Namanya Diandra,wanita berusia 27 tahun sudah menikah dengan suaminya yaitu Bagas berusia 30 tahun,dan usia pernikahannya sudah sampai di 4 tahun. Tetapi hingga kini mereka belum dikarunia seorang anak. Diandra dan Bagas bersabar karena mereka percaya semua itu adalah kehendak Tuhan. Tetapi tiba tiba Diandra merasa ada yang berubah dari suaminya terutama sikap Bagas. Diandra mencoba menepis perasaannya itu dan masih berpikir positif pada suaminya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yasmin Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32 Pesan dari Wisnu
Selesai sarapan Diandra bercengkrama kembali bersama Nina dan ibunya.
Mereka bertiga duduk di ruangan tengah sambil menikmati teh melati tawar dan suguhan bermacam macam kue khas dari kota kelahiran Nina.
"Jadi rencana Diandra mau tinggal bareng ibu?" tanya ibu membuka obrolan.
"Inggeh bu,,insya Allah untuk sementara saya mau tinggal di sini dulu. Maaf kalau saya merepotkan ibu" jawab Diandra.
"Lahh ya enggak to, ibu malah seneng. Mau tinggal di sini terus juga gak apa apa, gak ada yang merasa direpotin"
"Namanya rumah tangga bermacam macam lika likunya, asal kuat ya dijalani, kalau enggak ya sudah lepaskan" ibu tampak sudah mengetahui masalah rumah tangga dirinya, yang pasti Nina sudah bercerita pada ibunya.
"Terkadang memang ada laki laki yang egois, gak mau melihat kesalahannya, menganggap remeh kesalahannya, dia gak ngerti gimana perasaan perempuan yang sudah tersakiti. Keputusan kamu sudah bener ndok, kamu memilih jalan cerai, kalau merasa gak sanggup lebih baik ya bercerai"
"Pokoknya kamu di sini saja dulu, sampai keadaanmu sudah benar benar aman, kalaupun kamu betah di sini yo malah bagus to" ibu memberi arahan pada Diandra.
"Iya ya bu, semoga nanti dapat jodoh lagi di sini" Nina menimpali.
"Walah iya,, semoga nanti dapat jodohnya di sini" ibu tampak berharap sama seperti Nina.
Diandra tampak menahan malu mendengar ocehan Nina yang gak ada arahnya itu.
"Yo sudah aku mau packing dulu barang barangku, biar besok gak kalang kabut" pamit Nina kemudian meninggalkan ibu dan Diandra yang masih mengobrol.
"Sejak menikah kamu di rumah saja to ndok?" tanya ibu kemudian.
"Iya bu, Mas Bagas melarang saya bekerja"
"Sayangnya, padahal perempuan bekerja itu juga baik asal ngerti sama tugas tugasnya sebagai istri"
"Nanti ibu ajarin bikin macem macem kue, Nina gak mau ibu suruh nerusin usaha ibu, katanya bukan bidangnya" jelas ibu.
"Katanya lebih suka jadi MUA saja"
"Iya bu, mungkin Nina merasa lebih berbakat jadi MUA" Diandra menimpali.
"Iya sepertinya, tapi sebenarnya jangan fokus satu saja yang dipelajari, kalau bisa yo disela sela ada waktu belajar masak, belajar buat kue siapa tau bisa jadi tambahan penghasilan, atau nanti usaha lagi sepi bisa coba bakatnya yang satu lagi"
"Di,,," tiba tiba Nina datang menghampiri Diandra sambil tersenyum.
Diandra menoleh pada Nina yang sudah mendekat.
"Ada apa Nin?" tanya Diandra.
"Wisnu nge chat aku, nih" jawab Nina sambil menunjukkan pesan dari Wisnu.
Diandra membaca pesan itu dan tampak kalimat bertanya kabar, terutama menanyakan kabar dirinya.
"Jawab aja kabarku baik" pinta Diandra.
"Siapa ndok?" tanya ibu kemudian.
"Wahh ibu kepo" ledek Nina.
"Yo wes kalau ibu gak boleh tau"
"Oalah jangan ngambek to bu, bercanda ini lo" seru Nina menggoda ibunya.
Diandra tertawa melihat gaya ibu dan anak yang sangat akrab itu.
"Ini lo bu,, Diandra lagi dicari sama temen masa lalunya" jawab Nina akhirnya memberitahu ibunya.
"Apa sih Nin" Diandra tampak malu saat Nina harus memberitahu ibunya.
Ibu tersenyum melihat Diandra yang sedikit pias wajahnya menahan malu.
"Siapa to?" tanya ibu penasaran.
"Mantan Diandra sebelum Diandra menikah sama Bagas, sepertinya mau ada CLBK bu" jelas Nina.
"CLBK itu opo to?"
"Cinta lama bersemi kembali"
"Oalahhhhhh moso to?"
Diandra diam tak berkutik saat Nina terus terusan menggodanya.
"Wes gak papa, yang penting sudah jodohnya dan kalau memang orangnya baik kenapa enggak?7" ujar ibu mencoba ikut memberi masukkan untuk Diandra.
"Walah bu belum kepikiran saya mau cari jodoh lagi" Diandra menimpali ucapan ibu.
"Gak usah dicari, pasti nanti datang sendiri " ucap ibu lagi.
"Nah bener itu bu, memang ini gak dicari tapi tiba tiba aja datang dengan sendirinya tanpa disangka sangka" Nina malah membuat obrolan semakin panas karena mulai jadi kompor.
"Orangnya gimana to?" tanya ibu semakin ingin tahu.
"Baik banget bu, tapi dulu memang belum berjodoh sama Diandra"
"Ya semoga ini nanti bakal jadi jodoh yang terakhir " ucap ibu mendoakan.
Tentu saja Diandra bingung dengan obrolan yang digiring oleh Nina. Nina hanya senyum senyum saja melihat Diandra yang bingung dan salah tingkah.
"Di aku kasih nomor kamu aja ya biar kalian ngobrol" Nina meminta ijin pada Diandra untuk meberikan nomornya pada Wisnu.
"Enggak ah Nin" jawab Diandra menolak.
"Tapi dia tanya kamu lagi, coba lihat ni pesannya dia" Nina menyodorkan ponselnya pada Diandra. Diandra meraih ponsel itu dan membaca pesan pesan dari Wisnu untuk Nina yang selalu menanyakan dirinya.
"Bahaya nanti kalau aku sudah di rumah mas Tomi lihat pesan dari dia nanti dikira aku selingkuh" jelas Nina lagi tapi dengan nada candaan.
"Kan kamu kemarin yang nawarkan buat dia save nomor kamu" seru Diandra menyalahkan Nina.
"Niatku biar dia chat duluan, kalau dia memang serius dia pasti bakal ngirim pesan duluan" jelas Nina gak mau disalahkan.
"Padahal enggak perlu lo,,,apalagi kita kan gak tau dia sudah beristri apa belum?"
"Aku yakin belum Di,,,apa aku tanyakan ya ke dia?" seru Nina tiba tiba.
"Aduh gak usah Nin, buat apa sih kok kepo banget" Diandra menolak usulan Nina.
"Dari pada kepo"
"Enggak, aku gak kepo" jawab Diandra.
"Looo kenapa ini?" tiba tiba ibu memecah adu mulut Nina dan Diandra.
Diandra dan Nina terdiam kemudian tertawa menyadari kekonyolan mereka sendiri.
"Tuhh kan Wisnu minta nomor kamu Di" Nina memberitahu Diandra saat Ada pesan masuk lagi dari Wisnu.
"Males banget aku Di" jawab Diandra.
" Males kenapa?"
" Males aja aku, lagi gak mau diganggu siapapun"
"Terus aku jawab apa ke dia?" tanya Nina bingung.
"Ya gak tau" jawab Diandra gak perduli.
"Eh nih dia kirim pesan lagi, dia bilang sampaikan sama Diandra, gak papa kalau saat ini masih belum mau ngobrol sama dia, asal kamu baik baik saja" ucap Nina membacakan pesan Wisnu untuk Diandra.
" Memangnya aku kenapa, aku kan baik baik aja, atau kamu sudah cerita ke dia ya masalah ku?" tiba tiba Diandra curiga pada Nina.
"Ehhhh enak aja, aku gak pernah cerita apa apa sama Wisnu soal kamu, jangan jangan dia peka" jelas Nina.
Diandra hanya diam dan suasana kemudian benar benar hening. Ibu sudah berada di belakang untuk beraktifitas lagi.