NovelToon NovelToon
Cinta Suci Seorang Selir

Cinta Suci Seorang Selir

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / TimeTravel / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.9
Nama Author: souzouzuki

Ikuti aturan. Dibawah 21 jangan baca.

Belum pernah ada yang bisa merebut hati Kaisar Zhou Shen Wang sebelumnya. Setiap pernikahan hanya ia laksanakan sebagai formalitas semata. Itupun karena permintaan ibunya Shen Wang agar ia dapat segera menimang cucu pewaris bagi Kerajaan Zhou.

Bagi Shen Wang tak ada yang spesial dari wanita, selain dari pada kecantikan dan sikap manis palsunya dihadapan seorang kaisar bermartabat sepertinya.

Tapi karena sebuah kejadian yang tak terduga, Shen Wang mengalami sakit parah. Satu satunya tabib yang handal pun sedang diutus mengatasi perang di wilayah perbatasan. Akhirnya seorang gadis bernama Liang Kim Hwa, putri dari tabib handal itu dipaksa untuk mengobati Shen Wang.

Dengan tekun Kim Hwa mengobati sang kaisar muda dalam waktu yang cukup lama. Tak disangka, akhirnya Shen Wang dapat merasakan yang namanya jatuh cinta. Ternyata cinta itu rasanya tidak masuk akal. Ternyata cinta itu tak mengenal waktu dan tempat.

Tapi apakah ia akan mengambil

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon souzouzuki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 31 - Keterusan Mencurahkan Isi Hati

"Tentu saja aku senang. Apa kau sudah makan siang?" Shen Wang melepas pelukannya, ia menatap istrinya. Dari sorot matanya terpancar kebahagiaan.

Min Mi sempat tertegun merasakan kasih sayang Shen Wang. Baru kali ini Shen Wang menanyai apakah ia sudah makan atau belum.

Tawa ibu suri, Kun Niang, Ban Poo, dan Xiao Rong pun pecah. Keduanya langsung membuang muka karena salah tingkah. Barusan mereka mempamerkan kemesraan di depan orang-orang.

"Ah sebaiknya kita semua keluar dan tidak mengganggu hari baik kaisar dan permaisuri." celetuk Ban Poo.

"Pffft." Ibu suri langsung menutup mulutnya mendesis ingin tertawa.

"Ban Poo benar. Kita tidak bisa berlama-lama disini. Ayo ayo kita keluar saja." Ibu suri langsung berdiri sembari melambai-lambai mengusir Xiao Rong dan Ban Poo agar segera keluar dari kediaman permaisuri.

Wajah Shen Wang nyaris memerah padam saking malunya.

Sementara Min Mi langsung celingukan merasa bersalah. "Ah jangan terburu-buru pergi Bu..."

"Tidak apa-apa. Kalian nikmati dulu kebahagiaannya. Besok ibu akan mengadakan jamuan makan untuk merayakannya." goda ibu suri.

"Waduh Yang Mulia, jangan besok. Kenapa tidak merayakannya malam ini? Semua orang pasti sudah menunggu pesta besarnya. Pelayan-pelayan ini sudah lama tidak makan enak, mereka pasti sudah lama menunggu jamuan makan besar." Ban Poo membuat lelucon untuk menambah suasana baik.

Ruangan itu langsung dipenuhi dengan tawa.

"Baiklah baiklah. Nanti tengah malam saja. Mumpung masih siang, segera beri tahu bagian dapur agar segera mempersiapkan." ujar ibu suri.

"Siap laksanakan Yang Mulia!" Ban Poo menunduk singkat.

"Tengah malam? Memangnya mau membuat Min Mi tidak tidur?" protes Shen Wang.

Kun Niang dan Min Mi langsung beradu mata dengan tatapan tak percaya. Ternyata kaisar itu sangat manis ya. Mungkin ini yang ada dalam benak keduanya.

"Kalau mau, besok saja. Kita adakan sore hari. Kalau hari ini terlalu mendadak." kata Shen Wang lagi.

"Baik Yang Mulia Kaisar..." goda ibu suri.

"Lihatlah calon ayah yang protektif ini..." tambah ibu suri dengan nada gemas.

Lagi-lagi ruangan ini dipenuhi dengan tawa.

Nikmati saja hari bahagia kalian. Semakin bahagia, semakin mesra, akan semakin sakit mengetahui kebenarannya. Ban Poo mengarahkan pandangannya pada arah berlawanan, sejenak ia tersenyum licik.

.

.

"Kun Niang belum sempat mengambilkan makan siang untuk Nona, eh tahu-tahu ibu suri datang dengan tabib yang ia bawa." ucap Kun Niang, ia berbasa-basi sejenak di depan kaisar sembari menata beberapa lauk-pauk di atas meja makan.

"Begitu." Shen Wang tersenyum singkat.

"Yang Mulia, aku sangat senang melihat Yang Mulia mulai memperhatikan Min Mi." Min Mi yang sedang berbunga-bunga itu langsung berkata dengan blak-blakan.

Shen Wang terkekeh.

"Kalau begitu, jaga baik-baik kandunganmu. Aku akan lebih senang." ucap Shen Wang. Tanpa sadar ia menyahut piring dan mengambilkan lauk-lauk sehat yang cocok untuk Min Mi.

Mungkin tanpa disengaja, Shen Wang sudah tertarik karena kepercayaan yang mulai tumbuh.

Min Mi dan Kun Niang terus memperhatikan Shen Wang yang tak berhenti memilih makanan.

Shen Wang mendongak menatap Kun Niang. "Jangan ada buah nanas. Apa kau tidak tahu kalau wanita hamil tidak boleh memakan nanas??"

Kun Niang langsung bergetar takut, berurusan dengan masalah calon pewaris memang sangat menakutkan.

"A-ampun Yang Mulia. Hamba benar-benar tidak tahu." Kun Niang menggeleng cepat.

Kun Niang segera membereskan potongan-potongan nanas dan menyisakan buah-buahan yang lainnya.

"Benarkah? Bahaya sekali punya pelayan pribadi sepertimu..." Shen Wang mulai berkomentar sarkastik lagi.

"Yang Mulia... Kun Niang tidak tahu apa-apa..." Min Mi meminta belas kasihan Shen Wang untuk pelayannya.

"Ini bukan masalah sepele Min Mi." Shen Wang tersenyum datar.

"Baca lebih banyak buku mengenai wanita hamil. Aku minta kau menyalin buku mengenai kehamilan sebanyak dua kali. Kalau tidak bisa mengumpulkan besok pagi, aku terpaksa menghukummu lebih berat." Shen Wang menunjuk Kun Niang dengan tatapan serius.

Kun Niang menunduk-nunduk cepat. "Baik, ba-baik Yang Mulia."

Min Mi jadi tak tenang. Ternyata beginilah cara Shen Wang menghukum seseorang. Benar-benar tidak tanggung-tanggung orangnya.

"Aku yang bukan seorang pelayan atau tabib saja sudah tahu pengetahuan umum ini." Shen Wang berdecak kesal.

Shen Wang mengalihkan pandangannya pada Min Mi yang terlihat ikut tegang. "Maaf membuatmu tak nyaman. Jangan terlalu dipikirkan. Ibu hamil tidak boleh banyak pikiran." Shen Wang tersenyum.

Wajah Min Mi menghangat. Walau cukup terkesan kaku dan mengerikan, Shen Wang cukup perhatian dan cerdas dalam membangun suasana mesra.

"Buka mulutmu."

Min Mi menatap sepotong daging yang disodorkan tepat di depan mulutnya.

Min Mi menatap heran Shen Wang sekaligus hampir tak percaya pada semua ini. Apa benar kalau istri seorang kaisar itu derajatnya ada pada kemampuannya mengandung seorang pewaris kerajaan? Yang Mulia bersikap sangat manis padaku... batinnya.

"Ada apa?" tanya Shen Wang.

Min Mi menggeleng cepat, ia segera melahap suapan dari Shen Wang. Ia mengunyahnya dengan malu-malu, matanya tak dapat menatap Shen Wang terlalu lama, atau dia akan mati gugup.

"Hahh... aku tidak tahu." Tiba-tiba Shen Wang meletakkan sumpitnya, ia terkekeh pelan.

"Aku merasa malu pada diri sendiri. Sesaat bersikap dingin tak ingin dianggap remeh. Sesaat diriku juga rindu untuk menjadi Shen Wang yang hangat seperti dulu. Apa lagi saat aku menemukan orang yang bisa dipercaya sepertimu."

Pengakuan dari Shen Wang membuat jantung Min Mi berdegup kencang lagi.

"Semua hancur setelah pemberontakan itu." Shen Wang membuang muka lalu mengusap sebulir air mata yang tiba-tiba jatuh tanpa persetujuan pemiliknya.

"Pemberontakan yang membuat Pangeran Yauw tewas?" tanya Min Mi takut-takut.

"Ya." jawab singkat Shen Wang. Ia tahu ia tak akan membahas ini sekarang, bukan?

"Sampai sekarang aku belum tahu pelakunya. Itu membuatku menyesal."

Min Mi menatap penuh simpati. Ternyata Shen Wang mulai bisa menunjukkan ekspresinya yang sebenarnya pada Min Mi, barusan.

"Aku tidak berharap pemberontaknya muncul lagi. Tapi aku ingin sekali menemukannya. Sampai-sampai aku agak takut mengikuti pesta besar." Shen Wang terkekeh.

Min Mi mengangguk memahami. "Trauma?" tanyanya.

"Mungkin begitu." kekeh Shen Wang lagi.

"Tidak apa-apa Yang Mulia. Aku akan menemanimu." Min Mi menyentuh lengan suaminya.

"Kalau ada perayaan nanti, kita bisa duduk berdekatan." Min Mi tertawa ringan.

Shen Wang ikut tertawa.

"Tapi selama ini aku tetap mengikuti pesta atau perayaan kok. Kak Yauw itu orangnya sangat hebat dan kuat, tidak pernah menangis atau takut. Ibuku sangat menyayanginya, sampai sampai aku dituntut harus jadi sepertinya. Aku belum melupakan pertengkaranku dengan ibu hari itu." Shen Wang jadi keterusan mencurahkan isi hati.

1
Murni Murniati
apa tak cari tau soal mentri bakpao itu,, kan hrs cari tau scra rahasia gitu
Iyus Iyus
bagusssss
Rachmahsetiawardani
Di sini ramai ya,thor.
Beda ma Yuzhen..
reva
apaan sich..??!! baik mmg.. !! tp trlalu naif..!! asli nyampe' sini nyesel aq baca.a..!!
reva
ko' gw sakit hati y.. klo si kaisar cinta k tiga".a..
ahh jgn gitu lah thor.. kasian si kim hwa.. biarpun ini ttg keadilan tp ini kisah conta tragis menurutq sih..
kaisar menang banyak.. jg melambangkan ke egoisan laki" menang telak d sini..!!!! 😥😥😥
reva
fix..!! kek.a ibu.a kim hwa adalah anak dr bai liu (paman.a permasuri) yg f buang oleh nenek.a permaisuri..
oh y thor,, bawang putih cina itu yg kek mana yak?? serius nanya.. mihon d jawab..🙏
reva: eh ralat.. mksd.a ibu.a kim hwa adik dr bai liu
total 1 replies
reva
saya suka.. saya suka..
reva
m"f thor.. d sini asli gw skip..
Afrina Nurulhikmah
Luar biasa
Surati
bagus ceritanya
A&R
bagus
azka aldric Pratama
ini maksudnya Kim hwa lupa GK inget am kehidupan yg di alami am pemilik tubuh/ada ingatan dr zaman modern yg kehapus🤔🤔🤔
azka aldric Pratama
mampir LG di karyamu Thor 😉😉
Ariyanti💫
kalo Kim sama an Ming
bukannya itu GK nyambung dengan judul yha
Ariyanti💫
apaan sih tour ini
kalo mau flashback yh GK harus gini juga udh dari kemarin GK selesai ²+sekarang bikin pembaca kecewa aj terlalu lama flashback ny😢
souzouzuki: anu... di lompati ke eps selanjutnya langsung gapapa
total 1 replies
Ariyanti💫
knp nyeritain masa lalu ny terlalu lama tour bikin pembaca menunggu SJ
menunggu itu GK menyebalkan tour
Lhady Uriyama
wkwkwk, seperti suami istri aja ngambekan ni yee
LUOZR X
kenapa ya aq benci sma pameran utama wanita ya...rela dijadikan isteri keempat dan kaisarnya jga...lelaki yg punya banyak isteri itu terlalu menjijikan
Anisatul Faiqoh
aku cari kok enggan ada ya kk ?
Four.
ceritanya keren kak, semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!