NovelToon NovelToon
Sepasang Antagonis

Sepasang Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Transmigrasi
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Najmu Laila

Velica seorang artis terkenal yang iseng membaca novel bertema " Gadis seindah musim semi " yang sedang booming dengan banyak sanjungan banyak orang. Bukannya menyanjung, Velica justru mengkritik tokoh utama novel tersebut yang menurutnya terlalu menganiaya sang antagonis.

‎"Kasihan sekali Clarissa ini, Padahal Robert itu tunangannya, Tetapi mengapa ia harus di benci karna marah ketika tunangannya berselingkuh." Ujarnya kesal.

‎"Padahal Clarissa punya segalanya, Ia juga melakukan semuanya untuk Robert, Robert itu lah yang tidak tahu diri. Sudah di bantu dia malah menyukai anak dari seorang pelayan, Sih Nadia itu!"

‎"Jika aku menjadi Clarissa, Sudah ku buat kedua orang itu kehilangan wajahnya di muka umum, Beraninya dia yang seorang pemuda miskin memperlakukan Clarissa begini!" Velica melempar novel itu dengan kesal.

‎Tak lama, Novel itu terbuka sendiri...membuat Velica masuk ke dalam nya. Jika penasaran cuss langsung baca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Najmu Laila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 24 - Tidak mempercayai robert

...Chapter 24...

...----------------...

Setelah melihat Nadia yang mabuk, Robert mengajak gadis itu keluar untuk menghirup udara segar bersama Nola dan Claudia. Sesekali Robert meminumkan gadis itu air putih, Agar tidak dehidrasi.

Huek!

Nadia muntah, Membuat rasa mabuknya berkurang sedikit, Gadis itu mulai menatap satu persatu orang yang sedang bersamanya. Ia juga melihat jaket milik Robert yang melilit tubuhnya dengan aman.

"Kita ada di mana?" Tanya gadis itu dengan lemah.

"Kita ada di halaman depan bar New moon, Kau hampir saja mendapatkan masalah." Ucap Claudia dengan kesal.

Nadia mengangguk, Kepalanya sangat pusing. Semuanya terlihat berputar. Ia hanya tau bahwa ia datang atas permintaan Nola.

"Nola!"

Nola terkejut melihat Nadia yang memanggil namanya dengan tidak formal, Apakah gadis itu akan menyalahkannya di hadapan Claudia sahabat mereka?

"Sebenarnya apa yang sedang terjadi di sini, Kau bilang kau tidak janjian dengan Nadia, Tetapi mengapa ia ada di dalam bar milik keluargamu?!"Tanya Robert menatap Nola curiga.

"Betul, Dan siapa pria gendut tadi. Dia ingin melecehkan Nadia."Ucap Claudia menatap Nola dengan penuh tanda tanya.

"Aku tidak tahu,Memang benar aku menyuruh Nadia datang ke bar milik kakak-ku ,Tetapi aku tidak tahu bahwa ruangannya ternyata salah." Ucap Nola berpikir cepat, Bisa-bisa ia terbongkar sudah menjebak Nadia.

"Bagaimana bisa salah, Kau itu sering ke sini bukan? Ku rasa kau sengaja melakukannya?!" Tanya Robert, Claudia yang merasa ucapan Robert benar pun hanya bisa diam tanpa perlu berkata apa-apa lagi.

Beberapa menit sebelumnya....

Nola membawa Robert dan Claudia masuk ke dalam ruangan nomor 503 tempat Khusus miliknya.

"Nola, Jadi kau bener tidak bersama Nadia?" Tanya Claudia.

"Tentu saja, Aku sangat sibuk....jadi aku tidak ada waktu bertemu dengan dia dan juga kalian. Tapi karna kalian ke sini, Aku akan minum sebentar dengan kalian."Ucap Nola, Claudia tersenyum tak enak.

"Maafkan aku yaa, Aku pikir kau melupakanku dan hanya bermain dengan Nadia saja. Itu sebabnya aku mengajak Robert ke sini." Ucap Claudia.

"Clau...kita sudah berteman lama, Mana mungkin aku melupakanmu, Jangan berpikir aneh."Ucap Nola tersenyum.

"Baiklah, Karna sudah di sini bersama, Bagaimana jika kita minum saja."Ucap Nola tersenyum.

"Aku tidak ingin mabuk, Berikan kami minuman Non alkohol saja."Ucap Claudia, Nola mengangguk.

"Baiklah."

Claudia tersenyum dan bercerita dengan Nola, Sedangkan Robert, Hatinya terasa gelisah tak karuan. Ia memilih pergi keluar mencari angin dengan alasan ke toilet.

"Kau Robert?" Tanya seseorang, Robert menoleh, Tora... Kakak Nola.

"Tuan Tora?" Terkejut Robert, Tora tersenyum manis dan berjalan mendekat pada Robert yang kini berada di koridor belakang ruangan itu.

"Kau pasti datang bersama Nadia." Ucap Tora tersenyum, Seolah tak mengetahui apapun.

"Nadia? Tidak, Aku datang bersama Claudia. Anda salah kali ini." Ucap Robert terkekeh kecil.

"Tapi aku melihat Nadia di sini tadi, Dia datang bersama seorang pria, Aku pikir itu dirimu."Ucap Tora dengan wajah polosnya.

"Apa! Tidak mungkin, Apa itu tuan muda Axion!?" Kaget Robert, Ada rasa tidak terima juga di dalam hatinya.

"Sepertinya bukan, Karna laki-laki itu terlihat tua."Ucap Tora, Robert tak sengaja memukul tembok di belakangnya dengan kuat.

"Tidak mungkin, Nadia bukan gadis seperti itu."Ucap pemuda itu tak percaya.

"Aku juga percaya itu, Karna sebenarnya aku mengenal pria yang bersamanya itu."Ucap Tora terlihat berpikir.

"Anda mengenalnya, Siapa?!" Tanya Robert dengan nafas tak beraturan.

"Namanya bayu Gatra, Rekan bisnisku...Aku meminta Nola menemaninya hari ini, Tak ku sangka Nola malah menyuruh Nadia menggantikannya." Ucap Tora tersenyum tipis.

"Brengsek!"

Robert berlari menuju ruangan tempat Nola dan Claudia, Pemuda itu datang dengan wajah pias, Membendung amarah yang besar.

BRAK!

Nola dan Claudia menatap Robert aneh, Mengapa pemuda itu terlihat sangat marah. Apa yang membuatnya marah?!

"Di mana Nadia, Aku tau kau yang paling tau sekarang." Ucap Robert menatap Nola dengan tajam dan amarah menggebu-gebu.

"Apa maksudmu..."

"Beritahu aku, Di mana Nadia sekarang!" Teriak Robert, Pemuda itu melempar sebuah botol kaca, Tepat di bawah kaki kedua gadis itu.

Oke, Nola tau bahwa ia tak mungkin bisa melawan Robert, Tetapi jika sudah tau pun, Memangnya kenapa, Nadia hanya membayar hutang padanya...

"Dia ada di ruang 505, Menemani bayu Gatra Rekan bisnis kakak-ku." Ucap Nola, Robert langsung berlari ke sana, Sedangkan Claudia yang paham langsung memanggil beberapa orang penjaga.

"Kau harus menjelaskan semuanya habis ini." Ucap Claudia beranjak.

...--------------------------------...

"Aku tidak mengerti apa maksud kalian, Aku tak tahu bahwa teman kakak-ku itu sangat tua, Aku pikir dia seumur kita." Ucap Nola membela diri.

Claudia dan Robert masih menunggu Nadia untuk pulih, Gadis itu masih mabuk dan mungkin tidak akan bisa di mintai penjelasan.

"Nola...apa kau berniat menghancurkan hidupku?" Tanya Nadia dengan tatapan sayu yang lemah.

"Tidak, Kau jangan asal bicara, Aku sungguh tidak tahu bahwa rekan kakak-ku itu laki-laki tua, Sungguh!" Ucapnya lagi.

"Nona, Orangnya sudah selesai di interogasi." Ucap salah seorang penjaga, Claudia pun mengangguk.

"Bawa dia ke sini, Aku ingin tahu apa benar...Temanku ini, Memiliki niat jahat."Ucap Claudia menatap Nola tajam. Nola merasa panas dingin, Ia sudah berteman dengan Claudia cukup lama, Ia tahu Sifat gadis itu. Claudia tipe teman yang jika sudah dekat akan sangat membela, Tetapi jika di kecewakan, Dia akan sangat menghakimi.

Beberapa penjaga itu menyeret pria gemuk itu dengan sedikit kasar, Wajah lelaki itu juga sudah babak-belur layaknya di sengat lebah.

"Sekarang, Katakan dengan jelas, Apakah ada orang yang menyuruhmu melecehkan temanku!" Tanya Claudia pada bayu, Lelaki gemuk itu menatap satu persatu orang di sana dengan takut.

"JAWAB!"

"Iya, Ada!"

Claudia mendekat, Dengan tatapan tajam ia menampar pipi lelaki itu dengan cukup keras, Ia tak peduli jika tangannya terasa sakit dan kebas.

"Ku harap bukan dia yang menyuruhmu." Ucap Claudia menunjuk Nola, Sedangkan Nola kini semakin kencang mencengkram kedua sisi gaunnya.

Sial! Gumamnya.

"Bukan dia, Tetapi dia." Ucap bayu menunjuk Robert. Claudia dan Nola jelas terkejut apalagi Nadia yang menyaksikan dengan sisa kesadaran yang ada.

"Apa maksudmu, Jangan memfitnahku...aku yang menolongnya!" Teriak Robert menepis tangan bayu yang menunjuknya dengan kasar.

"Anda cemburu dengan kedekatan Nadia dan tuan muda Axion, Jadi anda menyuruh saya berpura-pura melecehkan nona Nadia agar anda bisa menjadi pahlawan untuknya." Ucap Bayu, Robert tak menyangka. Setelah bersusah payah menyelamatkan gadis itu, Kini justru ia malah di tuduh.

"BUKAN AKU, dia memfitnahku!" Teriak Robert.

"Saya bersungguh-sungguh, Jika tidak percaya. Di sana, sebelah ruangan 505 itu ada ruangan lain, Di dalam ruangan itu ada seorang pria yang seharusnya menjadi teman nona Nola, Tetapi dia menyuruh saya membuatnya pingsan."Ucap Bayu mencoba menjelaskan dengan sebaik mungkin.

"Sungguh bukan..."

PLAK!

Robert merasakan kedua pipinya yang terasa panas, Nadia berdiri dengan lunglai, Gadis itu menamparnya dengan cukup keras.

"Aku tak percaya kau serendah ini, Hanya untuk membuatku kembali kepadamu, Kau melakukan hal memalukan seperti ini. Aku sungguh jijik padamu."Ucap Nadia

"Kau tidak percaya padaku, Lihat saja cctv...ayo kita lihat cctv." Robert menarik Nadia, Gadis itu segera menepisnya.

"Untuk apa, Agar aku bisa melihat betapa memalukannya aku saat ketakutan tadi?! Sejak awal kau hanya seorang pria miskin yang berusaha memanfaatkan ku, Bahkan sekarang kau berani bermain-main dengan kesucian-ku!" Teriak Nadia menangis sambil meluapkan amarahnya.

"Memanfaatkan-mu, Aku selalu mendukungmu...Bahkan membelamu di hadapan Clarissa, Apa semua itu tidak kau lihat?!" Teriak Robert.

"Membelaku? Kau itu hanya anjing milik nona Clarissa, Sekalipun kau membelaku, Kau tetap menyuruhku menunduk padanya. Kau berbeda dengan Axion, Dia punya kuasa dan juga hati yang baik, Tidak brengsek seperti mu!" Teriak Nadia, Habis sudah kesabaran Robert.

"Lagi-lagi kau membandingkan aku dengannya, Aku lebih baik darinya, Nola lah yang sudah menjebak mu!" Teriak Robert, Nola yang diam sedari awal langsung terkejut.

"Aku tidak melakukan apapun, Kau sudah dengarkan... dia membuat pingsan teman kakak-ku yang seharusnya kau temani hari ini."Ucap Nola membela diri.

"Ada apa ini?" Tanya Tora yang baru datang, Wajahnya bingung seolah tidak tahu apa-apa.

"Kakak, Robert bilang aku yang menyuruh lelaki tua itu menemani Nadia, Padahal bukan aku yang melakukannya." Ucap Nola mengadu.

"Bukankah tadi tuan..."

"Cukup, Akui saja Robert, Lagipula Nadia sudah tidak percaya padamu. Untuk apa kau menuduh adik-ku."Ucap Tora tersenyum sinis, Robert menatap Nadia, Benar...gadis itu menatapnya dengan tatapan benci.

"Baiklah, Jika kau memang tidak mau percaya padaku, Aku tidak akan melakukan apapun lagi."Ucap Robert berbalik badan. Nadia sudah bukan Gadis lembut yang selalu percaya padanya, Gadis itu bahkan menamparnya hari ini.

TBC

like dan komen.

1
Laura Xaviera 💕
yuhuuuu/Determined/
Iruma-chan
semangat nulisnya, aku suka cerita transmigrasi.
Anissa Rahma
ceritanya menarik kak
Putri Amalia
halo kak, aku dah liat novelnya menarik bgt. rajin up yah jg smpe Hiatus 👀
Author hidup: Wah terima kasih, Aku akan berusaha up tepat waktu. Bantu like dan komen ya🙏😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!