Alya adalah mahasiswi cantik yang masih polos. ia sangat manis dan ceria. suatu hari kecelakaan saat mereka pergi berlibur telah menewaskan ibunya.
ayahnya lalu menikah sepeninggal ibunya. lima tahun setelah ayahnya menikah dengan ibunya. ayahnya meninggal karena serangan jantung. kini ia hidup dengan ibu tirinya berdua saja. namun sejam lima bulan meninggalnya ayahnya, ibunya akhirnya memiliki pacar baru. dilema muncul saat calon ayah tirinya jatuh cinta padanya. apa yang harus Alya lakukan dengan keadaan itu. sementara ayah tirinya adalah crussnya saat sekolah dulu. Di balik itu dia punya pacar bernama Anjasmara seorang penderita NPD temperamen yang terlalu mencintainya. Akankan dia bisa menghadapi kedua lelaki itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CACASTAR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
HOLIDAY
"Dari siapa Bang?"
"Anak, Abang yang kedua."
"Kenapa rupanya?"
"Ah, tidak, tidak usah dipikirkan."
Lelaki paruh baya itu lalu merengkuh pundah kekasihnya yang tidak lain adalah Tante Vivi. Mereka sudah cek in di bandara lalu kini sudah duduk di bangku pesawat. Mereka hanya ingin memandu kasih di tempat holiday nantinya. Hal yang mengganggu pikiran mereka berdua mereka kesampingkan.
Ya, termasuk panggilan telpon dan chat masuk dari anaknya yang mengabarkan istrinya, ibu mereka masuk rumah sakit diabaikan oleh pria paruh baya tersebut.
Sungguh ironis memang. Saat istrinya jatuh sakit, dia malah asyik berdua dengan selingkuhannya.
Kemudian mereka pun menonaktifkan panggilan telponnya. Ia dan Tante Vivi benar-benar sudah dimabuk cinta.
***
"Ma, istirahat dulu, ya. Anak kesayangan mama ini harus praktek dulu."
"Iya, Dak apa Rangga. Mama ditinggal sendiri saja."
"Kok sendiri mama sayang, kan ada Bibi dan Dino nih."
"Iya, maksud mama, kamu gak apa selesaikan tugas kamu. Mama ditinggal saja."
"Iya, nanti kakak bakal datang bentar lagi Ma. Gantikan bibi. Mama jangan lupa makan ya."
"Iya."
"Bi, tolong disuapin mama ya."
"Ya, Den."
"Assalamualaikum, Ma."
"Waalaikumsalam."
Rangga lalu keluar dari kamar rawat inap mamanya. Dia harus menjalankan tugasnya dahulu. Harapannya mamanya akan membaik nanti. Lalu, papanya bisa dihubungi.
Saat dia menghubungi karyawan di cabang kios di Batam, karyawannya kelihatan kikuk menjawab pertanyaannya. Walaupun ia menjawab bahwa Papanya ada di Batam. Tapi dia tidak bisa menyambungkan telpon Rangga untuk papanya.
"Maaf Bang, Bapaknya tadi sudah pergi."
"Dari jam berapa?"
"Eh anu Bang, dari jam 1 Bang."
"Betul dari jam 1, dari jam 1 ada di sana atau dari jam 1 sudah pergi dari sana."
"Dari jam 1 sudah pergi dari sana, eh dari sini, Bang."
"Berarti lima belas menit yang lalu dong."
"Eh iya, Bang."
"Yakin dah pergi?"
"Eh, iya Bang."
Begitulah pembicaraannya dengan karyawan toko di sana. Terlihat gugup dan kikuk dia. Rangga tidak ambil pusing lagi. Dia sudah bisa menyimpulkan bahwa Papanya berbohong dan meminta karyawannya itu juga berbohong.
Rangga melanjutkan pekerjaannya dan dia berharap bisa menyelesaikan masalahnya esok hari saat Papanya sudah datang.
***
Dua hari bersama selingkuhannya, Pak Rudi, Papanya Rangga, kembali ke Pekanbaru bersama selingkuhannya itu. Ia memang tinggal terpisah tinggal dari keluarganya.
Sudah setahun dia tinggal di Pekanbaru untuk mengurus bisnis keluarga yang terbengkalai sekian lama, tepatnya cabang di Pekanbaru. Sudah beberapa tahun cabang di Pekanbaru mengalami penurunan omset. Sejak tahun 2021 cabang sudah mengalami penurunan omset. Toko yang dibukanya sejak tahun 2000 itu lumayan banyak pelanggan.
Namun, wabah Corona yang berimbas pada perekonomian membuat beberapa usaha di sana gulung tikar. Namun, berkat kegigihan keluarganya dan dirinya, mereka masih bertahan dan mempertahankan cabang di sana.
Karena mengalami omset terus. Tahun 2023 ia memutuskan pindah mengurus toko di sana. Jadilah sampai kini dia menetap di Pekanbaru. Bolak-balik tiap bulan ke Bukittinggi. Kadang juga istrinya dan anaknya yang ke Pekanbaru.
Ditambah lagi cabang toko di Batam sudah setahun ini juga dibuka. Ia sangat sibuk mengurus semuanya.
Anak perempuannya, Serly, kakaknya Rangga mengurus toko di Bukittinggi. Sementara Rangga anak lelakinya lebih memilih profesi jadi dokter.
Namun sekalipun sibuk, ternyata dia ada waktu untuk pacarnya, Vivi.
karena vivi itu licik