Spin off If You Met Me First ...
Karina Ramadhan adalah petasan injak. Susah diatur, suka dugem, meskipun kuliah beres tapi tetap saja membuat Stefan dan Irina kesal karena putrinya sulit diatur. Teguran dari semua keluarga, diacuhkan oleh Karina. Hingga puncaknya, Karina hendak kawin lari dengan seorang DJ tapi ketahuan oleh Stefan. Demi membuat Karina anteng, Stefan dan Irina menjodohkan putrinya ke rekan kerja Irina yang bertugas sebagai atase kedutaan besar Inggris di Stockholm bernama Ravi Khan. Bagaimana kehidupan pernikahan perjodohan antara Karina yang meledak-ledak dengan Ravi yang dingin dan kaku ?
Generasi Ketujuh Klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Karina Sakit
"Apa maksud anda, Mrs Ramadhan?" tanya Valerie yang bagian kepegawaian seperti kecolongan.
"Brenda Lee ada sangkutan hukum perdata di New York setahun lalu sebelum dipekerjakan di departemen luar negeri Inggris." Irina Ramadhan memberikan email dari kantor kepolisian, kejaksaan serta pengacara Harold James. "Saya minta kamu segera pergi ke New York sebelum mereka datang kemari untuk membawa kamu secara paksa."
"Harusnya ini tidak keluar," bisik Brenda.
"Excuse me ?" Irina menatap Brenda tajam.
"Ini harusnya tidak terjadi !" jerit Brenda.
Karina berbisik ke Ravi. "So dramatic..." Pria ganteng itu hanya tersenyum mendengar ucapan istrinya.
Tiba-tiba bagian keamanan mendatangi mereka semua.
"Mrs Ramadhan. Ada anggota kepolisian dari NYPD, Scotland Yard dan Stockholm datang. Mereka mencari Miss Brenda Lee dengan tuduhan penipuan dan pencurian aset."
Wajah Brenda semakin memucat.
***
Brenda Lee akhirnya digelandang ke kantor polisi Stockholm dengan dikawal polisi dari NYPD dan Scotland Yard karena penggugat yang warga negara Amerika Serikat namun tergugat berkewarganegaraan Inggris sementara posisi tergugat di Stockholm Swedia.
Para pegawai di kantor kedutaan Inggris sebenarnya bisa saja memberikan imunitas karena Brenda Lee adalah seorang atase tapi Irina mendapatkan mandat dari duta besar Inggris bahwa mereka tidak akan ikut campur urusan pribadi apalagi berhubungan dengan hukum lintas negara.
Ravi dan Karina sekarang duduk di ruang kerja Irina dengan wajah tidak percaya bagaimana situasi terbalik.
"Dia menipu berapa mom ?" tanya Karina.
"$145 juta."
"Lots of money," komentar Ravi.
Irina dan Karina mengangguk.
"Mom, bagaimana duta besar memerintahkan para law enforcement tetap membawa Brenda Lee ke kantor polisi? Padahal kan bisa saja melindungi dengan alasan bagian keluarga Kerajaan," tanya Karina.
"Meskipun Harold kehilangan separuh kekayaannya karena perceraiannya, tetap saja dia masih kaya. Kalian tahu siapa pengacaranya Harold ?" Irina menatap Karina dan Ravi.
"Jangan bilang ..." Karina menatap horor ibunya. "Mas singa jelek atau mas Indiana Jones?"
Irina menggelengkan kepalanya. "Oom Nelson kamu."
Karina menyadarkan punggungnya ke sofa di ruangan Irina. "Wassalam kalau begitu."
Ravi menatap bingung ke istri dan ibu mertuanya. "Aku tidak paham..."
"Nelson Blair ? Pengacara terkenal itu." Karina menatap Ravi serius dan suaminya baru sadar jika yang dibicarakan istrinya adalah Oomnya.
"No... Nelson Blair ?" ucap Ravi tidak percaya.
"Biasanya kalau Oom Nelson sudah maju, itu kasus berat. Sering menangnya..." senyum Karina.
"Ditambah Harold James teman kuliah duta besar Inggris di Yale. Ya sudah deh ..." timpal Irina.
"Aku kira Lee hanya homewrecker saja tanpa mengambil harta pria itu," gumam Ravi. "Sebab kata Ian, Lee memang sudah memiliki reputasi seperti itu tapi sekedar membuat pasangan bercerai."
"Jika ada kesempatan mengambil asetnya, kenapa tidak?" senyum Irina. "Pelakor jaman now kan tidak mau hidup susah."
"Memangnya berapa lama Brenda Lee menjadi selingkuhan Harold James?" tanya Karina.
"Enam bulan selama Lee bekerja di kedutaan sebagai atase disana. Ketahuan ayahnya, Lee dikirim ke London dan Harold bercerai dengan istrinya. Harold hendak menuntut Lee tapi dia dalam perlindungan ayahnya. Hingga dikirimkan kemari." Irina menggelengkan kepalanya. "Aku kecolongan karena semuanya dibuat bagus."
"Punya kuasa ayahnya, mommy. Tapi aku mendukung duta besar. Tidak mau nama kedutaan jelek," ucap Karina.
"Reputasi kita kan sudah baik. Tidak mau lah dirusak dengan gadis lenjeh macam itu !" sungut Irina membuat Karina terbahak.
"Mom ! Tahu kata lenjeh dari siapa?" gelak Karina.
"Oma Gendhis kamu."
"Apa itu lenjeh ?" tanya Ravi bingung.
"Genit, sok cantik, sok centil..." jawab Karina yang tahu kata itu dari Omelan Arabella Satrio Baskara saat marah-marah ke pegawai PRC Group.
"Jangan bilang itu bahasa Jawa," ucap Ravi.
Irina dan Karina mengangguk.
***
Hari-hari Karina dan Ravi pun menjadi tenang. Ayah Brenda Lee datang ke Stockholm dan ribut dengan duta besar Inggris disana serta marah ke Irina Ramadhan yang tidak melindungi putrinya.
Duta besar pun ikut naik pitam karena Brenda membuat kekacauan di kantor kedutaannya bahkan pihak perdana menteri Swedia pun mempertanyakan atase Inggris yang ditahan di kantor kepolisian Stockholm.
Ravi dan para rekannya memilih bekerja seperti biasanya karena tahu semua itu kapasitas pimpinan sebab berkaitan dengan lintas negara. Doa para pegawai disana, tidak ada Brenda Lee yang lain agar tidak mengganggu pekerjaan mereka yang makin padat menjelang lomba ski.
***
Apartemen Ravi dan Karina
"Sayaaanggg !" panggil Ravi ke Karina. Pria itu celingukan tidak mendengar jawaban dari istrinya. "Karina ? Sayang ?" Ravi pun menuju kamar istrinya dan melihat Karina meringkuk diatas tempat tidur. Rasa panik mulai terbit di benak Ravi.
"Sayang ! Ada apa ?" Ravi bergegas melihat wajah istrinya. Keringat dingin dan wajah pucat terlihat di Karina. "Sayang ? Aku bawa kamu ke rumah sakit !"
Ravi segera menggendong tubuh Karina dan membawanya keluar dari apartemen dengan tas terselempang di tubuh pria itu. Ravi lalu memasuki ke dalam mobilnya dan segara pindah ke kursi pengemudi. Pria itu menyetir mobilnya seperti kesetanan menuju rumah sakit.
***
"Salah makan ?" tanya Ravi ke dokter yang sudah memeriksa Karina.
"Apakah Mrs Khan ada alergi, Mr Khan ?"
"Karina alergi seafood kecuali ikan salmon."
"Sepertinya Mrs Khan terkena makanan yang dia alergi."
Ravi tampak berpikir. Karina selalu berhati-hati soal makanan, jadi bagaimana bisa kena ?
"Tapi istri saya tidak apa-apa kan dok sekarang?" tanya Ravi.
"Tidak apa-apa. Beruntung anda segera membawanya kemari sebab jika terlambat, akan lebih parah," jawab Dokter itu. "Karena Mrs Khan mengalami gejala anafilaksis."
"Astaghfirullah..." ucap Ravi shock. "Saya boleh menemui istri saya ?"
"Silahkan Mr Khan."
Ravi pun masuk ke ruang rawat IGD Karina. Tampak istrinya terbaring dengan wajah pucat dan tertidur setelah mendapatkan perawatan dari dokter. Pria itu duduk di sebelah brankar Karina dan menggenggam tangannya yang terbebas dari infus.
"Sayang, aku nyaris kehilangan kamu... Kamu makan apa ? Aku tahu kamu selalu berhati-hati..." bisik Ravi dengan nada tercekat. "Cepat sembuh sayangku..."
Ravi mencium kening Karina dan dirinya tetap berada di samping istrinya.
***
Note
Alergi makanan juga bisa menimbulkan ciri-ciri yang parah atau anafilaksis. Kondisi ini sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani.
Beberapa gejala anafilaksis adalah:
- Pusing, kliyengan, atau perasaan seperti akan pingsan
- Penyempitan saluran pernapasan
- Tenggorokan bengkak yang akan dirasakan sebagai sensasi adanya benjolan di tenggorokan yang menyebabkan kesulitan bernapas
- Jantung berdebar
- Syok yang ditandai dengan penurunan tekanan darah yang cepat.
Sumber Alodokter.com
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️