NovelToon NovelToon
Second Life

Second Life

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang / Obsesi / Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Tamat
Popularitas:47.6k
Nilai: 5
Nama Author: Zhara

Seorang wanita terbaring di kasur putih di sebuah kamar perawatan di Rumah Sakit. Dia sedang mengalami koma, banyak selang yang menempel di bagian tubuhnya untuk menopang kelangsungan hidupnya. Seperti Hidup segan mati tak mau.

Tiba-tiba dia terbangun dari komanya dan mengingat tentang kepedihan kehidupan lamanya, dimana dia dibunuh oleh suami dan sahabatnya sendiri. Dia bertekad untuk membalaskan dendamnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 32 Kenyataan Yang Ada

Aylin membuka matanya perlahan. Pandangan netranya yang tampak buram mulai menjadi jernih, dia mencoba mengangkat tangannya untuk melindungi biar cahaya lampu.

Ia alihkan pandangannya karena tangannya tidak bisa mengangkatnya, terlihat ada tangan yang sedang menggenggam erat. Tidak lain adalah Mike, Si Kakak muka datarnya.

"Mike..., " lirih Aylin mencoba membangunkan nya, ia merasakan kebas ditangannya.

"Mmm... Kamu sudah sadar? " Mike bangun dan langsung menatap Aylin.

"Ya, bantu aku bangun. Aku kenapa? "

"Kamu yakin tidak ingat apa yang terjadi, Louis sedang di amankan sampai Detektif menyelesaikan kasus ini. Kau ditemukan pingsan bersama dia di dalam kamarnya. "

"Benarkah? Aku hanya minum dan setelah itu tidak tahu lagi apa yang terjadi. Aku rasa Louis baik Mike, " Ucap Aylin dengan santainya.

Mike berdiri dan berpindah duduk di samping ranjang, dia menggenggam tangan Aylin tanpa berkata-kata. Netra Aylin menatap Mike yang tak berkata-kata. Tiba-tiba saja, tangan Aylin dicium mesra oleh Mike. Dan itu membuat jantung Aylin berdegup kencang. Namun ia suka itu, dia tidak juga menarik tangannya yang dicium mesra, dia membiarkannya saja.

Dengan tatapan penuh tanda tanya, seakan meminta penjelasan sikap yang diberikan Kakak Palsunya ini berdasarkan atas apa.

"Aku... Aku takut kehilangan mu. " Ia mengatakannya dengan lirih.

"Tenang saja Kak Mike, aku tidak akan menghilang dari keluarga Sebastian. Aku sudah terikat dengan kalian. " nanar mata Aylin memandang Mike. Dia begitu haru saat mendengar kepedulian Mike yang selama ini selalu saja membuatnya terganggu.

"Bukan, bukan itu maksud ku Aylin. "

"Lalu apa maksud mu? "

"Mungkin bagi keluarga ku, Kau adalah adik ku. Tapi aku, sedikit pun tidak pernah menganggap mu sebagai adik ku! "

Deg, jantung Aylin seakan terhenti. Apa dia tidak pernah diterima oleh Mike memakai identitas adiknya. Tidak sadar, air mata nya menetes di netra Aylin. Ia ternyaya masih menjadi orang asing di mata Mike.

"Jadi, Selama ini kamu menganggap aku apa Mike? " Aylin menarik tangannya yang masih dalam genggaman Mike. Ia memundurkan badannya sejengkal untuk menjaga jarak dari Mike. Hatinya seakan tersayat - sayat pisau belati saat Mike mengatakan ia tidak pernah menganggap dirinya ada di dalam keluarganya.

"Lalu, sikap baik yang kau tampilkan di hadapan Ibu Ulya dan Papa Edward itu hanya sebatas dihadapan mereka. Jadi itu semua kamuplase mu. " semakin deras air mata membasahi pipi Aylin.

Tangan Mike dengan berani mengusap air mata yang jatuh berderai di pipi putih Aylin. "Kau belum mendengarkan penjelasan ku, kau sudah saja menangisi. Kau manis sekali. " Mike malah tersenyum dikala Aylin tersedu menangis.

Dengan lancang, tangan Mike menarik dagu Aylin dan menge-cup bibir Aylin. Mata Aylin yang sembab terbelalak karena terkejut dengan tindakan Mike. Dia tidak bisa menolak kecu-pan yang membuatnya terbuai. Maya Aylin pun terpejam dan mencengkram kerah baju Mike. Mike menyudahi nya dan masih memandang Aylin.

"Ini lah maksud ku, " Dengan lembut Mike mengucapkan maksud hatinya. Dan menge-cup satu kalo lagi ke dahi Aylin.

Mendengar apa yang dikatakan itu, pipi yang putih langsung memerah karena tersipu malu. Aylin menunduk, lalu memeluk ke dada bidang Mike.

"Tapi, aku... "

"Aku mencintai mu seperti apa ada nya dirimu saat pertama kali datang. Bukan Aylin, Tapi Selyn. "

"Mike..., " Ucap Aylin lembut. Mike langsung memeluk Aylin mesra.

Tanpa perkataan setuju dari kedua belah pihak atau layak nya anak muda yang mengikrarkan janji cinta. Mereka berdua tersenyum dalam mesra meski hanya sekedar tahu bahwa ada rasa yang sama diantara mereka.

...✧༺♥༻✧...

Tok... Tok... Tok

"Aylin, kamu sudah bangun? "

"Daniel, Ya aku sudah sadar. Terimakasih, kau sudah sangat mengkhawatirkan ku. "

Daniel duduk menemani Aylin, pandangan matanya memencar keseluruh penjuru kamar. Ia mencari sosok Mike. Namun dia tidak berada di kamar bersama Aylin.

"Mana Mike? " tanyanya sambil mengambil tangan Aylin, dia perlahan menggenggam mesra. Betapa rindunya ia akan sentuhan dan bibir mungil yang sekarang masih terlihat pucat. Ingin sekali ia menggigitnya untuk mengembalikan warna merah meronanya.

"Dia bertemu dengan detektif. Maafkan aku, liburan kamu jadi berantakan, "

"Kamu ini, keselamatan kamu yang penting sayang! " Daniel mengenggam tangan Aylin dan ingin menciumnya. Namun pintu kamar mendadak terbuka dan Daniel pun langsung melepaskan tangan Aylin.

"Aylin, kau sudah sadar? Loh, kamu duluan Daniel. Mana Mike?" Soraya datang dengan santainya tanpa mengetahui bahwa Daniel sedang mendekati Aylin.

"Dia bertemu Detektif, makanya aku menjaga Aylin. "

Rebecca datang dan bersandar ke pintu kamar perawatan, dia hanya berpangku tangan tanpa berkata apapun. Daniel pun langsung mengundurkan diri dari samping Aylin.

"Karena kalian sudah disini, baiknya aku menyusul Mike. Sudah dulu ya Aylin, ... Sayang, kamu tunggu disini saja, " Ucapnya sambil memegang pundak istrinya.

Bukan jawaban, hanya pandangan tajam saja yang ia terima dari Rebecca. Daniel pun berlalu begitu saja, ia takut dengan mata istrinya yang penuh curiga. Daripada berdiam disana, dia lebih baik kabur menemui Mike.

Daniel pergi dan menemui Mike sedang ingin menghantam Louis. Terlihat wajah Mike yang sangat merah padam menahan amarah nya yang memuncak. Dengan sigap Mike memeluk Mike dan menahannya untuk mencengkram Louis yang duduk di sebelah meja mereka.

"Tenang Pak, setelah kapal ini mendarat. Dia akan diproses lebih lanjut. "

"Kau apakan adik ku Hah? "

Pertanyaan Mike malah dibalasnya dengan senyuman sinis dan tatapan tajam yang meremehkan.

"Kenapa Mike, apa yang dia lakukan! "

Louis diborgol dan diamankan oleh tim keamanan di dalam jeruji besi. Dia memandang Mike dan Daniel dengan sinis dan senyuman misteriusnya.

"Detektif, selidiki ini lebih lanjut. Aku rasa dia mempunyai sindikatnya. Kenapa Aylin yang dia incar! " Mike mencengkram rambutnya dengan frustasi.

"Apa hasil penyelidikannya Pak detektif? " Tanya Daniel yang datang terlambat dan tidak mengetahui kebenaran hasil penyelidikan.

"Begini Pak, Adik Pak Mike telah dijadikan incaran orang seperti Louis. Dia menjeratnya seolah ingin berkenalan. Lalu ia bius korban dengan minuman yang telah dicampur obat tidur. Dan dia akan memeras korban dengan foto yang telah dia dapatkan. "

"Kurang ajar, Badji-ngan. Tenang Mike, akan kita tuntut dia sampai hukuman mati. " Tangan Daniel menggenggam jeruji besi menahan amarahnya. Louis yang mendengar itu hanya tertawa terkekeh saja. Dia dengan sengaja memancing emosi 2 pria.

"Untuk saat ini, belum ditemukan sindikat atau rekannya dalam melancarkan aksinya. Namun, tenang Pak Mike. Adik anda sudah selamat. "

"Ya, tenang Mike. Ayo kita menemui Aylin kembali. Kita serahkan ini kepada pihak berwajib. " Daniel merangkul Mike dan membawa nya keluar dari sana.

Di geladak kapal mereka berdua menenangkan diri. Daniel memberikan sebilah rokok kepada Mike.

"Kita harus menenangkan diri Mike, jika tidak. Para Wanita akan panik. Anggap saja dihadapan mereka ini sudah clear. " Tepuk Daniel ke bahu Mike.

Mike menyulut api dan mengisap rokok yang diberikan Daniel. Ia isap dan menghembuskan kepulan asapnya sekaligus mengeluarkan kekesalannya.

"Thanks Dan, Aku tidak akan mengampuni siapapun yang merusak kebahagian adik ku Aylin. Siapapun orangnya, Harga yang harus dia bayar adalah nyawa, " Ucap Mike sambil mengeluarkan Asap rokok di mulut dan hidungnya.

Gleg...

Jakun Daniel langsung naik turun mendengar ancaman Mike, dia yakin Mike tidak main-main dengan apa yang ia ucapkan. Ia harus mencari jalan untuk mengambil isi hati Mike agar menyetujui cintanya kepada Aylin.

"Kalian kemana saja! Aylin sudah membaik, ayo kita makan siang, " teriak Soraya kepada 2 pria yang masih asyik mengisap rokok.

Mike membuang putug rokok yang masih tersisa banyak. Dia menepuk pundak Daniel.

"Nanti, jangan berikan aku rokok lagi. Aku tidak merokok. "

Daniel yang masih mengisap rokok itu pun hanya tersenyum dan mentertawakan tingkah Bosnya.

💙Bersambung💙

💛Terimakasih Sudah membaca novelku

❤Jangan lupa like, komen dan vote

💜Semoga kalian semua terhibur membaca nya

💖Dan jangan lupa tetap ikuti kelanjutan kisahnya

Dukungan kalian sangat bermakna untuk menambah semangat ku untuk menulis dan melanjutkan kisah novel ini. Terimakasih💗

1
Zainab Ddi
seneng akhir yg sangat indah semangat selalu author untuk bekarya ditunggu cerita yg baru
Zainab Ddi
akhir yg menyedihkan
Zainab Ddi
rasain Rebecca dan Daniel
Zainab Ddi
bunuh diri kali Daniel
Zainab Ddi
wah mereka menikah dan lansung bulan madu
Zainab Ddi
wah mike nekat kok Edwar jd berubah ya
Zainab Ddi
wah siapa t7h
Zainab Ddi
jangan2 rebecca
Zainab Ddi
wah lanjut baca nih
Zainab Ddi
hati2 selyn
Zainab Ddi
semoga mike ketemu dengan aiky
Zainab Ddi
🤣🤣
Zainab Ddi
seru banget nih
Zainab Ddi
🤣🤣🤣rasain daniel
Zainab Ddi
🤣🤣🤣daniel dikerjain
Zainab Ddi
wah Edwar marah tuh
Zainab Ddi
semog ketemu ya
Zainab Ddi
lanjut baca
Zainab Ddi
syukur Daniel takut kan sama ayahmu
Zainab Ddi
kasian yamin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!