demi menemukan jasadnya, Roh dari Wanita bernama Safana harus berkeliaran menjadi hantu, menemui satu persatu orang yang ia kenal, Hingga sebuah kebenaran berhasil ia dapatkan dengan bantuan seorang pengacara muda nan tampan bernama Fatir. kebenaran apa yang mereka temukan ??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Leo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Capter 32
.
.
Dalam kelelahan dan putus asa karna tidak menemukan apapun Fatir menyudahi meneliti sekeliling gedung.
"Kita pulang saja. sepertinya memang tidak disini. ayo.."Ajak Qianu. Fatir membuang kasar nafasnya. entah mengapa kakinya sangat sulit melangkah, ia yakin sekali jika digedung itu ia bisa menemukan bukti.
"Cepatlah!!! "Qianu kembali menyadarkan Fatir. dan akhirnya Fatir melangkahkan kakinya. saat itu kaki Fatir tersandung beberapa potongan barang yang dirusak Qianu tadi hingga Fatir terjatuh.
"aahhh!! "
Fatir pun segera berdiri namun saat akan berdiri Fatir melihat sesuatu dibawah meja besar.
"Qi!!! Kemarilah dulu!!! " panggil Fatir.
Qianu menghentikan langkahnya, Lalu membalikkan badan. "Astaga.. kau seperti anak kecil saja.. bagaimana bisa jatuh.."omel Qianu sembari melangkah mendekati Fatir.
"Ayo aku bantu berdiri."Qianu menyodorkan tangan.
"Lihat ini.."Fatir menunjuk kebawah meja besar.
Qianu mengikuti telunjuk Fatir. mata Qianu sampai memicing sebab dibawah meja itu bercahaya remang-remang.
"Itu bekas galian?? "Duga Qianu.
"Bantu aku mengangkat meja ini.."Fatir segera berdiri.
"Tapi ini meja besar sekali Fatir.."balas Qianu.
"Diamlah!! cepat.."Fatir semangat sekali. meski kesulitan keduanya tetap berusaha.
.
.
Papa Rio tiba didepan rumah Ridwan setelah mencari Ridwan sejak pagi dari kantor namun tidak juga menjumpainya. ini adalah kedua kalinya papa Rio kerumah itu, dan baru sekarang papa Rio melihat mobil Ridwan sudah dirumah.
Segera papa Rio turun dari mobilnya dan hendak masuk.
Tak sengaja dari jendela kamar Ridwan bisa melihat mobil yaNg ada didepan rumahnya.
"Ya ampun.. itu mobil papa.."Ridwan panik sekali. lalu ia berlari keranjang.
"Lola.. bangun!!! bangun!!! cepat pergi sana kekamar mandi ada Papa mertuaku!!! "Ridwan membangunkan wanita baru bawaannya.
"apaan sih sayang.. aku capek.."balas Lola.
"cepatlah!!! "Ridwan menarik tangan Lola dengan paksa.
"Baby!!! kau kasar sekali.." Teriak Lola.
"Shuutt!!! diamlah!!!"Ridwan memasukkan Lola kekamar mandi.
"Ingat ya, kunci pintunya. jangan bersuara."pesan Ridwan.
"jangan lama-lama ya?? "manja Lola.
Ridwan tak menjawab ia langsung berlari sembari memakai kaos oblongnya menuju pintu depan.
Papa Rio terus menekan bel rumah, sebab didepan mobil Ridwan telah terparkir. sudah pasti jika pria itu ada dirumah.
Ridwan mengatur nafasnya, sembari membuka handle pintu.
"Akhirnya kau keluar juga."Ucap Papa Rio dengan wajah seriusnya.
"P..papa, Ada apa kemari?? "Tanya Ridwan berusaha terlihat biasa.
"Apa aku tidak boleh mengunjungi rumah anakku ??!!"Timpal papa Rio dengan nada penekanan.
Susah payah Ridwan menelan ludahnya. apalagi saat Papa Rio langsung masuk melewati dia.
"Em...papa mau minum apa?? Ridwan buatkan.."Tawar Ridwan.
"Tidak.perlu. duduklah."Cegah papa Rio saat Ridwan hendak.kedapur.Meski bingung Ridwan akhirnya menurut duduk.
"Kemana kau seharian ini?? papa mencarimu sejak pagi."Tanya Papa Rio.
"Eem.. aku dirumah pa. badanku sedikit tidak enak."balas Ridwan. nampak papa Rio hanya menganggukkan kepalanya sembari tersenyum. Menantunya itu sudah membohonginya.
"Apa kau sudah bisa menerima kepergian istrimu?? kau terlihat bahagia sekali"Sebuah pertanyaan yang membuat Ridwan menelan kasar ludahnya.
"Menerima dengan berat Pa.. mau bagaimana lagi, Tuhan lebih sayang dengan dia."Balas Ridwan yang langsung berakting sedih.
"Lalu kenapa kasusnya kau tutup..?? memang pelakunya sudah tertangkap?? Jika iya, Kenapa kau tidak mengabariku?? Apa kau lupa aku ini orangtua istrimu?? Bahkan sampai sekarang pun aku tidak bisa makan dan tidur dengan nyenyak setelah kehilangan putri kesayanganku."Cecar Papa Rio dengan menatap tajam Ridwan.
"Kau bahkan sekarang berani membohongi papa, setelah kebohongan lama kau simpan rapat-rapat."Imbuh papa Rio.
"Kebohongan?? ridwan tidak membohongi papa.."balas Ridwan membela diri.
"benarkah??!! Lalu bagaimana hubunganmu dengan putri kedua ku??"seketika mata Ridwan membulat saat pertanyaan mengejutkan dilontarkan papa Rio untuknya.
.
.
.
😀😀❤❤😘😍😙
Malah ribet diganti mayat orang kecelakaan, gk jelas juga siapa dan kapan kecelakaan entah sengaja atau tdk. tp kalau kebetulan lebih mustahil krn mayat walau muka hancur tp body dan ciri2 fisik setidaknya mirip banget.