NovelToon NovelToon
Ternyata Dia Masih Ada

Ternyata Dia Masih Ada

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:273
Nilai: 5
Nama Author: Auliya Wulandari

Duan Melahirkan di usia 16 tahun, selama 7 tahun ini ia selalu percaya jika putra yang ia lahirkan dengan mempertaruhkan nyawa malah meninggal di hari kelahirannya, namun siapa yang menyangka saat dirinya kembali ke ibu kota muncul seorang bocah laki laki yang sangat menyebalkan namun Yan Fei merasa dirinya tak bisa membiarkan bocah itu jauh darinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auliya Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dendam dan Keinginan yang Terpendam

"Kau sudah seperti ini, masih memiliki tenaga untuk keluar kediaman"

 “Ini semua salahmu! Kau yang menciptakan begitu banyak masalah dan musuh di mana-mana. Aku keluar hanya untuk mencari keberadaan ibuku, tapi justru terjebak dalam bahaya. Jika saja kau tidak memiliki nama sebesar ini dan tidak dibenci banyak orang, hal semacam ini tidak akan pernah terjadi padaku!”

Kata-kata itu menusuk tepat ke sasaran. Wang Ruyan terdiam sejenak, matanya melirik sekilas ke arah putranya yang menatap balik dengan pandangan penuh kekecewaan, lalu ia kembali memusatkan perhatian pada cangkir teh di tangannya, seolah tidak ingin terlibat dalam pertengkaran lebih lanjut.

Namun di dalam hati Wang Xian, ia yakin sepenuhnya bahwa semuanya adalah kesalahan ayahnya. Ayahnya terlalu cemerlang, terlalu berkuasa, dan terlalu ditakuti hingga memicu rasa iri dan kebencian dari banyak pihak. Ia menjadi sasaran empuk hanya karena membawa nama besar keluarga ini. Bahkan luka-luka di tubuhnya hari ini pun adalah akibat dari dampak kekuasaan yang dimiliki oleh pria dingin itu.

Setelah hening beberapa saat, Wang Xian kembali mengangkat kepalanya dan menatap tajam ke arah ayahnya. “Baiklah, sekarang jawab aku: hari ini apakah kau benar-benar akan membawaku ke kediaman keluarga Wei untuk menghadiri jamuan itu?”

Wang Ruyan hanya mengangkat matanya sedikit, lalu menjawab dengan nada datar dan tegas tanpa ragu sedikit pun. “Tidak.”

Mendengar jawaban itu, raut wajah Wang Xian langsung berubah merah padam menahan amarah yang meledak kembali. “Kau sungguh—!”

Tanpa memberi kesempatan putranya untuk melanjutkan kalimatnya, Wang Ruyan segera memerintahkan pengawal yang berdiri di dekat pintu. “Fang Lan, jaga Pangeran Muda ini dengan ketat. Pastikan ia tidak melangkah keluar dari kamar ini, bahkan selangkah pun tidak boleh.”

“Siap, Yang Mulia,” jawab Fang Lan dengan nada hormat dan segera melangkah mendekat untuk berjaga di ambang pintu.

“Kau sungguh kejam! Apakah kau benar-benar ayahku? Aku membencimu! Aku tidak ingin memiliki ayah sepertimu!” Teriakan Wang Xian menggema keras di seluruh ruangan dan bahkan terdengar sampai ke halaman luar.

Namun, Wang Ruyan seolah tidak mendengar apa-apa. Ia tetap berdiri tegak, memutar badannya, dan melangkah keluar dari kamar dengan langkah yang mantap dan tenang, seolah teriakan putranya tidak memiliki pengaruh sedikit pun terhadap dirinya. Bagi orang lain, ia terlihat sangat dingin dan tidak berperasaan, namun hanya dirinya sendiri yang tahu alasan di balik sikapnya itu.

Begitu ayahnya pergi, Wang Xian semakin meluapkan kekesalannya. Ia memukul-mukul bantal di tempat tidur, lalu berteriak lagi sekuat tenaga hingga suaranya terdengar parau. “Hei Wang Ruyan! Apakah kau benar-benar ayahku? Kau bahkan tidak pernah menunjukkan sedikit pun rasa sayang padaku! Apakah aku benar-benar anak kandungmu? Ingat saja, nanti saat kau sudah tua dan lemah, aku tidak akan mau merawat mu sedikit pun!”

Suara teriakannya terus terdengar dari balik pintu yang tertutup rapat, namun Wang Ruyan tidak berhenti melangkah. Ia kembali menuju ruang kerjanya untuk melanjutkan tumpukan tugas yang menanti, sementara Wang Xian terus membuang segala kekesalannya, merasa sangat tertekan dan tidak mengerti mengapa ayahnya selalu bertindak seolah tidak mempedulikannya.

Melihat keadaan majikan kecilnya yang semakin marah dan terlihat kelelahan, Liu Feng—pelayan yang sudah mengurusnya sejak kecil—mendekat perlahan dengan wajah penuh perhatian. “Pangeran Kecil, mohon tenangkan diri. Sebenarnya Yang Mulia sangat menyayangi Pangeran, hanya saja cara menunjukkannya memang tidak terlihat secara terang-terangan.”

Wang Xian menoleh dan menatap Liu Feng dengan tatapan tajam dan penuh curiga. “Kau sedang berbohong! Jika ia benar-benar menyayangiku, mengapa ia selalu melarang ku melakukan apa saja dan bahkan mengurungku di kamar ini? Wang Ruyan itu bukan ayahku! Ia hanyalah orang asing yang berwajah dingin!”

Ia merasa sangat kesal. Meskipun tubuhnya terlihat seperti anak berusia lima tahun, namun pikiran dan ingatannya jauh melampaui usianya. Ia bukan anak berusia tiga tahun yang mudah dibohongi dengan kata-kata manis semata. Ia tahu benar apa yang ia rasakan dan apa yang ia lihat selama ini.

“Pangeran Kecil, mohon kendalikan emosi Anda,” bujuk Liu Feng dengan lembut namun tegas. “Yang Mulia sebenarnya sangat khawatir akan keselamatan Anda. Tubuh Anda masih penuh luka dan belum sembuh sempurna. Jika dibiarkan keluar dan bergerak sembarangan, luka itu bisa terbuka lagi dan menjadi lebih parah. Jika bukan karena rasa khawatir itu, mengapa Yang Mulia akan bersusah payah mengirim tabib terbaik untuk merawat Anda semalam?”

Namun, bujukan itu tidak mempan. Wang Xian hanya menggeleng keras dan menolak. “Aku tidak mau mendengarnya! Aku tidak mau beristirahat! Aku harus pergi ke kediaman Wei malam ini! Aku harus mencari ibuku di sana! Wang Ruyan, kau lihat saja nanti, aku pasti akan keluar dari sini dan mencarinya. Begitu aku sudah memiliki ibu yang menyayangiku, kita akan lihat bagaimana ia akan menghadapi mu! Setelah itu, aku dan ibuku pasti akan pergi meninggalkanmu sendirian, pria yang kejam dan tidak punya hati!”

Teriakan keras itu bahkan sampai terdengar jelas masuk ke ruang kerja Wang Ruyan yang letaknya tidak terlalu jauh. Pria itu hanya mengangkat kepalanya sebentar, mendengarkan suara itu tanpa ekspresi, lalu kembali menunduk melanjutkan pekerjaannya seolah tidak ada yang terjadi.

Di dalam kamar, Fang Lan pun ikut membuka suara dengan nada lebih tenang namun tetap sopan. “Pangeran Kecil, Yang Mulia sudah memiliki banyak urusan penting yang harus diselesaikan, baik di istana maupun di medan militer. Setiap hari ia harus memikirkan keamanan kekaisaran dan kepentingan rakyat. Jika Pangeran terus membuat keributan dan menimbulkan masalah tambahan, bukankah itu hanya akan menambah beban pikiran Yang Mulia yang sudah cukup berat?”

Memang benar apa yang dikatakan Fang Lan. Wang Ruyan adalah sosok yang memiliki tanggung jawab sangat besar. Setiap hari ia dihadapkan pada dokumen-dokumen negara, pertemuan dengan pejabat tinggi, serta laporan tentang keamanan wilayah. Ia memiliki waktu istirahat yang sangat sedikit, namun setiap kali pulang ke kediaman, ia justru harus menghadapi kenakalan dan kemarahan putranya.

Mendengar penjelasan itu, Wang Xian terdiam sejenak. Ia tahu betul bahwa ayahnya memang sibuk hingga sering kali tidak ada di rumah berhari-hari. Namun, pengetahuan itu tidak cukup untuk menghilangkan rasa kecewa yang sudah mengakar lama di hatinya. Baginya, kesibukan bukan alasan untuk tidak menunjukkan kasih sayang atau melarangnya melakukan hal-hal yang ia anggap penting.

“Tapi tetap saja, ia tidak berhak melarang ku pergi ke sana,” gumamnya dengan suara yang lebih pelan namun tetap penuh ketegasan. “Aku sudah menunggu terlalu lama untuk menemukan orang yang tepat. Jika aku melewatkan kesempatan ini, siapa yang tahu kapan aku bisa bertemu lagi dengannya? Ia tidak mengerti apa yang sebenarnya aku butuhkan, ia hanya tahu memerintah dan melarang semau hatinya.”

Liu Feng dan Fang Lan saling bertukar pandangan, sama-sama merasa bingung. Mereka tahu Pangeran Kecil ini memang berbeda dari anak-anak seusianya—pikirannya lebih tajam, ucapannya lebih dewasa, dan tekadnya sangat kuat. Namun, mereka tidak tahu bahwa di balik keinginan itu tersembunyi tujuan yang jauh lebih besar dan pribadi, yang tidak mungkin diungkapkan oleh Wang Xian kepada siapa pun, bahkan kepada ayahnya sekalipun.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!