Cantika Astie Putri Rahardja adalah seorang gadis yang sangat cantik, baik hati dan pintar. Seorang mahasiswi tingkat 2 yang terpaksa harus bekerja di Mini Market untuk menambah uang jajan dan membantu kebutuhan keluarganya.
Kehidupan percintaannya akan dimulai dari Mini Market tempat dia bekerja..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syarifah Kurniasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 32
“Kalian itu kompak banget ya…” Kata Astie salut yang bisa membuat Kenzo luluh dengan nya.
“Hari ini Kenzo pinter ya, Mammy seneng deh liat nya.” Puji Astie.
“Iya Dong Mammy, kan Kenzo udah gede… iya kan Kak Adhit…” Kata Kenzo bangga.
“eeemmmhhh… Makanya Kenzo harus denger apa yang dikatakan Mammy dan Orang tua.” Kata Adhitya.
“Udah mulai malem kita pulang ya, bosok kan kamu balik lagi ke rutinitas…” Kata Adhitya.
“Iya…. Bakalan jadi upik abu lagi deh…uuuggghhhhh…” Kata Astie dengan lemas dia masuk ke Mobil diikuti Kenzo dan Adhitya.
“Huuuussshhh… kalau ngomong dijaga, itu kan salah satu pelajaran hidup jadi harus dinikmati.” Kata Adhitya.
“Iya iya deh… aku bener bersyukur karena walau dalam keadaan aku yang seperti ini masih banyak orang yang sayang dan baik sama aku, termasuk kamu Dhit. Makasih ya selama ini udah ada disamping aku.” Kata Astie.
“Iya…. Aku bakal selalu ada disamping kamu. Ooohh ya, Besok Aku anter ya…” Kata Adhitya.
“Berarti hari ini kamu masih nginep lagi kan Dhit?” Tanya Astie girang.
“Iya aku masih nginep, oh yah As… Aku… eeemmmmhhh...” Kata Adhitya ragu.
“Kenapa ko enggak diterusin…” Tanya Astie.
“Lusa aku bakalan ke Bali, aku dan temen join bikin usaha disana.” Kata Adhitya hati hati.
“Terus…” Tanya Astie.
“Aku enggak bisa temenin kamu selama liburan ini dan anter jemput, enggak apa apa kan??!” Lanjut Adhitya.
Astie hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju tapi entah kenapa dalam hatinya merasa kecewa.
“Berapa lama…??” Tanya Astie.
“Jadi minggu ini enggak jadi ke tempat Latihan dong… Aku bakalan ambil Ship dua kalau gituh.” Kata Astie girang yang sebenarnya menyembunyikan rasa kecewa nya itu.
“Pak Didi bisa anterin kamu… nanti selama aku enggak disini Pak Didi bakalan anter jemput.” Terang Adhitya.
“Enggak… Enggak usah Dhit…” Jawab Astie tegas.
“Enggak apa apa… lagian aku udah bilang ke Pak Didi, selama aku ada di Bali tugas Dia antar jemput kamu.” Lanjut Adhity.
“Mang berapa lama di Bali…?!” Tanya Astie.
“Mungkin 4 sampai 6…” Kata Adhitya.
“Oooohhh Cuma 1mingguan…” Kata Astie lega.
“Bulan As… dan mungkin bisa lebih lama lagi.” meralat kata kata Astue.
“APA…??!!” suara Astie dengan kencang.
“UUUUUUSSSTTT….. Pelan pelan nanti Kenzo bangun, kasian.” Kata Adhitya dengan sudara lebih menenangkan.
“4 sampai 6 bulan itu lama banget… terus kuliah kamu gimana…? Papi Mami setuju ” Tanya Astie.
“Aku bakal ambil kelas online dan semua nya udah diurus sama Om Reno, paling aku balik ke sini buat kuis dan tugas tugas lainnya bisa lewat email.” Kata Adhitya.
“Memang sampai harus selama itu, apa disana ada masalah sampai sampai…” Kata Astie yang sudah menahan air mata.
“As….” Kata Adhitya pelan.
“Maaf… Hiks Hiks Hiks Hiks…” Air mata Astie pun jatuh.
Adhitya menepikan mobil dan berusaha menenangkan Astie yang saat ini sudah tidak bisa membendung air matanya.
“As… Maaf… jangan seperti ini… aku melakukan ini untuk masa dengan ku dan masa depan keluarga ku kelak. Entah siapa wanita itu walau aku sangat berharap banyak Kau orangnya.” Kata Adhitya.
Dia Memeluk dan mengusap usap punggung Astie dengan penuh kelembutan.
“As… aku berharap kau mengerti.” Lanjut Adhitya.
“Kenapa baru bilang sekarang, kenapa enggak pernah cerita kalau bakalan pergi lama kaya ginih… kemarin Lyly yang pergi sekarang kamu pergi tanpa bilang sama sekali.” Kata Astie.
“Siapa yang enggak bilang… ini aku kan lagi bilang kan.” Kata Adhitya.
“Iya tapi kan mendadak. Sebenarnya ada apa??!” Tanya Astie.
“sebernarnya udah 1tahun yang lalu aku mulai usaha ini. Masalah lapangan Aku percayakan semua ke temen aku tapi sekarang usahanya mulai maju dan temen ku juga keteteran, aku mesti bantu.” Terang Adhitya.
“Memang apa usahanya…” tanya Astie.
“Buka café dan penginapan kecil kecilan… kami bikin dari Nol dan sekarang udah mulai maju aku enggak bisa angkat tangan gituh ajah.” Kata Adhitya.
“Iya Maaf ya… aku bukan nya dukung kamu malah aku merajuk ginih kaya anak kecil.” Kata Astie.
“Untuk masalah antar jemput, kalau kamu enggak mau sama Pak Didi, kamu mesti bawa mobil ini.” Perintah Adhitya.
“Tapi ini kan mobil yang sering kamu bawa…” Kata Astie.
“Iya aku bawa kan karena aku perginya sama kamu. Disana mobil ini enggak cocok.” Kata Adhitya.
“Tapi Dhit…” Kata Astie ragu.
“Udah enggak ada bantah lagi, lagian mobil kamu udah di jualkan. Bakalan sudah kalau kemana mana enggak ada mobil. Tapi aku peringatin ya, kalau mau pulang malam malam ke rumah Ibu kamu mesti bareng sama Pak Didi.” Kata Adhitya tegas.
“Emmmhhhh… Iya.” Kata Astie setuju.
“Ayo balik udah mulai malem, kasian Kenzo.” Ajak Adhitya, lalu mereka melanjutkan perjalanan ke rumah Ibu.
“Ohhhh iya Mami Papih ijinin kamu Dhit…?” Tanya Astie.
“yaaa biasa… Awalnya mereka marah dan ngelarang aku buka usaha sendiri tapi aku minta waktu untuk membuktikan kalau aku bisa berdiri dikaki ku sendiri. Biar nanti aku enggak selalu diremehin keluarga Papih.” Terang Adhitya.
“Sabar ya… aku yakin kamu pasti bisa membuktikan itu.” Kata Astie memberi semangat.
“Iya… ini juga berkat bantuan Om Reno, kalau enggak ada dia aku juga mentok di Modal.” Kata Adhitya.
“Tapi sekarang aku udah bisa balikin uang modal yang dari Om Reno dan sekarang Om Reno jadi salah satu rekan bisnis aku.” Lanjut Adhitya.
Astie mendengarkan Adhitya bercerita tentang semua usaha yang ia jalani dan asal mula semua usaha nya, mulai dari rencara awal sampai masalah kekurangan modal dan perijinan.
Tak selang lama mobil yang mereka naiki sudah berada di depan rumah Ibu.
*
*
Lanjut Episode 33....
😘😘😘
👍 👍 👍
tapi jangan ada bahasa alay. jadi geli.
seminggu sebelum ibu tiada,,, almarhum adik bungsuku datang menemuiku dalam mimpi. hanya bilang "mbak,, ibu sama adek lagi. mbak jagain ayah dan abg ya". terperanjat aku tengah malam bangun dari mimpi. badan dah basah karena keringat.