NovelToon NovelToon
Kembalinya Sang Mantan

Kembalinya Sang Mantan

Status: tamat
Genre:Obsesi / Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Dijodohkan Orang Tua / Cintapertama / Tamat
Popularitas:83.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yunis WM

Demi melunasi hutang Orang tuanya, Ayura terpaksa harus menikah dengan Rio, anak pemilik kontrakan tempat orang tuanya berhutang.
Pada saat yang sama, Ayura sedang menjalin hubungan yang sangat indah dengan Cristian. Namun takdir ternyata harus memisahkan mereka.

Delapan tahun berlalu, Cristian yang sudah sukses kembali dalam kehidupan Ayura yang sudah hancur. Pernikahannya dengan Rio hanya membawa penderitaan untuknya.

Akankah Cristian akan kembali memiliki cinta Ayura, akankah Ayura lepas dari pernikahan yang sangat menyiksanya itu...???

Hai readers tersayang, selamat membaca 😊💜

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yunis WM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembali di pisahkan

Marsya berlari dengan bahagia memeluk Ayura saat wanita itu tiba-tiba ada di depan pintu bersama Rio.

“Mamaaaa….” Teriakannya menggema di seluruh penjuru rumah.

“Sayang” Ayura menangkap Marsya, ibu dan anak itu berpelukan saling melepas rindu. Suasan haru sangat terasa mengingat mereka bertemu lagi setelah terpisah hampir setahun.

Ayura menangis haru sambil memeluk erat dan terus-terusan menciumi anaknya. Begitupun dengan Marsya, anak itu tidak melepaskan pelukan dari Ibunya.

“Mama, Marsya rindu sekali sama Mama. Mama tidak akan meninggalkan Marsya lagi kan, Ma” kata gadis kecil itu sambil tangan mungilnya menghapus air mata Ayura.

“Tidak sayang, Mama tidak akan pernah lagi meninggalkan Marsya,” mereka kembali berpelukan.

“Marsya, ayo sini,” Diana memanggil Marsya bermaksud membawanya masuk ke kamar, tapi gadis kecil itu tidak mau.

“Ma…” dia menatap Ibunya seolah mengatakan aku tidak mau melapasmu, aku ingin ikut denganmu.

“Marsya…” suara Diana meninggi memanggil Marsya karena gadis itu tidak mau mendengarnya. Marsya menangis sambil memeluk ibunya.

“Biarkan saja dia bersama Ibunya, Ma” kata Rio yang juga ikut senang melihat Ayura bahagia bisa bertemu lagi dengan anaknya.

“Dasar anak bodoh, kenapa kau malah membawanya ke rumah,” Diana balik memarahi Rio. Tadi mereka sudah berhasil menyembunyikan Marsya dari Ayura, Rio malah pulang membawa Ayura.

Rio tidak perduli, meskipun tatapan Diana padanya seolah ingin memakannya hidup-hidup. Kali ini dia akan membela Ayura tidak perduli apapun. Rio benar-benar tidak mau mengakui bahwa dia dan Ayura sudah resmi bercerai.

“Ayo sayang, kamu pasti capekkan. Kita istirahat di kamar,” kata Rio mengajak Ayura ke kamar.

“Kak…”

“Rio…”

“Kalau kau tidak mau tinggal di rumah ini, kita akan pergi. Kita akan beli rumah yang cantik dan besar agar kau dan Marsya bisa lebih bebas melakukan apa yang kalian inginkan,” Rio sungguh ingin memperbaiki rumah tangganya, namun semuanya sudah benar-benar terlambat.

“Kita bicara besok, malam ini aku akan membawa Marsya bersamaku,” Ayura yang sudah akan pergi di halangi oleh Diana.

“Tidak, Marsya tidak boleh keluar dari rumah ini,” Diana dengan tegas melarang Ayura membawa Marsya. Dia menarik Marsya dengan paksa dari Ayura membuat gadis itu menangis karena takut. Sementara Ayura tetap mempertahankan Marsya dan tidak akan melepas anaknya itu darinya.

“Lepas, kalian tidak berhak mengambil anakku,”

“Kau yang tidak berhak, kau sudah meninggalkan anakmu enak saja sekarang kau datang mau mengambilnya,”

Sementara Marsya sudah menangis, Rio yang melihat dua wanita itu saling berebut Marsya pun mulai bertindak. Dia memilih membantu Diana hingga Marsya berhasil lepas dari pelukan Ayura.

“Kalau kau tidak mau kembali tinggal di rumah ini, maka jangan harap kamu bisa membawa Marsya,”

“Tapi dia anakku, dan aku sudah memenangkan hak asuhnya,”

“Persetan dengan surat-surat itu. Kau hanya akan menajdi ibunya Marsya jika kau masih menjadi istriku. Jika kau ingin kita benar-benar bercerai, maka lupakan Marsya.”

Rio menggendong Marsya masuk ke kamar Diana. Gadis kecil itu menangis histeris saat di lepaskan denagn paksa dari Ayura. Ayura pun menangis dan terus berterian memanggil anaknya.

Hati Ayura terasa teriris melihat Marsya menangis histeris dengan tangan kecilnya yang berusaha menggapai dirinya.

Rio kembali menemui Ayura yang masih berdiri di ruang tamu berharap Rio akan berubah pikiran dan mengembalikan Marsya padanya.

“Semua terserah darimu Ayura. Jika kau masih ingin menjadi Ibu Marsya dan membesarkannya, maka kau harus kembali menjadi istriku. Tapi jika kau bersikeras ingin bercerai maka lupakan Marsya. Sekarang pikirkanlah dengan baik,”

“Pengadilan sudah….”

“Aku bilang persetan dengan pengadilan, aku tidak perduli dengan pengadilan. Jika kau ingin pergi, pergi sendiri jangan bawa anakku,” Ayura sampai terlonjak mendengar Rio yang berteriak tepat di depannya.

“Pergi sana, pergi…” Rio yang sudah kesal setengah mati karena Ayura tetap ingin pergi dan meninggalkannya pun megusir Ayura dari rumah itu. Dia akan menahan Marsya sampai Ayura mau kembali lagi padanya.

Ayura pun pergi dengan air mata yang terus menetes membayangkan apa yang akan terjadi pada Marsya saat dia pergi. Hatinya pasti sangat hancur dan dia pasti ketakutan.

“Ayura…” Bibi Ima mengejar Ayura yang sudah berada di depan pagar. Wanita tua itu memeluk Ayura yan masih menangis terisak.

“Jangan khawatir, Bibi akan menjaga Neng Marsya sampai kamu bisa membawanya pergi,” kata Bibi Ima.

“Aku titip Marsya, Bi. Tolong kabari aku apapun yang terjadi padanya. aku sangat takut Mama dan Rio menyakitinya,”

“Kamu tenang saja, Ibuk sangat menyayanginya. Dia tidak mungkin menyakiti Marsya,”

Sebuah mobil berhenti di depan mereka. Andre keluar dari mobil dan membuka pintu penumpang untuk Ayura.

“Aku akan cerita kan nanti sama Bibi,” Ayura tahu wanita tua itu pasti bertanya-tanya siapa itu, siapa yang datang menjemput Ayura. Bibi Ima mengangguk, dia juga tidak perlu tahu tentang kehidupan Ayura, jika wanita itu bahagia maka itu sudah cukup untuk Bibi Ima. Ayura pantas mendapatkan kebahagiannya.

“Mereka tidak membiarkanmu membawa Marsya, kan?” tebakan Cristian seratus persen benar. Tidak semudah itu Diana akan melepas cucu kesayangannya. Ayura menunduk hingga air matanya berjatuhan membasahi baju yang dia kenakan.

“Kenapa tidak ada yang berjalan dengan baik dalam hidupku, Cristian. Bahkan hanya untuk hidup dengan tenang bersama anakku saja tidak bisa.”

Cristian menghela nafas, dia ikut sedih melihat Ayura yang menangis di sampingnya karena tidak bisa mengambil anaknya sendiri. Padahal sebelumnya Cristian sudah memperingatkan Ayura agar datang bersamanya mengambil Marsya dengan membawa beberapa polisi, tapi Ayura tidak ingin terjadi keributan yang besar jadi dia datang sendiri dengan harapan Diana akan memberikan Marsya karena sudah menjadi putusan pengadilan.

Dan juga, Ayura tidak ingin Cristian ikut campur dalam urusannya dengan Rio dan keluarganya. Dia tidak mau sampai ada tuduhan macam-macam tentang dirinya dan Cristian.

“Lalu apa yang akan kau lakukan?” tanya Cristian kemudian.

“Aku tidak tahu, aku…”

“Sudahlah, kau istirahat saja dulu. Aku akan memikirkan bagaimana caranya kau bisa mengambil Marsya dari mereka,”

“Aku takut Mama membawa Marsya lagi. Mereka pasti akan menyembunyikan Marsya dariku seperti selama ini,”

“Tenang saja, Ayy. Andre akan mengatur beberapa orang untuk mengawasi mereka. Tidak akan ada lagi yang akan memisahkan kau dan anakmu. Aku janji kalian akan berkumpul lagi secepatnya.”

Cristian menyandarkan kepala Ayura di pundaknya sambil mengelusnya. Dia membayangkan kembali kisah mereka delapan tahun yang lalu. Apa yang dia alami selama ini ternyata tidak ada apa-apanya dengan apa yang sudah Ayura lalui. Dan dia hanya seorang diri, tanpa orang tua dan tanpa saudara. Sementara Cristian masih beruntung memiliki Ibu yang selalu mendukung dan memberi semangat padanya.

1
Cahaya
Luar biasa
💟노르 아스마💟
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
💟노르 아스마💟
Luar biasa
Dearrifa_Rifa
Happy ending 😊
Dearrifa_Rifa
aku sebenarnya sudah sangat sering baca novel & tentunya ada juga yg mirip² begini ceritanya,
tapi entahlah dari awal baca cerita ini aku benar² istighfar² terus sambil berdoa semoga aku & anak² keturunanku gaada yg menikah terpaksa begini,
di cerita ini benar² terasa mimpi buruknya, sangat menakutkan utk perempuan.
sunshine: kak dah dapat penghasilan lah y kak
total 3 replies
Ran Aulia
terimakasih kak, ceritanya bagus 👍👍👍😍😍😍
Yunis WM: makasih dukungannya kk 🙏🏻💜
total 1 replies
Aurora
Luar biasa
Pudijo Hermanto
bagus
EsTefaYe
keluarga spt itu koq didatangin sendiri, harusnya bw polisi & pengacara tp ga perlu bw christian
Emmy Simbolon
keluarga gendeng, kenapa ayuna tdk lar dr rmh itu ?
Mamah Kekey
hadir lagi kk.. semangat terus
Hay.Ayy •ᴗ•
😍🥰
Hay.Ayy •ᴗ•: Baguus kak novel2nya ga muluk2.. sukaa😍😍 semangaat berkaryaa🤗🤗🥰
total 2 replies
Chusnul Chotimah
Rena pasti meraung-raung.meratapi nasib..sambut kebahagiaanmu Ayy
Desi Forever
kerennnnn
Yunis WM: Makasih kakak 😊💜
total 1 replies
Chika Chika
lanjut
Yunis WM: makasih dukungannya kk 🙏💜
total 1 replies
Widi Widurai
lah dia dateng aendiri. ya tetep kalah laahhh. kl dateng ya hrs bawa dekengan
Myra Myra
mudah hancurkan hidup diorang ngan public siapa riko PD masyarakat dan bgthu keburukan diorang PD public...prcyr ae diorang hancur
Hosniyah Niyah
mantap Thor lnjut 💞💞💞💞🥰💞🥰💞💞💞🥰🥰❤️❤️🥰🥰🥰❤️🥰💞
Yunis WM: makasih kk 💜🙏
total 1 replies
Queen_A
lanjut thor ☺
Reni Anjarwani
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!