Pangeran Wales Anwealda Arthur Sanders memiliki hubungan tersembunyi dengan seorang Gadis Cantik keturunan Rusia-Jerman karna suatu kesalahan satu malam.
Jissy Elegant Tyara, seorang Artis Pemeran Pengganti yang sangat mahir beradegan berbahaya.
bagaimana Kisah Cinta Mereka ? dan bagaimana Kisah Cinta Penguasa Maldev yang lain? silahkan Mampir ke Novel Nae yang lainnya...
Novel ini Lanjutan dari : Cinta Tersembunyi untuk Sang Penguasa, Gadis Bar-bar Tuan Muda Pendiam..
Happy Reading...??!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sucii Amidasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
sibuk
Adrick semakin tidak percaya dengan kata-kata bijak Kakaknya itu yang penuh makna.
"siapa kak?" tanya Adrick dengan serius.
"bukan urusanmu." jawab Wales.
"apa Kakak ipar dari kalangan tidak berada dan tidak punya kekuasaan? dia ditindas oleh Orang lain?" tanya Adrick mencecar.
Wales diam saja tanpa merespon kata-kata Adrick yang berdecak sebal, sungguh rasa penasarannya pada sosok Kakak Iparnya jauh lebih besar saat ini.
"Kak? apa aku tidak bisa melihat Kucing Nakal Kakak? aku pikir mereka pasti mengenaliku." senyum kecil Adrick membuat Wales melihat ke arah Adrick sekilas hingga Adrick terkekeh.
"aku tau Kakak menyembunyikan Kakak Ipar di tempat yang sama dengan Kucing Nakal itu." ujar Adrick dengan senyuman tak bersalahnya.
"kau tidak tau keberadaan mereka jadi untuk apa aku khawatir atau cemas." ucap Wales membuat Adrick membelalak karna apa yang Wales katakan memang benar.
di Istana,
Wales berjalan tenang didepan sementara Adrick berlari menyusul Wales serta mengoceh bak burung berkicau yang diabaikan oleh Wales hingga tiba-tiba Wales berhenti ditempat tentu Adrick kaget dan juga ikut berhenti mendadak.
"untung saja rem-ku masih berfungsi." gumam Adrick lega melihat ke kakinya yang bisa berhenti mendadak.
"Mom?" sapa Wales seketika kepala Adrick muncul dari belakang tubuh Wales.
"Mommy?" senyum lebar Adrick.
"Adrick temui Daddymu !" titah Ana dan Adrick mengangguk patuh segera berlari kecil menuju Ruangan Sean.
Wales dan Ana tinggal berdua saja di tempat itu bahkan para Penjaga Istana yang melihat mereka lebih memilih putar balik karna tidak tahan atmosfer dingin antara Ibu-anak itu padahal sebenarnya mereka saling menyayangi juga sering bercanda tapi sekarang sepertinya mereka memiliki masalah serius sehingga Para Penjaga Istana lebih memilih pergi tanpa berani melewati mereka berdua apalagi sekedar menyapa.
"Mom?" sapa Wales tersenyum kaku.
Ana menatap datar sosok tinggi didepannya itu walau Wales lebih tinggi darinya sedikit melebihi Sean tapi tubuh tinggi itu tidak membuat Ana gencar sedikitpun, Ia akan tegas dan tanpa segan main racun pada anaknya sendiri jika membangkang.
beberapa tahun yang lalu Wales pernah di racuni oleh Ana dan tertidur selama beberapa minggu karna saat itu Wales tidak sengaja melukai seorang Putri Bangsawan sehingga Putri itu begitu malu, jikalau bukan karna Sophia dan Sean serta tangisan Eks (Orang setia Sean) yang tidak pernah menangis didepan Sean maupun Ana membuat Ana menuruti permintaan Eks dan Sophia yang sangat menyayangi Wales melebihi anak kandung sendiri.
"jam berapa sekarang?" tanya Ana dengan dingin.
Wales melirik jam tangannya, "3 pagi." jawab Wales.
"ikut Mommy!" titah Ana dengan serius lalu melangkah pergi meninggalkan Wales yang menghela nafas tapi mengikuti juga langkah Ana.
Ana membawa Wales ke Ruangan khusus yang kedap suara, Wales membiarkan saja dirinya di kunci oleh Ana di dalam Ruangan itu bersama Ana juga.
"Bagaimana caraku menjelaskannya?" batin Wales yang dilema mencari alasan Ia dengan Adrick terlalu lama pulang.
"duduk!" intonasi tegas Ana dan Wales melihat kursi tak jauh darinya pun melangkah kesana tentu duduk seperti anak yang patuh pada Ibu Tirinya.
Ana pun menarik kursi yang didekatnya dan menyeretnya hingga mengeluarkan bunyi yang membuat ngilu siapapun yang mendengarnya sementara Wales tidak takut sama sekali malah takut jika Ana mengancam akan meracuninya sebab Mommynya ini seorang Legendaris Dewi Beracun yang sangat di takuti semua musuhnya jikalau tau identitas Ana.
takk!!
Ana meletakkan kursi itu tepat dihadapan Wales dan Ia duduk dengan anggun disana, "bagaimana pelakunya? apa sudah tertangkap?" tanya Ana membuat Wales tertegun dan melihat ke bola mata indah Ana yang menatap lembut Wales seperti seorang Ibu Kandung padahal memang iya.
"Mommy tau sesuatu?" tanya Wales serius.
Ana mengangguk lalu melipat kakinya dengan anggun serta berkelas didepan Wales sambil memainkan jemari tangannya yang lentik, "Mommy tau sayang? biarkan Mommy yang membalaskan sisanya."
Wales tampak berpikir beberapa saat, "biar Wales saja Mom!"
Ana menatap tajam Wales, "dengarkan Mommy Nak?! jangan sampai Mommy kehabisan kesabaran lalu membuatmu jadi Pangeran tidur dan mengumpulkan banyak Putri Kerajaan hanya untuk antri menciummu."
ancaman Ana tentu bukan mainan bagi Wales hingga Ia akhirnya buka mulut dan mengatakan kalau pelakunya adalah Yang Mulia Lord dari Negara K hingga mata Ana memerah dan tangannya terkepal kuat sampai memutih serta wajahnya sedingin kutub.
"serahkan pada Mommy, ini semua karna Mommy kalian dalam bahaya dan Anak-anak Sophia menjadi korbannya." ucap Ana sambil berdiri dari duduknya dan hendak pergi namun Wales menghentikannya.
"berhati-hatilah Mom?! setelah masalah ini selesai, aku janji akan membawanya kepada Mommy." ucap Wales dengan senyuman tipis membuat Ana berubah lembut seakan amarahnya tadi hilang ditelan angin.
"baiklah sayang, kalian sudah bekerja keras selama ini.! sisanya serahkan pada Mommy dan Putri Adara." kata Ana tersenyum manis lalu berbalik pergi saat Ana keluar dari Ruangan itu raut wajah Ana langsung berubah dingin.
Wales tersenyum tipis lalu pergi ke Kamarnya untuk membersihkan diri, setelah itu Wales bisa tidur dengan nyenyak tanpa gangguan seakan semua masalahnya telah selesai padahal musuhnya tidak hanya itu saja.
siang harinya,
Wales tidak heran mendengar gosip para Pelayan dan Penjaga Istana yang kebingungan tidak menemukan Ratu Ana bersama Putri Adara yang selalu membuat hari-hari mereka penuh warna, sebagai bawahan yang setia sungguh hidup mereka merasa beruntung bisa dekat dengan Keluarga Sanders.
"Mommy bergerak cepat." batin Wales tersenyum kecil lalu melangkah menuju Ruangan Sean.
"ampun Pangeran Mahkota, Yang Mulia tengah berburu bersama Pangeran Adrick." ucap salah satu Penjaga Istana dengan kepala tertunduk.
Wales tersenyum lebar seketika hingga Para Penjaga Istana merasa merinding namun mereka tidak berani bertanya, Wales berlari dengan langkah lebar menuju Mobilnya dan pergi entah kemana.
di tempat lain,
"bagaimana keadaan kalian sayang-sayangku?" tanya Jissy pada kedua Serigala Kutub Wales yang tidak lagi mencium aroma Jissy, Yola-Bola sering meraung sedih membuat Jissy terpesona dengan kedekatan mereka dan berencana membawa Yola-Bola ke anak-anaknya didalam Inkubator.
"kalian harus aku ikat ya? kalau kalian mau bertemu dengan Tuan Kecil kalian, patuhlah sedikit!" pinta Jissy sambil memakaikan kalung di leher Yola-Bola yang meraung-raung seperti tidak sabar menunggu waktu pertemuan mereka dengan sikembar kecil.
Jissy ternyata sudah bisa berjalan dengan normal berkat adanya Fuji bersama 2 susternya yang setiap hari menjaga pola makan, kesehatan, jahitan dan semua yang Jissy lakukan hingga Ia pulih dengan cepat.
.
Diandra menjerit seketika melihat 2 ekor Serigala Putih yang berlari ditarik-tarik oleh Jissy yang sibuk mengomeli hewan buas itu.
"kalian sangat tidak sabar." Omel Jissy.
Diandra mengelus dadanya yang mana posisi jantungnya terasa mau lepas, hingga Fuji dan 2 Susternya berlari ke arah Diandra juga syok melihat aksi Jissy membawa 2 hewan buas itu.