NovelToon NovelToon
Kelabu Di Putih Abu Abu

Kelabu Di Putih Abu Abu

Status: tamat
Genre:Mata Batin / Horor / Tamat
Popularitas:120k
Nilai: 5
Nama Author: Sindi Oktaviani

Alandra Argantara, seorang remaja SMA yang terlahir dari keluarga sederhana. Namun nasib malang justru menimpa kedua orang tuanya hingga Alandra terpaksa menyandang status yatim piatu di usianya yang masih kecil.

Alandra tumbuh menjadi seorang remaja dengan hasil jerih payahnya sendiri. Hingga bisa bersekolah di SMA Favorit dengan mengandalkan beasiswa yang dia dapatkan.

Tanpa dukungan dari kedua orang tua bahkan kerabatnya pun dia juga tak tahu siapa. Alandra tumbuh menjadi sosok remaja yang dingin.

Akan tetapi siapa sangka di balik sifat dinginnya itu, dia adalah seorang indigo.

Sampai suatu ketika dia dipertemukan dengan seorang gadis yang tengah menjalani MOS ,dan kebetulan Alandra tak sengaja melihat dia salah memasuki ruangan ketika mengikuti salah satu acara MOS yaitu jurit malam.

Akankah Alandra akan membuka mata untuk membantu para arwah dengan penglihatan istimewanya?
Akankah gadis yang dia temui itu menjadi pembawa sinar terang atau justru sebaliknya bagi Alandra??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sindi Oktaviani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

"KETERLALUAN!!!!!!" Jerit wanita yang baru saja masuk dan memergoki pasangan itu.

Tentu saja Gisel terkejut, namun bertepatan dengan itu. Dirinya seakan telah tersadar dari mimpinya dan kini sudah berada dalam dekapan Al.

Flashback off

"Gisel?" ucap Al setelah mereka kini berhadapan.

"Kak Al? ngapain kak Al di sini?" tanya Gisel sedikit gugup.

"Harusnya gue yang tanya, ngapain lo ada di sini?" tanya Al penasaran dengan apa yang di lakukan Gisel pada malam hari di sana.

Belum sempat Gisel menjawab pertanyaan Al. Tiba-tiba pintu ruangan laboratorium itu terbuka. Ya, yang membukanya tentu Jery. Dirinya tadi mencari benda yang bisa membobol gembok yang mengunci pintu itu.

"Al!" panggil Al setelah Jery masuk ke dalam. Namun dia membelalakkan matanya saat menyadari kalau di dalam juga ada Gisel.

"Kak Jery?" lirih Gisel saat melihat Jery yang masuk ke dalam sana.

"Gisel? apa yang lo lakuin di sini?" tanya Jery sambil berjalan mendekat ke arah mereka berdua.

"Gue ta-tadi penasaran sama tempat ini, jadi gue lihat-lihat aja di depan, habis itu gue nggak ingat apa-apa lagi!" Jelas Gisel, dia tidak berbohong.

"Sudahlah, jelaskan saja nanti! lebih baik kita keluar dulu dari sini!" kata Al membuat keputusan untuk keluar dulu dari ruangan itu.

Akan tetapi saat mereka hendak keluar dari sana. Tiba-tiba pintu tertutup dengan sendirinya bahkan suaranya sampai berdentum kencang, membuat mereka terperanjat.

Hening, namun terdapat bau yang sangat menyengat di dalam ruangan itu. Al dan Jery saling pandang. Sampai akhirnya mata mereka melihat ke arah Gisel yang tampak tertunduk, dengan rambutnya menjuntai menutup wajahnya.

"Gisel?" panggil Jery dengan menggoyangkan pundak Gisel. Namun saat itu Gisel hanya diam saja tanpa menjawab. Hingga membuat Al dan Jery bingung. Sampai akhirnya Al mencoba memegang pundak Gisel. Namun anehnya Gisel langsung menepis tangan Al dan detik berikutnya. Gisel langsung menyerang Jery dengan cara mencekik lehernya.

"Arkhh!!" teriak Gisel yang membuat keduanya terkejut. Jery yang tidak sempat melawan pun kini posisi dia tengah tercekik dengan tubuh yang sudah membentur tembok. Al yang melihat itu tentu tidak tinggal diam. Dirinya berusaha menolong Jery dari cekikan Gisel.

Al tahu, kalau situasi yang Gisel alami saat ini adalah kerasukan. Saat Al hendak mendekat, dirinya di tepis oleh Gisel. Anehnya Gisel seakan merasa sakit saat di sentuh oleh tangan Al.

Al bingung sampai akhirnya dirinya bisa melepaskan Jery dari tangan Gisel.

"Lo nggak apa-apa?" tanya Al sambil memegang tangan Gisel ke belakang.

"Akh, uhuk uhuk!" Belum bisa menjawab Jery hanya terbatuk setelah di cekik oleh Gisel.

"KAMU HARUS MATI!! DASAR MANUSIA TIDAK PUNYA HATI!" Ucap Gisel yang suaranya tampak berbeda. Suara itu terdengar serak seperti ibu-ibu seusia dengan tante Velia.

"Keluar kamu dari tubuh Gisel!" kata Al dengan menekan setiap katanya. Tampak Gisel yang sedang di rasuki itu menatap tajam Al.

"Anak yang tidak tahu diri juga pantas mati!! hihihihi," Terdengar tawa cekikikan keluar dari mulut Gisel, yang tentunya itu bukan suara Gisel sepenuhnya.

Al teringat akan sebuah mantra yang dia lihat di buku. Dirinya merasa itu pasti bisa berguna di saat seperti ini.

"Jer pegang tangannya," ujar Al menyuruh Jery untuk memegang tangan Gisel yang terus saja memberontak.

Jery langsung mematuhi perintah Al. Hingga kini Al membaca sebuah mantra dan mengusapkan tangannya pada wajah Gisel dengan perlahan. Sampai akhirnya Gisel tidak lagi memberontak dan badannya luruh ke lantai. Segera saja Al menggendongnya.

Tiba-tiba saja, pintu itu terbuka dengan sendirinya, yang cukup membuat Al dan Jery terkejut. Takut akan jebakan gaib yang sudah di rencanakan makhluk tak kasat mata.

Al tidak ambil pusing, dia langsung membawa Gisel keluar dari sana dengan menggendongnya. Sedangkan Jery yang mengikuti di belakang Al pun merasakan adanya sebuah bisikan samar.

"Pakaikan kalung itu pada dia!!" itulah bisikan yang di dengar Jery sebelum akhirnya keluar dari ruangan itu.

1
Ajeng Sripungga
Luar biasa
Dtyas Aldric
di tunggu kelanjutan x di judul apa Thor ...
windy
lanjut
Melia
semangatttt
Melia
semangat
InddahFe
nextttttt
Fald
up yg banyak
Fald
up visual dong
Fald
next
olivia
nexttt
olivia
next
Echan
up up up
Echan
lanjut
Anggra
lanjut thorr
Anggra
up
cindy
fighting
cindy
kerasukan
Fa
kalungnya bagus
Fa
up
ilham
semangat thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!