Li Zie adalah putri dari seorang Menteri, Li Zie putri bangsawan yang menikah dengan seorang Jenderal yang sangat ia cintai.
Namun saat ia telah sampai ke kediaman Jenderal Wang sebagai pengantin, saat itulah topeng sang Jendral di buka, dan memperlihatkan taringnya.
"Aku menikahi mu hanya untuk membalas dendam atas kematian keluarga ku, " Jendral Wang.
Saat itulah hidupnya berubah drastis, karena suaminya selalu menyiksanya. Namun bukan hanya Li Zie yang tersiksa, Jenderal Wang pun merasa sakit saat harus melihat Li Zie tersiksa.
Perlahan bukti terungkap. Jika menteri Li tidak terlibat dalam pembantaian itu, ia hanya di jadikan kambing hitam.
Orang yang selama ini di anggap penolong oleh Jenderal Wang , adalah pelaku yang sebenarnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 32
Pintu pun terbuka dari luar dan nampak lah sosok pria dengan tubuh tegap dan rahangnya yang tegas, tatapan pria tersebut langsung tertuju pada Eliza Ia adalah Jenderal Wang Jun.
Li Zie tersenyum malu-malu, untuk pertama kalinya ia mengenakan hanfu model seperti itu, hingga membuatnya sedikit merasa malu saat mengenakannya, apa lagi kini suaminya menetapnya tanpa berkedip.
Untung saja sebelum pintu terbuka Ji Su dan Ji Yu sudah berdiri di sana, hanya untuk berjaga-jaga dan ternyata benar saja Jenderal Wang Jun lah yang datang, kini mereka berdua terselamatkan.
Jenderal Wang Jun berjalan mendekati Li Zie tanpa mengalihkan pandangannya, sungguh ia terpesona melihat Li Zie yang sangat berpakaian sedikit tebuka itu.
Jenderal Wang mengangkat dagu Li Zie dengan lembut, "Zie'er," ujarnya lalu mengecup bibir Li Zie, membuat wajah cantik itu bersemu merah.
Jenderal Wang masih saja menatap istrinya yang sangat cantik itu, sepertinya ia bener-bener terpesona, "Zie'er, tatap mataku," pinta Jenderal Wang dengan suaranya yang berat.
Li Zie dengan patuh mantap mata Jenderal Wang, dari sorot matanya Li Zie tahu jika suaminya menginginkan dirinya. Padahal di sana ada kedua pelayannya, juga ada Ja Ang. Namun Ja Ang tidak bisa melihat Li Zie, karena terhalang tubuh kekar Jenderal Wang.
"Suamiku, Ayo kita makan malam bersama," ujar Li Zie mengalihkan.
Jenderal Wang langsung mencium bibir Li Zie, Ji Yu dan Ji Su langsung keluar dari sana dengan jantung berdegup kencang, di depan pintu Ju An dan Ja Ang juga berbalik badan.
Pintu kini tertutup rapat, membuat Jenderal Wang semakin sulit menahan diri, Jenderal Wang turun mencium leher Li Zie, ia tidak bisa menahan hasratnya lagi, hingga terdengar suara gemuruh dari perut Li Zie.
Jenderal Wang pun melepaskan Li Zie, ia tersenyum tipis menatap istri cantiknya, Li Zie merasa sangat malu, karena tiba-tiba saja perutnya kembali bergemuruh.
Jenderal Wang melihat makanan di meja yang cukup banyak, yang sepertinya cukup untuk tiga atau empat orang itu. Jenderal Wang langsung mengambilkan nasi ke mangkuk, dan beberapa daging ke mangkuk tersebut hingga mangkuk itu penuh.
"Makanlah yang banyak, karena Zie'er butuh tenaga yang banyak," ujar Jenderal Wang lalu menyuapi istrinya.
Tiba-tiba saja Li Zie sulit menelan, saat mendengarkan ucapan suaminya, Li Zie ragu-ragu menatap mata Jenderal Wang, Li Zie langsung menunduk, sorot matanya justru seperti hewan buas yang siap memangsa, membuat Li Zie semakin sulit menelan.
"Ada apa? kenapa istriku terlihat panik? " ujar Jenderal Wang dengan suara lembut. Namun justru membuat Li Zie merinding.
"Aku sudah kenyang, " ujar Li Zie yang merasa jika makanan tiba-tiba tidak berasa dan sulit di telan.
"Zie'er tidak akan menyesalkan? " bisik Jenderal Wang di telinga Li Zie.
"Pelayan," ujar Jenderal Wang, karena istrinya sudah tidak mau membuka mulutnya lagi.
"Jenderal," sapa Ji Yu dan Ji Su.
"Bereskan," ujar Jenderal Wang melirik meja, tanpa menatap kedua pelayan itu, Jenderal Wang langsung menggendong Li Zie ke ranjang.
Melihat Jenderal Wang yang sudah tidak sabar, Ji Yu dan Ji Su bergegas membereskan meja, lalu perlahan menutup pintu rapat-rapat.
Di depan pintu masih ada Ju An dan Ja Ang, Ji Su merasa jika makanan itu masih utuh, bahkan semangkuk yang kemungkinan bekas Li Zie pun masih utuh, sayang jika di buang.
"Hey Tuan, apa kalian sudah makan? "tanya Ji Su.
Ju An dan Ja Ang melihat makanan yang di bawa pelayan pribadi Li Zie, yang memang terlihat lezat dan tentunya masih utuh dan banyak.
"Hehe, jika Tuan tidak keberatan, bagai mana jika kita makan bersama?" tawar Ji Su, dengan berani ia menawari Ju An dan Ja Ang makan bersama.
Ji Yu langsung melotot pada Ji Su, yang begitu berani pada dua orang yang bertubuh kekar di hadapannya.
"Apa itu enak? " ujar Ju An. Tiba-tiba saja ia bertanya seperti orang bodoh, mungkin karena ia jarang berbasa-basi dengan manusia.
"Tentu saja ini enak, ini semua makanan kesukaan Nona muda. Tapi kami tak sempat makan bersama, karena Jenderal Wang keburu datang," ujar Ji Su, wanita itu keberaniannya lumayan tinggi, padahal tampang Ju An cukup menyeramkan. Tapi pelayan kecil itu cukup berani.