NovelToon NovelToon
Dinikahi Supir Sendiri

Dinikahi Supir Sendiri

Status: tamat
Genre:Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:258.6k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Haryani

Memiliki wajah tampan tak membuat Briana memperlakukannya dengan baik karena William hanyalah seorang sopir.

Namun apa jadinya bila seorang sopir itu menikahi Briana karena kesalah pahaman?

Dan seiring berjalannya waktu jati diri William akhirnya terbongkar. Ternyata ia adalah seorang pengusaha sukses.

"Aku bahkan lebih kaya dari orang tuamu." William Horrison.

"Maafkan aku. Aku mencintaimu." Briana Alesya Darwin.

Namun kata cinta yang Briana ucapkan bersamaan dengan kembalinya wanita di masa lalu William.

Siapakah yang akan William pilih, wanita di masa lalunya yang selama ini ia nantikan kedatangannya atau kah Briana istri yang selalu merendahkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB. 32 Tiba dialamat

Briana menghempaskan ponsel miliknya keranjang kamar penginapan. Ia sudah kesal pada Brian yang menggoda dirinya, kini ditambah kesal lagi karena ada seseorang yang menghubunginya.

"Sabar Nona," ucap Linda yang sejak tadi ada di kamar Briana.

Linda juga mendengar semua yang dibicarakan oleh Brian dan Larissa melalui panggilan video, serta William yang menyamarkan suaranya.

"Siapa sih orang yang menghubungiku tadi?" tanya Briana dengan kesal.

"Saya tidak tahu Nona," jawab Linda.

"Awas saja bila aku menemukan orang itu, maka akan aku cakar wajahnya," ucap Briana.

"Nona seperti kucing saja yang tidak segan-segan mencakar bila sedang marah," ucap Linda.

"Kamu menyamakan saya dengan kucing?" tanya Briana menatap tajam pada Linda.

"Ehh, tidak Nona. Maaf kalau saya salah bicara," ucap Linda menundukan kepalanya.

"Sudahlah kamu dan Brian itu sama saja, kenapa sih kalian tidak balikan saja agar dia tidak terus menggangguku," ucap Briana.

"Maaf Nona, itu tidak mungkin terjadi karena kami sama-sama tidak bisa saling mengerti," ucap Linda.

"Bukannya kalian itu saling mencintai, kenapa kalian tidak bisa saling mengerti?" tanya Briana.

"Saya tidak bisa menjelaskannya karena itu privasi saya," ucap Linda.

"Baiklah, yang penting sekarang kamu temani saya mencari alamat rumah Liam," ucap Briana.

"Baik Nona, tapi sebelum kita mencari alamat rumah Liam sebaiknya kita sarapan dulu." Linda menyodorkan kotak nasi ke hadapan Briana untuk sarapan wanita itu.

Briana tidak menyahuti ucapan Linda tapi ia memakan sarapan yang Linda siapkan untuknya.

Setelahnya kedua wanita itu segera melakukan pencarian alamat rumah William yang Briana pegang.

Briana dan Linda kembali menyusuri jalanan yang tadi malam sudah mereka lalui, tapi semua jalanan di sana benar-benar tidak ada yang bernama jalan kenanga.

Pada akhirnya Briana memberanikan diri untuk bertanya pada beberapa orang yang ia jumpai di jalan tersebut.

"Ibu tahu alamat ini tidak?" tanya Briana memperlihatkan kertas bertulisan alamat Liam yang ia pegang.

"Nama kabupaten dan provinsinya benar, tapi untuk kalian sampai di kecamatan dan desa yang ada dialamat itu kalian harus menyeberang menggunakan speed boat," ucap Ibu tersebut.

"Jadi maksud Ibu, jalan kenangan nomor 69 ini tidak ada di sini?" tanya Briana memastikan.

"Iya Mbak, tidak ada di sini. Kalian bila mau mencari jalan itu harus sampai dulu di desa yang ada dialamat itu," ucap Ibu tersebut.

"Berapa lama kami tiba disana bila naik speed boat?" tanya Linda.

"Tidak lama, hanya sekitar 15 menit kalian sudah sampai di seberang sana," ucap ibu tersebut.

Linda mengangguk mengerti, kemudian menoleh pada Briana yang ada di sebelahnya.

"Kita pulang saja atau lanjutkan pencarian alamat rumah Liam, Nona?" tanya Linda pada Briana.

Briana tidak langsung menjawab karena ia juga bingung harus melanjutkan atau menghentikan pencarian alamat rumah William. Bila menghentikan pencarian maka ia akan pulang dengan tangan kosong tapi bila melanjutkan pencarian maka ia harus menyeberang menggunakan speed boat dan menahan diri dari mabuk laut.

"Kita lanjutkan saja," jawab Briana pada akhirnya.

"Anda yakin Nona, bukannya anda itu mabuk laut ya?" tanya Linda memastikan.

"Tidak ada pilihan lain Lin, kita sudah sampai sejauh ini dan kita tidak mungkin menghentikan pencarian alamat rumah Liam," ucap Briana.

"Baiklah kalau itu yang anda inginkan maka saya akan menurutinya," ucap Linda yang dianguki kepala oleh Briana.

Kedua wanita itu mengucapkan terima kasih terlebih dahulu pada ibu yang sudah memberikan informasi pada mereka, baru setelahnya mereka mendatangi tempat jasa penyeberangan menuju kecamatan yang sedang Briana cari.

Briana dan Linda menaiki speed boat hampir 15 menit lamanya, hingga kini kedua wanita itu sudah tiba di kecamatan tujuan.

Hoek hoek

Begitu turun dari speed boat Briana mengeluarkan isi perutnya yang sejak naik speed boat sudah merasa mual.

"Nona tidak apa-apa?" tanya Linda yang langsung menghampiri Briana setelah turun dari speed boat.

"Perut saya mual Lin, kepala saya juga pusing," ucap Briana dengan tangan kiri memegangi perutnya dan tangan kanan memegangi kepala.

Linda segera menggandeng Briana untuk membawa wanita itu duduk terlebih dahulu dipondok pelabuhan tersebut.

"Anda pasti sangat mencintai Liam hingga mengesampingkan anda yang mabuk laut," ucap Linda yang salut pada Briana.

Briana tidak menyahuti ucapan Linda, ia benar-benar mabuk laut sehingga kini yang ia rasakan hanya mual dan pusing.

Linda mencari warung di sekitaran pelabuhan untuk membelikan Briana minyak kayu putih dan juga obat mual.

"Ini Nona minum obat ini supaya tidak mual lagi." Linda menyerahkan obat mual dan juga air mineral pada Briana.

"Terima kasih Lin," ucap Briana menerima obat dan juga air mineral tersebut.

Mendengar ucapan terima kasih dari Briana, Linda tersenyum lebar karena atasannya itu akhirnya mau berterima kasih padanya.

Linda ikut duduk di sebelah Briana.

"Sini Nona saya usapkan minyak kayu putih di perut dan punggung Nona," ucapnya kemudian.

Briana menggeser duduknya untuk mendekat pada Linda disebelahnya. Linda srgera mengusapkan minyak kayu putih pada punggung Briana dan juga perut wanita itu.

Setelah merasa lebih baik Briana melanjutkan mencari alamat rumah William yang masih ia bawa.

Linda dan Briana menghampiri beberapa orang yang sedang mangkal dipangkalan ojek untuk menanyakan alamat dan mengantarkan mereka ke alamat tersebut.

"Bapak tahu alamat rumah ini tidak?" tanya Briana pada bapak-bapak tukang ojek di sana.

"Iya tahu, Mbak. Desa Mekar Sari ada di sebelah desa ini," jawab salah satu tukang ojek di sana.

"Benarkah? Bisa Bapak antarkan kami ke desa itu?" tanya Briana lagi.

"Oh tentu bisa, Mbak. Mari saya antar," ucap tukang ojek tersebut yang diangguki kepala oleh Briana.

"Wan, kamu antarkan Mbak yang satunya ya," ucap tukang ojek itu pada temannya.

"Siap," ucapnya.

Briana dan Linda segera menaiki motor tukang ojek yang akan mengantarkan mereka pada alamat rumah yang tertera pada kertas yang masih Briana bawa.

'Liam, sebentar lagi aku akan tiba di rumahmu,' batin Briana.

Briana sudah tidak sabar untuk bertemu dengan William, ia bahkan terus tersenyum meski wajahnya terlihat pucat.

Ya, sebenarnya Briana sedang kurang enak badan karena kelelahan mencari alamat rumah William ditambah lagi tadi ia mabuk laut sehingga kini wajahnya tampak terlihat pucat.

Hanya butuh waktu 10 menit akhirnya motor tukang ojek yang Briana dan Linda naiki berhenti di depan sebuah rumah sederhana.

"Benar ini alamatnya Pak?" tanya Briana.

"Benar Mbak, rumah itu nomor 69 dan jalan ini jalan kenanga," jawab tukang ojek.

Briana menganggukkan kepala kemudian turun dari motor dan segera mendekat pada rumah bernomor 69.

1
gemar membaca
salah sendiri ortu Sabrina tdk dari awal ngasih kabar ke wiliam, tapi malah terus menyalahkan dia atas kecelakaan yang terjadi.
Sri Siyamsih
satu lg pendukungmu Liam, Brian
Sri Siyamsih
jika kmu tau bri siapa ayahmu sesungguhnya dulu kt" kamu akan berfikir swribu kl bilang miskin pd Liam yg notabene jls" keturunan orkay
Sri Siyamsih
kyknya jln dr kantor k rmh briana nglewati perkampungan yg disiplin alias ketat peraturan
Sri Siyamsih
ada y seorang ceo tp nggk ad etika spt itu, percuma pendidikn tinggi, kaya lg. sungguh d sayangkn, kasihan ortunya pdhal org baik, terllu sombong dn angkuh
Sri Siyamsih
ujung"nya tar liam yg turun tangan bantuin
Ririn Nursisminingsih
mkanya jg sombong kmu briana
Ririn Nursisminingsih
jg sombong bri yg kmu hina itu ceo...hargailah orang lain
Safa Almira
,bagusnya
Citra Kamila
aku mampir thor
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
ini daerah kampung mana sih?? klo jakarta kyknya gk mungkin deh warga nya begitu..🤭
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
briana ngukutin sifat emaknya wktu blm nikah
Mba Wie
Luar biasa
Devys
kenapa ada sad boy🥲🥲
Devys
cuma 5 aja 🤣🤣
Devys
saran buat unsur kendaraan 🤣🤣
🌸WINA🌺
briana jd wanita tdk ada kelam2nya sangat bar2 banget kesel william tdk perlu pake acara mencakar wajahnya,,,ayah reyhan nasehati putrinya hrs bs menghargai orglain....
🌸WINA🌺
wkwkwk🤣🤣🤣william kena cakaran lagi wajahnya yg tampan dan mama irene sudah menduga anknya jd supir pribadi briana.....
🌸WINA🌺
kucing bar2 sangat angkuh dan arogan dan kemanapun pergi wiliam akan sll mengawal/menyupiri gadis bar2 itu....
🌸WINA🌺
ya iyalah kena wong anknya sendiri william yg kabuuuur dr rmh tdk Mau dijodihkan,,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!