Dari tidak terbiasa sampai akhirnya menjadi sangat terbiasa..
Oh ya ampun aku terpesona dengan ketampanan nya dan akhirnya aku bisa mendapatkan nya. Tetapi, kenapa dia memutuskan hubungan secara sepihak begini. Tidak bisa di biarkan!aku akan membuatnya menyesal!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nh Hasanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32
Setelah puas tertawa Risky pun akhir nya keluar dari mobil nya dan dengan segera dia pun segera mengusir anjing yang terus saja menunggu Risa itu.
Risa hanya diam dengan heran nya. "Anjing saja begitu takut pada Risky" batin Risa ketika melihat Risky dengan mudah mengusir anjing yang galak itu.
"Ngapain kamu ngeliatin aku dari tadi?" ucap Risky berteriak menyadarkan Risa akan pandangan nya yang sedari tadi ternyata tidak lepas dari melihat Risky yang berdiri di bawah pohon.
"Siapa yang ngeliatin kamu" ucap Risa memalingkan wajah nya berpura-pura melihat hal yang lain.
"Halah gak ngaku lagi" ucap Risky tertawa senang.
"Gak usah ketawa! gak lucu"
"Udah di tolongin juga! bilang terima kasih kek'"
"Iya makasih" jawab Risa dengan tetap memberikan ekspresi malas melihat wajah Risky.
"Buruan turun, kamu mau jadi monyet apa di atas pohon mulu" ucap Risky yang membuat Risa memanyun kan bibir nya, rasa nya ingin sekali Risa memukul wajah Risky yang sangat menyebal kan itu.
Risa menatap kembali ke bawah..
Dia hanya diam sembari menelan air liur nya.
"Bagaimana cara ku naik ke atas pohon ini tadi? kenapa aku bisa naik sampai setinggi ini" gumam Risa yang baru sadar ternyata dia menaiki pohon terlalu tinggi dan dia tidak tahu bagaimana cara nya dia akan turun dari pohon ini sekarang.
"Pohon nya tinggi banget ky" ucap Risa pada Risky yang masih berdiri di bawah pohon "Aku naik pohon nya tinggi banget, aku gak tahu cara turun nya" sambung nya.
"Gak jelas banget sih anak ini, bisa manjat pohon tapi gak bisa turun nya" ucap Risky menatap Risa yang ketakutan dari atas, rasa takut nya akan ketinggian melebihi rasa takut akan anjing yang sedari tadi memutar mutar pohon menunggu nya di bawah.
"Ih udah ngomel nya, sekarang cariin tangga gih. Aku gak berani turun, aku gak tahu cara turun nya" jawab Risa mengeluh.
Risky pun menghela nafas nya. Mau di saat pacaran dulu atau di saat seperti sekarang sikap Risa yang manja begini bagi Risky tak ada beda nya.
"Udah loncat aja, biar aku tangkap di sini" ucap Risky yang bersiap mengulurkan kedua tangan nya bersiap-siap menangkap ku.
"Kamu gila ya ky! kamu sama aja buat aku mati tau gak sih kaya gitu" ucap Risa memekik.
"Gak ada tangga di sekitar sini, kemana aku harus mencari. Lagian itu juga gak terlalu tinggi aku masih bisa menangkap mu" jelas Risky.
"Ya tapi tetap aja lah, aku gak mau kalau nanti ujung-ujung nya kamu macam-macam sama aku" kata Risa
"Heh enggak usah sok cantik! ngapain juga aku macam-macam sama kamu, kalau gak mau di bantu yaudah aku tinggal aja kamu sekalian di atas pohon di situ. Biar siapa tau besok kamu sudah jadi monyet beneran" ucap Risky membalik kan badan nya dan melangkah kan kaki nya untuk pergi. Sebenar nya dia hanya pura-pura saja agar Risa mau di tangkap oleh nya saat meloncat nanti.
"Iya sudah pale" jawab Risa pasrah.
"Dari tadi coba, sini cepat turun" ucap Risky.
"Tapi beneran di tangkap ya, aku gak mau aku nanti jatuh terus tiba-tiba patah tulang atau mungkin aku bakalan mati" keluh Risa sebelum dia bersiap-siap untuk melompat turun.
"Gak usah berlebihan, cepetan turun pegel tangan ku nih begini mulu" keluh Risky juga yang akhir nya tanpa persiapan Risa sudah melompat. Tepat mengenai tubuh Risky, meskipun Risky tidak siap tadi tapi kini Risky berhasil menangkap Risa namun dia tidak bisa menahan keseimbangan nya hingga akhir nya mereka sama-sama jatuh terhempas ke tanah.
Mata mereka sempat saling bertatapan beberapa saat. Jika saja ada yang lewat dan melihat mungkin mereka akan berpikir Risa dan Risky adalah dua anak muda yang sangat mesum. Jelas saja, sekarang posisi Risa tepat berada di atas tubuh Risky, Risky memeluk Risa dengan erat.
Dan secara tidak sengaja bibir Risa bersentuhan dengan bibir Risky untuk seper sekian detik ketika mata mereka saling bertatapan. Ini jelas rasa nya sangat berbeda di banding kan saat Risky memaksa nya tadi ketika di dalam kamar.
Hingga Risa pun tersadar dan segera bangun memalingkan tubuh nya dari Risky yang masih berbaring.
"Apa-apaan aku ini" ucap Risa seakan tidak yakin dengan apa yang terjadi tadi. Tangan nya terus saja menyentuh bibir nya. Pipi nya mulai memerah, detakan jantung semakin tidak beraturan. "Lebih baik aku segera pergi" batin Risa sembari segera berdiri dan ingin berlari pergi. Namun baru beberapa langkah berlari dengan suara keras nya Risky meneriaki nya.
"Kamu mau kemana?" teriak Risky yang membuat Risa berhenti berlari dan berbalik badan menatap Risky yang kini telah duduk.
"Pulang, em.. ma. ma.. makasih ya" ucap Risa gugup.
"Tega nya kamu pulang, kamu gak lihat aku gak bisa bangun ini. Badan ku sakit semua, tulang punggung ku rasa nya mau patah gara-gara habis menangkap kerbau jatuh dari pohon tadi" ucap Risky yang membuat Risa menghela nafas kesal nya. Baru saja dia merasa malu akibat dia yang tidak sengaja tadi mencium Risky, tapi Risky malah membuat Risa ingin sekali memukul habis diri nya.
"Kamu bisa tidak sih, sehari saja jangan membuat ku merasa kesal" ucap Risa dengan kesal nya datang menghampiri Risky.
"Kamu duluan yang main pergi-pergi gitu aja" jawab Risky seperti menahan sakit.
Risa pun terdiam, mata nya kini tertuju pada luka yang ada di dahi Risky. "Dahi mu" ucap Risa secara spontan tidak sengaja menyentuh luka nya hingga membuat Risky meng aduh kesakitan.
"Jangan di sentuh, sakit" ucap Risky memaling kan wajah nya yang kini begitu dekat dengan Risa.
Risa pun melihat ranting kayu yang berada tepat di samping Risky. Di dalam hati nya mulai merasa sangat bersalah sekarang. Risa baru sadar, ternyata ketika melompat dari pohon tadi Risa juga tidak sengaja membawa lompat satu ranting kayu yang ternyata mengenai kepala Risky.
"Maaf" ucap Risa setelah membuka tas nya dan mengambil beberapa tisu untuk membersihkan darah yang mengalir di dahi Risky.
Risky hanya diam dan membiarkan Risa membersihkan luka akibat perbuatan nya.
Sekilas mata mereka saling bertatapan untuk beberapa saat. Namun setelah itu saling memalingkan satu sama lain, hingga suasana menjadi sedikit canggung di antara mereka berdua.
Tidak ada yang tahu Risa merasa ada hal yang aneh di hati nya. Seharusnya jika ini adalah rasa benci? kenapa aku begitu khawatir ketika melihat darah mengalir dari dahi nya?..
"Ah sudah lah, aku masih belum mengerti bagaimana perasaan ku ini sebenar nya pada Risky" ucap Risa di dalam hati sembari memasuk kan kembali tisu nya ketika telah selesai membersihkan luka darah di dahi Risky.
( cinta dan benar2 cinta )
berarti kamu benci (bener2 cinta ) sama aku tp tulus ga kira2 ?
lanjut yaa semangat