"Cih, sekalinya udah rusak ya tetep aja rusak!"
"Sok suci!!"
"berjilbab tapi kelakuan kayak orang nggak punya adab!!"
**
Setiap hari selalu saja ada kata-kata hinaan yang keluar dari mulut orang-orang di sekitarnya untuk menghina dan menjatuhkan mental ANINDITA RAHMA.
Gadis yang terkenal badung dan suka melepas-pakai hijab sesukanya.
Namun selepas insiden terakhir kali yang membuatnya harus kehilangan orang tuanya membuat gadis badung itu sadar dan mulai berhijrah.
Insiden apakah itu ? yuk baca dan ikuti kisah Anindita di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MAMAK DIBA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Saat bekerja Dani dan Gavin terlihat kompak, profesional dan totalitas.
Karena pekerjaannya sudah selesai dan selagi Dani juga Gavin sedang meeting di luar, Anin menyempatkan waktunya membaca pesan Adrian untuknya.
"Bismillah" gumamnya saat akan mulai membaca.
^^^To Anindita, ^^^
^^^Maafkan kakak, kakak tau kamu pasti marah karena kakak menjual toko Ayah tapi kakak juga tidak ada pilihan lain. ^^^
^^^Kakak akan mengatakan alasannya, hubungi kakak. ^^^
^^^Kakak sangat merindukanmu, kakak sungguh menyayangimu dengan tulus Nin. ^^^
^^^Kakak tunggu telpon dari kamu. -Adrian. ^^^
Anin memejamkan matanya, dia tersenyum kecut.
"Semua sudah berlalu untuk apa memberi penjelasan, semua itu tidak akan merubah apapun.. hiks hiks Ayah, Bunda Anin kangen.. hiks hiks" Anin menangis lirih.
Gavin dan Dani yang baru saja datang dari meeting di luar menghentikan langkahnya saat melihat Anin meletakkan kepalanya di lipatan tangan, bahunya bergetar dan terdengar suara isak tangis.
Saat Dani akan melangkah mendekati Anin, Gavin mencegahnya dan membiarkan Anin meluapkan tangisnya terlebih dahulu supaya lebih lega.
Kurang lebih 10 menit kemudian Gavin melepas jas nya lalu meletakkannya tepat di kepala Anin saat Anin mengangkat kepalanya dan terlihat jelas wajah sendu dan air mata yang tersisa di pipinya.
"Cuci muka dulu sana" ucap Gavin lalu masuk ke dalam ruangan.
"Cup cup cup.. jangan nangis lagi ya Nin, cuci muka dulu abis itu kita makan siang bareng yuk" ujar Dani.
Anin terkekeh "Aku udah janji sama temen mau makan di kantin Mas"
"Oke, makan di kantin juga nggak masalah. Dah, cuci muka sana.. itu hidung kamu sampe merah, mata kamu juga udah sampe bengkak semua" ledek Dani.
Anin mengangguk lalu pergi ke toilet untuk cuci muka dan memperbaiki riasannya.
"Haah!" Helaan nafas terdengar dari mulut kecil Anin.
"Lupakan semuanya, ikhlasin.. tatap masa depan aja. Fighting💪" Anin menyemangati dirinya sendiri.
Ani kembali ke mejanya untuk mengambil dompet dan Hp.
"Udah? Ayok" ajak Dani.
Anin mengangguk namun saat akan masuk lift Anin keluar lagi dan bertanya pada Dani kenapa Gavin tidak ikut turun untuk makan.
"Dia kalo udah kerja emang suka lupa waktu, lupa makan dan juga lupa buat istirahat. Tenang, nanti kita bawakan aja makanan dari kantin" jawab Dani.
"Oke Mas"
Yuta sudah menunggu Anin di kantin, banyak sekali pegawai yang makan di kantin jadi kantin terasa penuh.
"Udah lama Ta?"
"Enggak, aku juga baru aja sampe.. aku cari tempat duduk dulu, kamu yang pesen ya Nin"
"Oke, kursi buat 3 orang ya Ta.. aku sama Mas Dani, tuh dia lagi ambil minum" tunjuk Anin pada Dani yang sedang mengambil 3 air mineral di dalam lemari pendingin.
Yuta mengangguk lalu segera mencari tempat duduk untuk mereka bertiga.
Anin memesan 2 porsi chicken katsu sama nasi ayang kungpao.
Usai 15 menit mengantri akhirnya Anin bisa mendapatkan apa yang dia inginkan.
"Tadaaa, seadanya ya.. soalnya aku nggak tau selera kalian hehe" ucap Anin meletakkan nampan berisi nasi dan lauk.
"Aku apa aja doyan (suka/mau) Nin" ujar Yuta.
"Gue juga" Dani ikut menambahi.
Mereka bertiga makan sembari mengobrol, karena pembawaan Dani yang humble dan enak di ajak ngobrol jadi membuat Yuta juga tidak sungkan ngobrol yang terkadang di selingi candaan.
Suasana kantin yang awalnya ramai berubah senyap saat Gavin datang.
Sreeett
Gavin langsung menarik kursi dan duduk di hadapan Anin.
"Kenapa nggak ngajak saya makan ?" Tanya Gavin mengambil nasi Anin lalu memakannya.
"Eh, itu punya Pak" ucap Anin mengerutkan keningnya.
"Kenapa ? Nggak boleh saya makan ?"
Anin menghela nafasnya kasar, bisik-bisik pegawai mulai terdengar di telinga Anin.
Karena tak ingin menjadi bahan tontonan dan gibahan lebih lanjut akhirnya Anin memilih berdiri.
"Ikut saya keluar sebentar Pak Gavin" cicit Anin sembari tersenyum menampakkan giginya.
Gavin menaikkan sebelah alisnya lalu tersenyum dan berdiri mengikuti Anin pergi.
"Itu Pak Gavin kenapa aneh banget sih, kenapa makanan Anin di makan ? Anin pasti Bete banget tuh" gumam Yuta.
"Biarin aja, Bos kalian itu emang kayak bocah... maklum lagi masa puber kedua soalnya wkakak" sahut Dani yang tetap tenang menghabiskan makanannya.
"Ha ? Puber kedua gimana maksudnya Mas eh Pak"
Dani terkekeh lalu mengusap kepala Yuta "Nggak usah di pikirin, dan panggil aja gue sesuka lo.. nggak usah terlalu formal, temennya Anin berarti temen gue juga. Gue balik ke ruangan ya, bye"
Yuta memegang rambutnya yang di usap Dani, jantungnya berdetak kencang.. gambar bentuk hati kecil berwarna merah muda seakan bertentangan di sekitar Yuta
Mungkinkah itu cinta atau karena Yuta aja yang terlalu Baper karena keseringan nonton drachin ? Jadi ngebayangin adegan-adegan romantis.
Au ah, othornya juga bingung itu si Yuta ngehalu atau si Dani yang mau PHP .. daripada bingung mending othornya mau nge-drakor and nge-drachin dulu, Byebye 😘
kabar dan kesalah pahaman dr kakak Anin blm juga kebuka Thor,,,,🥺🥺
semangat Thor,,,, semoga sehat selalu juga,,,,ditunggu karya selanjutnya,,,,,
semangat kak,, semoga kakaknya sehat " ,,,,,🤲
baru aja hilang kesalah pahaman eeehhh ada cobaan lagi,,,,
jangan " saingan bang Gavin lagi,,,,, hayo loh nin,,,,,
semakin gk sabar nunggu up nya Thor,,,, 💪
semoga kakaknya juga senantiasa diberikan kesehatan,,,
tetap semangat kak,,,,,💪
Lo nya aja yg gk mau ngerti,,, wanita tu ya cari yg seiman lah,,,, kamu aja masih ragu dgn agamamu,,,