik.sekilas spt permasalahan keluarga pd umumnya tp ada konflik batin seorang ank.yg seharusnya keluarga menjadi tempat berkeluh kesah
Maina Susanti
suka banget nih
Rahma
anak kandung atw apa yaa???
Rahma
raya, suka banget nangis... dikit² nangis...
Rahma
apa yg kurang dr mas bahar, neng??
In Gusman: Mungkin karna terlalu sempurna,jadi membuat berbeda prinsip...😍😍😍

Terimakasih dah mampir...🙏🙏🙏
total 1 replies
Happys
alur ceritanya bagus Kaka
g lebay...sesuai realita di masyarakat
buat lanjutannya ya Kaka
kita tunggu lho..
In Gusman: Terimakasih sudah mampir...semoga manfaat
InsyaAlloh besok di lanjut lagi...
total 1 replies
Ari Libry
Raka..bucin wkwkwk
Ari Libry
Raka baik bgt seeh..
Wildan
lanjut yg ke dua nya thor..
In Gusman: insyaAlloh...
total 1 replies
Indah Wirdianingsih
Al FATIHAH untuk Aipda jenni Antok
semangat terus thor trus berkarya ya ❤❤❤
In Gusman: Terimakasih...😍😍😍
total 1 replies
RSDP💖
AL FATIHAH.....semangat trus thor
aku suka critanya😊
In Gusman: Terimakasih...🙏🙏🙏😍😍😍
total 1 replies
RSDP💖
lhaaaaahhh kok tamat....
lanjut dong thor😢😢
In Gusman: Maaf untuk sementara segitu dulu...semoga lain waktu bisa terinspirasi untuk melanjutkannya lagi
total 1 replies
Indah Wirdianingsih
selamat buat rska dan raya, kok udah tamat aja thor
Indah Wirdianingsih: di lnjut ya thor jngan sampai ngak ceritain kehidupan raya dan raka setelah menikah thor😍😍
total 2 replies
IG @zmling_
hai aku mampir nih

mampir juga yuk di Mr. mafia or Mr. Psychopath?

Salam semangat
In Gusman: Terimakasih yaaa...

Salam semangat juga...
total 1 replies
Indah Wirdianingsih
alhamdulilah Next thor
Suadah Al Asy'ari
lanjut
saya nyimak terus
In Gusman: makasih yaaa..,
total 1 replies
Moh Haryadi Haron
aku pdamu thooorrr
Indah Wirdianingsih
raka bucin sama raya
Moh Haryadi Haron
lanjut thorrr
Moh Haryadi Haron
visualnya dong thorrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!