21+
Untuk mencintaimu adalah HAL YANG MUDAH tetapi untuk mendapatkan cintamu adalah HAL YANG PALING SULIT untuk aku lakukan"
-Kanaya Almira
"Aku tidak akan pernah memperlakukanmu sebaik itu, bahkan untuk menyakiti atau menyiksamu saja aku sanggup"
-Rendy Saputra
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Venita Ven-Ven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32
Keesokan harinya assisten pribadi keluarga Salsa mengurus semua administrasi dan dokumen untuk perawatan Salsa. Kanaya, Tiara, Rendy dan Delon juga bersiap untuk terbang ke Singapura, Rendy menyuruh Soni untuk meminta izin atas nama Kanaya dan Tiara selama tiga hari untuk menemani keluarga Salsa. Awalnya Susi menolak mereka ikut karena takut akan mengganggu kegiatan mereka masing-masing, tetapi dengan cepat Kanaya meyakinkan Susi karena mereka ingin menemani Salsa selama disana.
Mereka menempuh perjalanan selama berjam-jam di pesawat. Kanaya, Rendy, Salsa dan Delon naik pesawat pribadi milik keluarga Saputra sedangkan Salsa dan kedua orang tuanya menaiki pesawat milik mereka. Sesampainya di sana, Rendy sudah membeli apartemen mewah untuk dia dan Istrinya itu, sedangkan Tiara dan Delon menginap di hotel dekat apartemen mereka.
“Apa kita akan tinggal disini?” tanya Kanaya yang sambil melihat sekeliling isi ruangan apartemen.
“Apa kamu tidak suka, Sayang?” tanya Rendy pada Istrinya.
“Ah bukan, aku menyukainya. Tapi, apakah ini tidak berlebihan?” ucap Kanaya sambil duduk di sofa empuk berwarna putih itu.
“Aku punya banyak uang dan aku bekerja keras untuk mu.” jawab Rendy sambil duduk disampingnya.
Mereka pun saling tatap dan Rendy mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Istrinya itu. Ciuman lembut mendarat dibibir Kanaya, dia mulai membalas setiap perlakuan Rendy padanya dan dengan refleks Kanaya mengalungkan tangannya ke leher Rendy.
Kanaya menghentikan aksinya dan pergi ke toilet meninggalkan suaminya, didalam sana Kanaya mengeluarkan pil yang Salsa beli waktu itu.
“Apakah ini tidak bahaya?” berbagai pertanyaan muncul di kepala Kanaya.
Dia langsung meminum pil itu dan menyembunyikannya di saku jaket yang ia pakai. Rendy menunggu istrinya didepan pintu toilet dan mengetuk pintu itu.
“Kamu lagi apa, Sayang?” tanya Rendy penasaran.
“Ah, aku segera datang,” jawab Kanaya dan langsung membukakan pintu toilet.
“Ahh! kamu membuatku kaget.” teriak Kanaya ketika melihat suaminya sudah berdiri dihadapannya.
Rendy langsung menggendong tubuh istrinya dan membawanya keatas tempat tidur, dia menatap lekat wajah istrinya dan menghujaninya dengan ciuman. Perlahan mereka pun melakukan hubungan suami istri itu dengan lembut yang membuat istrinya mendesah menikmati perlakuan suaminya itu.
Seminggu berlalu mereka berempat sudah menemani Salsa berobat, ya akhirnya perjuangan mereka tidak sia-sia. Salsa perlahan pulih kembali tetapi belum 100% diperbolehkan pulang. Kanaya meminta untuk pulang kepada orang tua Salsa, awalnya hanya Rendy yang akan pulang karena urusan kantor yang mendesak.
Tapi Rendy tidak ingin meninggalkan istrinya sendirian di sana dan dia pun langsung membatalkan urusan pentingnya itu.
Mereka dijemput oleh pesawat pribadi milik Rendy dan tak lupa berpamitan kepada orang tua Salsa.
“Apa kita gak bakal shopping?” tanya Tiara polos.
“Astaga kita kesini bukan untuk shopping.” celetuk Kanaya sambil memakan cemilan yang sudah dibelikan Rendy.
“Kita beli hadiah buat Ayah dan Bunda.” ucap Rendy.
Tak lama pesawat yang mereka tumpangi mendarat di salah satu bandara dekat mall terbesar di negara itu. Rendy menelpon anak buahnya yang masih ada di area itu untuk menyiapkan mobil. Tak perlu waktu lama mobil pun sudah siap untuk mengantar mereka pergi kemana pun.
“Kita kemana, Tuan?” tanya supir.
“Mall!” ucap Tiara dengan cepat.
Supir langsung melajukan mobil dan pergi menuju arah Mall terbesar. Selama perjalan Rendy tak pernah melepaskan genggaman tangannya sehingga membuat Tiara dan Delon geleng-geleng kepala.
“Lepaskan! Malu tau.” ucap Kanaya dan Rendy hanya memberikan tatapan tajam.
“Kenapa harus malu, kita sudah menikah dan itu diakui oleh hukum dan agama. Kalau kamu malu karena mereka, suruh saja mereka cepat menikah.” balas Rendy datar.
Tiara yang mendengar ucapan Rendy kaget dan langsung menjawabnya.
“Hei! Aku masih ingin sekolah tau.” balas Tiara dengan kesal.
“Aku akan melamar mu besok!” seru Delon dan menggenggam tangan Tiara.
“Apa-apaan ini? Aku masih dibawah umur dan... Dan aku belum siap menikah muda.” jawan Tiara dengan suara terbata-bata.
“Kamu akan siap ketika kita menikah nanti.” gumam Delon.
“Astaga aku masih ingin menikmati masa mudaku, jalan-jalan mengelilingi setiap negara, berkumpul bersama teman-temanku, shopping sampai lupa waktu, dan menonton drama korea setiap malam.” ujar Tiara sambil memalingkan wajahnya yang merah karena malu.
“Sudah! Kalian lanjut berdiskusi nanti saja, sekarang ayo kita turun!” ajak Kanaya kepada sepasang manusia yang masih berdebat tak mau kalah.
Mereka semua turun dari mobil dan langsung masuk kedalam Mall tersebut, Rendy terus menggenggam tangan Istrinya dan Kanaya berjalan di samping Suaminya mengikuti setiap langkahnya.
“Apa yang harus kita beli? Tas? Sepatu? Baju? Atau apa?” tanya Kanaya bingung.
“Belilah sesukamu!” perintah Rendy sambil menyodorkan Black card miliknya.
“Aku tidak ingin boros, kita beli apa yang kita butuhkan saja.” ucap Kanaya.
“Kenapa? Bukankah setiap wanita suka berbelanja dan dimanjakan?” tanya Rendy heran.
“Memang, tapi kita harus memikirkan masa mendatang dan kita pasti akan tua dan memiliki anak, seandainya kita berada di fase terburuk kita masih memiliki tabungan untuk menikmati masa tua nanti.” jawab Kanaya dengan percaya diri.
“Selama ini aku bekerja keras untukmu.” seru Rendy.
“Justru karena kamu bekerja keras untukku maka aku tidak ingin setiap keringat Suamiku terbuang sia-sia. Percayalah, aku mencintaimu lebih dari yang kamu tahu.” ucap Kanaya yang membuat kagum Suaminya tersebut
“Gadis kecilku ternyata sudah dewasa.” balas Rendy sambil mencium kening Istrinya.
Rendy mengajak Kanaya masuk ke toko tas branded dan menyuruhnya memilih tas yang dia mau untuknya dan Bundanya. Setelah cukup lama memilih Rendy mengajaknya lagi ke toko berlian dan memilihkan cincin yang cantik untuk Istrinya itu. Semua orang tau kalau Rendy tidak pernah melamar Kanaya, maka Rendy memutuskan untuk melamarnya disini.
Sekitar 2 jam mereka berbelanja dan berkumpul di tempat awal tadi mereka terpisah. Ketika sudah sampai di lantai satu Rendy berhenti dan berjongkok dihadapan Kanaya sambil memegang tangannya.
“Kamu tahu dulu aku memperlakukanmu dengan sangat tidak baik, sekarang aku melihat sosok wanita yang selalu aku sakiti berdiri di hadapanku membuatku jatuh cinta, memberikan warna di setiap hariku, membuatku merasakan rumah yang sesungguhnya. Kali ini aku Rendy Saputra melamar mu dan berjanji akan selalu berusaha menjadi Suami yang baik untukmu. Kelak dimasa depan jika anak-anak kita lahir aku ingin memberikan mereka kenyamanan layaknya apa yang kamu berikan padaku.
Kanya Almira will you marry me?” tanya Rendy.
Tiara dan Delon yang menyaksikan itu dibuat kaget dan terpesona karena keberanian Rendy didepan umum melamar Kanaya.
masih bingung dengan kata² 'Kanaya langsung naik ke kamarku dan membersihkan tubuh ku' ? "ku" nya itu siapa?
ini cuman saran & kritik aja ya, bukan menjatuhkan..
sukses trs kak.
Fyi? aku bisa nemu tulisan kamu karena masuk Beranda di rekomendasi pilihan Editor. Itu udan clue banget artinya wajib di lanjut, kan?!
Ayo semangat Kakak Author🥰