Gender Bender novel
kisah tentang lelaki biasa yang masuk ke dunia lain dengan sistem bantuan yang sangat sangat kuat
namun sebagai ganti kekuatan nya yang sangat besar,setiap sang lelaki ingin menggunakan kekuatan sistem
sang lelaki akan di ubah menjadi perempuan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Panda Mentari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.32
"huah...kenyang" ucap Yuki dengan wajah pemalas sambil menepuk perutnya beberapa kali
kemudian dari luar terdengar suara langkah kaki seseorang
tak! tak! tak!
Gray pun berdiri sambil membawa mangkuk bubur yang sudha habis "aku pergi dulu" kata nya
kemudian di saat yang sama pintu terbuka dengan Edran di luar
"Yuki kau sudah bangun?" tanya Edran yang baru saja menyadari Yuki sedang dalam posisi duduk
"hm..." Yuki mengangguk
Edran dan Gray pun saling melewati,namun sesaat Gray sedikit menatap sinis Edran kemudian meninggalkan ruangan itu
Edran pun duduk di samping Yuki
"sudah berapa lama aku tidur?" tanya Yuki
Edran pun menjawab "baru satu hari"
kemudian Edran pun bertanya "apa perlu ku panggilkan Shera dan Mia?"
Yuki menggelengkan kepalanya pelan "gak..."
Saat Edran melihat wajah Yuki,wajahnya tampak sedih,Edran mengepalkan tanganya untuk mengumpulkan keberanian untuk bertanya
"hei Yuki...apa kau marah dengan orang Theodes?" tanya Edran dengan wajah yang sedikit khawatir dan takut kalau Yuki akan marah
Yuki sedikit terkejut dengan hal yang di tanya Edran,kemudian dia menjawab "...tentu aku marah...tapi aku tidak punya keinginan untuk balas dendam"
Mendengar hal itu,Edran merasa lebih tenang tapi juga merasa bersalah pada Yuki
"Edran aku mau tanya" ucap Yuki dengan suara pelan
Edran pun menjawab "apa?" sambil mengambil segelas air dan meminum nya
Yuki pun langsung melirik Edran dengan mata jahil/licik dengan seringai yang seakan memiliki niat tersembunyi
"apa kau suka Seren?"
"PUFFTT!?"
pertanyaan spontan itu membuat Edran menjadi panik dan tidak sengaja tersedak air dan menyemburkan nya
"ap-apa maksudmu?!" kata Edran dengan wajah merah malu malu
"darimana kau tau!" ucap Edran dengan suara yang agak beras karena terkejut
"yah gimana ya bilang nya...gini gini aku tuh peka sama percintaan tau" kata Yuki dengan wajah percaya diri sambil bergaya
Edran pun hanya memasang wajah aneh yang seakan berkata 'heleh peka percintaan tai kucing'
melihat wajah bangga Yuki itu pun sedikti membuat Edran kesal hingga Edran pun berbatin "ada dua orang suka sama dia aja gak nyadar,masih bilang peka percintaan" batin nya dengan wajah datar
"jadi aku benar kan?" kata Yuki dengan wajah yakin dan semirik bibir yang menyebalkan
"y-yah kurasa Seren punya perasaan padaku" kata Edran dengan wajah malu malu
Yuki pun melipat tangan nya "hilih udah ketebak masih banyak omong" ucap nya dengan wajah sombong
"sumpah kenapa dia kayak minta di pukul ya?" batin Edran yang hampir kelepasan memukul Yuki
Yuki kemudian melembutkan suara dan wajahnya "jadi boleh aku denger ceritamu,gimana awal mula nya?"
Edran sedikit tersenyum saat mendengar Yuki au mendengar ceritanya,Edran pun mengambil nafas lalu mulai bercerita
"dulu saat aku masih anak anak,kami awalnya hanya sebatas teman di usia anak anak,tapi kami berdua sadar,kalau hubungan kami lebih dekat dari yang di sebut sebagai teman
perlahan lahan kami menjadi lebih akrab lagi sampai kadang aku menginap di rumahnya,kami berdua mandi bersama dan sebaliknya juga berlaku di rumahku
Dulunya kami cuman hidup di desa kecil yang berlokasi lumayan dekat dengan kota Theodes,dulunya kami juga punya mimpi konyol masing masing
Seren pernah bilang pada ku kalau dia ingin menjadi seorang pendekar pedang terkuat,lalu aku juga berkata padanya kalau aku ingin menjadi adventurer terkuat
Kami berdua selalu berpegang teguh pada impian kami saat itu,jadi kami kadang menonton beberapa orang yang lebih dewasa dari kami berlatih pedang memanah dan sebagainya
Itu sederhana tapi sangat membahagiakan saat bersama Seren,hingga bertahun tahun berlalu,kami juga mengikuti latihan itu
memang latihan nya cukup keras jika di bandingkan dengan umur kami saat itu,tapi tekad kami untuk menggapai impian kami juga tidak kecil hingga tidak membuat kami menyerah untuk bertambah kuat
Hingga suatu saat ketika kami dalam umur menjelang dewasa,kami pun pindah ke kota Theodes untuk mencoba menggapai mimpi kami,aku mendaftar sebagai Adventurer dan Seren mendaftar sebagai ksatria
tak lama sekitar beberapa bulan,kekuatan kami berdua di akui,banyak yang bilang kalau kani memeiliki bakar di bidang kami saat itu,hingga aku bisa meraih tingkat yang cukup tinggi sebagai adventurer
Tapi dalam sekejap kabar kehancuran tanah kelahiran kami yang musnah pun sampai di kota Theodes,kabar itu menyebar begitu cepat hingga langsung sampai di telinga kami berdua
kabar penyerangan demon yang langsung membantai satu desa itu,seketika menghancurkan hati ku
Sebelumnya Seren adalah gadis yang periang,dia juga murah senyum,bahkan senyum nya sangat lebar,tapi sejak kejadian itu...
sifatnya berubah drastis....
harusnya kau bisa tau apa yang terjadi selanjutnya kan?"
Yuki hanya termenung setelah mendengar cerita Edran
"yah kira kira aku bisa menebaknya"
Suasana mu menjadi canggung setelah itu,mereka berdua menjadi bingung harus bagaimana,di sisi Edran merasa bersalah pada Yuki dan Yuki merasa sudah mengungkit masa lalu Edran
namun di saat yang tepat
Blam!?
"YUKI KAU SUDAH BANGUN?!" teriak Shera yang baru saja tau kalau Yuki sudha siuman
"y-ya begitulah" jawab Yuki dengan wajah cukup terkejut ketika Shera tiba tiba membanting pintu dengan sangat keras
Mia pun juga menghampiri Yuki sambil berkata "Guild Master sepertinya kita di cari oleh Raja"
Edran pun memasang wajah bingung "raja?"
Mia pun mengangguk
"karena Yuki sekarang sudah bangun,artinya kita berempat harus menemui Raja" terang Shera melanjutkan kalimat Mia
"huh...baiklah"
kemudian Yuki pun bangun dari kasur itu,lalu meninggalkan ruangan di ikuti dengan Edran Shera dan Mia
mereka berempat kemudian berjalan menuju ruang tahta raja
Hingga sesampainya di depan gerbang nya,dia Ksatria penjaga pun membukakan pintu besar itu
lalu suara sambutan keras terdengar
"SANG PENYIHIR ES BESERTA TEMAN TEMAN NYA TELAH TIBA!?" teriak salah satu Ksatria
"penyihir es,apa apaan nama itu?" batin Yuki yang merasa nama itu sedikit jelek
Edran pun berdiri di depan Yuki untuk memberi contoh supaya Yuki bisa meniru nya
Edran pun langsung bersujud di depan dang raja,kemudian Yuki dan lainya juga mengikuti Edran
"Baiklah angkat kepala kalian" ucap sang raja...
Saat Yuki mengangkat kepalanya,apa yang dia ekspetasikan dari seseorang yang menyandang gelar raja..
penampilan nya sangat berbeda dengan ekspetasi nya yang mengura raja akan memiliki jenggot panjang dengan wajah berumur 30 tahun an dan aura intimidasi yang kuat
Tapi seorang raja yang sedang duduk di kursi tahta yanga da du depan Yuki hanyalah
"anak kecil?"
Bersambung