NovelToon NovelToon
Aku Menolak Menjadi Pemeran Figuran

Aku Menolak Menjadi Pemeran Figuran

Status: tamat
Genre:Time Travel / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Tamat
Popularitas:264.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: @hartati_tati

Naya wanita cantik yang berumur 27 tahun mendapati dirinya terbangun didunia novel sebagai pemeran tambah yang berakhir tragis. Naya merasuk kedalam tubuh Reka remaja cantik yang berusia 18 tahun. Reka memiliki keluarga yang sangat amat menyayanginya, mereka rela melakukan apapun demi kebahagiaan Reka. Meskipun memiki keluarga yang sangat amat mencintainya sayangnya kisah percintaan Reka tidak berjalan dengan baik. Tunangannya Gazef lebih memilih pemeran utama wanita dan meninggalkan Reka. Reka yang merupakan pemeran tambahan akhirnya menjadi batu pijak untuk kebehagian Gazef dan Rosa, Reka harus mati demi kebahagiaan pemeran utama dalam novel.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @hartati_tati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Reka berjalan dengan langkah tenang di sepanjang lorong kelasnya, mencoba fokus pada pelajaran yang akan dihadapinya hari ini. Sekolah mulai terasa sedikit lebih normal setelah kejadian pagi dengan Arsan. Namun, saat dia mendekati pintu kelasnya, dia mendengar suara yang sangat dikenalnya.

"Reka!" Suara Felly terdengar keras dan jelas di antara keramaian murid yang masih berkumpul di lorong.

Reka berhenti sejenak, berbalik untuk melihat Felly yang berlari kecil menghampirinya. Wajah Felly terlihat antusias, seolah ada sesuatu yang penting yang ingin dia sampaikan. Reka menunggu sambil tersenyum tipis, mencoba menebak apa yang membuat sahabatnya begitu bersemangat pagi ini.

"Reka, tunggu sebentar!" Felly akhirnya sampai di depan Reka, sedikit terengah-engah karena berlari.

"Ada apa, Felly? Kamu terlihat sangat bersemangat," tanya Reka dengan senyum hangat.

Felly mengatur napasnya sejenak sebelum menjawab, "Aku ingin memberi tahu kamu sesuatu yang sangat penting. Kamu harus mendengarnya sekarang juga!"

Reka mengangkat alisnya, penasaran. "Baiklah, katakan. Ada apa?" tanyanya.

Felly menarik napas dalam-dalam, seolah mempersiapkan diri untuk menyampaikan berita yang besar. "Kamu ingat tentang acara sekolah minggu depan? Aku baru saja mendengar bahwa Kael dan teman-temannya akan tampil di sana! Semua orang membicarakannya."

"Serius? Kael dan teman-temannya akan tampil?" Reka bertanya, merasa antusias.

Felly mengangguk dengan semangat. "Iya! Mereka akan melakukan pertunjukan musik dan tarian. Ini akan menjadi acara besar! Aku tahu kamu suka musik mereka, jadi aku pikir kamu harus tahu."

Reka tersenyum lebar, merasa semangat dan antusias untuk acara sekolah minggu depan. "Terima kasih sudah memberitahuku, Felly. Aku tidak sabar untuk melihat penampilan mereka."

"Sama-sama! Ini akan menjadi acara yang luar biasa. Kita harus datang lebih awal agar mendapatkan tempat terbaik," ujar Felly tersenyum puas melihat Reka yang lebih bersemangat.

"Benar sekali. Aku tidak ingin melewatkan satu detik pun dari penampilan mereka," kata Reka mengangguk setuju.

Saat Reka dan Felly hendak masuk ke dalam kelas, mereka tiba-tiba terhenti di ambang pintu. Di depan mereka, berdiri sosok yang tak terduga: Kael. Dengan postur tegap dan karisma yang memikat, Kael menatap Reka dengan tatapan dalam yang sulit diartikan.

Reka merasa jantungnya berdegup kencang. Kehadiran Kael di sana, dengan tatapan yang begitu intens, membuatnya sedikit gugup. Felly yang berdiri di sebelahnya juga tampak terkejut, tidak menyangka akan bertemu Kael dengan cara yang tak terduga ini.

"Kael?" Felly memecah keheningan, suaranya terdengar ragu-ragu. "Ada apa?"

Kael mengalihkan pandangannya dari Reka ke Felly sejenak, kemudian kembali menatap Reka. "Reka, aku perlu bicara denganmu," katanya, suaranya tenang namun tegas.

"Bicara denganku? Tentang apa?" tanya Reka dengan bingung.

Felly menatap Reka dengan tatapan penuh makna, memberi isyarat agar dia mengikuti Kael. "Aku akan masuk kelas dulu, Reka. Kita bicara nanti," katanya dengan senyum penuh dukungan.

"Heh, mau kemana kamu," kata Reka yang melihat Felly masuk kedalam kelas dan meninggalkannya di depan pintu bersama dengan kael.

Kael menundukkan sedikit tubuhnya, mendekatkan wajahnya ke Reka. Kedekatan yang tiba-tiba membuat Reka refleks mundur, merasa canggung dengan jarak yang terlalu dekat. Wajah mereka hampir bersentuhan, dan Reka bisa merasakan detak jantungnya yang semakin cepat.

Para murid yang berada di sekitar mereka, tertarik dengan kejadian yang tidak biasa ini, mulai berkumpul untuk melihat lebih dekat. Namun, tatapan tajam dari Gabriel yang berdiri di ujung koridor membuat mereka terpaksa pergi menjauh. Gabriel memberikan isyarat yang jelas: jangan mengganggu momen ini. Gabriel dan teman-temannya telah menunggu kesempatan ini, dan mereka tidak ingin ada yang merusaknya.

Setelah memastikan bahwa murid-murid lain sudah pergi, Kael kembali menatap Reka dengan serius. "Setelah latihan untuk acara sekolah... setelah aku tampil di sekolah, aku ingin berbicara denganmu," katanya dengan suara rendah tapi tegas.

Reka mengerutkan kening, merasa bingung dan sedikit gugup. "Dengan aku? Kenapa?" tanyanya, mencoba memahami maksud Kael.

Kael tersenyum samar, ada kilatan misterius di matanya. "Kamu akan tahu nanti... Sebelum itu, apa kamu sudah memutuskan pertunanganmu dengan Gazef? Bukankah beberapa minggu yang lalu kamu bilang ingin memutuskan hubungan pertunanganmu dengannya."

Reka terkejut dan terdiam sejenak. Dia tidak menyangka Kael mengingat percakapan itu. "Kamu mengingat perkataanku?" tanyanya pelan, masih dalam keterkejutan.

"Iya," jawab Kael singkat namun penuh arti. Tatapan matanya tidak beranjak dari Reka, menunjukkan bahwa dia benar-benar serius.

Reka menangkup kedua pipi Kael dengan kedua tangannya, memaksa Kael untuk menatap langsung ke dalam matanya. Kael terkejut, tubuhnya mematung, tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Telinga dan lehernya memerah akibat kedekatan mereka yang tiba-tiba dan intens.

"Kamu benar-benar ingat perkataanku di kantin waktu itu?" tanya Reka, suaranya penuh dengan keheranan.

"I-iya, aku benar-benar ingat," jawab Kael tergagap, matanya berkedip-kedip karena kaget.

Reka menarik napas dalam-dalam, mencoba memahami situasi ini. "Tidak mungkin, bagaimana bisa?" Dia bingung sekaligus terkejut.

Dalam hatinya, Reka merasakan kebingungan yang semakin dalam.

" Apa yang sebenarnya terjadi? Bukankah seharusnya Kael tidak mengingat kejadian waktu itu seperti Felly... Apa terjadi sesuatu pada X? Apa sekarang aku bisa mengubah akhir tragisku?" batinnya penuh dengan pertanyaan yang belum terjawab.

Kael yang masih mematung merasakan kegugupan dan kehangatan dari sentuhan Reka, tetapi dia mencoba untuk tetap tenang. "Reka, ada apa sebenarnya? Kenapa kamu begitu terkejut aku mengingat percakapan itu?" tanyanya.

"Tidak apa-apa," kata Reka dengan senyum hangat namun tatapan matanya menunjukkan jika Reka tidak baik-baik saja, seperti mengkhawatirkan sesuatu.

"Kita lanjutkan bicara kita nanti," kata Reka dengan suara tenang meskipun hatinya berkecamuk.

Reka berbalik, memutar tubuhnya dengan cepat, dan melangkah masuk ke dalam kelas. Pikiran Reka berputar-putar, penuh dengan pertanyaan dan spekulasi. Kael yang masih berdiri di luar kelas, terlihat bingung namun berusaha memahami situasi yang baru saja terjadi.

Setiap langkah yang diambil Reka menuju bangkunya terasa berat. Dia mencoba menenangkan pikirannya, tetapi kenyataan bahwa Kael mengingat sesuatu yang seharusnya terlupakan membuatnya sulit fokus. Di dalam benaknya, berbagai skenario tentang apa yang sebenarnya sedang terjadi terus bermunculan.

Felly, yang duduk di sebelah Reka, menatapnya dengan penuh perhatian. "Reka, ada apa? Kamu terlihat sangat bingung," bisiknya, mencoba mencari tahu apa yang sedang terjadi.

Reka hanya bisa menggelengkan kepala. "Nanti, Fel. Aku akan cerita nanti."

Dengan itu, Reka duduk di bangkunya, mencoba untuk mengikuti pelajaran. Namun, pikirannya terus kembali ke Kael dan percakapan mereka yang belum selesai. Dia tahu bahwa apa pun yang Kael ingat bisa menjadi kunci untuk mengubah nasibnya.

Sementara itu, di luar kelas, Kael masih merenung, telinganya yang masih memerah perlahan kembali normal. Dia tahu bahwa ada sesuatu yang penting di balik perkataan Reka, dan dia bertekad untuk menemukan jawaban setelah latihan nanti.

Hari itu, meskipun Reka berusaha keras untuk fokus pada pelajaran, pikirannya terus melayang kembali ke momen dengan Kael di lorong. Ia menunggu dengan harapan dan kecemasan untuk pembicaraan selanjutnya, berharap bisa menemukan petunjuk untuk mengubah akhir tragis yang selama ini menghantuinya.

1
Musa Johnathan
ceritanya bgus
Verawati Khaira
oh rupanya kalau Reka melakukan hal yang lari dari alurnya maka si penulisnya akan menarik ulang lagi ka masa sebelumnya gitu
Verawati Khaira
aku jadi bingung dengan alurnya. di bab sebelumnya Rosa sudah diberi pelajaran dengan merusak wajahnya jadi ini kok ?
Syawaliyatul Fitri: kn ceritanya balik lgi ke awal
total 1 replies
echa purin
/Good/
Jade Meamoure
bingung aq ma ceritamu Thor d bab sebelumnya Gasef dah patah tulang trus Rosa dah hancur muka, apa Reka hanya berhalusinasi ya entahlah
Desi deshiny
kenapa berhanti thor...padahal aku suka karya mu ..karya mu unik gk umum..🤭
Desi deshiny
kakak" nya Reka kan punya kuasa .ketika mereka tau kalo adik nya dlm bahaya .kenaoa gk lsg bunuh Rossa atau membayar balik dgn harga tinggi kepada mafia yg akan mencelakai Reka....terlalu santai
Desi deshiny
kan reka udah minta di batalin pertunangan nya...jadi gk perlu di siksa lg..gk tega juga liat rosa muka nya hancur krn air keras..sementara ayah nya orang miskin..dan gazef kenapa mesti di pukulin..kasian kalo sampe cacat.....padahal memaafkam akan lebih tenang ke hati...ya mau gimana lg cerita ini udah di tulis...terserah kak author aja deh..🫶
Quen: bedah lah ka,kalau ga diginiin si reka yang bakalan mati sesuai alurnya,dan apa yang mereka dapetin sekarang pantes ko ,selama ini si reka asli yang di sakitin eh sekali di bales malah di sebut Kasian lupa kah si reka yang korban dan bakalan di bunuh sama tuh pasangan selingkuh,ya jadi gapapa kalau buat mereka luka dikit untung ga langsung di bunuh tuh dua pasangan menjijikan
total 1 replies
Sripuan
Luar biasa
Marvina
Mirip alur cerita drakor Extraordinary you, pemeran pembantu berusaha mengubah alur cerita komik
Figuran
byee, gw GK suka konflik /Smile/
Figuran
gw mulai ifil?
Risma Tantina
Terlalu membingungkan
Uun Kurniasih
terlalu sadis Thor...
Aisarah Silma
Luar biasa
my+ng
/Good//Good//Good/
anyelin stephania
kok gak lanjut. padahal lagi seru seru nya /Sob//Sob/
kr_ka
heh reka, lo gimana sihhhhhhh, kok tiba" jd lemah gini, greget gua sama lo rekaaaa/Angry/
Yura-Chan!
pede gilak😤
Yura-Chan!
bener kok.. kamu sangat benar...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!