NovelToon NovelToon
Tidurkan Aku

Tidurkan Aku

Status: tamat
Genre:Single Mom / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:82.8k
Nilai: 4.7
Nama Author: Lalu Unaiii

Liam tidak pernah merasakan cinta sebelum bertemu dengan Lyra Maharani, perempuan yang masih terikat dengan masa lalunya hingga membuat Liam meradang lantaran cintanya tak kunjung disambut oleh Lyra.

"Menikahlah denganku." -Liam Malik

"Saya tidak bisa."-Lyra Maharani.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lalu Unaiii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 32

Setelah dua hari dirawat di rumah sakit Lyra akhirnya pulang ke paviliun, tentu saja hal itu harus mendapat izin terlebih dahulu dari Liam. Lyra keluar dari rumah sakit ditemani Sofia dan Camila, Mamat ditugaskan oleh Liam untuk mengantar mereka pulang.

Dua hari Lyra dirawat di rumah sakit Liam adalah orang yang selalu menemaninya setiap malam. Bi Mirah juga Camila cukup terheran saat laki-laki itu mengatakan bahwa dia yang akan tinggal di rumah sakit dan menyuruh Bi Mirah serta Camila membawa Sofia pulang.

Bi Mirah tidak berani bertanya. Perempuan tua itu hanya mengikuti perintah Liam. Bagaimana pun Liam adalah majikannya.

Lyra sampai di rumah disambut oleh Bi Mirah dengan senang. Rasa khawatir kala mendengar apa yang terjadi dengan Lyra sempat membuat Bi Mirah meneteskan air mata.

“Apa masih ada yang terasa sakit?” tanya Bi Mirah kala Lyra sudah duduk di ruang tamu paviliun.

Lyra menggeleng sembari menampilkan senyum menenangkan. “Luka di pipiku masih sedikit sakit tapi tidak separah sebelumnya. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi.” Lyra menyentuh tangan Bi Mirah yang menangkup sebelah tangannya.

“Syukurlah.” Bi Mirah bernafas lega.

“Lyra hanya butuh sedikit istrahat Bi setelah itu dia akan pulih sepenuhnya,” Camila menambahi.

Bi Mirah menganggu menyetujui. “Untuk beberapa hari ini kamu tidak usah bekerja dulu, Bibi akan berbicara dengan Tuan Liam,” usul Bi Mirah.

“Tidak perlu Bi, aku sudah kuat untuk berberes, Bibi akan kewalahan jika harus bekerja sendirian, selama ini Bibi sudah terlalu sering bekerja sendiri karna aku.” Lyra merasa tidak enak selalu menyusahkan. Usia Bi Mirah sudah cukup Tua, perempuan itu sudah seharusnya tidak bekerja berat lagi.

“Bibi masih sehat dan cukup kuat, kau tidak perlu mengkhawatirkan itu, yang terpenting adalah kau cepat pulih,” putus Bi Mirah.

Lyra hanya bisa mengangguk patuh. Bi Mirah sudah bersikap sangat baik padanya, tidak sopan jika Lyra terus-terusan membantah.

“Kalau begitu istirahatlah, kalau kalian lapar, Bibi sudah memasak sup ayam kampung tadi, tinggal dipanaskan saja. Camila, nantikan ingatkan Lyra untuk makan dulu sebelum dia tidur,” ucap Bi Mirah sebelum bersiap kembali ke mansion.

“Baik Bibi.” Camila menjawab singkat.

“Jangan lupa beritahu Bibi jika kau ingin pulang,” pesan Bi Mirah sebelum membuka pintu yang di-iyakan oleh Camila.

Sepeninggalan Bi Mirah, Camila membantu Lyra memasukkan tas bawaannya ke dalam kamar.

Dengan gerakan tangan Lyra menyuruh sofia mendekat padanya. “Apa Sofia tidak mengantuk?” Tanya Lyra. Sofia yang sedang sibuk menyusun boneka di atas sofa menoleh lalu mengangguk.

“Biar tante tidurkan,” sambut Camila dari arah kamar.

“Tidak perlu tante, Sofia akan tidur sendiri, Sofia sudah besar.” Setelah mengatakan itu, Sofia dengan sedikit kewalahan berjalan dengan membawa boneka-bonekanya.

“Mama, Sofia tidur dulu,” ucapnya lalu mencium pipin Lyra saat melewati Lyra.

Lyra hanya bisa mengangguk. Sofia memang sangat pengertian. Setiap dia sakit Sofia tidak pernah rewel, putrinya itu akan berusaha tidak merepotkannya.

“Aku harap aku juga memiliki putri seperti Sofia suatu hari nanti.” Camila duduk di samping Lyra sembari menatap Sofia yang memasuki kamar.

“Sebelum membicarakan anak, sebaiknya kau mencari calon suami terlebih dahulu,” komentar Lyra dengan nada bercanda.

Camila, melipat bibirnya. “Membicarakan masalah suami, aku jadi teringat dengan si berengsek Harris,” Camila menggerutu.

“Semua ini gara-gara laki-laki tidak bertanggung jawab itu,” sambung Camila.

Jika saja hari itu Lyra tidak menjenguknya maka Lyra tidak akan bertemu dengan para preman yang ternyata masih memata-matai tempat tinggal Camila. Camila dan Lyra sama sekali tidak menduga hal ini akan terjadi. Para preman itu mengikuti Lyra sejak perempuan itu keluar dari kontrakan Camila. Dan alhasil mereka pun mencegat Lyra dan Sofia di area sepi dekat kontrakkan.

Camila sudah mencoba menghubungi Harris, berbagai cara perempuan itu lakukan untuk bisa berkomunikasi dengan Harris namun dia masih belum berhasil menghubungi laki-laki itu. Camila hanya ingin melampiaskan kemarahannya mewakili Lyra.

“Apa kau tidak merasa marah Lyra? Apa kau tidak ingin mencaci maki dia?” Camila menatap Lyra heran.

Menurut Camila, Lyra terlalu mengabaikan perbuatan laki-laki itu, Lyra tidak bersikap tegas dan membuat perhitungan dengan Harris.

“Apa yagn harus aku lakukan Camila? Aku bahkan tidak bisa menghubunginya dan aku tidak tau dia di mana sekarang,” ucap Lyra lemah.

“Beberapa minggu yang lalu saat aku bertemu Harris di Mall, kau malah melarangku untuk melabraknya. Padahal itu kesempatan yang sangat langka.” Camila cemberut.

Lyra tersenyum hangat. “Aku tidak ingin kau mempermalukan dirimu di tempat umum hanya karna laki-laki itu, biarkan saja dia. Aku sedang berusaha melepaskan semuanya Camila, agar aku siap melangkah kedepan. Jadi sebisa mungkin aku tidak ingin mengingat-ingat dia lagi. Jika pun ada keinginan untuk menghubunginya itu hanya karna Sofia dan segala permasalahan yang ditimbulkan ini. Demi Tuhan jika saja aku memiliki uang yang cukup aku akan membayar semua hutang-hutang itu, aku ingin benar-benar terlepas dari semua hal yang berkaitan dengannya, namun aku butuh waktu. Tidak mudah menghilangkan seseorang di hidupmu begitu saja.” Lyra berucap panjang.

“Percayalah, aku benar-benar ingin selesai dengan Harris, tapi aku butuh waktu. Aku berencana melakukannya setelah keadaan Sofia membaik namun aku masih belum mendapat kesempatan. Yang terluka dalam hubungan kami bukan hanya aku, tapi ada Sofia. Meski dia tidak pernah mengatakannya namun aku tau, anak itu merindukan Papanya.” Lyra menangis lirih.

Melihat itu, Camila merasa bersalah. Benar, tidak mudah bagi Lyra untuk melewati semua ini, jika semua hal perempuan itu pikul di waktu bersamaan maka Lyra akan kewalahan. Dia tidak berfikir ke arah situ sebelumnya.

Camila memeluk Lyra, menenangkan sahabatnya itu yang masih terisak. “Maaf Lyra, aku tidak mencoba memahami lebih jauh tentang perasaanmu.”

Suara lirih dari tangisan Lyra membuat Liam yang sejak tadi berdiri di balik pintu paviliun mengepalkan tangannya. Liam hendak mengetuk pintu kala indra pendengarannya menangkap obrolan Camila dan Lyra.

Dari apa yang Liam dengar satu hal dapat dia simpulkan, Lyra masih belum sepenuhnya melupakan mantan suaminya.

Setelah mendengar kenyataan yang cukup menyakitkan itu. Liam balik kanan, dia kembali ke mansion dengan langkah lebar. Padahal laki-laki itu sengaja makan siang di mansion agar bisa menemui Lyra yang baru saja pulang dari rumah sakit.

Liam memasuki ruang kerjanya sembari melempar jasnya ke atas sofa. Laki-laki itu meregangkan otot lehernya, membuka dasi yang terasa mencekik lehernya membuat simpul dasi tersebut berantakan.

Liam duduk bersandar di kursi kerjanya sambil menatap langit-langit. Apa cintanya bertepuk sebelah tangan? Lucu sekali. Bagaimana mungkin hal seperti ini terjadi pada Liam di usianya ini.

1
Fardiana Hamsah
Luar biasa
Alvivia
mulai meleleh
Alvivia
nina bobo...o..nina bobo..kalo kamu tidak bobo gue tabok
Alvivia
dulu om galak ..sekarang om baik
Alvivia
sabar om....
Alvivia
lanjutkan karya mu thor.....ceritanya bener2 menarik
Nini Munasari
bagus tulisannya rapi enk d baca
Nur HafniOctavia
keren
Nur HafniOctavia
Kecewa
Saeti Yayat
cerita yang mengangkan tapi lucu
Phoo
Mantan suami lyra aja belom dapet ganjaran. Eh udah slesae aja. Kenapa buru-buru banget sih thoor tamanya. Padahal baca dr awal udah menarik, eh kebelakang mengecewakan.
MiatY#penggemarnovel📚❤️📖
🌟🌟🌟
Nadi Rosmiaty Manaba
Buruk
Nadi Rosmiaty Manaba
Kecewa
Siti Sarifah
bagus critanyap
Siti Sarifah
bagus critanya
Inah Ilham
Luar biasa
Inah Ilham
bayi raksasa lagi tantrum 🤣🤣
Inah Ilham
akan kecil itu jujur om, belum bisa bohong 🤣🤣🤣
Vannya.bee@gmail.com Septiani.bee
akn jth cinta g ya Liamnya k Lyra?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!