"Apa yang harus Aku lakukan? Aku sudah kabur dari kejaran Juragan untuk tidak menikah dengan Thomas. Tapi sekarang, Aku harus menikah dengan Tuan yang sama sekali Aku tidak kenal".
Adinda Rahma adalah Gadis belia yang sangat cantik juga pintar. Ia baru berusia delapan belas tahun. Diusia mudanya, Ia harus rela kehilangan kedua orangtuanya dan harus menanggung hutang Bapaknya dan harus menikah dengan Thomas. Saat pernikahan, Dinda kabur dan saat itu Ia meminta tolong pada Pria asing untuk membawanya pergi. Ia bahkan mengatakan rela melakukan apapun. Saat sudah dibawa pergi, Pria itu menagih janji Dinda dengan bersedianya Dinda menikah dengan Pria yang jauh lebih tua darinya. Karena tidak bisa melakukan apapun, akhirnya Dinda menerimanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs.A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Salah Faham
Rama dan Dinda masuk kedalam kelas yang berbeda.
"Dinda...". Teriak Raya gembira melihat Dinda.
"Hi Dinda". Sapa Zena.
"Hi, apa kabar?". Tanya Dinda.
"Uhhh kangen Dinda". Raya memeluk Dinda dengan erat.
"Baru satu hari tidak bertemu, sudah kangen". Ujar Dinda.
"Kemarin kemana? Kenapa izin?". Tanya Zena
"Ada urusan keluarga". Jawab Dinda yang berbohong.
"Oh begitu". Jawab berbarengan Zena dan Raya.
Tak lama, datanglah Tari.
"Tari". Sapa Dinda.
Namun, Tari justru duduk disebelah Zena tanpa membalas sapaan Dinda.
Tari kenapa?. Tanya Dinda dalam hati.
"Tar, Kamu kenapa? Dinda kok dicuekin?". Bisik Zena.
Jadi, Pria yang dicintai Dinda itu Rama? Kenapa Dia merebut Rama dariku. Batin Tari yang kesal saat Ia melihat keakraban Rama dan Dinda saat tadi berjalan masuk kelas.
Kelas pun dimulai. Mereka telah siap untuk kuis pagi itu. Dinda mengerjakannya dengan sungguh-sungguh.
Aku harus membuat keluarga Van de Berg bangga padaku. Ujar Dinda dalam hati.
Dua jam berlalu, semua telah selesai dengan kuis nya. Tari, Raya, Zena dan Dinda pergi menuju kantin.
"Eh ada Sinta-ku. Mau pesan apa?". Tanya Rama kepada Dinda.
"Khhhmmmm hanya Dinda saja yang ditanya?". Ujar Raya.
"Oh iya tiga wanita cantik ini mau apa?". Tanya Rama.
"Somay, dimsum, batagor dua porsi minumnya orange juice, air mineral, jus alpukat, dan Thai tea rasa green tea". Ujar Zena yang hafal dengan pesanan milik teman-temannya.
"Ok. Ditunggu ya cantik". Rama pun pergi.
Wajah Tari masih terlihat datar. Ia diam serbu bahasa.
"Tar, kenapa diam saja?". Tanya Dinda.
"Bukan urusanmu!". Ketus Tari.
Dinda benar-benar bingung dengan tingkah Tari yang sejak pagi tidak baik padanya.
Tak lama, Rama datang membawa pesanan Mereka.
"Selamat menikmati wanita cantik". Rama memberikan pesanannya.
Rama memberi kode pada Dinda untuk mengajak Tari nanti malam. Dinda masih ragu hingga akhirnya Dinda mengangguk.
"Yessss!!!". Ujar Rama senang.
Tari yang melihat Rama mengedipkan mata pada Dinda merasa benar-benar kesal. Ia berdiri lalu pergi.
"Tari...". Dinda mengejar Tari.
"Mereka berdua kenapa ya?". Tanya Raya.
"Entahlah. Sudahlah lanjutkan saja. Mereka berdua sudah besar ini". Ujar Zena yang sedang melahap dimsumnya.
"Tari tunggu". Dinda menarik tangan Tari.
Tari yang merasa kesal melepas paksa tangan Dinda.
"Kamu kenapa? Apa Aku punya salah padamu?". Tanya Dinda bingung. "Katakan padaku jika Aku punya salah. Jangan diam seperti ini Tari".
"Kamu masih tanya apa salahmu?". Ujar Tari dengan senyum sinisnya.
"Memang apa salahku?". Tanya Dinda bingung.
Tari yang kesal pergi menjauh. Namun Dinda terus mengejar Tari.
"Tari, jangan pergi dulu! Katakan apa salahku?". Tanya Dinda.
"Salahmu karena Kamu mencintai Rama! Jelas Kamu tahu bahwa Aku mencintai Rama!". Kesal Tari.
Dinda terkejut dengan perkataan Tari.
"Aku tidak mencintai Rama, Tari. Kamu salah faham". Dinda mencoba menjelaskan.
"Salah faham apa? Dua hari lalu, Kamu menanyakan soal jatuh cinta kan? Pria itu pasti Rama. Aku melihat Kalian berdua sangat dekat bahkan Rama selalu memanggilmu Sinta-ku". Kesal Tari.
"Tari, Aku memang jatuh cinta, Tapi...". Sebelum meneruskan, Tari pergi meninggalkan Dinda.
"Sudahlah, Aku muak mendengar perkataanmu, Nona Van de Berg". Tari pergi dengan keadaan kesal.
"Tari, Kamu salah faham". Ujar Dinda dengan sedih.
Dinda menelepon Adam.
"Assalamualaikum. Sayang, apa kuis mu sudah selesai?". Tanya Adam.
"Waalaikumsalam. Sudah Mas". Jawab Dinda lemas.
"Sayang, kenapa dengan suaramu? Kamu kenapa?". Tanya Adam.
"Mas, Aku boleh tidak ke kantormu?". Tanya Dinda.
"Tentu saja Sayang. Kamu tunggu, Mas akan kirimkan supir untukmu". Ujar Adam.
"Baik, Mas". Jawab Dinda.
Tak lama, supir suruhan Adam datang. Dinda masuk kedalam mobil dengan perasaan yang sedih.
Tari kenapa berfikiran seperti itu padaku?. Batin Dinda.
Sampailah Dinda dikantor Adam. seperti biasa, Dinda langsung menuju ruangan Adam tanpa meminta izin resepsionis. Dinda menggunakan lift khusus Presdir menuju lantai ruangan Adam.
"Assalamualaikum". Dinda mengucapkan salam.
"waalaikumsalam. Sayang, Kamu sudah sampai. Kemarilah". Adam meminta Dinda menghampirinya.
Adam menarik tangan Dinda hingga Dinda terduduk dipangkuannya.
"Kenapa Sayangku murung begini?". Tanya Adam yang mengusap pipi Dinda.
Dinda menceritakan kesalahfahaman Tari padanya.
"Dinda kan tidak bermaksud dekat dengan Rama. Dinda hanya berteman dengan Rama". Ujar Dinda yang memeluk leher Adam.
"Kenapa Tari bisa berfikir Kamu dan Rama memiliki hubungan?". Tanya Adam.
"Mas ingat tidak hari dimana Dinda diculik? Hari itu, Dinda ngobrol dengan Tari. Dinda ragu dengan perasaan Dinda pada Mas jadi Dinda tanya pada Tari bagaimana perasaan jatuh cinta. Tari menjelaskan bagaimana rasanya jatuh cinta. Karena itu Tari merasa Aku jatuh cinta pada Rama padahalkan Aku jatuh cinta pada....".
"Pada siapa coba?". Tanya Adam.
"Stijn Van de Berg". Bisik Dinda.
"Mau menggoda Mas?". Tanya Adam.
"Ti... Tidak Mas". Wajah Dinda merona.
"Memang bagaimana rasanya jatuh cinta? Mas juga tidak tahu". Ledek Adam.
"Mas ahhh". Dinda memukul pelan bahu Adam.
Adam memeluk Dinda. "Sudahlah jangan bersedih. Tari akan tahu kepada siapa Kamu jatuh cinta". Adam mencium bibir Dinda dengan lembut. Dindapun tak menolak bahkan membalas ciuman Adam.
"Wah sudah ahli berciuman sekarang". Ledek Adam.
"Mas....". Rengek Dinda malu.
"Hahahahahaha". Adam memeluk erat tubuh Dinda. "Kalau lagi berdua, panggil Sayang dong jangan panggil Mas". Ujar Adam.
"Tergantung mood". Jawab Dinda.
"Hmmmmm dasar gadis kecil". Adam mencubit hidung Dinda.
"Hhhmmm lepas Mas, sakit". Dinda meringis.
"Katakan Sayang dulu". Ujar Adam yang masih mencubit hidung Dinda.
"Sayangku, lepaskan ya". Ujar Dinda dengan sangat manis.
"Uh manis sekali Sayangku ini". Adam melepas cubitannya dengan tersenyum.
"Adam menyebalkan!!". Gerutu Dinda.
"Saat Kamu memanggil Adam, terdengar sangat manis. Aku jadi ingin memberimu hadiah". Ujar Adam. "Ayo berdiri Sayang".
Dinda berdiri dengan keadaan bingung.
Adam menelepon Alex.
"Alex, meeting dengan Mr. Richard Kamu wakilkan pada Nichole saja. Kosongkan jadwalku hari ini". Ujar Adam.
"Tapi Big B, meeting ini sangat penting. Mr. Richard ingin Anda yang memimpin rapat".
"Ah sudahlah, jika Dia tidak ingin diwakilkan, atur ulang meeting Kita". Adam mematikan ponselnya.
"Sayang, ayo Kita pergi". Adam mengulurkan tangannya.
"Kita mau kemana?". Tanya Dinda.
"Ini kejutan". Ujar Adam.
Dinda dan Adam pun keluar dari gedung lalu pergi.
Sampailah Mereka disebuah Boutique pakaian pengantin. Dinda yang tidak tahu mengira hanya Boutique biasa.
"Sayang, Aku sudah memiliki banyak pakaian, kenapa Kita ke boutique lagi?". Tanya Dinda.
Adam hanya tersenyum. "Apakah Kamu memiliki gaun pengantin yang indah dirumah untuk acara resepsi pernikahan Kita?". Tanya Adam.
"Apa? Resepsi?". Tanya Dinda terkejut.
"Iya Sayang. Aku memikirkan perkataanmu tadi pagi. Mungkin ini waktunya Kita publikasikan status pernikahan Kita". Ujar Adam mencium punggung tangan Dinda.
"Mas serius?". Tanya Dinda.
"Tentu Sayang. Sabtu ini resepsi pernikahan Kita. Jadi, hari ini kita akan fitting pakaian Kita. Ayo keluar". Adam keluar dari mobil lalu membuka pintu Dinda. Menggandeng tangan Dinda masuk ke Boutique.
salam sehaat selaluu
salut nih sama authornya TOP👍👍👍👍👍👍
semangaaat thooor💪💪💪💪
salam sehaat selaluu
ini novel yg ke tiga saya baca semua banyak kejutan...terima kasih thooor👏👏👏
semangaaat thooor💪💪💪💪💪💪
salam.sehat
muantaaab nih authornya bikin jantung mau copot hehehehehhe...TOP deh authornya 👏👏👏👏👏👏
semangaaat thooor❤❤❤❤❤
salam sehaat selaluu
semangaaat thooor 💪💪💪💪💪
salam sehat selalu
semangaaat thooor💪💪💪💪💪
salam sehaat selaluu