NovelToon NovelToon
Aku Yang Tak Di Anggap Keluarga

Aku Yang Tak Di Anggap Keluarga

Status: tamat
Genre:Cerai / Mengubah Takdir / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:666.8k
Nilai: 4.6
Nama Author: fianaqila

Hati Kanaya hancur saat mengetahui bahwa suaminya berselingkuh bahkan sudah menikah siri selama lima tahun dan lebih menyakitkan lagi keluarga suaminya mengetahui dan mendukung pernihakan Riko dan Sinta. Selama ini Kanaya selalu bertahan dan menerima semua perlakuan keluarga suaminya itu. keluarga Riko tidak pernah mengaggap Kanaya sebagai bagian dari keluarga mereka hanya menganggap Kanaya sebagai pembantu di rumah itu.
Kanaya lebih sakit hati lagi pada saat mendengar pengakuan anaknya bahwa keluarga suaminya itu menyakiti anaknya bahkan Riko sendiri tidak perduli sama sekali terhadap anaknya.
Apakah Kanaya akan tetap mempertahankan pernikahannya atau memilih berpisah setelah mengetahui pengkhianatan suaminya itu serta perlakuan keluarganya terhadap putrinya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fianaqila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 32

“Loh Ana kamu sudah pulang?” Tanya Kanaya heran minat anaknya yang sudah pulang padahal ini masih jam sekolah.

Ana memberitahukan bahwa guru rapat jadi dia cepat pulang hari ini.

“Kamu ketemu Renata dimana? Kok bisa pulang bareng?” Tanya eyang.

“Tadi waktu aku pulang dari Restoran aku lihat Ana jalan pulang” ucap Renata.

“Kalau gitu kamu ganti baju sudah itu kita pergi jalan-jalan, kamu mau kan sayang?” Tanya Kanaya kepada Ana.

“Iya ma mau” jawab Ana dan langsung masuk ke rumah untuk berganti pakaian.

“Renata kamu juga ikut ya nak” ajak Kanaya kepada Renata.

Renata menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.

“Kenapa kamu tidak mau ikut sayang” ucap Arumi.

“Aku ada kerjaan ma, eyang, aku di rumah saya” ucap Renata beralasan.

Mereka tidak memaksa untuk Renata ikut.

Tidak membutuhkan waktu lama Ana sudah siap.

Sekarang mereka menuju ke mobil, hari ini mereka akan pergi ke mall.

Sudah lama mereka tidak pergi bersama seperti ini.

. . .

“Apa-apaan ini!, siapa yang iseng mengerjai ku!” ucap Riko dengan tiba-tiba yang membuat semua rekan kerjanya menatap aneh ke arah dirinya.

“Lo kenapa sih Ko?” tanya Didi yang kebingungan akan tingkah laku Riko itu.

Riko langsung menunjuk ke arah laptopnya. Lalu Didi melihat ke arah laptop Riko itu.

“Apaan sih ko? Tidak ada apa-apa Lo ini” ucap Didi dengan nada heran.

“Kamu lihat yang benar, lihat disana ada apa di flashdisk itu” jawab Riko yang masih kekeh dengan apa yang dia lihat.

“Ya isinya berkas untuk bahan meeting hari ini. Benar kan itu isinya” ucap Didi yang membuat Riko menatap ke arah laptopnya dengan seksama.

Riko mengerutkan keningnya kala melihat apa yang dia lihat saat ini berada dengan apa yang dia lihat tadi.

Sedangkan Renata yang melihat dari jauh tertawa puas melihat reaksi Riko seperti itu. Ada salah satu dari orang kantor itu yang bekerja sama dengan Renata untuk mengerjai Riko.

Renata bisa melihat melalui Sambungan video call dengan orang itu.

“Makannya om jangan main-main dengan keluargaku” ucap Renata dalam hati melihat reaksi Riko itu.

Sedangkan Riko dengan beringas langsung mendekati Didi dan langsung memegang kerah kemeja Didi.

“Ini pasti kerjaan kamu kan?” ucap Riko dengan mata melotot di hadapan Didi.

Melihat situasi yang seperti itu membuat rekan kerjanya yang lain langsung berdiri dan menghampiri mereka berdua.

“Lo kenapa sih ko?” tanya Didi yang langsung menghempaskan tangan Riko.

“Licik Lo di, kenapa Lo berikan video itu ha, apa Lo mau gue berantem dengan istri gue hah?” tanya Riko yang membuat Didi semakin bingung.

“Gila ya lo Ko. Nuduh Didi yang tidak-tidak. Itu flashdisk isinya berkas kerjaan tapi kamu malah menuduh Didi yang tidak-tidak” ucap salah satu rekan kerja mereka.

“Ada apa ini?” tanya bos mereka yang baru saja sampai keluar dari ruangannya dan melihat keributan di ruang kerja lain.

“Riko pak dari tadi membuat kegaduhan. Dia teriak-teriak sendiri dan saat Didi bertanya baik-baik malah dia marah dan ingin memukul Didi” adu salah satu karyawan di sana yang memang melihat kejadian sedari awal.

“Riko, Didi kalian berdua ikut ke ruangan saya” ucap bos mereka dengan berjalan terlebih dahulu mendahului Riko dan Didi.

Mau tidak mau Riko dan Didi segera melangkah mengikuti bos mereka itu.

Orang itu mematikan video callnya dengan Renata setelah Riko mengikuti bos mereka. Renata meminta orang itu memberitahukan informasi selanjutnya itu.

Dengan sabar Renata menunggu informasi selanjutnya, Renata yakin Riko akan mengalami masalah besar.

“Jelaskan” ucap bos dengan singkat setelah sampai di ruangannya dan duduk di kursinya.

Riko dan Didi sama-sama diam. Mereka engan untuk mulai bicara duluan. Hingga akhirnya Didi menghela nafas untuk memulai menjelaskannya kepada sang bos.

“Saya tidak tau pasti pak, Riko tiba-tiba saja teriak dan membuat kaget satu ruangan. Setelah itu saya mendekati Riko dan bertanya baik-baik tapi malah dia ingin memukul saya. Seperti yang di ucapkan rekan kerja saya tadi pak” ucap Didi dengan pelan dan sopan.

“Itu karena kamu memberikan aku bahan meeting yang aneh” ucap Riko yang tidak terima.

“Aneh bagaimana?” tanya Didi yang kebingungan.

“Kamu sengaja kan memberikan aku flashdisk dengan memberi video yang aneh itu” ucap Riko yang membela dirinya.

“Aku tidak memberikan kamu flashdisk ko. Aku hanya memberi kamu berkas dengan bentuk tertulis. Itu kan flashdisk kamu sendiri yang kamu ambil dari laci meja” jawab Didi yang membuat Riko terdiam sesaat.

Sialnya Riko baru mengingatnya. Memang benar Didi memberikan berkas dengan bentuk tertulis. Dan flashdisk itu memang dari laci meja kerjanya sendiri.

Melihat respon Riko yang hanya diam saja membuat bos Riko itu mengetahui siapa yang benar dan siapa yang salah.

“Riko saya kemarin memang benar hanya memberikan Didi sebuah berkas dengan bentuk tulisan. Dan saya juga yang meminta Didi untuk di berikan ke kamu agar bahan meeting ini kamu sendiri yang mengerjakannya karena ini sangat penting. Lagi pula masa iya Didi melakukan itu sama kamu, apa kamu lupa bahwa Didi yang merekomendasikan saya untuk menaikkan jabatan kamu. Lalu kenapa sekarang kamu menuduh Didi yang tidak-tidak?” tanya bos kepada Riko.

Riko diam tidak menjawab sama sekali. Dia bingung harus menjawab apa. Riko malu dengan Didi, Didi yang sudah membantunya naik jabatan tapi malah menuduh Didi yang tidak-tidak.

“Didi kamu bisa kembali bekerja” ucap bos yang membuat Didi mengangguk sopan.

“Saya permisi pak” ucap Didi dan keluar dari ruangan itu.

Pak bos itu mengangguk setelah melihat Didi keluar dan menutup pintu, dia melihat Riko dengan penuh tanda tanya.

“Ko, kamu kenapa? Beberapa hari ini kamu sudah tidak fokus bekerja. Padahal kemaren kemaren kinerja kamu sangat bagus sehingga saya menaikkan jabatan kamu, tapi sekarang lihat kinerja kamu benar-benar mengecewakan” ucap pak bos dengan lantang yang membuat Riko menundukkan kepalanya.

Pak bos itu menatap tajam ke arah Riko.

“Kali ini saya masih bisa maafkan kesalahan yang kamu buat, tapi jika sekali lagi kamu membuat masalah maka kamu akan langsung saya pecat” ucap pak bos dengan tegas.

“Baik pak, saya janji tidak akan lagi mengulangi kesalahan saya ini pak” ucap Riko.

Riko terlihat sedikit lega karena dirinya tidak di pecat.

“Ya sudah sana kamu kembali bekerja” ucap pak bos dan Riko langsung mengagukkan kepalanya.

“Saya permisi pak” ucap Riko dan keluar dari ruangan itu.

Riko dan Didi saling diam tidak menyapa bahkan Riko tidak berinisiatif untuk meminta maaf kepada Didi.

Didi juga tidak mengacuhkan Riko sama sekali karena dia masih kesal dengan Riko.

Sedangkan Renata mendapatkan informasi bahwa Riko hanya punya satu kesempatan untuk tetap bisa bertahan disana. Jika dia masih membuat kesalahan maka Riko akan langsung di pecat.

“tunggu kejutan selanjutnya om Riko” ucap Renata yang sudah memiliki rencana selanjutnya untuk Riko.

1
Heriyani Lawi
ceritanya aneh dan berputar2
Heriyani Lawi
Ana ini kaya anak kecil pemikirannya. Sdh sering dibohongi papanya kok masih percaya
Heriyani Lawi
dialognya perputar2 disitu saja membuat ceritanya jd membosankan
anton prasetya
Luar Biasa
Yuningsih Nining
semogacAna tetp teguh gak kepincut rayu ppa durjana nya
Diana Bellusi
iya kanaya yg bodoh udah dijadikan pembokat selma hidup nya🤭
Titien Prawiro
lanjut, bagus ceritanya.
Titien Prawiro
Riko dan keluarganya gila
Titien Prawiro
Lagian Ana sdh dewasa bisa memilih mau ikut siapa
Titien Prawiro
Sekaya apa Riko ngatain Kanaya miskin, sedangkan Kanaya punya 2Restoran, Riko hanya pegawai yg d gaji.
ros
akhir yg mengesankan😍
Nur Aulia
keluarga edan,,,memperebutkan warisan orang
𝓹𝓮𝓷𝓪𝓹𝓲𝓪𝓷𝓸𝓱: Halo kak baca juga d novel ku 𝙖𝙙𝙯𝙖𝙙𝙞𝙣𝙖 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙨𝙖𝙣𝙜 𝙜𝙪𝙨 𝙧𝙖𝙝𝙖𝙨𝙞𝙖 atau klik akun profilku ya. trmksh🙏
total 1 replies
Nur Aulia
ya Allah,,cerai saja Kanaya punya suami ku gitu
Yune Z
judul nya kanaya yg bodoh gt🤣🤣🤣
christina paya wan
ceritanya sentiasa berputar di alur yg sama..bosan jg thor..
Sunarmi Narmi
Baca kok jdi greget sendiri..ada ya perempuaan yg terlalu Oneng bertahan sampai anak kls X12 ...ini kan kls 2 SMA kan...klo aku mending minggat anak jg ngak dpt keadilan..🥴🥴🥴
Yani Agustina
eyangnya ana koq jd salma sih,salma kan ibunya gio...
ros: itu la tu, untung ingat siapa eyangnya ana
total 1 replies
Ria Gazali Dapson
yaa Allah, apa yg d cari dari riko, kalo aku mah udh keluar rumah, hdup berdua dg ank, apalgi mo dapet warisan, bisa buat usaha , cerein ja riko, palgi tuh mertua apar ponakan jahat, ngapain d piara
Anifa Anifa
nggak berfaedah banget, isinya cuma nggedabrus
Anifa Anifa
pret lah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!