NovelToon NovelToon
Aku Dijual Di Malam Pertama

Aku Dijual Di Malam Pertama

Status: tamat
Genre:Romansa / Tamat
Popularitas:99.4k
Nilai: 5
Nama Author: roliyah

Menikah adalah hal yang paling membahagiakan. Apalagi menikah dengan orang yang kita sukai, tapi tidak untuk gadis yang bernama Luna Agnieszka.

Luna harus menelan pil pahit, setelah tahu suami yang beberapa jam yang lalu telah menikahinya, ternyata menjualnya.

Bayangan-bayangan sarat makna pernikahan, pupus sudah dalam sekejap. Suami yang ia harapkan telah membawanya ke ujung kepedihan hati.

Follow Ig dan FB.

- Ig : Roliyah579
- FB: Roliyah Roliyah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon roliyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 ~ Belum ketemu

Akhirnya Luna bisa terbebas dari Kungkungan Pak Ariawan. Sedangkan Pak Ariawan meringis kesakitan karena kepalanya di pukul sama vas bunga oleh Luna.

Darah segar mengalir dari kepala Pak Ariawan dan Luna juga menendang pangkal pahanya Pak Ariawan dengan sangat keras. Tidak peduli jika anu nya Pak Ariawan berfungsi dengan baik lagi atau tidak.

Melihat Pak Ariawan dilanda kesakitan, Luna buru-buru keluar dari kamar tersebut, dan untungnya pintunya tidak di kunci.

Setidaknya saat ini Luna bisa bernapas lega, berhasil bebas dari Pak Ariawan. Luna yang sudah berhasil keluar dari kamar tersebut, segera Luna mengayunkan kakinya menuruni tangga.

Baru saja menginjakkan kakinya di anak tangga terakhir, terdengar suara Dimas tengah berbicara dengan seseorang. Cepat-cepat Luna bersembunyi ke arah dapur. Luna menyembunyikan tubuhnya di belakang pintu dapur.

Tidak lama terdengar suara teriakan Pak Ariawan dari lantai atas.

"Dimas ...!"

Dimas yang tengah mengobrol dengan anak buahnya, tergopoh-gopoh menghampiri Pak Ariawan yang sudah berdiri di tengah-tengah tangga.

Ke dua bola matanya membola melihat Pak Ariawan bersimbah darah di kepalanya.

'Apa yang sudah terjadi? Apa yang sudah Luna lakukan, sampai kepala Pak Ariawan berdarah,' umam Dimas di hatinya.

"Cari gadis itu! Jangan sampai lolos dari sini !" perintahnya penuh kemarahan.

'Jadi Luna berhasil kabur?' Geram Dimas di dalam hatinya.

"I-iya," jawab Dimas gagap.

Dimas kemudian memanggil anak buahnya dan memintanya mencari Luna di rumah tersebut. Jangan sampai ia gagal lagi menghancurkan Luna.

"Awas kamu Luna! Kali ini aku nggak akan membiarkan kamu kabur dari sini !" Ke dua bola mata Dimas memancarkan kemarahan, tangannya terkepal erat menahan emosi.

Dimas dan anak buahnya mencari Luna, menyisir setiap sudut rumah itu, tapi sampai detik ini Dimas dan anak buahnya belum berhasil menemukan Luna. Padahal setiap sudut rumah itu tak luput dari pencariannya.

"Gimana? Apa kamu menemukannya?" tanya Dimas.

Anak buah Dimas menggelengkan kepalanya. "Belum, bos."

Dimas membuang napasnya kasar. "Pinter juga si Luna sembunyi nya. Cepat cari lagi yang benar. Luna pasti masih di sekitar sini, jangan sampai dia lolos."

"Siap, bos."

Sekali lagi, mereka mencari Luna dan entah dimana Luna bersembunyi, sehingga mereka semua tidak dapat menemukannya.

Dimas berkali-kali berdecak kesal, karena dirinya belum berhasil menemukan Luna.

"Brengsek kamu Luna! Sepandainya kamu bersembunyi, pasti aku bakal menemukanmu," geram Dimas.

***

Di rumah mama Aida.

Mama Aida berulangkali melirik jam, sudah hampir jam delapan, Luna belum pulang juga. Membuat mama Aida mencemaskan Luna.

Mama Aida tampak gelisah dan tak tenang memikirkan Luna. Bayu yang duduk di sofa menatap heran mama Aida.

"Kenapa mama gelisah?" tanya Bayu.

"Gimana mama nggak gelisah. Sudah jam segini Luna belum pulang."

"Luna belum pulang juga?"

"Iya. Vano juga, katanya nyari Luna tapi sampai detik ini nggak ngabarin mama. Mama kan jadi nggak tenang."

"Coba aku telpon Vano. Siapa tahu Luna sudah sama Vano," ujar Bayu sambil meraih ponselnya di atas meja. Kemudian Bayu menelpon Vano.

Tidak membutuhkan waktu lama untuk Vano mengangkat telponnya. Bayu langsung meloudspeaker nya, agar mamanya mendengar langsung pembicaraannya.

"Halo, bang. Ada apa?"

"Kamu sudah nemuin Luna belum? Soalnya Luna belum pulang. Mama juga terus mengkhawatirkan Luna," sahut Bayu tanpa basa-basi.

"Belum, bang. Ini, aku juga masih nyariin Luna." Vano yang tengah menyetir tampak frustasi mencari Luna, yang sampai sekarang belum ketemu.

Mendengar jawaban Vano, mama Aida semakin mencemaskan Luna. Hati dan pikirannya menjadi tak tenang.

"Ya sudah. Kalau nanti Luna ketemu, tolong kabarin mama," pinta Bayu.

"Iya, bang."

Bayu mematikan telponnya dan menatap sang mama yang terlihat gelisah.

"Bayu ... Mama takut kalau Luna di culik sama mas Ariawan. Soalnya nggak biasanya Luna jam segini belum pulang, kalau pun pulang telat, pasti ngabarin mama."

"Mama tenang dulu. Aku pasti bantu cari Luna."

***

Dimas dan anak buahnya sampai saat ini belum berhasil menemukan Luna.

Luna benar-benar pintar mencari tempat persembunyian. Sampai-sampai Dimas dan anak buahnya pusing mencarinya.

"Argh ...!" Teriak Dimas kesal. " Dimana kamu sembunyi?" Geram Dimas.

Pak Ariawan yang sejak tadi menunggu, terpaksa menemui Dimas.

"Mana gadis itu? Kenapa gadis itu tidak di bawa ke kamarku," ucap Pak Ariawan kepada Dimas.

Dimas menghela napasnya, frustasi. Dimas tidak tahu lagi harus mencari Luna dimana, padahal Dimas yakin kalau Luna tidak mungkin bisa keluar dari rumah ini. Secara penjagaan di sini sangat ketat.

"Maaf ... Saya belum menemukan dia," sahut Dimas.

"Apa? Kamu belum berhasil menemukan gadis itu!" Bentak Pak Ariawan.

"Iya ...."

"Cari satu orang aja nggak becus!" Hardik Pak Ariawan.

"Saya nggak mau tahu. Pokoknya kamu cari gadis itu sampai ketemu! Kalau nggak ... Aku tuntut kamu dengan pasal penipuan!"

1
Nar Sih
yahh udh end ,kasih exra part ya kakk.🙏👍
Nar Sih
wah...seperti nya luna di kerjain nih sama si vano...lanjut kak jgn lama
Assyfa Alin
Luna kena prenggg 😂😂😂
muly mulia
mungkin vano sudah tau kalau Bayu juga mencintai Luna,jd vano memutuskan Luna dengan alasan seperti itu
Nar Sih
sabarr luna ,ngk usah dipkir kan lgi lelaki seperti vano itu ,biarlah mungkin blm jodoh mu,dan mungkin jodoh yg sbnr nya sedang menanti mu ,
Nar Sih
lanjutt kakk
Nar Sih
ahir nya terungkap sdh semua mslh nya,dan dimas telah menerima hukuman nya,lanjuttt
lovely
knapa ga ceraiii aja klo masih Syah suami istri berdosa klo hub ma org 😡
lovely
kirain ma Bayu ko jadi ma s vano 🥵
lovely
ngapain nurut klo gue jadi Luna pergi aja dripada harus ketemu laki² tua bejad
Nar Sih
kok digantung kakk,..padahal udh berhari,,aku nunggu luna ,dobel up ya kakk🙏
lovely
dasarr laki² lucnutt sudah tua masih doyan daun muda😡
lovely
kasihan Luna smoga ada keadilan y thour buat luna
lovely
jodoh Luna kynya Bayu ato vano🤔
lovely
syukurlah ada dewa penolong
lovely
dasar suami lucnuttt s Dimas
Nar Sih
semoga luna berhasil kabur dan bisa cari info tentang desi yaa
Ra2_Zel: semoga saja ya, Kak 🤗
total 1 replies
muly mulia
pasti yang membantunya Dimas melarikan diri adalah ibu tari, yg juga dendam dengan luna
Nar Sih
jgn sampai itu dimas,kasihan luna bru bebas sebentar
Nar Sih
lanjut kakk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!