NovelToon NovelToon
Ketulusan Dan Keikhlasan Cinta

Ketulusan Dan Keikhlasan Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:502k
Nilai: 4.7
Nama Author: Nadiva cahya

Kisah sepasang suami istri yang menikah karena sebuah perjodohan.
Ara dan Fawwaz.

Berawal dari tidak saling kenal, lalu dipaksa hidup dalam satu atap.

Ara bersikap sangat dingin dan acuh, berbanding balik dengan Fawwaz yang begitu hangat dan penuh perhatian. Walau sudah berkali-kali di acuhkan, ia tak pernah merasa bosan sedikitpun.

Suatu ketika Ara merasa kasihan dan ingin memperbaiki sikapnya. Benih-benih cinta mulai bersemi, tapi justru ujian berbalik kepadanya.
Dia harus melewati berbagai ujian untuk mendapatkan Fawwaz seutuhnya. Hingga suatu hari ia di melihat kenyataan yang membuat dunianya serasa runtuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadiva cahya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Terik matahari berada satu jengkal di atas kepala. Ara memesan minuman dingin untuk menghilangkan rasa dahaganya, tentunya dengan kaca mata hitam yang masih membingkai matanya.

Ia tidak mau orang lain melihat kesedihan di matanya.

Lalu seorang Pria yang sudah tak asing lagi bagi Ara menghampirinya.

"Maaf, apa aku membuatmu menunggu." Kata Alfin.

Ara menggeleng dengan senyum tipis di bibirnya.

Lalu Alfin duduk berhadapan dengan Ara.

"Mau aku pesankan minuman?" ujar Ara.

"Tidak, biar aku pesan sendiri." Sahut Alfin. Lalu Alfin memesan sendiri minumanya.

Sembari menunggu minumanya datang, Alfin mulai membuka pembicaraan.

"Ada yang bisa aku bantu Ra?" tanya Alfin.

Ara merogoh tas nya dan mengambil selembar foto yang ia temukan tadi malam.

"Jika ingatan Fawwaz sudah kembali, tolong berikan ini padanya." Kata Ara.

Ia menyodorkan fotonya pada Alfin.

"Kamu mau kemana?" tanya Alfin.

"Aku hanya ingin mencari ketenangan." Jawab Ara kemudian ia beranjak dari duduknya.

"Aku permisi." Pamit Ara kemudian keluar dari cafe tersebut.

Setelah Ara pergi, Alfin membuka fotonya.

Ia terbelalak melihat foto tersebut.

"Apa yang kau lakukan Waz ... kenapa kau tidak membakarnya !" Umpat Alfin.

Ia menggaruk rambut belakangnya yang tidak gatal.

Kemudian Alfin menyusul Ara keluar tapi Ara sudah masuk ke dalam taxi.

"Aissh, pasti dia salah paham dengan foto ini." Gumam Alfin.

"Kenapa aku harus terlibat dalam rumah tangga mereka, ck." Alfin berdecak kesal.

Lalu Alfin kembali memandang foto tersebut.

"Fawwaz, Fawwaz !!"

****

"Assalamu'alaikum." Ara mengucap salam saat dirinya sampai di rumah.

"Waalaikumsalam." Sahut Ratih dan Bibik.

"Buk, kita pulang ke Surabaya besok pagi. Ara sudah membelikan tiket untuk kita," ujar Ara.

Ratih menghentikan aktifitas memasaknya.

"Kamu yakin Nak?" tanya Ratih, memastikan jika Putrinya tidak dalam keadaan terpaksa.

Ara mengangguk.

"Nanti sore kita ke rumah sakit." Kata Ara lalu pergi ke kamarnya.

Ratih menghampirinya tapi Ara mengunci diri dari dalam.

Tok tok.

"Ra, kamu sudah makan Nak?" tanya Ratih dari balik pintu.

Ara terdiam, dia lupa jika dirinya sedang hamil.

"Ibuk tunggu di meja makan ya Nak," ujar Ratih.

"Ibuk sama Mas Arga makan saja dulu. Ara mau istirahat sebentar." Sahut Ara.

Ratih pun membiarkan Ara sendiri.

Hik hik ...

Ara menangis, dadanya masih terasa sesak kala mengingat foto yang ia temukan semalam. Lalu matanya terasa berat, karena semalaman ia tidak tidur.

Kemudian ia memejamkan matanya.

Sementara itu di rumah sakit Diana dan Hermawan sedang menemani Fawwaz di dalam ruangan.

Dokter sudah memperbolehkan Fawwaz makan asalkan makanan tersebut dari rumah sakit.

"Nak, Mama suapi ya ... " ucap Diana.

"Iya Ma." Jawab Fawwaz.

Lalu Diana menyuapi bubur sedikit demi sedikit ke dalam mulut Fawwaz.

"Ma, dimana wanita yang suka gangguin Fawwaz kemarin." Tanya Fawwaz. Ia celingak celinguk ke luar ruangan.

"Siapa maksud kamu?" sahut Diana santai sembari menyendok bubur dari mangkok.

"Itu loh Ma, siapa sih kemarin namanya. Kalau gak salah Ara." Fawwaz mengingat-ingat.

Diana seketika menghentikan aktifitasnya, ia lempar pandang dengan suaminya.

"Kenapa kamu tanya dia. Kamu kangen?" ujar Diana setengah menggoda.

"I ... ya enggak juga Ma." Sahut Fawwaz dengan suara terbata-bata.

Kemudian ruangan menjadi hening.

Sedang bubur yang ada di tangan Diana sudah habis di lahap oleh Fawwaz. Lalu Diana meletakkan di meja samping ranjang.

"Ma," panggil Fawwaz.

"Hem ... " Diana berdehem.

"Emang benar dia istri Fawwaz?" tanya Fawwaz. Perasaanya ragu.

Diana mematung sejenak, lalu menganggukan kepalanya.

"Tapi kenapa Fawwaz tidak bisa mengingatnya sama sekali Ma." Ungkap Fawwaz.

"Kalau begitu jangan di paksa. Hal itu juga kan yang membuat kepalamu sakit kemarin?" Diana menatap tajam ke dalam mata Fawwaz.

Fawwaz hanya terdiam, lalu berpaling menatap keluar jendela.

Ara dan Ratih mengunjungi Fawwaz ke rumah sakit. Sedangkan Arga memilih di rumah saja. Lalu setibanya di depan ruangan, Ara mengetuk pintunya.

"Assalamu'alaikum," ucap salam Ara.

"Waalaikumsalam." Sahut Diana dan Hermawan bersamaan.

"Tuh, wanita yang kamu cari sudah datang. Bersikaplah yang baik." Tutur Diana pada Fawwaz.

Fawwaz tidak bergeming.

Lalu Hermawan membuka pintunya.

"Ara, silahkan masuk." Pinta Ayah mertua Ara.

"Gak usah Pa, Ara di luar saja." Kata Ara

"Ada yang mau Ara bicarakan sama Mama dan Papa." Imbuhnya.

Diana dan Hermawan saling tatap selama beberapa detik, lalu mereka menuruti permintaan Ara.

Ara, Ratih, Diana dan Hermawan berada di luar ruangan. Tak lupa Diana menutup pintunya.

"Ada apa Nak?" tanya Diana penasaran.

Hhhhh. Ara menghela nafas berat.

"Gini Ma, Ara memutuskan untuk ikut pulang ke Surabaya." Ungkap Ara.

Diana dan Hermawan lagi-lagi bertukar pandang.

"Ada apa Nak kok tiba-tiba seperti ini?" tanya Diana.

"Kalau Fawwaz menyakiti Ara, Mama dan Papa minta maaf ya Nak." Ujar Diana, matanya menjadi sendu.

Ara menggeleng cepat.

"Bukan itu Ma, Ara sudah maafin Mas Fawwaz. Tapi ... "

Ara menghentikan sejenak kalimatnya.

"Tapi kenapa Nak?" tanya Diana penasaran.

"Tapi Ara ingin fokus menjaga kehamilan ini." Sahut Ara.

"Bukanya Mama ingin Ara menjaganya dengan baik." Sahut Ara.

Meskipun kenyataanya bukanlah seperti itu.

"Ya sudah kalau menurutmu itu yang terbaik." Kata Diana.

Ara mengangguk.

"Kapan Nak mau berangkat?" tanya Diana.

"Besok pagi Ma ... " Jawab Ara.

"Secepat ini Nak?" tanya Diana tak percaya.

Ara mengangguk.

"Kalau begitu Ara sama Ibuk pamit ya Ma," ucap Ara sembari mencium dan memeluk Ibu mertuanya.

"Hati-hati ya Nak," sahut Diana sembari mengusap bahu Ara.

Ara mengangguk.

"Salam buat Kak Alya ya Ma." Kata Ara.

"Iya, nanti Mama salamin." Sahut Diana.

Kemudian Ara ganti berpamitan pada Ayah mertuanya.

"Pa," Ara merengkuh telapak tangan Ayah mertuanya lalu menciumnya.

"Hati-hati ya Nak. Kami minta Maaf jika melukai hatimu." Pesan Hermawan.

Ara tidak kuat membendung air matanya kala Ayah mertuanya mengatakan hal seperti ini tapi Ara segera menutupi matanya dengan kacamata hitam.

Setelah Ara berpamitan kepada kedua mertuanya, berganti Ratih yang berpamitan kepada Diana dan Hermawan. Lalu ia segera beranjak keluar.

Baru beberapa Ara melangkah, suara Diana menghentikan langkahnya.

"Ra," pekik Diana.

Ara menoleh, "iya Ma." Sahutnya.

"Apa kamu tidak mau masuk ke dalam dulu."

Diana menunjuk ruangan Fawwaz.

Ara melirik Fawwaz sebentar dari balik kaca jendela, tapi ia sedang tidak ingin bertemu dengan suaminya.

"Ara titip salam sama Mama saja, untuk Mas Fawwaz." Sahutnya lalu beranjak keluar rumah sakit.

Diana tersenyum, begitupun dengan Ara.

Saat berada di lorong rumah sakit, tubuh Ara terasa lemas, ia menyenderkan tubuhnya ke tiang rumah sakit, dadanya terasa sesak kembali.

"Bagaimana mereka bisa setenang itu setelah membohongiku seperti ini." Batin Ara menangis mengingat kebohongan yang dilakukan Fawwaz dan keluarganya.

Ia meremas dadanya, merasakan sakit yang teramat.

"Ra, kamu kenapa Nak?" tanya Ratih. Ia mengkhawatir kondisi Putrinya.

"Apa kita tunda dulu Nak ke Surabaya nya?" tanya Ratih.

Ara menggeleng cepat. Lalu ia segera berdiri seperti tidak terjadi apa-apa.

"Ara gak apa Buk, ayo kita pulang," Ujarnya sok tegar.

Bersambung.

Info sebentar.

Author kasih pilihan nih ke kalian, mending up dua bab perhari atau tiga bab perhari atau satu bab saja hehe.

Jangan lupa setelah baca di like, komen dan kasih vote juga. Biar Author makin semangat ngelanjutin ceritanya.

Klik tombol love nya biar gak ketinggalan sama cerita selanjutnya.

1
Surmayanti
kere
🌼💐shanty💐🌼
hey kak nadiva🙏novel kak bgus banget.dilihat dari YouTube langsung ke novel nya dong
Fa Rel
satu kata kecewa ma fawas
Fa Rel
terlalu baik smaa.goblok itu beda tipis
Fa Rel
ara goblokkkkkkkkkkk bgt bgt wanita kok oon
Fa Rel
cerai.aja deh ma nikolas biar fawasss sialan nyesel
wina 2480
iihhh...si nicho mah narsis abiss😂😂😂😆😆
Xyylva Xyylva
thor gimana perasaan terbaru fawwaz setelah ditinggalkan sora dan tidak kembali lagi....apakah ada perasaan cinta dan sayang atau hanya iba/ kasihan....jujur thor agak MENYESAL baca novel ini.aku kira di novel ini fawwaz dan ara sehidup semati tanpa ada cerita orang ketiga...bukan brarti novel author gak bagus....jujur novelnya bagus...di awal saya baca sampai sebelum sora hadir saya semangat membacanya....walaupun konfliknya ada angeline...tpi gak sangka thor setelah sora masuk bahkan jadi istri fawwaz saya agak malas bacanya tpi saya penasaran dengan kehidupan mereka ber tiga...tpi jujur thor...saya baca sampai ending,saya agak kecewa.karena yang diuntungkan disini sora dan fawwaz...dan untuk ara kamu wanita bodoh, sok baik dan sok dermawan gak ada perempuan yg mau berbagi....dan untuk kamu fawwaz laki - laki munafik,dan sakit jiwa (bilang cintanya hanya untuk ara tapi sanggup melakukan hubungan dengan sora yg penyakitan).untuk kamu sora aku paling benci dengan karaktermu....perusak rumah tangga org,egois dan jahat....memanfaatkan penyakitnya supaya ara kasihan dan luluh....
Umar
mna ad orang kek Ara di dunia nyata yg ad dunia novel bnyak
Amira Zahira
baca novel ini buat hati panas aja. apakah yg buat novel ini bukan seorang wanita...mengapa wanita dengan bodohnya mau menerima segala kesakitan dan menahan penderitaan... seolah-olah laki laki hanya ada 1 aja di dlm dunia ini....cara hapus novel ini gimna sih 😡😡
Heti Rohaeti
pelakor ada d mana mana..😩
Ibel Siregar
p
Mardiyeti
Masf teori.. pnggunaan kata menyeringai kurang pas..
Efan Zega
mangkanya jgn sok kuat
cici wirnasari
apakah fawwas bercerai dgn Sora???????
Tri Widayanti
jgn sok tegar kalo ngga kuat
Tri Widayanti
dasar laki laki
Tri Widayanti
Pokoknya dipoligami itu ngga enak
Tri Widayanti
Percaya deh,dipoligami itu ngga enak.
pasti ada hati yg tersakiti.
Duhh knpa ujungnya kek gini sih😥
Tri Widayanti
Ngmgnya aja ngga suka..tp lihat semlehoy jelalatan.kayak kucing dikasih ikan.
dasar laki laki
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!