Ini adalah kisah dari seorang dewa yang memiliki julukan Dewa Pelahap. Dia yang merasa bosan karena telah berada di puncak kultivasi dan tidak mampu naik ke alam primordial, akhirnya berbuat nekat dengan memasuki siklus reinkarnasi menggunakan teknik tertentu dan menyegel ingatannya agar tidak menghilang saat bereinkarnasi.
Entah sebuah takdir atau kesialan yang menimpa Dewa Pelahap, sehingga dia bereinkarnasi menjadi menjadi manusia fana dengan dantian tersegel.
Namun ketika dia sedang dalam titik terendahnya, dia menemukan sebuah benda aneh yang mampu mengikis segel dalam dantiannya secara perlahan. Dan awal kisah Reinkarnasi Dewa Pelahap pun dimulai!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arlingga Panega, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menundukkan 4
Meskipun wajah Raja Ular Berkepala Tiga atau She Manglong terlihat buruk saat mendapati Yu Jireu mengetahui musuh bebuyutannya, tapi dalam hatinya dia begitu bersemangat. Dia telah merencanakan sesuatu yang mungkin akan membuatnya sangat puas nantinya.
Zheep! Zheep! Zheep!
Rombongan Yu Jireu dan para bawahan barunya melesat dengan kecepatan tinggi ke arah tempat Ratu Rubah Ekor 9 atau Huli Ying. Dan Komandan Kupu-kupu Malam lah yang memimpin jalan serta menjadi tunggangan Yu Jireu sebab dia merupakan bekas bawahan Ratu Rubah Ekor 9.
Hanya dibutuhkan waktu sekitar 10 menitan saja untuk rombongan tersebut untuk sampai di tempat Ratu Rubah Ekor 9 dan para bawaannya yang lain. Ekspresi yang diperlihatkan oleh mereka juga sama seperti apa yang dilakukan oleh Raja Ular Berkepala Tiga. Terlebih, mereka telah menunggu sedikit lama dari waktu yang seharusnya dilakukan oleh Komandan Kupu-kupu Malam.
Wajah Ratu Rubah Ekor 9 atau Huli Ying juga terlihat begitu masam saat melihat pria setengah baya yang merupakan jelmaan dari Raja ular Berkepala Tiga ada dalam rombongan tersebut.
"Ada apa ini? Mengapa kalian ramai-ramai datang ke tempatku?" tanyanya dengan kesel dan terdengar dingin.
"Yoo.. Wanita berekor cabang! Kami datang dengan perdamaian, jadi segera tundukkanlah wajahmu dan berlutut di hadapan Yang Mulia Yu Jireu!" sebelum Yu Jireu dan yang lainnya memberikan jawaban, Raja ular berkepala tiga sudah mendahuluinya. Yu Jireu juga tidak mempermasalahkan akan hal tersebut. Dia bahkan ingin mengetahui apa sebenarnya yang direncanakan oleh raja ular berkepala tiga.
"Cacing sialan! Apa maumu sehingga kau membawa semua bawahan elit-mu ke tempatku ini? Kau juga Komandan Kupu-kupu Malam, mengapa kau membawa mereka?" ujar Huli Ying dengan geram dan menunjuk-nunjuk menggunakan jarinya.
"Cih! Dasar wanita berekor cabang tuli! Apa kau tidak mendengarkan apa yang aku katakan sebelumnya?" She Manglong berkata dengan mencibir.
"She Manglong! Atas dasar apa kau menyuruhku untuk tunduk dan berlutut di hadapan bocah bermarga Yu itu?" teriak Huli Ying dan menunjuk wajah Yu Jireu.
Bhuusshh...
Niat membunuh dari Raja Ular Berkepala Tiga dan semua bawahannya termasuk komandan kupu-kupu malam tiba-tiba langsung meledak dengan sangat gila secara bersamaan dan hanya ditujukan kepada Ratu Huli Ying saja.
"Uhuk!"
Karena tidak siap dan terkejut dengan ekspresi yang diperlihatkan oleh She Manglong dan para bawahannya, Huli Ying langsung terbatuk dan memuntahkan darah karena mengalami luka dalam.
"Sialan kalian semua!" teriaknya dengan marah, lalu dia pun meledakkan aura kultivasi serta niat membunuh pekat, namun tidak bisa menyamai niat membunuh dari Raja Ular Berkepala Tiga dan seluruh bawahan Yu Jireu.
"Kau mungkin boleh menghinaku seburuk apapun yang kau mau, tapi berbicara dan mengatakan nama Yang Mulia dengan tidak tidak sopan adalah hal yang tidak bisa aku biarkan!" sahut She Manglong lalu melesat dengan kecepatan tinggi menyerang Huli Ying.
Zheep!
Boommm...
Serangan tapak milik Raja Ular Berkepala Tiga segera disambut oleh Ratu Rubah Ekor 9 dan menimbulkan ledakan energi yang cukup kuat. Yu Jireu dan semua binatang yang ada di tempat itu langsung bergerak mundur untuk menjauh dari pertarungan kedua penguasa Jurang Kematian. Mereka tidak mau jika terkena serangan mematikan yang menyasar dan berakhir dengan kehilangan nyawa.
Untuk Yu Jireu sendiri, dia ingin melihat bagaimana kekuatan tempur sesungguhnya dari bawahan terkuat pertamanya, sekaligus mengetes sampai di titik mana dia akan setia dan mengabdi kepada dirinya.
"Tidak buruk juga menjadi penonton dari pertarungan 2 kultivator Tingkat Kaisar!" ujar Yu Jireu dengan tersenyum tipis.
"Benar, Yang Mulia! Ini juga akan membawa manfaat yang sangat baik bagi kami yang masih memiliki kultivasi rendah. Tapi, apakah Yang Mulia tidak takut jika Tuan She Manglong kalah dan berakhir mati dalam pertarungan?" ujar Komandan Kupu-kupu Malam bertanya dengan khawatir. Dia jelas tahu kemampuan Huli Ying yang sangat tinggi.
"Kau tidak perlu merisaukan akan masalah seperti itu Komandan Kupu-kupu Malam. Tentunya aku tidak akan pernah membiarkan orang yang sangat setia dan juga terbuka seperti She Manglong mati dengan cepat!" jawab Yu Jireu.
Komandan Kupu-kupu Malam akhirnya bisa bernafas dengan lega, pada saat Yu Jireu telah memberikan kepastian akan pertolongannya kepada Raja Ular Berkepala Tiga atau She Manglong. Dia dulunya memang bawaan dari Ratu Rubah Ekor 9, akan tetapi semua itu hanyalah dulu dan saat ini dia telah berganti menjadi bawahan dari sang pemilik garis dalam Binatang Suci Ikan Pelahap Langit.
Dikatakan dulu, padahal itu terjadi barulah beberapa saat yang lalu, karena menurut komandan kupu-kupu malam, sesuatu yang paling lama adalah masa lalu. Bahkan untuk satu detik yang terlewat, dia katakan menjadi waktu yang sangat lama. Itu karena waktu tersebut tidak akan pernah bisa kembali lagi kepada kita.
Namun terkadang, banyak juga orang yang masih terjebak dalam masa lalunya, padahal waktu telah bergulir sangatlah lama. Sungguh, hal seperti ini sangat berlawanan dengan pemikiran Komandan Kupu-kupu Malam yang begitu jernih.
.
.
"She Manglong! Tampaknya kau benar-benar ingin bertarung denganku. Baiklah.. Aku akan melayaninya sampai kau mati!" ujar Ratu Rubah Ekor 9 atau Huli Ying sembari mengeluarkan sebilah pedang.
"Hahaha.. Dari dulu aku memang sangat ingin bertarung dan membunuhmu wanita bermulut lebar! Hanya saja si kucing hitam sialan itu terlalu banyak ikut campur dengan urusan kita. Akan tetapi saat ini aku telah terbebas dari peraturannya dan mengikuti orang lain, maka aku bisa dengan bebas bertarung melawan!" ujar She Manglong sembari mengeluarkan senjatanya yang berupa tombak berwarna hitam keemasan.
Zhuung!
Tombak hitam keemasan di tangannya itu bergetar dengan hebat dan mengeluarkan aura yang sangat kuat. Ini merupakan Senjata Pusaka Tingkat Kaisar Puncak yang selama ini disimpan oleh She Manglong.
Mata Huli Ying langsung menyusut tajam ketika merasakan tombak lawannya yang tidak pernah dia lihat sama sekali.
'Senjata Tingkat Kaisar Kualitas Sempurna? Bagaimana mungkin dia memilikinya?' batin Huli Ying dengan tubuh sedikit bergetar.
Sebelumnya dia sangat yakin dapat mengalahkan Raja Ular Berkepala Tiga itu menggunakan ilmu pedang miliknya tanpa harus bertransformasi menjadi binatang spiritual. Akan tetapi setelah melihat Senjata Pusaka Tombak Tingkat Kaisar kualitas Sempurna milik She Manglong, hatinya menjadi sedikit tidak yakin.
"Hehehe.. Kau terkejut bukan, karena aku memiliki Senjata Tingkat Kaisar Puncak? Sekarang katakan keputusanmu, apa kau mau tunduk kepada Yang Mulia Yu Jireu?" tanya She Manglong dengan seringai kejam terpancar dari sudut bibirnya.
"Jawab dengan cepat atau tombak ini akan menancap di lehermu!" lanjutnya memberikan ancaman.
Ratu Rubah Ekor 9 itu benar-benar dibuat dilema dengan jawaban yang harus dia berikan. Jika She Manglong saja tunduk dan bahkan mau menyerahkan nyawa untuk bertarung dengannya di hadapan bocah berumur 11 tahun, bagaimana dia tidak mau?
"Cih! Terlalu lama berpikir! Matilah!" teriak She Manglong sembari melesat dengan kecepatan cahaya dan menyerang Huli Ying dengan begitu ganas.
Zheep!
seru soalnya
tetap semangat berkarya thorr.. semoga sehat selalu amin