NovelToon NovelToon
Menantu Benalu Ini Ternyata Hacker Jenius

Menantu Benalu Ini Ternyata Hacker Jenius

Status: tamat
Genre:Menantu Pria/matrilokal / Kebangkitan pecundang / CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:763.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: AsSekop

Datang sebagai menantu pria dengan status sebatang kara, Stefan hanya dianggap benalu dan sampah di rumah mertuanya. Selama tiga tahun Stefan mendapat cacian dan hinaan dari keluarga istrinya, Lionny. Pasca kecelakaan tragis yang membuatnya harus kehilangan ingatan, Stefan hanya bisa numpang makan dan tidur, bahkan nyaris seperti orang gila.
Keadaan tidak kunjung membaik. Stefan ingin bunuh diri. Lantas dihabiskannya lebih dari seratus obat dan vitamin dari dokter sekalian minum. Bukannya mati karena over dosis, ingatannya malah kembali.
Setelah melewati titik terendah dalam kehidupannya, sang menantu benalu pun bangkit untuk mengubah takdirnya, menjadi bos sukses, kaya, dan dikagumi!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AsSekop, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32. Horwerstrasse

Pagi yang cerah di Luzern, Swiss, tepatnya di sekitaran Alpenstrasse. Sebuah kota yang cukup ternama selain Bern dan Zurich. Tower enam lantai megah berdiri di antara bangunan-bangunan lainnya. Itulah kantor AlfaTech, sebuah perusahaan ternama di Eropa.

Setelah menikmati sarapan bersama Grace di Kleinfield Restaurant, Stefan dan wanita cantik itu pun berjalan kaki menyusuri Horwerstrasse, jarak ke kantor tak lebih dari seratus meter. Dua orang yang tengah mengenakan busana musim dingin Eropa tersebut melangkah sambil menikmati pemandangan gedung dan pepohonan kiri kanan.

“Sama seperti empat tahun lalu. Keadaannya tidak berubah,” ungkap Grace sambil meluaskan pandangan.

“Cuacanya dingin. Aku harus beradaptasi di lingkungan seperti ini, jika tidak, aku bakal mudah sakit,” ujar Stefan sembari memasukkan kedua tangannya ke kantong jaket tebal.

Beberapa saat kemudian, Stefan dan Grace pun sampai di depan kantor AlfaTech. Karena sudah kenal, sang penjaga keamanan tersebut mempersilakan Grace masuk, lalu menanyakan sebentar kepada Stefan dan dipersilakan masuk juga. Dua orang tersebut melenggang dari pintu masuk menuju lift, naik ke lantai paling atas.

Tit!

“Apa ayahmu tidak meragukan diriku yang pernah mengalami kecelakaan tragis?” tanya Stefan sambil melihat sebuah layar digital yang angkanya terus naik.

Grace melirik pria di sebelah kanannya ini, kemudian menjawab, “Aku sudah berusaha sekuat mungkin untuk meyakinkannya pada ayahku kalau kau tidak kenapa-kenapa, bahkan kecerdasan otakmu di atas rata-rata.

“Terima kasih. Bagaimana caranya aku membalas semua jasa-jasamu?”

“Aku bahkan masih belum bisa membalas jasamu ketika kau dulu pernah menolongku,” sanggah Grace sambil memberikan tatapan merendah.

“Apa yang pernah aku bantu padamu itu tidak ada apa-apanya, lagi pula kan kau sudah membayarku.”

Tring!

Pintu lift membuka.

Stefan dan Grace pun melangkah cukup jauh. Grace mengetuk sebuah pintu yang di sana bertuliskan : Arya Sutejo, CEO AlfaTech.

Tok! Tok! Tok!

“Permisi.”

“Ya, silakan masuk.”

Stefan dan Grace dipersilakan duduk.

“Selamat pagi, Pak Arya. Bagaimana kabarnya?” Stefan senyum sambil menegaskan matanya menatap mata Pak Arya, kesan bahawa dia benar-benar semangat pagi hari ini.

“Selamat pagi juga, Stefan. Baik kabar saya.” Pak Arya memperbaiki posisi duduknya, lalu menggagahkan diri dengan meluruskan lengan kirinya dan menempelkan telapak tangannya di atas meja. Kemudian menggerak-gerakkan tangan kananya guna memaksimalkan otak kirinya. “Tiga setengah tahun yang lalu seharusnya kau sudah berada di sini, Stefan.”

Stefan mengangguk. “Benar sekali, Pak Arya. Tapi nasib berkata lain. Saya memohon maaf karena tidak memberi kabar sama sekali ketika saya mengalami kecelakaan dan dirawat.”

Pak Arya menatap serius. “Waktu itu ada seorang pria yang menjawab telepon dari saya. Ayah mertuamu. Katanya, Stefan tidak berminat bekerja di AlfaTech, lalu sambungannya terputus. Beberapa hari kemudian saya menghubungi kembali tapi tidak pernah nyambung karena sepertinya ponsel kau tidak aktif.”

Mendengar itu, Stefan agak terperanjat. “Berarti Bapak tidak tahu kalau saya mengalami kecelakaan?”

“Saya tidak tahu. Makanya saya bingung. Kenapa tiba-tiba kau urung bekerja, dan tidak memberikan konfirmasi pula, padahal kau sudah menandatangani tanda tangan kontrak kerja.”

Dengan tenang kemudian Stefan menjelaskan alur cerita sebenarnya kepada Pak Arya. Jelas Pak Arya akan percaya dengan cerita Stefan tersebut dan tidak mempermasalahkan soal Stefan pernah mengalami gegar otak dan semacamnya.

Sementara Grace hanya bisa menjadi pendengar yang baik di ruangan ini. Matanya melihat ayahnya, tapi sekali-sekali mencuri pandang, dengan memutar hitam matanya ke sampingnya, sebuah lirikan yang penuh kekaguman.

Pak Arya memperlihatkan berkas administrasi milik Stefan, seperti fotokopi ijazah, sertifikat dan semacamnya, lalu menunjukkan sebuah dokumen lima lembar, yakni surat perjanjian kerja yang pernah ditandatanganinya. 

“Surat perjanjian kerja ini sudah tidak berlaku. Nanti akan saya bakar. Nah, ini yang terbaru,” sambung Pak Arya sambil menyodorkan sebuah dokumen lagi. “Kalau dulu kau cukup menandatangainya via online, sekarang kau menandatanganinya secara langsung.”

Stefan meraih pena tinta yang sudah disediakan oleh Pak Arya, setelah membaca sekilas, karena dia tahu isi perjanjian kerjanya apa, lalu dia membubuhkan dua tanda tangan di dokumen tersebut. Stefan akan menjalani kontrak kerja selama lima tahun ke depan.

“Terima kasih, Pak Arya. Saya akan bekerja dengan sebaik dan semaksimal mungkin.”

Setelah itu, Stefan diajak berkeliling kantor oleh Pak Arya dan diperkenalkan kepada sebagian karyawan-karyawan, terutama yang akan menjadi satu tim dan satu ruangan bersama Stefan. 

Tiga pria tersebut adalah Alan si perfeksionis dan disukai wanita, Theo si pria berantakan tapi humoris, dan Liam si kritikus andal. Plus satu orang wanita yang bernama Stephanie yang berkepribadian tenang tapi mulutnya kadang judes.

“Salam kenal,” sapa Stefan sambil menyalami mereka satu per satu.

Pak Arya bilang kepada empat orang tersebut, “Kalian meskipun sudah berpengalaman dua tahun di sini sebagai junior programmer, tapi harus menghargai Stefan yang merupakan anak baru.”

“Apa posisinya sama seperti kami?” tanya Stephanie yang bertubuh seksi dan berambut pirang panjang, sambil memutar-mutar kursi kerjanya.

“Stefan merupakan senior programmer di tim kalian. Untuk sementara waktu tim tetap diketuai oleh Alan selama tiga bulan ke depan. Setelah itu barula Stefan yang akan menjadi ketua,” papar Pak Arya

Belum apa-apa, Liam yang berkulit hitam mengajukan protes kecil. “Bagaimana bisa dia tiga bulan bekerja bisa menjadi ketua tim, Pak Arya? Sementara kami sudah dua tahun.”

Meskipun jabatannya akan terancam, Alan si tampan dan bermata hijau tetap cold dan tidak goyah sedikit pun. Sementara Theo yang tidak peduli siapa pun yang menjadi ketua hanya bisa manggut-manggut sambil mengunyah permen karet, si ikal selalu ceria terhadap apa pun keputusan.

Pak Arya meluaskan pandangannya dan mengawasi satu per satu wajah tim tujuh ini. “Dengarkan saya baik-baik. Selama tiga bulan ke depan Stefan akan menjadi rekan satu tim kalian. Lihat dan nilai sendiri kinerjanya seperti apa. Siapa di antara kalian yang ingat program SigmaX?”

Alan cepat-cepat mengacung. “Program canggih buatan anak Asia yang telah menyelamatkan setidaknya lima perusahaan besar di dunia.”

Pak Arya melempar pertanyaan lagi. “Apa kalian tahu siapa perancang program tersebut?

Keempat orang tersebut menggeleng dan bergeming.

Pak Arya melanjutkan, “Seharusnya pria tersebut sudah bekerja di sini semenjak tiga setengah tahun yang lalu, tapi karena ada sebuah musibah, jadi urung. Namun, sekarang pria tersebut bisa kembali bergabung di AlfaTech. Dan Stefan lah orangnya.” Pak Arya menepuk-nepuk pundak Stefan.

Liam berdarah Afrika terlonjak dan nyaris lepas landas dari kursi kerjanya. Alan si tinggi berotot terpana mendengar itu. Karena saking tercengangnya, Theo tersedak dan permen karet dimulutnya tak sengaja tertelan. Stephanie berdiri sambil menyisir rambutnya ke belakang, bola matanya agak membesar.

“Serius, Pak Arya?” sergah Liam tak percaya.

“Untuk apa bohong? Silakan kalian ngobrol-ngobrol.” Pak Arya pamit dan meninggalkan ruang kerja tim 7.

Setibanya di ruangannya lagi, Pak Arya langsung duduk menghadap putrinya. “Ayah sudah siapkan dia rumah dinas di Pilatusstrasse. Sesuai dengan kemauanmu, anakku.”

Grace sumringah. “Ayah, bolehkah aku mengajaknya berlibur di Swiss sebelum dia aktif bekerja?”

1
Achmad
ya kita akan menunggu backsound
Sopwan Gojali
masih ada krlanjutan nya
Ranasartika Lacony
makan tuh "diam"!!!! SDH dewasa ga bs bedain yg hrs dilakukan mn yg TDK.
Ranasartika Lacony
jgn balik lg si Stefan SM Lionny, ga rela aku
Ranasartika Lacony
Stefan seperti tidak menghargai dirinya sendiri, sdhlah, tinggalkan sj si Leony, toh dia jg tak begitu sayang SM Stefan, kalau mmg dia sayang SM suaminya pasti sdh curhat SM Kakek Sanjaya....
Ranasartika Lacony
harusnya Stefan kerja aja di LN, t4 Ayahnya Grace.... Kenapa msh ngotot mau kerja d Sanjaya.....
Edy Kurniawan Zonk
heddeeeh kelamaan bom nya.
jadi males baca.
UP
Edy Kurniawan Zonk
stef si paling drama, bosen thor ceritanya terlalu monoton.
kpn balas dendamnya
Edy Kurniawan Zonk
jenius dari mananya cob, nyelesain masalah aja pakek cara yang rumit padahal sdh ada cara yang super simple.
Edy Kurniawan Zonk
dengan tidak berterus terang soal cerita yang sebenarnya sama sekali tidak mencerminkan kecerdesan stef.
malah bisa di bilang bodoh tuh stef.
Wahyu Kasep
bingung gwa jadinya
Ali
,beneran si mc sampah terus si othor goblik bikin alur cerita.tolol bin bego lu thir.skip ah.kabuuuuuuuuur
OI
sepertinya harta kluarga sanjaya itu punya si steven dech soalnya kakek sanjaya kekeuh sama si steven
OI
alamat balikan lagi
Raidy Damaring
mending gak usah baca la...novel sampah..genius kok jadi Babu...harga diri gak ada...gimana caranya author menggambarkan mc...atau author yang begonya udah gak ketulungan...kalo gini anak2 sd juga bisa buat cerita
Raidy Damaring
benar2 sampah...genius tapi sampah...wajar aja dianggap benalu...
Raidy Damaring
mc Dan author bodoh kalo ya...udah diperlakukan tidak baik Masih saja bertahan ...katanya hacker handal...gak perlu susah payah tinggal dengan sekumpulan monyet kali
Dudin Syawaluddin
ini gimana pelaku utamanya betul betul g ada harga diri...sebagai laki atau suami atau orang lah...babi aja x
Ichal 1479
terlalu banyak iklan sangat mengganggu/Puke/
Mang Jangkung
penulis novel na pika sebelen ,,, si setifen iraha rek bungah na heh .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!