NovelToon NovelToon
Obat Tidur Dalam Minumanku

Obat Tidur Dalam Minumanku

Status: tamat
Genre:Pihak Ketiga / Wanita Karir / Selingkuh / Romansa / Tamat
Popularitas:94k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda SB

Kakinya baru saja menginjak pintu masuk area bermain di mana putrinya berada, namun Jihan di kejutkan dengan suara Clara yang sedang bermain boneka beruang.

" Ayo lebih cepat sayang aku hampir sampai. " ucap Clara dengan suara khas anak kecilnya.

" Kamu sangat hebat sayang. " ucap Clara lagi sambil menggoyangkan boneka beruangnya ke kanan dan ke kiri.

Degh...

Jihan diam mematung di ambang pintu mendengar celotehan Clara, Jihan bukan anak kemarin sore yang tidak mengetahui suara apa itu, tapi siapa yang sudah berani berbuat tak senonoh di rumahnya sampai putri kecilnya mengetahui hal itu. Jihan murka dan juga emosi terhadap siapapun itu yang sudah berani mengotori otak polos putri kecilnya dengan suara laknat itu.

Sementara selama ini Clara tidur di dalam kamarnya sendiri yang di apit oleh kamar kedua saudarinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda SB, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ragu

Jihan langsung terdiam dan matanya tampak membulat setelah mendengar pengakuan dari Bibinya yang sangat mengejutkan, namun hal itu tidak berlangsung lama karena setelahnya Jihan malah tertawa kecil.

" Hihihi Bibi ada-ada saja tidak mungkin Bang Bagas dan Juwita menghianati aku Bi? Memangnya Bibi punya bukti? " sahut Jihan yang ternyata di luar ekspektasinya Jannah.

" Astaga Jihan Bibi tidak bercanda! Bibi serius malahan sangat-sangat serius. " ujar Jannah meyakinkan.

Jihan masih saja tertawa dan menganggap hal ini adalah lelucon semata. Sementara Jannah sama sekali tidak menyangka jika keponakannya Jihan malah tidak mempercayainya.

" Bi, aku tahu bagaimana suami dan juga adikku mereka tidak mungkin menghianati aku, lagi pula jika hanya ucapan bisa saja kan berbohong? Kalau ada bukti fisiknya baru bisa di percaya. " tutur Jihan dengan lembut.

" Jadi kamu menuduh Bibi berbohong? " seru Jannah dengan suara yang sedikit lebih meninggi.

" Bibi jangan salah paham aku tidak bermaksud untuk mengatakan jika Bibi berbohong. " sambung Jihan dengan cepat karena ia takut Bibinya akan tersinggung.

Jannah yang tadinya masih dalam posisi duduk sekarang mulai bangkit berdiri, sembari menatap Jihan dengan kecewa.

" Dengarkan Bibi Jihan, terserah kamu mau percaya atau tidak tapi yang pasti suami kamu sudah menghamili Juwita dan mereka sudah berselingkuh di belakang kamu semenjak Juwita bekerja di rumahmu dan satu lagi Ibumu tidak akan pernah mengatakan hal ini padamu karena beliau tidak mau kamu berhenti mengirimi mereka uang! Sudahlah Bibi mau pulang percuma bicara sama kamu, kamu tidak akan percaya jika tidak melihatnya secara langsung tapi jika saat itu tiba Bibi akan jadi orang yang pertama kali mengatakan jika kamu wanita paling terbego. " ucap Jannah dengan panjang lebar.

Setalah itu Jannah keluar dari ruangan Jihan tanpa memperdulikan teriakan Jihan yang terus memanggil namanya bahkan sampai ia menginjakkan kaki di lantai satu.

Karena Bibinya tidak mengindahkan panggilannya Jihan kembali ke ruangannya lalu ia terduduk di kursi kebesarannya dengan perasaan yang campur aduk. Memang tadi lidahnya berkata jika ia tidak percaya jika suami dan adiknya berselingkuh, tetapi Jihan tidak menampik jika sekarang hatinya terasa sangat sakit.

" Apa aku sebodoh itu jika lebih mempercayai suamiku dari pada ucapan semua orang yang ada di sekelilingku? Tapi aku juga tidak bisa membohongi perasaanku, jika aku punya firasat yang tidak baik dengan hubungan rumah tanggaku! Sepertinya aku harus mencari tahu semuanya dan membuktikannya sendiri. " gumam Jihan yang segera bersiap-siap untuk kembali pulang ke rumah.

Tadinya ia berkata dengan Bagas jika hari ini ia akan lembur sampai tengah malam mengingat waktu perlombaan tinggal satu bulan lagi, namun jika hati dan pikirannya tengah kacau begini Jihan juga tidak bisa melanjutkan pekerjaannya.

Dengan langkah gontai ia keluar dari ruangannya untuk kembali pulang ke rumah tanpa mengabari suaminya terlebih dahulu. Jihan ingin tidak mempercayai ucapan Bibinya tetapi hatinya berkata jika ia harus percaya, dengan kecepatan sedang Jihan sampai di rumahnya setelah adzan Maghrib berkumandang.

Tanpa bersuara Jihan turun dari dalam mobil namun entah mengapa sepatu Stiletto yang biasanya ia gunakan haknya mendadak patah sehingga ia masuk ke dalam rumah tanpa menggunakan alas kaki. Saat ia ingin membuka kunci pintu, ternyata pintunya tidak di kunci sama sekali dan Jihan langsung masuk ke dalam rumah. Namun saat masuk ke dalam rumah matanya melihat dan telinganya mendengar sesuatu yang membuat hati dan emosinya mendidih bahkan sangat-sangat mendidih.

.

.

.

Sementara itu...

Setelah pergi dari butik, Jannah kembali pulang ke rumahnya dengan menaiki sebuah bajaj yang sedang melintas di sana.

" Jihan-Jihan kenapa watak kamu sama persis dengan almarhum Ayah kamu, lebih mempercayai pasangan kalian dari pada ucapan orang-orang di sekeliling kalian walau pun apa yang mereka sampaikan itu sebuah kenyataan. " gumam Jannah sambil mendesah pelan.

" Tapi biarlah suatu saat nanti bangkai yang di simpan sebagaimana rapatnya pasti akan tercium juga dan semoga saat masanya hal itu terbongkar semoga kamu bisa kuat menerima semuanya Jihan. " gumam Jannah lagi yang tidak terasa ia sudah sampai di depan rumah kontrakannya.

Setelah membayar ongkos bajaj Jannah langsung masuk ke dalam rumah untuk membersihkan diri sekalian memasak untuk makan malamnya.

" Huuuh sepi sekali di sini? Walau pun kak Jenar sudah mengecewakan aku tapi entah mengapa aku merindukan suasana di sana? " ucap Jannah sambil melihat makanan yang sudah terhidang di atas meja makan.

Malam ini ia hanya membuat cah kangkung dengan ikan goreng menu yang sangat sederhana namun sangat lezat rasanya, tetapi entah kenapa saat sudah terhidang di meja makan begini ia jadi tidak bernafsu untuk menyantapnya.

.

.

.

Sedangkan di sisi lain....

Setalah memastikan adiknya sudah angkat kaki dari rumahnya Jenar masuk ke dalam kamar untuk membersihkan diri dengan rasa puas karena uneg-uneg yang ada di dalam hatinya sudah ia luapkan semuanya dan yang terpenting orang yang membuatnya benci sudah angkat kaki dari rumahnya.

Tiiing...

Tepat sebelum ia masuk ke dalam kamar mandi Jenar menerima satu notifikasi pesan di ponsel pintarnya, tangannya terulur untuk mengambil ponsel tersebut dan betapa senangnya ia ketika melihat ada transferan masuk senilai 10 juta rupiah dari anak tertuanya Jelita.

" Wooow 10 juta? Tumben nih anak kirim uang? Biasanya tidak pernah. " ucap Jenar dengan wajah yang bahagia.

Langsung saja ia mencari nomor ponsel Jelita lalu menghubunginya untuk mengucapkan terima kasih.

Tut...

Tut...

Hanya dalam dering ke dua panggilannya sudah di jawab oleh Jelita.

" Halo Bu ada apa? " sapa Jelita di sebrang sana.

" Gak ada apa-apa Ibu cuma mau ngucapin terima kasih tumben kamu kirimin ibu uang baru dapet bonus? " tanya Jenar sembari tetap menampilkan senyum bahagianya.

" Iya Bu, tapi sudah dulu ya aku mau mandi? " pamit Jelita yang langsung memutuskan sambungan teleponnya secara sepihak.

Setalah telponnya terhenti, Jenar kembali meletakkannya di atas ranjang lalu ia mulai melangkah masuk ke dalam kamar mandi.

" Tumben tuh anak jam segini mau mandi tapi ya sudahlah yang terpenting uang 10 juta ada di tangan, nanti biaya rumah sakit tinggal minta ganti sama Jihan. " ucap Jenar yang sangat bahagia dan ia merasa bak mendapatkan durian runtuh.

Setelah membersihkan diri dan bersiap-siap, Jenar segera mengemas beberapa helai pakaian miliknya dan juga pakaian milik Juwita untuk nantinya akan ia bawa ke rumah sakit. Setelah mengunci pintu rumahnya, dengan menaiki sebuah taksi Jenar kembali ke rumah sakit namun sebelum itu ia menyempatkan diri untuk mampir ke sebuah warung pecel lele untuk membeli satu porsi pecel lele untuk makan malamnya.

1
mahira
terima kasih kk
Bunda SB: sama-sama kakak
total 1 replies
Ria Lita
mampus lu Jihan gak percaya sih bodoh nya kebangetan
Ria Lita
kayak Jihan juga pintar lah buka tu otak biar pinter nya nbah dikit
Ria Lita
tapi emang Bagas nya aja yg gila masa semua 3 beradek di santap semua emang gak orang lain apa
Dwi Setyaningrum
duh othornya kasi pemeran utamanya bego nih..🤪
Dwi Setyaningrum
disini Jihan jd kyk org bego..Juwita kalau punya pacar berarti tiap MLM mskkan pacarnya kedlm rumah dong dan Jihan ga berpikir smpe segtunya hanya mikir pacarnya ga mau bertanggungjawab sdh slesei ga diselidiki lebih tuntas..🤪🤪
ceuceu
Sukur deh Jihan di usir tanpa harta,orang bodoh ya di bodohi wajar lah,makan tu cinta Jihan
ceuceu
muak sama Jihan bodohnya kebangetan,ga respect sama sekali sama Jihan,istri terbodoh andai ada di dunia nyata.
baguslah di selingkuhi poroti Bagas abisin aj harta Jihan wanita oon
ceuceu
pantes Bagas bebas selingkuh,Jihan nya bodoh.
baik boleh tapi harus cerdas,masa sekelas pemilik butik bodoh,ga ada firasat ga curiga.
ayu cantik
y
sukensri hardiati
enak banget nasib bagas thor...
sukensri hardiati
ibu apaaan itu....
Dwi Fadilah
Luar biasa
NiedaSofian
Naaa.. begok
NiedaSofian
Bila dia mau nyadar kebusukan suaminya oii!!
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʏͩᴜᷞʟͧɪᷡᴀͣѕ⍣⃝✰
wah... parah ni Bagas. 3 bersaudara dimakan semua
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʏͩᴜᷞʟͧɪᷡᴀͣѕ⍣⃝✰
kakanya ada main SM bagas?? parah...
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʏͩᴜᷞʟͧɪᷡᴀͣѕ⍣⃝✰
kyaknya kakak nya jg ada main SM bagas
Nady Henio Usry
semoga si bagas ketiban sial, jahat banget sm istri
Nenk Jelita
lah end enak bAGAS gt donk
Bunda SB: di penjara mana ada enaknya kak😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!