[ Sequel PEDANG JIWA NAGA dan PENERUS DEWI KEMATIAN]
Kedua orang dengan jenis pedang yang sama, bentuk yang sama tapi memiliki warna yang berbeda. Keduanya bahkan memiliki wajah yang sama tapi pembawaan yang berbeda.
Itu adalah Zhang Fengying dan Zhang Ruoqi, putra dari seorang Kaisar paling berkuasa yang ada di bawah langit.
Mereka pergi berkelana di umur muda untuk mencari pengalaman dan mencari jati diri mereka yang sebenarnya dan tanpa sengaja bertemu dengan teman dan jodoh mereka.
Dengan menyatukan kekuatan, mereka bisa mendapatkan yang semula mustahil dan dengan berkelana bersama,mereka mengerti apa yang dimaksudkan dengan ketulusan.
Sampai akhirnya mereka berdua ditakdirkan untuk melawan seekor Naga yang telah tertidur selama 150 ribu tahun karena menganggu ketenangan umat manusia.
Akankah mereka bisa mengalahkan Naga tua yang menganggu ketenangan umat manusia?
Tag : Petualangan, Romantis, Remaja, Fantasi, Xianxia, Kultivasi, Kaisar, Istana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kc, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32. Hadiah
Zhang Ruoqi dan Zhang Fengying terus berjalan dengan normal lalu menyadari bahwa ada orang yang berjalan di belakang mereka, tapi sengaja mereka tidak menoleh begitu cepat.
Tapi, setelah agak lambat, dia menoleh ke belakang untuk melihat orang yang berjalan di belakang mereka tapi ketika mereka menoleh, itu hanya jalan yang kosong.
"Apakah kamu merasa bahwa ada sesuatu yang melewati kita ? Ah ya, kita melupakan untuk memberikan penghormatan kepada penunggu disini ! Maafkan kami leluhur, tolong jangan ganggu kami !" Ucap Zhang Ruoqi dengan nada takut.
"Kak, aku benar benar takut dengan ini. Apakah kita seharusnya memutar balik, lihat seluruh bulu kuduk ku berdiri. Apakah itu hantu yang menunggu hutan ini ?" Tanya Zhang Fengying hampir menangis.
"Ayo kita percepat saja, aku benar benar takut !" Seru Zhang Ruoqi dengan nada ngeri, dia memegangi lehernya lalu memacu kudanya dengan cepat.
Sementara disisi lain, para pembunuh bayaran itu menatap mereka dengan senyum mengejek.
"Ternyata hanya dua orang bodoh. " Ucap seseorang dengan topeng ungu.
Sebelum akhirnya menyadari bahwa ada sebuah kesalahan yang mereka abaikan dan pada saat ini Zhang Ruoqi dan Zhang Fengying sudah menghilang.
"Orang biasa tidak akan bisa menaiki kuda seperti itu dalam kecepatan tinggi !" Ucap seseorang yang dipanggil dengan "Tuan".
"Kejar mereka !" Perintah orang dengan topeng ungu.
"Tidak perlu, di depan adalah wilayah kawasan Sekte Bunga Abadi, akan sulit untuk menyerang mereka disana. " Ucap orang dengan topeng emas.
"Baik, Tuan. " Ucap ketiga orang dengan topeng Ungu lalu pergi dari sana.
Zhang Ruoqi dan Zhang Fengying memacu kuda mereka secepat mungkin dan disinilah mereka, mencapai Kabupaten Yuan.
"Kakak, jika kamu tidak menatapku maka aku tidak akan tahu harus mempercepat kuda. " Ucap Zhang Fengying.
"Mereka seharusnya tahu bahwa kita adalah orang yang mereka cari tapi tidak masalah, ini adalah Kabupaten Yuan dimana ada Sekte Bunga Abadi yang menjaganya. " Ucap Zhang Ruoqi menebak dengan tepat.
"Apakah kakak yakin bahwa mereka tidak akan mengambil resiko untuk kemari ?" Tanya Zhang Fengying dengan waspada.
"Tenang saja, bahkan jika mereka datang kemari itu belum tentu kita akan kalah dengan begitu mudah. " Ucap Zhang Ruoqi dengan percaya diri.
Mereka menghabiskan waktu di perjalanan selama dua hari karena mereka tidak banyak beristirahat dan kebanyakan hanya membiarkan kuda mereka berhenti sejenak untuk meminum air dan memakan buah buahan sebelum akhirnya mereka tiba di Desa Hijau Daun.
Sekte Pedang Jiwa masih sama dengan ketika mereka baru datang, tampak sangat sepi , tapi ada yang aneh.
Biasanya pagar di luar tertutup dan sekarang pagar dibuka, apakah terjadi sesuatu ? Keduanya saling memandang sebelum akhirnya memacu kuda mereka. Lalu melihat bahwa disana ada pertarungan antara orang dengan topeng perunggu.
Tidak menyangka bahwa orang orang pembunuh bayaran ini sangat licik, selain mengamati mereka juga memeriksa asal mereka.
Melihat bahwa Liu , Qin, Mao, dan Li sudah kesalahan, mereka berdua langsung masuk ke dalam arena pertarungan.
Keempat tetua itu terkejut dengan kembalinya mereka, tatapan Zhang Ruoqi memerah ketika melihat bahu Liu yang sudah ditusuk dengan pedang dan sekarat.
"Kalian semua harus mati !" Seru Zhang Fengying dengan marah dan menerjang ke depan.
"Teknik Pedang Jiwa !" Seru Zhang Fengying dan bayangan Naga muncul di punggungnya, menunjukkan betapa hebatnya dia.
Naga bayangan itu mengaum dengan marah dan menerjang ke depan, mengubah mereka menjadi abu.
Semua orang mati bahkan tanpa butuh bantuan Zhang Ruoqi, dengan sebuah pedang ditangannya, Zhang Fengying menatap musuh musuhnya dengan marah.
Darah masih mengalir dari sudut bilah pedangnya, menunjukkan kekejamannya yang tak tertandingi untuk anak seumurannya.
"Guru, apakah kalian tidak apa apa ?" Tanya Zhang Ruoqi melihat Liu yang paling parah.
"Tidak apa apa, kami masih hidup. Untungnya hanya menembus bahu. " Jawab Liu sambil gemetar menahan rasa sakit.
Zhang Ruoqi mengeluarkan sesuatu dari cincin ruangnya dan mengeluarkan sebuah salep obat yang dibuat oleh Ibunya.
Ini adalah obat yang sangat manjur, tidak tahu apakah bisa menggunakannya untuk mengobati luka parah seperti ini atau tidak.
Zhang Fengying menyimpan pedangnya dan membantu Qin dan Miao, Li sendiri masih baik baik saja dan ikut membantu.
Ternyata salep obat itu sangat berpengaruh dan membantu luka mengalir milik Liu menjadi tidak berdarah lagi.
Zhang Ruoqi beralih pada luka lain lalu berjalan menuju Qin dan Miao, juga mengolesi luka terbuka di tangan Li.
"Maafkan kami, gara gara kami membuat semuanya menjadi seperti ini. " Ucap Zhang Fengying dengan menyesal karena merasa bahwa merekalah yang melibatkan Sekte Pedang Jiwa.
"Tidak, dalam kehidupan kultivasi pasti ada saja yang menjadi tantangan. Bahkan dalam kehidupan normal sekalipun kamu masih akan dengan sering bertemu dengan konflik. Apalagi dalam dunia kultivasi seperti ini bahkan lebih tidak heran lagi, jadi jangan khawatir. " Ceramah Li.
"Kami tidak kembali dengan tangan kosong, kami memberikan ini kepada guru guru dan Li sebagai hadiah kami dari Ibukota. " Ucap Zhang Ruoqi mengeluarkan hadiahnya.
"Hadiah dari Ibukota sangat mahal, bagaimana kalian membeli semua pedang yang berharga ini ?" Tanya Li sambil terharu.
"Tidak, semua ini sepadan. Karena jujur saja kami tidak bisa menetap di Sekte ini selamanya, kami harus memberikan sesuatu untuk kepada para Guru dan Li agar bisa melindungi diri. " Jawab Zhang Fengying sambil menggigit bibirnya karena merasa ragu.
"Kami tahu akan hal ini, tentu saja jika kamu menetap disini terus menerus maka kami akan sedih dan kecewa karena bakat yang luar biasa ini disia siakan disini. Kami berharap bahwa kalian akan memiliki jalan yang baik. " Ucap Qin dengan doanya yang tulus.
"Guru, tenang saja, kami akan memperbaiki Sekte Pedang Jiwa seperti sedia kala. Anggap ini sebagai hadiah bakti kami kepada kalian yang telah membantu kami dan Sekte Pedang Jiwa yang telah mengangkat kami. " Ucap Zhang Ruoqi.
"Kami akan menerima niat baik kalian. " Balas Mao dengan senyum lebar.
Hari berlalu , Kedua Saudara Zhang itu pergi ke Komunitas Pekerja Bangunan untuk membangun kembali Sekte Pedang Jiwa.
"Tuan, berapa banyak yang ingin kalian keluarkan ? Kami memiliki minimal untuk pekerjaan yang diberikan. " Ucap seseorang yang berjaga didepan dengan malas.
Melihat pakaian kedua Saudara Zhang yang sederhana , jadi benar benar tidak tertarik dengan mereka yang hanya datang untuk bertanya tanya.
"Kami ingin membangun kembali Sekte, apakah ini cukup untuk menyewa 30 orang ?" Tanya Zhang Ruoqi sambil mengeluarkan satu kantung Tael Emas yang berisi 150 Tael Emas.
Orang itu langsung bangkit dan membuka kantung itu lalu menggigit Tael itu untuk memastikan bahwa itu benar benar Emas.
...----------------...
Follow @Kc.novel_writer untuk visual LPNK
skrg anak2nya yg panen akibat sikap bpk gila wnt. hrsnya si chang wei lihat hsl perbuatannya keturunannya saling bunuh.