NovelToon NovelToon
Benih Yang Kau Tinggalkan

Benih Yang Kau Tinggalkan

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Anak Kembar / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romansa / Tamat
Popularitas:66.1k
Nilai: 5
Nama Author: Fidia K.R

Mengidap Endometriosis, bagai vonis mimpi buruk bagi wanita mana pun hingga terpaksa melakukan operasi dan proses bayi tabung, namun perceraian justru harus terjadi.

Berjuang sebagai orang tua tunggal dengan kehadiran kedua buah hati yang terlahir fraternal, membuat hari-hari Irene tidak terduga hingga pertemuan tak terduga kembali terjadi dengan Hendrik, menyisakan pertanyaan yang tanpa diketahui ada bahaya mengancam di saat kebenaran mulai terungkap.

Di saat pertemuan dan genggaman tangan itu menarikmu, apa kau akan berbalik untuk bersama atau justru meninggalkan kembali?

Ikuti kisah Irene & Hendrik selanjutnya, tak lupa Xander & Xavia yang menggemaskan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fidia K.R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pilihan 2

"Mr. William? ... Aa–apa yang ...."

"Apa kalian tidak mendengarku? Tentu perusahaan besar seperti kalian memiliki koneksi dengan jasa pembangunan yang lain, bahkan jauh lebih baik bukan? Hubungi mereka!"

Tertegun saat mengetahui siapa yang kini tengah berada dihadapan, mulut berkelut dengan berbagai alasan pun terkunci menutup rapat. Raut wajahnya begitu hitam dan putih bagai tak terbaca akan makna apa yang tersirat di belakangnya. Namun satu yang cukup jelas terlihat adalah, postur tubuhnya yang berdiri tepat di hadapan pejuang wanita, seorang ibu tunggal yang begitu tegar dan berhati lapang hanya untuk kedua buah hatinya yang harus ia jaga.

Melupakan kata hati, pikiran yang rasional, bahkan harga dirinya hanya untuk dapat tetap menjaga emosi, bagi Irene yang saat ini hanya bergantung mencari pundi penghasilan dari tempatnya bekerja yaitu PT. Loic, tidak menutup kemungkinan jika rasa benci menjadi kemelut yang harus ia tanggung setiap harinya. Tidak ingin mencari masalah yang tidak diperlukan, ternyata hanya membuatnya terjebak semakin dalam.

"Om William? ... Ada apa Om da–datang kemari? Bu–bukankah perusahaan sudah menghubungi jika aku yang akan membereskan masalah ini?" tanya Sarah berjalan mendekati William dengan sedikit merasa canggung dan serba salah.

"Perusahaan anak cabang utama kedua di Dallas, bagaimana mungkin aku tidak turun tangan di saat dana perusahaan yang keluar tidak sebanding dengan hasil yang didapatkan?!" balas William dengan sangat tegas seperti biasanya.

"Yaa Om, kau benar ... dan, bukankah ini salah satu alasanku datang kemari? Aku berniat ingin membereskan masalah ini, Om ..." Sarah tersenyum dengan polos, dengan gerakan tubuh manja, yang biasa dilakukan seorang anak pada orang tuanya jika melakukan suatu kesalahan.

"Kau Manager personalia (HRD) tau apa tentang hal ini? Bagaimana bisa Anna yang menyuruhmu ke sini dan bukan dia sendiri?! Apa yang ada dipikirannya!" William pun merasa kesal dengan sedikit melonggarkan ikatan dasinya.

Tatapan Bastian menjurus pada Irene penuh makna akan beebagai isyarat yang tentunya dapat dimengerti olehnya. Terlepas dari rasa benci atau tidak sukanya saat ini, dana sebesar itu dalam proyek pembangunan, tentu saja akan membuat Irene berada di dalam balik jeruji besi jika tidak terselesaikan dengan baik. Irene kini hanya dapat terdiam sesuai permintaan Bastian, sedikit mengambil langkah jarak mundur untuk memberikan para penguasa berdebat tak lagi terbendung.

Jauh dari dalam diri William saat ini yang masih tidak bisa melupakan jasa atau kebaikan Irene saat masih menjadi menantu keluarga Kessler, sadar diri akan kesalahan yang ia dan istrinya lakukan hingga menyebabkan nasib malang Irene bertambah selepas kepergian nenek Emma, tidak lain dan bukan, sungguh William mempunyai niat tulus untuk memohon maaf atau hanya sekedar mencoba memberikan apa yang seharusnya keluarga Farmer dapatkan meski perceraian Irene dan Hendrik tetap harus terjadi.

Ketidaktahuan William dan Mia akan campur tangan kotor serta rencana berbahaya yang dilakukan Anna bersama Mr. JK, memiliki ambisi balas dendam serta kemunafikan yang masih Hendrik tutupi tak kala ia pun mencoba untuk menyelesaikan ada apa sebenarnya dibalik ini semua. Berujung pada kepolosan yang dilakukan William serta Mia, Irene pun tidak menaruh curiga karena bagi Irene, semua masalah di keluarga Kessler hanya menambah aib atau luka baginya.

"Haruskah aku mencari jasa konstruksi sendiri? Kenapa kalian masih terdiam?! Berapa dana yang diperlukan? Berikan laporan itu padaku!" sentak tegas William kembali pada Sarah dan Luke. Merasa masih tidak ada tanggapan, Bastian melangkah untuk mengambil laporan Irene dan menyerahkannya pada William.

William pun mencermati begitu serius bahkan tanpa sadar melayangkan senyuman bangga pada data laporan yang Irene buat. Teringat akan kata–kata yang sering kali nenek Emma ingatkan pada Irene, Benih yang baik tak memilih tanah. Orang pintar dan berbakat pasti akan maju. Sementara orang baik, ke mana pun pergi pasti hanya kebaikan yang mengikutinya.

Bagi William yang juga tahu bagaimana terperinci atau begitu detailnya sifat Irene dalam menyusun suatu laporan, tentu hal seperti ini akan sangat mudah dilakukannya. Bastian kemudian membisikkan sesuatu pada William yang saat ini pun tahu bahwa Hendrik sedang berjuang melawan para dewan direksi di Houston. Sungguh tidak mungkin baginya jika masalah seperti ini tidak dapat ia selesaikan dengan baik, karena Hendrik pasti akan menyindirnya setiap hari.

......***......

...-Apartment Hendrik-...

Disatu sisi lainnya, Anna yang juga menyuruh salah satu orang kepercayaannya untuk mengikuti dan mengawasi pergerakan William dan Mia, melaporkan akan Mia yang semenjak kepindahan Irene untuk membeli sebuah apartment dan menjual kediamannya, mengikuti kedua kembar dengan diam–diam dari belakang. Bahkan tidak menutup kemungkinan Mia bahkan menunggu Xander dan Xavia pulang sekolah.

"Anak itu ... Kenapa begitu mirip dengan Hendrik saat kecil?" ucap Mia berbisik lirih dari balik kemudi mobilnya yang terparkir di pelataran sekolah.

Kecurigaan Mia pun timbul ketika pertama kali melihat Xander dari kejauhan saat proses pemakaman nenek Emma berlangsung. Begitu terkejut akan sosok anak tampan berambut coklat dan bermata biru yang indah, Mia langsung memiliki keyakinan bahwa saat ini Xander dan Xavia adalah keturunannya yang tidak lain, pewaris sah garis murni keluarga Kessler.

Seketika tertuju pada Irene yang masih terluka dan menjadi begitu jauh akan jarak dan tembok tinggi yang dibangunnya pada keluarga Kessler, sungguh Mia tidak ingin mencari masalah yang tidak diperlukan terjadi. Namun sisi lain hati Mia yang melakukan perlawanan, selalu berkata lain hanya karena Hendrik sang anak, kembali mengikat janji suci dengan Irene, meski itu dilakukan secara diam–diam.

"Bukankah aku sekarang juga memiliki hak untuk mengenal kedua anak itu?" pinta Mia yang bertanya pada dirinya sendiri, merasa keraguan dan kegelisahan menyelimutinya tiada henti.

Menatap Xander dan Xavia saat pulang sekolah dengan dijemput salah seorang pengasuh wanita yang terlihat sudah terlatih dalam mengasuh anak, Mia tanpa sadar turun dari dalam mobilnya dan berjalan mendekati mereka. Tahu akan kehadiran sosok yang tidak dikenal dan dianggap berbahaya, pengasuh itu pun menarik kedua kembar ke belakang tubuhnya, seraya mencoba melindungi mereka.

"Sorry, but who are you Mam?!" tanya ketus pengasuh wanita itu kepada Mia karena merasa terancam.

"Maaf, kumohon jangan salah paham ... aa–aku adalah Nenek mereka. Sungguh, aku adalah Nenek mereka," balas Mia dengan mencoba mengambil jarak aman agar tidak menimbulkan masalah.

"Nenek?? Tapi Miss Irene tidak ada sedikit pun menyebutkan soal Nenek atau keluarga lainnya selain Mr. Collin dan Mrs. Colie. Xander, Xavia, do you know her? " tanya pengasuh itu dengan masih melindungi keduanya di belakang.

Keduanya pun mencuri pandang dari balik tubuh pengasuh wanita itu pada Mia yang begitu tersenyum lembut dan hangat. Namum entah mengapa, kehadiran Mia justru membuat kedua kembar ketakutan hingga tiba–tiba menangis kencang, membuat tatapan menjurus pada mereka semua.

"Ssttt ... It's okey, it's okey ....why are you crying?" tanya pengasuh itu kembali pada Xander dan Xavia dengan langsung memeluk dan menenangkan mereka.

"Nenek itu ... dia membentak Mommy!" ucap kesal Xander dengan tangisan yang keras.

"Nenek Emma sakit karena dia, Via tidak suka ... Via tidak mau bertemu dengannya!" Xavia memeluk salah satu kaki pengasuh itu dengan erat seolah begitu ketakutan.

Tanpa perlu dikata, pengasuh wanita itu pun langsung memberikan tatapan menyudutkan penuh marah pada Mia. Suasana tenang disertai tawa akan celoteh Xander dan Xavia yang senang saat bermain di dalam kelas pun berakhir sudah dengan tangisan pilu dari keduanya yang merasa ketakutan karena teringatnya sebuah kenangan mereka yang ternyata terbangun dan mencuri dengar dari dalam balik kamarnya.

"Pergi! Jangan ganggu mommy! Jangan sakiti mommy!" sentak Xander yang dengan memberanikan diri memukul salah satu kaki Mia.

"Tidak Nak, tidak ... sungguh, aku tidak berniat untuk menyakiti Mom—"

"PEMBOHONG!! KAMI MEMBENCIMU! Karenamu dan paman datang ke rumah, grandma sakit dan kami tidak bisa lagi bertemu dengannya!" balas Xander kembali dengan begitu kesalnya.

"Tidak Nak, sayang ... kumohon, jangan berkata seperti itu," lirih Mia yang akhirnya juga ikut menangis dihadapan Xander dan Xavia.

"I'm sorry Mam, but ... You should go!" pinta tegas pengasuh wanita itu pada Mia.

Tangisan atau rintihan memohon tidak akan lagi berguna di saat jiwa polos tanpa dosa sudah menjatuhkan vonis penghakiman. Lalu, apakah yang harus dilakukan jika sudah seperti ini?

1
Katherina Ajawaila
William di mana, sm Mia 😆
Katherina Ajawaila
Iren terlalu anggap semua masalah bsa di selesaikan mertua udh tangan msh belagu dasar, keras kepala, rendah hati kalau ma sukse
Katherina Ajawaila
Iren gayanya ngeselin. juga kaya perek mau aja di buat bulan2 an, udh Terima suami lagi, msh aja gengsi mertua minta maaf msh keras tapi sm luke jawab nya spt jablai , colin saudara laki2 sprt banci. kel edan
Katherina Ajawaila
siap2 aja Anna, sarah , Jk Terima karma mu🤓
Katherina Ajawaila
Iren gemesin, hendrick. lemot, di luar netizen pada ngibah, bikin gemes, anak dia jadi korban. 🥸
Katherina Ajawaila
Luar biasa
Katherina Ajawaila
Iren aneh aja senang di dlm lingkaran setan, udh jelas kehidupan di salah guna in org bukan nya cerita biar hendrick tau😎
Katherina Ajawaila
makin tegang aja, semoga ketangkap Jk bersama luke dan Anne
Katherina Ajawaila
Hendrick, gercep donk kalau tdk mau kehilangan anak2 mu, iren juga ngulur2 waktu utk blbg identitas si kembar. outhour plases, yg baca jd snewen🥸
Katherina Ajawaila
mis komunikasi Iren, cerita biarHendrick tau selesai deh masalahnya, biar Anna Terima akibatnya
Katherina Ajawaila
gercep lah hendrick itu Anna dan antek2 nya JK😡
Katherina Ajawaila
pasti itu ulah Nya Anna, yg sering neror kel Iren 🥸
Katherina Ajawaila
hendrick kenapa mgk jebak Tantemu, Anna dan cecukuk nya JK,
Katherina Ajawaila
itu ulah ana yg ingin anaknya sarah menjadi istri hendrick 😁
Katherina Ajawaila
kenapa hendrick bisa menceraikan Irene thour, kelihatannya hendrick ngk merasa berbuat menceraikan, jadi penasaran 🥸
Katherina Ajawaila
awal cerita yg menarik, kasihan! irene, punya tante matre 😖
Surati
bagus
Ririn Nursisminingsih
kesalahpahaman yg dibuat oleh seseorang ane karena harta dan tahta
Fidia K.R ✨: /Grimace/ harta dunia memang menyesakkan..
total 1 replies
Ekowati Puji Lestari
duh semoga Irena anak2nya aman
Fidia K.R ✨: Gereget emang ka /Right Bah!/
total 1 replies
Ekowati Puji Lestari
Cerita yang menarik
Fidia K.R ✨: Terima kasih bnyak kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!