Apa yang kamu akan lakukan jika kamu dijebak oleh Saudari dan Ibu Tirimu untuk menerima jodoh yang seharusnya bukan untuk dirimu sendiri.
Apalagi pria yang harus ia nikahi adalah pria yang sangat arrogan dan memiliki cacat serta lumpuh.
Sedangkan Ervin yang sudah hampir 100 kali menghancurkan perjodohan antara Ibunya dengan para wanita, kali ini menerima kegagalan. Karena dari 100 wanita, Belviana lah satu - satunya wanita yang tidak kabur saat melihat dirinya yang cacat.
Entah karena Belviana hanya seorang pengganti Emilie, atau dia memiliki maksud tertentu.
“Apa dia lagi berpura-pura tidak tahu apa yang aku maksud ? Mau aku sendiri yang mengatakan kekuranganku ?” seru Ervin dalam hatinya.
Bagaimana kisah antara Belviana dan Ervin ?
Selamat Membaca
IG @ma2.zan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MamaZan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Setelah selesai melamar dan sesuai kesepakatan. Mereka juga membicarakan mengenai tanggal pernikahan. “Bagaimana? Aku ingin mereka menikah satu minggu dari sekarang ?”
Nia tersenyum sumringah mendengar hal itu. “Semakin cepat kalian bawa anak sialan itu, lebih baik lagi!” gumamnya dalam hati.
“Aku setuju saja Tuan, kalau anda sudah berkata seperti itu. Akan aku percayakan.” Jawab Chandra yang hanya mengiyakan sejak tadi.
Belviana sendiri sejak tadi hanya diam. Dadanya terasa terlalu sakit. Saat ini dia benar- benar melihat bagaimana orang-orang yang selama ini dia hargai dan ia sayangi ingin membuangnya dengan segera dari rumah ini.
Dadanya terasa bergemuruh. Air matanya sudah membendung menahan rasa perih dan sakit. Dia kembali terngiang bagaimana Ibunya yang dulu sakit-sakitan dan meninggal saat dirinya berusia 5 tahun.
Setelah semuanya selesai. Nia menawarkan kepada keluarga Kalandra untuk menyicipi sajian yang sudah mereka hidangkan. “Terima kasih, tadi sebelum ke sini kami sudah makan siang bersama,” tolak Ratu dengan tegas.
“Benarkan Ana?”
Belviana yang di tanya tiba-tiba seperti itu cukup terkejut dari lamunannya. “Ahh iya Ma…” jawabnya tanpa sadar menyebut Ratu dengan Mama.
Ratu tersenyum bahagia mendengar Belviana yang sudah terbiasa seperti itu.
Kalandra yang tidak ingin kalah pun langsung bersuara, “Ana, jangan lupa janji kamu masakin untuk Papa, ok?”
“Iya Pa, nanti Ana akan masak buat Papa.” Sahut Belviana yang juga menyebut Kalandra dengan sebutan Papa.
Dia merasa terharu melihat sikap kedua orang tua Ervin. Bersyukur akan kekhawatiran yang tadi bersemayam di hatinya.
Nia terperangah melihat keakraban Kalandra dan Ratu dengan Belviana. Kemudian dia menyenggol Emilie, meminta putrinya itu untuk maju ke depan.
Emilie yang kesal dengan sikap Ibunya terpaksa maju dan mengambil beberapa potong kue. Lalu berjalan menghampiri Ratu, “Tante silahkan di cicipi kuenya, ini sangat enak loh.” Ucapnya dengan nada manis dan mendayu-dayu.
Nia mengangkat tangannya untuk menolak, “Terima kasih,” ucapnya singkat.
Begitu pun dengan Kalandra yang bersikap begitu dingin hanya mengangkat tangannya sebagai tanda penolakan.
Mereka berdua sangat tidak ingin menyicip satu pun hidangan dari Keluarga Chandra. Itupun mereka lakukan dengan sengaja karena Ratu sudah menduga hal seperti ini akan terjadi.
Emilie yang merasa di tolak seperti itu merasa sangat kesal.
“Sialan!! Aku benar-benar di permalukan!” batinnya.
“Baiklah, kalau begitu kami undur diri dulu.” Ujar Kalandra kemudian berdiri dari duduknya, di susul sang istri.
Nia yang melihat itu, langsung memanggil Belviana, “Bel, kemarilah. Ada yang ingin Ibu katakan.”
Belviana dengan ragu pun bangun dari duduknya dan saat dia hendak melangkah. Ervin mencegahnya.
“Ana, tolong aku.”
Belviana pun menoleh ke arah Ervin.
Kemudian menoleh ke Ibu tirinya itu yang sudah menatapnya dengan kesal.
“Tidak masalah 'kan Tante? Saya butuh Ana untuk mendorong kursi rodaku,” tanya Ervin kepada Nia.
“Ahh iya tentu saja Nak,” jawab Nia sungkan, “Bel, kamu antar calon suami kamu dulu.” Sambungnya.
"Ck! Mereka berdua memang sangat pantas !" decak kesal Nia dalam hati.
Belviana pun mendorong kursi roda Ervin dengan hati-hati.
Chandra dan Nia mengantar rombongan keluarga Kalandra, sedangkan Emilie sudah tidak terlihat sama sekali.
Wanita itu langsung masuk ke kamar nya dengan perasaan kesal.
Melihat Belviana ikut masuk ke dalam mobil, nia pun memanggilnya. "Kamu juga pergi Belviana?"
"Iya, dia harus mengambil mobilnya yang tertinggal di perusahan," Milo yang mewakili untuk menjawab.
"Oh iya," Nia tidak dapat lagi menahan Belviana.
tapi aku nunggu tamat ajah, ogah di gantung lama✌️✌️🙏
asal lamu tau aj y ,, sebelum orang yg kamu suruh mencelakai Belviana terlaksana,, justru kamu sendiri yang akan menerima hukuman dari Ervin ..🤪🙄