NovelToon NovelToon
Anaknya Disusui, Daddy-nya Yang Terpikat

Anaknya Disusui, Daddy-nya Yang Terpikat

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / CEO / Janda / Cinta Seiring Waktu / Pengasuh / Ibu susu
Popularitas:49.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ita Yulfiana

Firdha diusir dengan kejam oleh Ibu mertuanya 2 hari setelah dia melahirkan bayinya. Dirasa tidak berguna lagi, Firdha diperlakukan seperti sampah.

Di sisi lain, ada Arman yang pusing mencari Ibu Susu untuk bayinya, tak disangka takdir malah mempertemukannya dengan Firdha.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ita Yulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 : Panggil Aku 'Mas'

Tangan Arman masih membelit pinggang Firda, membuatnya merasa terjebak dalam kekalutan sendiri.

"Tuan, Anda ini kenapa?" tanya Firda, suaranya dingin, berusaha melepaskan diri dari rangkulan yang menurutnya terlalu intim dan membuat canggung.

Arman melepaskan tangannya seketika, wajahnya sedikit memucat saat menyadari kesalahannya. "Oh, i-itu ... aku khawatir dia melakukan sesuatu yang tidak beres padamu," katanya, suaranya terdengar tidak meyakinkan.

Firda mengangkat kening, matanya menyipit. "Sesuatu? Sesuatu apa? Dia polisi, Kasat Reskrim Polresta Manggala, jadi tidak masuk akal kalau dia berbuat jahat padaku."

Arman menggaruk belakang kepala, merasa konyol dengan sikapnya sendiri. "I-iya, maaf. Aku hanya ... khawatir saja."

Sebelum Firda sempat bertanya lebih banyak dan berujung kecurigaan, Arman mengalihkan topik pembicaraan secepat mungkin, berusaha menutupi kecerobohannya yang tanpa sadar bersikap posesif. "Eh, ayo kita makan siang bersama. Aku tadi membeli menu makan siang yang enak. Kamu pasti sudah lapar 'kan sejak tadi," katanya, langkahnya panjang memasuki ruangan Firda.

Firda menghela napas, tatapannya membuntuti punggung Arman yang menghilang di balik pintu kaca putih ruangannya. Ada sesuatu yang tidak beres pada pria itu, semalam pun demikian. Entah benar semalam Firda merasa bahwa Arman seperti ingin menciumnya atau hanya perasaannya saja. Firda juga tidak mau dicap KeGRan. Dengan perlahan, dia menyusul masuk, menutup pintu di belakangnya.

Di dalam, Arman sudah duduk santai di sofa, membuka bungkus makanan yang dibawanya. "Aku beli makanan di rumah makan padang yang terkenal di sekitar sini. Pras juga sering membelikannya untukku jadi aku tahu kalau ini pasti enak," katanya, senyumnya terlalu lebar, terlalu dibuat-buat. Terlihat jelas bahwa senyuman itu tidak murni.

Firda semakin merasa ada yang tidak beres dengan Daddy Akira tersebut. Intuisinya mengatakan bahwa Arman mungkin saja menyukainya, dan sifat posesifnya barusan merupakan proyeksi dari rasa cemburunya. Tapi kalau coba dipikir-pikir, apa masuk akal jika pria seperti Arman yang bisa mendapatkan wanita mana pun bisa jatuh cinta padanya, jangan-jangan ini hanya perasaannya yang berlebihan saja.

Firda duduk di seberang Arman, mencoba menyembunyikan rasa curiganya. "Terima kasih, Tuan," katanya singkat, duduk di seberang Arman.

Arman terdiam, matanya tak lepas dari wajah Firda yang bersinar dengan setelan kantor berwarna abu gelap dan riasan flawless. Sangat berbeda dengan penampilannya ketika di rumah, yang meski cantik tapi lebih santai dan natural. Yang duduk di hadapannya kini terlihat seperti seorang wanita karier dengan aura memikat, membuat Arman semakin terpesona.

"Tuan, Anda kenapa tidak makan? Kenapa malah bengong menatap saya?"

Arman tersenyum, menggeleng pelan. "Tidak, tidak apa-apa," jawabnya, suaranya rendah, wajahnya sedikit merona. "Mm... bisakah kalau di luar, apalagi di kantormu, jangan memanggilku 'Tuan'?"

Kening Firda mengkerut, menimbulkan garis-garis halus di dahinya. "Memangnya kenapa?"

"Karena kesannya kamu adalah ... bawahanku, dan aku tidak ingin itu," Arman menjawab, memilih kata-katanya dengan hati-hati.

"Loh, bukannya Tuan Arman memang majikanku, jadi apa salahnya? Dan memang sejak awal kita bertemu saya memang sudah memanggil Anda begitu." Firda berkata dengan suara dan mimik wajah polos.

"Siapa bilang aku adalah majikanmu? Kamu itu hanya ibu susunya Akira, bukan pelayan di rumah," protes Arman, nada suaranya sedikit meninggi.

Kening Firda berkerut, semakin curiga dengan sikap Arman yang aneh. Kalau memang Arman tidak suka dipanggil begitu oleh Firda, lalu mengapa baru protes sekarang, kenapa bukan sejak 7 bulan lalu saat dia pertama kali memanggil pria itu demikian.

"Lalu ... saya harus memanggil apa?" Mata Firda sedikit menyipit, menatap Arman dengan rasa ingin tahu.

Arman terdiam sejenak, berdehem sebelum menjawab, "Kalau di luar kamu bisa memanggilku Arman saja atau Pak Arman, terserah kamu. Tapi kalau mau yang kedengarannya lebih bagus panggil saja ... Mas Arman."

Firda tidak bisa menahan diri untuk tidak terkekeh, apalagi saat melihat ekspresi Arman yang menurutnya sangat lucu. "Tidak mau, itu aneh. Kenapa Anda terlihat sangat konyol, apa tertular oleh Pras?" kata Firda tertawa sampai memegangi perutnya.

"Tidak ada yang konyol, aku hanya ingin kamu memanggilku dengan lebih santai. Itu saja," ucapnya salah tingkah.

"Baiklah-baiklah. Saya akan panggil Pak Arman ketika di luar, dan tetap Tuan Arman ketika di rumah, biar semua orang yang ada di rumah tidak merasa aneh dengan perubahan panggilan itu. Lagi pula, memanggil Anda 'Tuan' tidak membuat saya jadi rendah diri."

"Ya sudah, terserah kamu. Tapi kenapa tidak mau memanggilku dengan panggilan 'Mas Arman? Kamu saja memanggil Pras dengan sebutan 'Mas Pras."

Firda kembali terkekeh. "Tidak bisa. Anda dan Pras jelas beda. Tidak tahu kenapa, perasaan itu muncul dari dalam begitu saja. Kalau bersama dengan Anda, saya selalu merasa ada benteng tinggi yang menjadi pembatas di antara kita. Tapi saya rasa, itu mungkin hanya perasaanku saja."

Ucapan Firda membuat Arman terdiam. Nafsu makannya seketika menghilang, meski perutnya lapar sejak tadi. Apa maksud Firda dengan benteng tinggi? Selama ini, Arman sudah sangat kepayahan menekan egonya untuk tidak memasukkan Firda pada masalah orang tua mereka di masa lalu, lalu mengapa wanita yang diam-diam sudah mencuri hatinya tersebut malah berkata demikian.

...****************...

Mobil Arman mulai melaju meninggalkan area perkantoran PT Sinar Abadi. Mereka pergi tak lama setelah makan siang selesai.

"Tuan–"

"Ralat," sela Arman memotong ucapan Firda.

"Maksudku ... Pak Arman. Bisa minta tolong antar saya ke mall sebentar? Saya ada perlu. Kalau Anda mau langsung ke Valmara Holding karena akan ada rapat penting silahkan, nanti saya bisa pulang naik taksi."

Arman melirik arloji di pergelangan tangannya. Masih ada waktu 40 menit sebelum rapat dimulai. "Mau apa kamu ke sana?" Mata Arman menyipit. Curiga Firda sudah ada janji temu dengan Arjuna. Tanpa sadar, Arman berubah menjadi sosok yang posesif dan cemburuan. Padahal mereka tidak menjalin hubungan romantis jenis apa pun.

"Saya ... saya mau beli handphone baru, Pak." Sebenarnya Firda tidak mau mengatakan hal ini, tapi karena Arman bertanya, terpaksa Firda jujur.

"Beli handphone?" Keningnya berkerut. "Bukannya kamu sudah punya. Baru beberapa bulan lalu 'kan aku membelikannya untukmu."

Firda meringis, merasa tidak enak. "Itu 'kan bukan untuk saya, Pak. Anda membelinya khusus untuk dipakai mengabadikan momen berharga pertumbuhan Akira. Sementara saya, saya juga butuh untuk diri pribadi, untuk terhubung dan berkomunikasi dengan orang-orang yang saya kenal. Apalagi mulai hari ini saya mungkin akan sering keluar rumah karena ada tanggung jawab baru yang harus saya emban."

Kalau saja tidak takut Arman tersinggung, pasti Firda sudah membahas saat pria itu marah besar karena dirinya ketahuan membuka sosmed di ponsel yang dibelinya.

"Tidak perlu beli yang baru. Pakai saja yang itu."

"Tapi ... bukannya waktu itu Anda marah karena—"

"Sekarang sudah tidak apa-apa." Arman memotong ucapan Firda dengan cepat. Dia jujur apa adanya mengapa waktu itu melarang Firda untuk menggunakan aplikasi sosial media. Tidak lain dan tidak bukan karena takut Firda yang waktu itu masih menjalani terapi melihat berita yang disiarkan Risma di televisi dan viral di media sosial, dan berujung menjadi beban pikiran yang memengaruhi kondisi mental Firda. "Mulai sekarang, kalau kamu ingin membuka sosial mediamu, buka saja. Aku tidak akan melarang."

Firda tersenyum. Tak disangka Arman melakukan itu karena pria itu begitu peduli padanya. Firda jadi terharu, matanya sampai berkaca-kaca. "Pak, terima kasih banyak untuk semuanya."

Arman balas tersenyum. Ketika mobilnya berhenti di lampu merah, dia menatap Firda dengan lekat. "Kalau mau berterima kasih, lakukan dengan cara yang benar."

Sebelah alis Firda sedikit terangkat. "Maksudnya?"

Kepala Arman condong ke arah Firda, membuat wanita itu refleks menjauhkan diri. "Pak Arman mau apa?" tanyanya dengan nada rendah tapi sedikit panik.

Arman tersenyum penuh arti. "Panggil aku Mas," katanya, lalu kembali ke posisi duduknya semula.

"Kenapa sih Anda mau sekali saya panggil Mas?" tanya Firda heran, sembari memperbaiki posisi duduknya. "Jangan-jangan ... Anda suka ya sama saya?" tanyanya hati-hati.

Arman lalu menjawab dengan cepat, sambil menatap Firda dengan lekat, "Iya, aku memang suka kamu. Sudah jatuh cinta malah."

1
Samsiah Yuliana
lanjut kak chan ceritanya,,,
semangat untuk up episode nya🙏🙏🙏🥰
Samsiah Yuliana
lanjuuuut🙏🙏🙏
Alissia
/Facepalm//Facepalm/
Alissia
/Joyful//Joyful/
Lisa
Gpp Kak Ita..terimakasih y udh update
Ita Yulfiana: terima kasih kembali Kk Lisa
total 1 replies
Lisa
Nah ini yg ditunggu² 😊 Arman melamar Firda..sipp dech 👍
Lisa
Ada² aj nih Arman..lg caper rupanya 😊
Lisa
Wah Arman pasti cemburu nih klo tau Firda ketemuan sama polisi
Lisa
Ciee Arman langsung menyatakan cintanya nih 😊
vania larasati
lanjut
vania larasati
lanjutt
vania larasati
lanjut
vania larasati
lanjutt
vania larasati
lanjut
Lisa
Ngapain nih si mantan muncul lg 🤭
vania larasati
lanjut
Lisa
Good morning Kak Ita..makasih y utk updatenya..
Lisa: Sama² Kak Ita..Amin..terimakasih juga y Kak..🙏💪
total 2 replies
vania larasati
lanjutt
vania larasati
lanjut
Indry Saleh
bagus karya..
Ita Yulfiana: ulala Kak Indry... thanks sudah jadi orang pertama yang kasih penilaian😍🫰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!