NovelToon NovelToon
System Keberkahan

System Keberkahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Ahli Bela Diri Kuno / Sistem / Mafia / Kaya Raya
Popularitas:673.8k
Nilai: 4.7
Nama Author: Hoream_Aranhaa

Seorang remaja yang beruntung mendapatkan sebuah sistem dan membuat kehidupannya nya berubah lebih layak, ia akan menguasai dunia bawah dan menjadi raja dari segala raja.

ia akan membalas semua perlakuan buruk terhadap keluarganya bahkan ia akan membalas dendam terhadap keluarga ayah kandungnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hoream_Aranhaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kulit badak

Para warga berbondong-bondong mengucapkan terima kasih ke mereka, kini keadaan desa kembali tentram meski belum sepenuhnya karena saat ini juragan Karmin telah menguasai desa ini. Bahkan hasil panen mereka pun harus dibagi dua .

Mereka langsung menuju rumah juragan Karmin, dan sesampainya disana para penjaga langsung menodongkan senjatanya masing-masing.

“Cih, sampah seperti kalian memang pantas untuk mati”ucap Deon

“Bunuh mereka semua”titah Raka

“Baik tuan”

Para anggota Alligator Blood langsung menyerang mereka dengan membabi buta, sedangkan Raka dan Deon langsung masuk ke dalam rumah itu.

Dor

Dor

Mereka berdua menembaki para penjaga yang menyerangnya, Deon mencari keberadaan orang yang telah membunuh kedua orang tuanya dan akhirnya ia sampai di kamar yang terletak di lantai dua.

“Kau begitu nikmat, puaskan aku sayang”

“Akhh, iya sayang uhh”

Brak

Deon yang mendengar suara desahan itu langsung mendobrak pintu itu hingga copot, kedua pasangan yang sedang menjalin hubungan badan itu tentu saja terkejut. Bahkan lelaki tua itu langsung berdiri dengan keadaan bugil karena saking terkejutnya.

“Siapa kalian hah, berani sekali kau masuk dan mengganggu kesenangan ku sialan”bentak Karmin

“Oh ya!! Apa kedatangan ku ini mengganggu kesenanganmu pak tua?? Jadi bagaimana kalau sekarang gantian, aku yang bersenang-senang karena aku yang akan mencabut nyawamu”ucap Deon

“Bajingan, siapa kau? Aku tidak punya urusan dengan kalian dan jangan harap kalian bisa membunuhku”

“Benarkah? Coba kau lihat di luaran sana”

Juragan Karmin yang sudah memakai celana kolor itu langsung menuju jendela kamarnya, dia sangat terkejut karena melihat mayat anak buahnya sudah berserakan bahkan kepala dan kaki mereka pun tak bersatu.

Sedangkan wanita yang berada di kamar itu sudah gemetar dan ketakutan, ia memohon kepada Raka dan Deon agar membebaskannya. Keputusan itu hanya ada di Deon karena lelaki itu yang memiliki urusan.

“Kau keluarlah sebelum aku berubah pikiran”ucap Deon

“T..terima kasih tuan”

Tubuh juragan Karmin semakin gemetar, ia tak tahu siapa orang yang melakukan penyerangan dirumahnya ini. Deon membuka topengnya dan ia menatap juragan Karmin dengan tajam

“Kau menyuruh anak buahmu untuk membunuh kedua orang tua ku, dan sekarang? Aku yang akan membunuhmu”

“S..siapa kau? Aku tak pernah menyuruh anak buahku untuk membunuh orang tuamu”

“Cih, tanah yang kau bangun rumah ini adalah tanah milik keluarga ku”

“Tanah ini milik ku, karena anak pertama pemilik tanah ini menjadikan sertifikat tanah ini sebagai jaminannya, lalu salahku dimana?”tanya Karmin

“Sialan, kau yang telah membunuh orang tuaku bangsat, akan ku penggal kepalamu”teriak Deon

Raka hanya melihat saja, ia tak ingin ikut campur dengan urusan kakak angkatnya. Deon berjalan mendekati Karmin sedangkan lelaki tua itu semakin mundur

Dor

Lelaki tua itu menebak Deon dan mengenai lengannya, Raka ingin menghajar lelaki tua itu karena berani melukai keluarganya, namun Deon melarangnya karena ini urusannya.

“Apa kau kira, aku akan mati hm?”

“P..pergi kau”

Dor

Dor

Dor

Deon menembaki dua kaki pria tua itu dan satu tangannya yang memegang pistol, lelaki tua itu langsung terjatuh dan meringis kesakitan. Deon berjalan ke arahnya lelaki itu dan langsung memukulinya

Bugh

Bugh

Brak

Juragan Karmin terlempar keluar jendela, bahkan para warga yang menyaksikan itu tentu saja terkejut. Antara senang dan kasihan melihat mereka yang mati mengenaskan.

“Aku gak papa, kita langsung ke bawah saja”ucap deoh

“Apa kakak yakin? Lebih baik kakak obati dulu luka kakak”

“Kakak gak papa”

“Yaudah, kakak pegangan ke Raka”

Wushhh

Mereka berdua langsung menghilang dari ruangan itu dan muncul tepat di samping juragan Karmin, lelaki tua itu masih bernafas meskipun sudah banyak luka.

Meski sudah malam, namun para warga bisa melihat kemunculan kedua orang bertopeng itu karena cahaya lampu dan bulan yang begitu bersinar.

“A..ampun, t..tolong jangan bunuh aku”ucap juragan Karmin dengan terbata-bata

“Jangan bunuh suami saya, kasihan dengan anak kita yang masih membutuhkan kasih sayang dari dia”ucap wanita paruh baya

“Lalu bagaimana dengan kedua orang tua ku yang dibunuh oleh suamimu sialan, bagaimana dengan orang-orang yang menuntut keadilan karena keluarga mereka dibunuh oleh suamimu itu bangsat”teriak Deon

“Bagaimana dengan para warga? Anak gadis mereka diculik dan dijadikan pemuas nafsu suami itu, hasil panen mereka harus dibagi dua suamimu sedangkan mereka hanya mendapatkan 20% dari hasil panen mereka”bentak Deon

Wanita itu hanya diam saja, para warga yang mendengar ucapan Deon sangat terharu dan juga ikut demo agar juragan Karmin dibunuh saja. Mereka ingin kehidupan damai di desanya ini.

“Kau juga harus ingat Teti, selama ini kau dan anakmu itu selalu diperlakukan buruk oleh suamimu dan suamimu juga selalu berganti-ganti pasangan dan bahkan dia berhubungan intim dengan simpanannya, sedangkan kau? Kau hanya dijadikan pembantu oleh suamimu itu”teriak salah satu warga

“Jika kau ingin ikut dengan suamimu maka aku siap mencabut nyawa kalian”ucap Deon

Wanita yang bernama Teti itu hanya diam, bayangan-bayangan ia diSiksa dan juga berhubungan suami istri dengan orang lain bahkan di depan dia dan anaknya.

“Aku ingin hidup damai dengan anakku saja, aku akan membawa anak ku jauh dari tempat ini dan mengobati rasa trauma dia”ucap wanita itu

Juragan Karmin semakin gemetar, harapan ia berada di istri pertamanya namun saat ini ia baru sadar jika selama ini dia memperlakukan istrinya dengan kasar.

Srek

Kepala juragan Karmin menggelinding ke arah warga bahkan matanya pun melotot, entah dari mana deon mendapatkan parang tajam itu. Setelah itu Deon ambruk diatas tanah sambil menangis, kini balas dendam atas kematian orang tuanya sudah hampir selesai tinggal mencari satu lagi yaitu Kakak kandungnya.

“Pergi dari sini”perintah Raka

“Baik tuan"

Melihat segerombolan orang bertopeng akan pergi, para warga langsung menghadangnya kembali dan mengucapkan ribuan terima kasih. Mereka juga membawa banyak barang-barang untuk orang bertopeng itu.

“Kami tidak menerima itu semua, lebih baik kalian bagikan ini semua ke orang yang kurang mampu”ucap Raka

“Terimakasih tuan-tuan, kami akan selalu mengingat atas kebaikan tuan semuanya”

“Sama-sama”jawab mereka

Kini tujuan mereka berangkat pulang, namun saat melewati makam, mereka berhenti sejenak karena Deon ingin berpamitan dengan kedua orangtuanya.

“Bapak dan ibu yang tenang ya disana, mematikan kalian sudah Deon balaskan dan hanya tinggal satu lagi, Deon berjanji akan menjadi anak yang sukses dan mengejar cita-cita yang ibu inginkan. Ibu ingin Deon menjadi seorang pengusaha bukan? Saat ini Deon bekerja dengan Raka Bu”

“Apa ibu ingat Raka? Deon selalu memanggil dia dengan sebutan Andra dan saat ini Deon tinggal bersama mereka Bu, bahkan Tante Naomi mengangkat Deon menjadi anak nya. Deon berjanji akan menjaga keluarga baru Deon saat ini dan juga akan menuruti semua perintah ibu Naomi”

“Apa kalian berdua bahagia diatas sana? Maafkan Deon karena tak pernah menjenguk kalian beberapa tahun ini tapi mulai sekarang, Deon akan menjenguk kalian setiap minggunya, apa kalian bahagia? Kalau begitu Deon pamit pulang dulu ya, sampai jumpa kembali ibu, bapak”

Raka yang melihat Deon sudah kembali langsung merangkulnya, mereka langsung menjalankan motornya menuju kota dan kembali ke markas.

Malam ini, Raka kembali bermimpi nenek tua yang membuat tidurnya terganggu dan akhirnya terbangun. Ia mengambil air minum ke dapur dan langsung meneguknya hingga habis.

Paginya, Raka meregangkan tulang-tulang tubuhnya dan setelah itu ia menuju mandi. Ia keluar dari lift dan menuju dapur.

Di meja makan sudah terhidang sandwich dan susu coklat hangat, Raka duduk dan menikmati sarapan paginya. Sedangkan para abang-abang nya yang berada di dapur itu mereka gemas dengan tingkah Raka.

“Oh ya dek, barusan anggota kita melaporkan kalau keluarga tiba-tiba hilang dan anggota kita kehilangan jejak dari mereka”lapor Felix

“Sepertinya ada seseorang yang melindunginya, bahkan kami sangat sulit mencari lokasi mereka”jelas Galang

“Tak apa, masih banyak waktu untuk mengurusi mereka semua biarkan mereka bahagia saat ini”ucap Raka

“Kamu berangkat sana sudah siang”Ucap Gilang

“Eh iyah, hari ini tolong salah satu dari kalian datang ke markas Red Blood dan bilang ke mereka untuk mengatur pertemuan ketuanya dengan ku, karena semalam aku tidak bisa datang”jelas Raka

“Nanti Abang kesana, kamu tenang aja”ucap Felix

Raka pun pamit berangkat sekolah, ia menjemput kekasihnya terlebih dahulu setelah itu mereka berdua menuju sekolahan. Baru saja memarkirkan mobilnya tiba-tiba terdengar suara yang memanggil Raka

“Raka tunggu”teriak wanita itu siapa lagi kalau bukan Sisil

Raka mengacuhkannya saja, ia terus berjalan berdua dengan Aya bahkan saling bergandengan namun tiba-tiba, Sisil langsung menerobos ditengah-tengah mereka berdua.

“Kamu jahat sekali, aku kan cuma minta kamu tungguin aku kenapa malah ditinggal”

Raka hanya melirik sekilas, kini ia pindah berada di samping Aya dan terus berjalan menuju kelasnya. Sisil yang diperlakukan itu oleh Raka semakin marah dan kesal.

Lelaki itu tak banyak tanya, kapan wanita itu pindah atau apalah. Setelah Raka masuk ke kelas tiba-tiba Sisil mengikuti Aya hingga mejanya dan langsung menggebrak

Brak

“Heh murahan, jauhi Raka karena yang pantas untuk Raka itu cuma gue bukan lu, lu itu cuma sampah dan barang bekas dan tentunya gak cocok sama Raka”ucap Sisil

“Kok ngatur, emang lu siapa? Apa sebelumnya kita kenal”tanya Aya

“Gue temen kecilnya Raka, dan Raka itu hanya milik gue seorang. Kalau lu gak mau jauhi dia maka siap-siap aja”

“Eh cewek gatel, lu kira lu itu siapa hah, anak baru aja songong nya minta ampun”ucap Diva

“Ngaca neng, masih juga cantikan temen gue daripada lu, itu muka apa kulit badak kok tebel banget sih neng”ucap Kila

“Keluar lu dari kelas kita”ucap ketua kelas

“Awas kalian, gue bakal balas kalian”teriak Sisil

Kring

Kring

Jam istirahat pun berbunyi, Raka dan Kevin menuju kantin dan langsung bergabung dengan tiga gadis itu. Tiba-tiba seseorang datang menghampirinya

“Aku boleh duduk disini nggak?”

“Gak liat apa, ini aja udah penuh kan masih ada tuh kursi yang kosong kenapa harus disini sih”jawab Dina

“Aku kan pengen duduk disini, Raka, kok temen-temen kamu semuanya jahat sih sama aku padahal kan aku cuma pengen duduk bareng kalian doang”

Sedangkan Raka hanya diam saja, dan juga sibuk bercanda dengan kekasihnya. Sisil yang melihat itu mendadak darahnya menindih.

“Kamu pindah sana jangan duduk di dekat Raka, aku mau duduk disini”ucap Sisil menarik raja

“Apa-apaan sih lu, banyak kursi kosong kenapa harus disini?”ucap Aya

“Aku itu cuma pengen duduk di dekat Raka, minggir sana”

“Bayar”ucap Raka

Kevin langsung menerima uang dari Raka dan langsung membayarnya, setelah itu mereka berlima langsung pergi begitu saja. Sisil langsung mengejar Raka dan meninggalkan makanannya.

“Pick me gak sih, geli banget gue liat anak baru itu”

“Bener tuh, dia belum tahu siapa mereka berdua”

“Mana bedaknya tebel banget lagi, itu mau sekolah atau kondangan ya”

Sisil yang mendengar itu dibuat marah, ia melangkahkan kakinya menuju belakang gedung. Ia menelpon seseorang untuk meminta bantuan.

“Daddy, aku mau anak buah Deddy beri pelajaran sama cewek itu, aku sangat jengkel apalagi Raka mengacuhkan ku”

“Kau tenang saja, asal nanti siang ini puaskan Daddy”

“Itu urusan kecil, aku bakal buat Daddy puas asalkan Deddy menuruti semua permintaan ku, nanti aku kirim foto wanita itu”

Setelah telpon itu berakhir, Sisil segera mengirim foto itu ke nomor yang tadi ia hubungi.

Ting

Pria itu menerima pesan dari Sisil, ia membuka pesan itu dan melihat foto wanita itu

“Cantik sekali, dari pada aku harus bunuh dia lebih baik aku jadikan dia pemuas nafsu ku dibandingkan dengan Sisil tidak ada apa-apanya”

Melihat foto wanita itu membuat gairah lelaki itu memuncak, barangnya semakin tegang dan akhirnya ia memainkannya hingga keluar semburan api naga

1
Muhamad Rifan
typo nya kebangetan banget, benerin Napa thor
Roynaldi Ananda
salah satu dari cewek itu dipangku sama raka sambil nyetir.......oooohhh....enaknya. ...
tanti Yos
ngga tau cerita nya bolak balik itu²aja
NiZUMi**02
wah sesat nih bocah🤭🤭🤣🤣🤣
Himawan Wawan
oke banget Thor
Daffa Musyaffa
pagi dapat motor sore dspat mobil mantap tu
FAJRI KUNINGAN
tolol sudah tahun gak up"
FAJRI KUNINGAN
kalau gak ada ide gak uah buat novel
FAJRI KUNINGAN
lebay
Hary
CERITA NYA RAJEL....
JANCOOOK...
Hendri Yansah
Lumayan
Hendri Yansah
Biasa
Riski Kelaten
anjay MC nya lgi ngantuk mungki sampai lupa tulisan
Aa Dede
lanjut thortt
Abdul Fikri Alim
Hans Franco Dan Hans Saputra 2Karakter Berbeda Atau Sama???
Riduan Situmorang
Luar biasa
Abdul Fikri Alim
deon/dion yang bener???
Cucuun Cunadi
Luar biasa
Cucuun Cunadi
Lumayan
Novel Hunter
cerita ini kayaknya bukan Indonesia ya..
lebih ke Italia.. mafianya banyak sekali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!