prolog
Terkadang hidup bagaikan panggung sandiwara, bagi orang yang optimis hidup bisa digambarkan adalah sebuah anugerah yang tidak terhingga dari sang pencipta..
Felixia seorang gadis yang berusia 25 tahun,pekerja keras apa pun pekerjaan itu dia tidak pandang buluh asalkan halal, felixia anak pertama dari 3 bersaudara, tapi nasib kurang berpihak padanya karena adik bungsunya seorang pria yang dalam usia 15 tahun ini tidaklah serupa dengan anak yang lain pada umumnya, karena dia memiliki keadaan fisik tak sempurnah karna akibat kecelakaan waktu usia 5 tahun anak tersebut jatuh dari pohon saat bermain yang mengakibatkan tanganya patah dan harus di amputasi, sedangkan adik perempuannya yang bernama feronsia ini, harus rela jauh terpisah dari keluarga karena dia juga berjuang untuk kebutuhan adik bungsunya ia rela jadi Art kontrakan, karena sejak orang tua mereka meninggal dengan terpaksa mereka menitipkan adik bungsu mereka di panti asuhan Kasih Bunda, dan mereka hanya dapat mengunjungi adik tersayangnya itu yang tak lain bernama faronaya, hanya 1 kali dalam sebulan karena demi bisa memperjuangkan hidup dan demi sesuap nasi...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rachel sianturi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 33
Felix yang bingung dengan ucapan Ando dan berpikir kenapa setelah hubungan kami berakhir Ando malah ingin berteman denganku, apa sebenarnya yang Ando mau, pikirnya.
Apa anda sedang tidak bercanda tuan??
Apa aku terlihat bercanda felix,,???
Atau kau mengira aku akan menyakitimu lagi bila kita berteman??? Aku mohon felix berpikirlah positif sekali saja tentang aku, meski aku tahu kau belum bisa melupakan apa yang sudah terjadi dan mari berteman agar kita sama bisa melupakan hal itu, aku mohonnn...
Apa menurut anda kita pantas untuk berteman?? bukannya saya menolak, tapi anda sendiri yang mengatakan bahwa saya tak pantas untuk hal apa pun,, dan saya sadar akan itu..!!
Tolong jangan mengingat itu lagi, aku memang sangat bodoh dan memang tak pantas untuk jadi temanmu,, aku tahu kau sulit untuk menerimaku, klu begitu aku permisi dulu,, dan maaf klau aku sudah membuatmu tidak nyaman dengan kedatanganku dan aku tak akan menganggumu lagi. Ando berjalan meninggalkan felix yang masih duduk di kursinya,, dan menatap kepergian Ando hingga hilang dari pandangannya.
Sebenarnya felix merasa tak enak hati terhadap Ando, meski dia tersakiti tapi dia masih tak tega melihat seseorang kecewa terhadap dirinya,, maaf Ando aku bukan tak mau berteman denganmu,, hanya saja aku tak mau terus tersakiti dengan berhubungan pada orang terpandang seperti anda karena kenyataannya aku hanya akan menerima hinaan saja, karena bagi gadis miskin sepertiku harus sadar siapa aku dan tempatku dimana,, ucap felix dalam hati.
Ando yang sudah meninggalkan kontrakkan felix pun, melaju mobilnya dengan kecepatan sedang, tak lama Ando sampai di apartemenya,, setibanya dia langsung masuk kedalam apartemen, namun dia tidak menuju kamarnya melainkan masuk kekamar yang pernah felix tinggqli.
Ando terduduk lunglai didalam kamar itu dan menangis serta merutuki dirinya yang sangat bodoh, hinga dia tak sadar bicara sendiri didalam kamar tersebut.
Felix,,, apa seperti inikah sakitnya yang kau rasakan disaat aku menolakmu, menghinamu bahkan menyiksamu?? bicara sendiri seolah olah felix berada disana.
Hahaaaaaa,, Ando tertawa seperti orang gila dengan air matanya yang terus mengalir sambil berkata lagi,, Aku bahkan tak tahu diri, dan tak punya rasa malu, sudah menyakitimu lalu dengan mudahnya aku memintamu agar bisa dekat denganmu dan menerimaku jadi temanmu, hiks,,hiksss,,, bagaimana bisa kau menerimaku dengan lapang dada sementara sakit yang kuberikan padamu sangat sulit untuk kau lupakan, felix,,hikss,,hikss maaff aku minta maaf beri aku kesempatan felix untuk menebus semua kesalahanku.
karena cukup lelah ditambah teriak histeris dengan menangis didalam kamar felix Ando pun tertidur di kamar itu tepat diatas karpet yang pernah felix tiduri waktu itu.
Sementara felix yang sudah dengan rebahannya akan tidur, namun felix masih sulit untuk memejamkan matanya karena masih memikirkan kejadian sore tadi,, Oh Tuhan,, apa yang sudah aku lakukan,, aku bahkan lebih kejam dari Ando, yang tidak menghargai niat baik orang lain, tapi apakah Ando memang sungguh sungguh, dan apakah aku harus mencobanya untuk berteman dengan Ando,, sementara aku masih sulit melupakan kejadian itu, apa dengan menjalin pertemanan ini akan membuatku perlahan lupa dengan semuanya, atau malah aku akan semakin tersakiti,, akkkhhhhhhhh aku bingung,,, lebih baik aku tidur saja dan mudah mudahan besok aku banyak rezeki, aku sudah tidak sabar untuk mewujutkan impianku, besok aku akan menelpon adikku apakah dia sudah mengumpulkan seberapa banyak uang agar kami bisa membeli rumah yang sederhana hasil keringat kami dan itu pasti sangat menyenangkan, tidak lama lagi aku akan tinggal bersama dengan adik adikku, Ayah,, ibu,, berikan restu kalian agar harapan felix terwujud dan setelahnya felix pun terlelap setelah memikirkan hal panjang lebar yang begitu melelahkan pikiriannya.
Laaaannnjjjjjjjuuuuuuuuutttttttttttttt