NovelToon NovelToon
Kisah Anak-anak 17

Kisah Anak-anak 17

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:126k
Nilai: 5
Nama Author: Lindsay Lov'

17 tahun adalah masa yang indah. Juga membingungkan, apakah sudah bisa dikatakan dewasa atau masih harus dikumpulkan dengan anak-anak?

Di sini, beragam cerita dan konflik para remaja tujuh belasan yang unik, sweet, butter, dan tak selalu happy ending.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lindsay Lov', isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Asty

ASTY

By. Lindsay Lov' Danishadewa

Makan malam dengan Asty kali ini, agak berbeda. Bukan apa-apa. Biasanya, dia yang selalu menentukan cafe mana yang akan kami datangi. Dia memang selalu update soal spot-spot tempat makan terbaru dengan view yang menarik. Yang Instagramable deh istilahnya. Jelas aja, Asty memang hobi makan dan photografi. Namun malam ini, dia ingin aku yang menentukan kemana kami akan makan malam ini. So ... Karena pengetahuanku sangat minim soal resto dan cafe yang gaul, maka aku mencarinya di Gugel.

Akhirnya ... kami pun bertemu, cipika cipiki dan makan sambil mengobrol dari A sampai Z. Dari perbincangan ringan sampai berat banget hingga akhirnya kami harus ke toilet.

"Minum kopi berapa gelas, Lo?" tanya Asty seraya masuk ke salah satu toilet yang berjejer di dalam restroom.

"Entahlah. Mungkin 3 atau 4 gelas," jawabku sambil masuk ke toilet di sebelah Asty.

"Dasar penggila kopi!" maki Asty tergelak.

"Hei, tahu gak, kalo semua uang gue untuk beli kopi selama ini balik lagi ke gue, apa yang bakal gue beli?"

"Apa dong?"

"Kopi dong ... Hahahah!"

"Dasar!"

"As, lo ingat gak waktu gue bilang gue pernah jauh-jauh ampe ke Sukabumi hanya untuk beli kopi? Waktu itu kan Lo nanya gue pergi ke sana sama siapa, kan? Nih, gue kasih tahu. Gue pegi bareng Malvin, sepupu Lo ... Hahahah."

Asty tak menjawab. Tak terdengar juga tawanya atau makiannya, mengingat dia selalu melarangku jalan sama sepupunya yang rada playboy.

"As?" panggilku.

Tetap tak ada jawaban.

"As, Lo masih di toilet?" tanyaku penasaran. Aku membungkuk dan melihat dari kolong dinding toilet. Mestinya aku bisa melihat kaki Asty. Tapi ternyata aku tak melihat siapa-siapa. Buru-buru aku kelarin urusan dalam negeri tersebut untuk mencari Asty.

"Asty, lo di mana?" teriakku sedikit tertahan. Restroom kosong. Toilet tempat Asty tadi juga kosong. Hanya ada aku sendiri di sana. Ya, ampun! Masa Asty ninggalin aku mendadak begini? Tega bener tuh anak!

Aku langsung kembali ke meja tempatku makan bersama Asty tadi. Di sana, kulihat hanya ada 1 piring bekas makanku, 3 gelas kopiku dan piring-piring kecil tempat cemilan. Semuanya pesanku. Kemana bekas-bekas pesanan Asty? Kalau gak salah, tadi Asty memesan nasi goreng dan es teh. Dua favoritnya kalau makan di luar.

Buru-buru kuambil ponsel di tas untuk menelepon Asty. Pasti tuh anak sedang ngerjain gue. Ngeprank gue. Dikira gue bakal takut, gitu? Atau jadi gila karena berpikir mengalami halusinasi, gitu?

Asty ... Asty ... Mana nomor Asty? Ih, ya, ampun! Bahkan di riwayat panggilanku gak ada nama Asty. Padahal jelas-jelas kami janji ketemu di sini yah ngobrolnya di ponsel.

"As! Kok Lo ninggalin gue? Gak ada ahlak, emang!" tembakku langsung begitu ponsel Asty tersambung.

"Halo? Ini dengan Linda, ya?" terdengar suara cowok dari seberang ponsel.

"Eh, ini siapa? Malvin?"

"Iya, Lin. Apa kabar, Lin?"

Malvin benar-benar panjang umur. Barusan aku nyebut dia tadi di toilet. Selama ini dia tinggal di luar kota. "Kabar baik, Vin. Eh, Lo lagi di rumah Asty? Sudah lama?"

"Lumayan. Satu Minggu."

"Sudah selama itu, tapi Asty kok gak cerita ya? Eh, panggilan Asty, Vin. Bisa-bisanya dia ninggalin gue di cafe sendirian!"

"Asty?" Malvin diam sejenak. "Lo di cafe mana, Lin? Biar gue jemput!"

"Panggilin Asty dulu dah. Gue mo marah nih."

"Lin, Lo beneran gak sedang sakit, kan? Agak demam, barangkali."

"Yaiyalah, Vin. Gue sehat-sehat aja. Sehat banget, malah. Saking sehatnya ampe mau meledak nih."

"Hehehe ... Maksud gue, kok Lo nanyain Asty lagi? Kita semua kan sama-sama tahu kalo Asty sudah ... sudah ...."

"Sudah apa, Vin? Sudah apa?" teriakku tertahan. "Vin? Halo? Halo, Vin?"

Ah, sial! Ponselku mati kehabisan batre!

"Tagihannya, Mbak," seorang pelayan memberi tagihan makananku. Aku langsung berdiri.

"Mbak, tadi aku datang bersama temanku. Tapi ...." Aku bahkan bingung menjelaskan kepada pelayan tersebut kalau rasa-rasanya aku sedang diprank teman sendiri.

"Gak mungkin, Mbak," jawab pelayan tersebut membuat keningku mengerut.

"Gak mungkin ... Kenapa?"

"Ini cafe single, Mbak. Semua yang datang ke sini sendirian. Lihat saja ...," Pelayan tersebut mengedarkan pandangannya dengan harapan aku melihat ke seluruh ruangan. Ternyata benar, semua yang datang sendirian. Bahkan meja-meja diatur sedemikian rupa dengan 1 meja dan kursi. Termasuk meja dan kursiku.

"Tapi ...," aku gak ngerti. Jelas-jelas tadi aku datang bersama Asty. Ngobrol ngalor ngidul bahkan mungkin sampai hampir 2 jam sebelum kami sama-sama ke toilet. Kenapa tiba-tiba aku bisa terdampar di cafe single?

"Tadi juga Mbaknya datang sendirian, kok," ujar si pelayan membuat kepalaku langsung puyeng.

1
Muthia Ulfah
wahh... ketemu lindlind disini... sukaaaa
Muthia Ulfah: iya nih.. lagi cari cari bacaan buat ngehalu.. wkwkwkw
total 2 replies
Jenny Eka
next minda gak sabar dan penasaran kelanjutannya akutuuuuuuh
Jenny Eka
hah ikut bahagia bacanya🤗🤗🤗
Jenny Eka
🥰🥰🥰🥰🥰
Jenny Eka
terharu😂😊😇😇
Jenny Eka
jane sih gak percaya sama marry dan justin
Jenny Eka
semoga jane baik² saja🤲🏻
Jenny Eka
karna ego yg tinggi akan menghancurkanmu.


hwaaa baper...🥺🥺🥺😭😭😭😭😭

kau wanita berkelas jane tp jangan acuhkan perasaanmu
Jenny Eka
apa yg kau pikirkan jane?
apa uang itu akan kau berikan untuk mamanya marry atau paman penipumu mike dallas kw
Jenny Eka
karya minda ini keren² mulai dr novel cetaknya sampe pindah lapak kesini.
hanya saja belum ada yg tahu ada penulis handal disini
Jenny Eka
jantungku maraton
Jenny Eka
aku yakin kalo mike dallas hanya seorang penipu yg berusaha memeras jane
Jenny Eka
hoh jantungku serasa mau copot.
Jenny Eka
dasar justin.
gak mau ngaku kalo udah bucin sama jane
Jenny Eka
aku juga ragu.
mungkin mike dallas hanya orang yg memanfaatkan uang jane🤔🤔
Jenny Eka
suatu saat pasti berbuah manis jane.
ikut nyesek aku🥺😢
Jenny Eka
justin mah bikin dag dig dug aja.

benci tp cinta.

tidak mengakui perasaannya
Jenny Eka
benci dan cinta beda tipis lo.


semoga pembaca minda bertambah karna karya minda itu keren²
Jenny Eka
jujur aku seperti ikut merasakan apa yg dirasakan jane saat ini.

pengen nangis mak minda🥺🥺🥺
Jenny Eka
aku ikut deg²an mau baca kelanjutannya😱😰🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!