NovelToon NovelToon
Pelangi Untuk Arya

Pelangi Untuk Arya

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:497.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mulyani Syahfitri

Patah hati karena ditinggal calon istri untuk selama lamanya membuat Arya Bagaskara menjadi orang yang berbeda.
Rasa sakit yang dia alami membuatnya tidak ingin lagi mengenal cinta.

Tapi pertemuan dengan seorang gadis membuat kehidupan Arya berubah, apalagi disaat takdir harus memaksa dia untuk menikahi gadis itu.

Bisakah Arya menerimanya?
Atau malah terus tenggelam dalam cinta masa lalu yang tidak pernah bisa dia rengkuh?

untuk visual ada di Ig ku ya @mulyani syahfitri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mulyani Syahfitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kegundahan Pelangi

Ze in Florist....

Disinilah Pelangi berada sekarang. Hari sudah mulai sore, dan untuk pulang kerumah masih begitu cepat. Sudah pasti Arya tidak ada dirumah dan Pelangi juga tidak akan bisa masuk kerumah karena rumah pasti dikunci oleh Arya.

Jadi Pelangi memutuskan untuk datang ketempat ini seraya menghabiskan waktu menunggu senja.

Udara segar dan harum aroma khas bunga tulip cukup bisa menenangkan hatinya yang sedang gundah. Masalah kehamilan nya ini benar benar membuat Pelangi merasa gelisah dan tidak menentu. Tapi dia tidak boleh stress, Pelangi harus tetap tenang. Dokter Sandra berpesan agar dia bisa menjaga kesehatan fisik dan mental nya selama kehamilan.

Tapi.... apa Pelangi bisa?

Jika setiap hari dia sudah stress menghadapi sikap dingin Arya. Astaga... sepertinya hidupnya akan semakin bertambah berat setelah ini.

Tapi sudah lah.... Pelangi harus bisa semangat. Demi cinta dan juga demi bayinya!

Pelangi memejamkan mata sembari menikmati ketenangan yang ada disana. Dia berdiri dibawah pohon rindang, menikmati desiran angin sejuk yang menyapu wajah dan tubuhnya.

Pantas saja Arya begitu betah menghabiskan waktu disini. Tempat ini begitu menenangkan. Dan juga Arya pasti sambil mengenang tentang kekasihnya.

Pelangi membuka mata dan terduduk lemas diatas rerumputan hijau itu. Memandang hamparan bunga tulip yang begitu luas seluas mata memandang.

Dia menghela nafas berat dan memeluk lututnya dengan bibir yang dia gigit dengan perasaan getir.

Taman bunga tulip yang menjadi mahar cinta. Begitu besar cinta Arya. Bagaimana bisa dia ambil walau sedikit.

Pelangi tersenyum getir dan menggeleng pelan.

Zelina...

Seperti apa cinta yang sudah kamu berikan pada Arya?

Hingga sekarang, di mata Arya hanya ada dirimu dan semua kenangan mu.

Ze... bolehkan aku meminta sedikit saja cinta Arya darimu?

Ya, hanya sedikit Ze.

Aku dan anak ku membutuhkan cinta itu.

Relakah kamu berbagi dengan ku?

Aku janji, aku tidak akan membuatnya terluka dan bersedih lagi

Batin Pelangi... terasa begitu menyakitkan dan menyesakkan.

Dia akui dia memang egois. Tapi salahkan jika egois untuk mengharapkan cinta suami nya sendiri? Apalagi sudah ada anak yang dia kandung sekarang.

Ah... kenapa menyedihkan sekali!

"Pelangi!!!"

Tiba tiba seruan seseorang membuat Pelangi terkesiap. Dia langsung mengusap wajahnya yang sembab dan agak basah karena sehabis menangis tadi.

Pelangi langsung menoleh keasal suara. Ternyata Rangga yang datang. Dan dia datang bersama Mia??????

"Kamu ini, kenapa kemari gak bilang bilang sih" gerutu Mia yang nampak kesal.

Pelangi langsung berdiri dan tertawa kecil memandang Mia dan Rangga.

"Aku juga gak ada rencana mau kemari. Kok tahu aku disini?" tanya Pelangi.

"Pagi tadi aku kerumah kamu. Kata bunda, kamu udah pulang lagi ke sini. Jadi gak tahu kenapa feeling aku bilang kamu disini. Ternyata beneran kan" jawab Mia

Pelangi langsung merangkul lengan Mia dengan gemas.

"Ooooohhh manis banget deh. Tahu aja aku lagi ada dimana" gumam Pelangi

"Kamu habis nangis ya?" tanya Rangga. Yang ternyata memperhatikan wajah Pelangi sejak tadi. Membuat Mia juga memandang Pelangi dengan cepat.

"Nangisin apa?" tanya Mia pula

Pelangi berdecak dan kembali mengusap wajahnya.

"Gak ada, cuma pengen nangis aja" jawab Pelangi. Dia memang tidak bisa bohong jika dituding seperti ini.

"Bohong banget sih" sahut Mia.

"Gak mau cerita lagi sama aku?" tanya Mia

"Apaan sih, aku cuma lagi kangen sama kakak. Makanya nangis" jawab Pelangi akhirnya.

Berbohong lagi....

Huh!

"Tapi udah ziarah kan kemarin?" tanya Rangga yang ternyata percaya saja. Karena dia tahu jika Pelangi memang begitu kehilangan kembaran nya. Bahkan dia dan Mia yang selalu datang kerumah untuk menghibur Pelangi disaat kembaran Pelangi meninggal waktu itu.

"Udah kok, bareng bunda sama ayah" jawab Pelangi

Mia langsung mengusap lengan Pelangi dengan lembut

"Mentari udah tenang sekarang. Terus kirim doa, biar dia bahagia disana" ujar Mia pula.

Pelangi tersenyum dan mengangguk saja.

Dia memang merindukan kakak nya itu. Tapi yang membuat dia menangis bukanlah Mentari, melainkan Arya. Suami yang paling menyebalkan didunia.

"Kok kalian bisa bareng kemari?" tanya Pelangi seraya memandang Rangga dan Mia bergantian.

"Tadi waktu aku masuk ngelihat kak Rangga. Baru tahu aku kalau dia kerja disini. Berarti kalian sering ketemuan disini ya. Hayo ngaku" tuding Mia pada Pelangi dan Rangga

Pelangi langsung mendengus dan menggeleng

"Baru juga ketemu kak Rangga dua kali, ya kan kak" ucap Pelangi

"Tiga lah, yang ketiga kan dirumah bunda kemarin" sahut Rangga

"Oh iya. Aku lupa" ucap Pelangi dengan tawa kecilnya

"Kamu semua lupa" ucap Rangga seraya mengusap gemas kepala Pelangi membuat Mia langsung tersenyum simpul melihat melihat mereka.

"Iya dia kan memang gitu. Gak tahu deh apa yang di ingat. Aku yang sahabat nya satu doang aja sering dilupain" ucap Mia pura pura cemberut.

Pelangi tertawa dan kembali merangkul lengan Mia.

"Apaan sih, kamu kan kuliah. Aku gak mau ganggu kamu" ucap Pelangi

"Aku juga kuliah kalau siang doang" jawab Mia

"Gimana kalau kita jalan jalan aja yuk, sekalian cari makan. Aku baru gajian lo, dapet bonus lagi" ajak Rangga

"Waaahhh boleh tuh" seru Mia

"Beneran, kami makan nya banyak lo kak" sahut Pelangi

"Aman, berapa sih makan kamu. Badan kecil begini, perasaan gak nambah tinggi dari beberapa tahun yang lalu" ledek Rangga

"Dia kan bantet" sahut Mia pula

Membuat Pelangi tertawa dan menampar gemas lengan Mia dan Rangga bersamaan. Kedua orang ini jika sudah berkumpul pasti bisa membuat mood nya langsung membaik.

Dan akhirnya, sore itu Pelangi bersama dengan Mia dan Rangga pergi berjalan jalan mengelilingi kota dan juga singgah disebuah pusat perbelanjaan untuk makan dan sekedar mencuci mata.

Pelangi cukup bahagia, karena dengan kehadiran mereka, dia bisa sedikit melupakan tentang kegundahan hatinya yang memang cukup mengusik hati. Tapi sekarang, mood nya kembali membaik. Apalagi Mia dan Rangga memang teman dekat nya sejak dulu. Mereka yang paling tahu bagaimana memperlakukan Pelangi dengan baik.

"Waaahhhh ada lukisan" gumam Pelangi saat mereka berjalan ditempat sebuah pameran lukisan yang kebetulan ada disana.

"Mau lihat?" tawar Rangga

"Mau dong. Ayo kak, keren keren  banget lagi." ajak Pelangi yang bahkan langsung menarik lengan Rangga dan Mia. Membuat mereka dengan pasrah mengikuti Pelangi

"Wow keren" gumam nya lagi.

"Kamu juga bisa melukis seperti ini. Aku kan udah bilang kemarin. Udah siapin belum?" tanya Rangga

Pelangi mengangguk pelan

"Udah baru satu, tapi ada dirumah bunda. Besok kalau ada waktu aku kasih ke kakak ya" ucap Pelangi

"Oke, nanti aku jemput aja" jawab Rangga

"Ck... nanti aku telpon kakak deh" sahut Pelangi

"Kok malah debat sih. Jangan berisik. Orang ramai tuh" gerutu Mia seraya memandang kesekeliling mereka yang memang cukup banyak orang orang yang melihat pameran lukisan ini.

Pelangi dan Rangga langsung tertawa canggung. Mereka kembali melihat lihat lukisan yang dipajang disana. Tapi tiba tiba mata Pelangi terbelalak lebar, saat melihat seorang wanita cantik dan anak lelaki kecil berdiri tidak jauh dari mereka dan sedang memandang lukisan juga.

'Itu kan nona Nara dan Vanno. Gawat' batin Pelangi. Bahkan dia langsung membalikkan tubuhnya dan memandang kearah lain.

Bukan takut mereka melihat, tapi Pelangi takut Rangga dan Mia tahu jika dia sudah menikah. Dia belum siap Rangga dan Mia tahu. Apalagi dengan keadaan hubungan nya yang buruk seperti ini. Benar benar bukan hal baik yang harus mereka ketahui.

"Tiba tiba aku haus nih, cari minum yuk" ajak Pelangi

Membuat Rangga dan Mia yang masih asik memandangi lukisan diantara orang orang yang lain langsung menoleh kearah nya.

"Haus? tapi kita tadi baru selesai makan loh Pel" ucap Mia. Sedangkan Rangga juga memandang Pelangi dengan bingung.

"Ish... aku haus lagi, udah deh ayok" ajak Pelangi yang langsung menarik tangan Mia.

Namun belum lagi mereka berjalan, tiba tiba seruan seseorang membuat Pelangi mematung.

"Aunty Pel!!!"

Pelangi langsung memejamkan matanya mendengar seruan Vanno.

Habis sudah!

1
athaya
/Grin/sudah GK asik Kom klo sdah tamat
maya
Luar biasa
maya
Lumayan
Linda Liebeciicapclup
Luar biasa
delfastri
lw nungguin kamu gila kelamaan oon..kekep tuh hantunya zelina..ajak nikah ajak bikin anak biar seneng idup lu....manusia bodoh kayak lu mang pantas hidup ndirian..
delfastri
ehhh peak..sepenting2 nya zelina dia sudah mati..jdi gimanapun gak bakal ada kepentingan lagi d dunia..emang lu bisa hidup ma kenangan..bisa nikah ma kenangan bisa making love ma kenangan..hidup lu sia2in demi pertahanin yg gak bisa d tahan..ikut pesantren kilat Sono..kayak jaman kita sekolah dulu pas ramadhan..biar otak lu adem hati lu lempeng Nerima kenyataan..cinta tu ma tuhan sama yg hidup lah cinta ma orang mati .lu dapat apa..gua tukar ma botol juga lu trus anyutin ke laut🤨🤨gedek gua ma orang begok k gini
delfastri
Karena dia tidak punya iman Nara..dia tidak percaya pada qadarullah..bahwa maut itu hak prerogatif yg kuasa..maka setannya zelina nguasain hati dan fikiran..padahal dengan tak tau malu masih bernafas..menikmati rezeki pemberian Tuhan..tapi masih tak mensyukuri..tinggalin aja ngi laki somplak kek gitu..dihhhh kok aku yg sebel ya..
Kaksanti
Luar biasa
Annisa
Arya sudah kembali ke habitat nya setelah 5 tahun tapa brata
Asnarwati Abukasim
Luar biasa
Nanik Lestyawati
keren
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ¢ᖱ'D⃤ ̐NuR❗☕𝐙⃝🦜
😭😭😭😭
guntur 1609
mereka terlalu sepeple sama org kecil. mitis
guntur 1609
ok thor aku lanjut seqel dari rey
guntur 1609
arya..move on lah dari zelina..hidup tra betjalan
Nhimasera Sera Sera
Luar biasa
Wiwit Sumanti
Bagus
Suria Sultan
arya kamu tega bangeeet..
Aqella Lindi
zelina masa lalu,pelangi istri lo gondrong
Aqella Lindi
biar pelangi sm rangga aja thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!