NovelToon NovelToon
Antara Cinta Dan Saudara

Antara Cinta Dan Saudara

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Cinta Seiring Waktu / Romansa / CEO / Tamat
Popularitas:32.3k
Nilai: 5
Nama Author: novi niajohan

*Kelanjutan dari karya sebelumnya, yaitu BENANG TANPA UJUNG*

Cinta tumbuh seiring dengan bertambahnya usia, saat kita tinggal bersama dalam satu keluarga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novi niajohan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32. Bertabrakan.

Hotel.

Suasana ramai memenuhi seisi ruangan Ballroom hotel, riuh suara para tamu tidak sabar menunggu kedatangan sang pemilik hotel yang dinilai terlalu misterius.

Kenapa dibilang misterius? Karena dari awal pembangunan, hingga gedung hotel telah rampung, sang pemilik hotel tidak pernah menunjukkan batang hidungnya.

Dan yang mereka tahu hanyalah sang pemilik hotel masih sangat muda, memiliki paras tampan, namun telah sukses memiliki usaha cemerlang.

Hal tersebut membuat semua orang bertanya-tanya, kenapa sang pemilik hotel sampai menyembunyikan diri seperti itu.

"Kenapa mereka belum memulai acaranya Pak Riko? Bukankah semua tamunya sudah datang?" tanya Mei Chen pada Riko.

"Entahlah, tapi Bapak dengar katanya mereka sedang menunggu kedatangan si pemilik hotel ini," balas Riko.

"Loh belum datang juga? Memangnya si pemilik hotel ini sangat sibuk, sampai acara pentingnya sendiri dia datang terlambat seperti itu?" cebik Mei Chen merasa telah bosan menunggu.

"Tadi kabarnya memang dia tidak mau datang, tapi setelah di telepon oleh asistennya dan dipaksa untuk hadir, maka si pemilik hotel ini akhirnya datang juga. Dan semua tamu sepakat untuk menunggu si pemilik hotel ini, baru setelah itu acaranya di mulai," balas Riko menjelaskan.

"Bapak tahu banyak rupanya, tapi kata siapa?" tanya Mei Chen.

"Tahu dari Ken, dia asisten si pemilik hotel ini dan kebetulan Ken adalah anak dari teman kuliahnya Om," balas Riko.

"Oh begitu, pantas saja. Tapi ngomong-ngomong dari tadi Pak Riko hanya bilang si pemilik hotel - si pemilik hotel. Memangnya si pemilik hotel ini namanya siapa?" tanya Mei Chen.

"Namanya adalah Tan Yu," jawab Riko.

"Tan Yu? Itu nama aslinya?" tanya Mei Chen merasa lucu.

Riko mengangguk. "Ya, tapi siapa nama aslinya Bapak juga tidak tahu. Karena semua karyawan hotel menyembunyikan nama asli si pemilik ini dan hanya menyebutnya dengan nama Tan Yu," balasnya.

Mei Chen membulatkan bibirnya, walau ia masih penasaran dengan sosok si pemilik hotel yang katanya misterius itu, akan tetapi dirinya tidak ingin mengambil pusing. Karena didalam pikirannya saat ini adalah ia ingin cepat kembali.

"Kenapa Mei?" tanya Riko ketika Mei Chen berubah gelisah.

"Mei mau ke toilet dulu ya Pak," jawab Mei Chen tidak tahan ingin buang air kecil.

"Ya sudah, cepat sana ke toilet. Nanti ngompol lagi," ucap Riko mengusir.

Mei Chen cemberut. "Mengompol? Memangnya Mei anak kecil apa," cebiknya.

Riko terkekeh, sejak dari masih kecil Mei Chen tidak pernah berubah. Ambekan!

...***...

Toilet.

SYUR!!!

Suara air mengalir membersihkan kedua telapak Mei Chen setelah menuntaskan buang air kecil, gadis cantik itu bercermin sejenak. Membenarkan anak rambut yang menjuntai tidak beraturan.

Lalu mengeringkan kedua telapak tangannya, pada mesin pengering yang ada disana. Sesekali berdecak kagum karena toilet yang ia pakai tersebut sangatlah bersih dan juga canggih.

"Hebat sekali, hanya bagian toilet saja sudah memakai teknologi muktahir seperti ini. Bagaimana dengan fasilitas yang ada di dalam kamar hotelnya? Pasti lebih canggih dan lebih keren," gumam Mei Chen mengagumi setiap apapun yang ia lihat disana.

Tidak ingin berlama-lama memandangi karena Riko pasti sedang menunggu dirinya, Mei Chen akhirnya keluar dari toilet dan bergegas menuju ruang ballroom. Dimana acara peresmian hotel sebentar lagi akan dimulai, terlebih Mei Chen mendapat pesan dari Riko, jika sang pemilik hotel telah tiba di hotel itu.

"Wah akhirnya dia nyampe juga, baguslah biar cepat selesai acara ini," gumam Mei Chen sambil berjalan, dengan pandangan terus menatapi layar ponselnya.

Dan karena terlalu fokus memandangi ponsel pintarnya, Mei Chen sampai menubruk seseorang yang sedang berjalan dihadapannya.

BRUK!!

"Aduh!" Mei Chen hampir terpental, namun tubuhnya tidak sampai terjatuh karena dengan sigap pria yang ia tabrak menahan pinggangnya.

Mei Chen menghela nafas panjang dan bersyukur karena tidak sampai terpelanting kebelakang, namun tubuhnya mendadak kaku saat melihat siapa pria yang ia tabrak sekaligus menolongnya.

"Y-yuan," ucap Mei Chen terbata-bata.

Yuan membenarkan posisinya, sesekali membenarkan jasnya yang berantakan karena ditarik. Lalu menatap tajam Mei Chen. "Lain kali, jalan lihat-lihat ke depan!" tegurnya.

"B-baik," balas Mei Chen.

Wanita cantik itu memindai penampilan pria dihadapannya dan ia merasa yakin jika pria tersebut adalah Yuan. Seketika kedua bola matanya berembun, merasakan gembira berbalut rindu karena sudah lama tidak bertemu.

"Yuan, benarkah ini kamu?" tanya Mei Chen senang sekaligus terharu.

Namun Yuan dengan segera menepis lengan Mei Chen dari jasnya. "Menjauh dariku dan jangan sentuh aku atau menghalangi jalanku. Aku sama sekali tidak mengenalmu!" ucapnya dingin.

Mei Chen membelalakkan kedua matanya karena terkejut setelah mendengar penuturan tersebut. "Yuan, kau Yuan. Kau pasti Yuan dan aku yakin itu! A-aku Mei Chen, saudarimu. Teman masa kecilmu juga," balasnya berharap Yuan ingat.

Yuan berdecih. "Aku bukan Yuan, tapi aku adalah Tan Yu. Aku tidak mengenal wanita ceroboh sepertimu atau pria yang kau sebutkan namanya tadi, aku sangat sibuk. Jadi ku pinta sekali lagi menyingkirlah dari jalanku!"

"T-tan Yu," ucap Mei Chen tergugu, terlebih saat Yuan melewatinya begitu saja bagai angin lalu.

Mei Chen menggeleng dan merasa yakin jika pria itu adalah Yuan, lalu menoleh kearah pria yang tengah berjalan pergi menjauh darinya.

...***...

Ballroom.

Ken segera menyambut Yuan, setelah melihat bosnya itu sudah menampakkan wujudnya dimuka pintu ballroom.

"Pak, semua tamu sudah hadir dan mereka menunggu kedatangan anda," ucap Ken memberitahu.

Yuan mengangguk, lalu melangkah masuk ke dalam melewati pintu satunya lagi tanpa harus melewati kerumunan orang-orang.

Lalu, tak lama setelah itu, Ken pun mengumumkan jika sang pemilik hotel telah datang ditengah-tengah mereka dan memperkenalkannya di depan umum.

Semua mata pun sontak berbondong-bondong menatap kedatangan sang pemilik hotel yang dimaksud. Setiap langkahnya tidak luput dari tatapan orang-orang didalam ruangan besar itu.

Mereka berdecak kagum, melihat ketampanan serta kharisma yang keluar dari sang pengusaha muda baru didunia perhotelan. Lalu Yuan berbaur dengan para tamunya dan menyantap hidangan bersama sambil berbincang.

"Selamat Pak Tan Yu, atas peresmian hotelnya ini. Semoga sukses dan berjalan dengan lancar," ucap salah satu tamu Yuan.

"Terima kasih," balas Yuan tersenyum dan menyambut uluran tangan semua orang yang menyelamatinya.

Sedangkan disisi lain, Mei Chen baru saja kembali ke tempat duduknya. Ia terdiam sambil menatapi Yuan yang sedang bercengkrama bersama orang-orang asing dikejauhan sana, hatinya terasa pedih, karena Yuan telah berubah dan sama sekali tidak mengenalinya.

"Mei, kamu habis darimana?" tegur Riko.

"Habis dari toilet, Pak Riko. Terus aku kelamaan melihat-lihat gedung hotel ini," balas Mei Chen beralasan.

"Ya sudah tidak apa-apa, tapi ada lihatlah kesana. Dia adalah Tan Yu, pemilik hotel ini. Tapi bukankah dia mirip dengan Yuan," tunjuk Riko memberitahu.

Mei Chen bergetar bibirnya dan tidak mau memandang, "Dia bukan Yuan Pak," balasnya sedih mengingat perilaku kasar Yuan padanya.

...~ Bersambung ~...

1
anggita
like👍iklan☝
Lee
Nah lo bingungkan wnda klo udH di ancam balik
Lee
Nah ketauan gk tulusnya kn Carol, pinter bgt mama Alin ngetes calon mntu🤭 perlu dcth ini
Lee
haha..nah lo Carol msih brani lanjut gk 🤣🤣🤣
Lee
Keren kmu alin, jngan biarkan Yuan trsiksa krna Carol 😍
Lee
Semoga saja koh Hendrik mau mendengar sran dri Alin ya
Lee
Baik Yuan sma Mei sma2 djdohkan...entahlah om Hendrik suka bnget jdohin
Lee
mau brtindak jahat kok di doain sih Jeslyn 🤦
Lee
gila, daniel mau jdiin mei chen koleksi..😤
Lee
Hendrik jgn lgsg prcya sma Daniel, minimal selidiki dlu biar km gk nysel
Lina Zascia Amandia
Wahhh tamattt... dibab ini semuanya dikebut.... bagus ceritanya Kak Nov, penuh inspirasi.
Lina Zascia Amandia
Tuh kan namanya jadi you and mei.
Lee
Pngen bilang klau Daniel itu jahat gmana sih .😤
slam dri Madu pilihan Ibu kak
Lee
What? Mei chen mau di jual..gila..
Lee
Knpa Mei chen ikut djdohin jg kasian..
Fri5
Terima Kasih kak Author atas novelnya ini. Semoga makin sukses berkarya 🙏🥰🤗
ditunggu kisah terbarunya ya kak 🤗
Noviyanti: terima kasih karena sudah setia membaca karya ini hingga tamat
total 1 replies
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Ry suka Endingnya mereka semua bahagia
neng ade
akhir nya happy ending utk semua nya .. terima kasih juga utk othor cantik ku.. semoga keberkahan dan kebaikan selalu menyertai diri othor sekeluarga .. ❤⚘😍
Noviyanti: terima kasih dukungannya 🙏🙏🙏🤗
total 1 replies
Lina Zascia Amandia
Ish keren Yuan.... Author maksudnya.
Lina Zascia Amandia
Asikkk otw lamaran..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!