Gara-gara menyerempet mobil seorang CEO, seorang gadis terpaksa membayarnya dengan menjadi pengasuh anak dari seorang CEO kaya raya, Dion Mahesa.
Nafa Maheswari, gadis cantik yang bekerja sebagai kurir pengantar paket, terpaksa kehilangan pekerjaannya karena Ia harus menjadi pengasuh untuk membayar kerugian akibat ia telah menyerempet mobil Dion, Dion meminta pertanggungjawaban dari Nafa, karena Ia tidak memilih uang, maka Nafa terpaksa banting setir menjadi pengasuh anak laki-laki berumur lima tahun. Di mana Dion dan istrinya telah bercerai, dan anak mereka, Dion yang mengasuhnya. Anak itu bernama Alaska Mahesa.
Kehadiran Nafa membuat Alaska sangat senang, bukan hanya Alaska yang senang tapi sang Ayah pun ikut bahagia, cinta mulai bersemi di antara mereka, akankah Alaska bisa membuat keduanya bersatu? Sementara Nafa sendiri sudah memiliki tunangan.
Novel ini untuk event Anak Genius, mohon dukungannya ya 😊❤️🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LichaLika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sepuluh lagi
Dokter pun hanya bisa tersenyum melihat tingkah keduanya, kemudian Dokter menyarankan untuk menjaga kandungan Nafa baik-baik, Dokter memberikan resep vitamin untuk Nafa, agar kandungannya tetap terjaga.
Melihat sang istri diberikan resep agar kandungannya terjaga, Dion pun protes kepada sang Dokter untuk memberikan dirinya obat juga, agar Ia tidak merasa mual-mual lagi.
"Maaf, Dokter! Kalau istri Saya dapat obat dan vitamin, apa Saya juga tidak mendapatkan vitamin juga?" tanya Dion yang membuat sang Dokter membulatkan matanya.
"Pak Dion ingin resep vitamin juga, untuk apa, Pak? Bukankah Pak Dion sehat-sehat saja?" tanya balik sang Dokter.
"Emm iya sih, Dokter! Tapi, Saya juga sedang hamil, eh ... maksud Saya istri Saya yang hamil tapi kenapa Saya yang muntah-muntah, Dok! Aduuh mana mual banget, udah gitu bau parfum orang lewat aja pingin muntah, tapi herannya kalau bau istri Saya, kenapa saya jadi sembuh ya, Dokter? Aneh kan?"
Dokter tertawa kecil mendengar keluhan dari pasiennya yang unik itu. Dokter pun menjelaskan kepada Dion jika apa yang sedang dialaminya disebut kehamilan simpatik, atau juga dalam bahasa medis disebut juga sebagai Couvade Syndrome. Di mana saat sang istri sedang mengandung, sang Suami ikut merasakan tanda-tanda kehamilan seperti mual muntah dan pusing, bahkan sampai melahirkan pun ada yang mengalami hal seperti itu.
"Jadi, Pak Dion tidak perlu khawatir, apa yang terjadi pada Bapak itu normal, itu tandanya rasa cinta dan kasih sayang Pak Dion terhadap istri dan calon bayi Anda itu sangat besar, ikatan batin orang tua dan bayi sudah terbentuk sejak dia masih berada dalam kandungan." ungkap Dokter menjelaskan.
Dion pun tersenyum malu, dan Ia pun puas dengan penjelasan dari sang Dokter, lalu Dokter pun menyarankan untuk sering-sering sounding bayi mereka semenjak dalam kandungan, itu akan membuat ikatan batin antara anak dan orang tua semakin dekat.
"Dokter tidak perlu khawatir, Saya selalu siap untuk itu, setiap hari pasti Saya akan melakukannya," ucapnya sembari memegang perut istrinya yang masih rata.
*
*
*
Setelah mereka berdua selesai, akhirnya Dion dan Nafa segera keluar dari ruangan Dokter, mereka berdua tampak berpura-pura bersedih untuk mengelabuhi Alaska dan Mommy Rima. Dion dan Nafa terlihat datar dan seolah-olah tidak ada sesuatu yang istimewa.
Alaska segera berlari menghampiri keduanya, untuk sejenak anak itu tampak terdiam dan melihat ekspresi kedua orang tuanya. Alaska merasa ada yang tidak baik-baik saja.
"Daddy, Mama? Kenapa mereka bersedih? Apa jangan-jangan Mama Nafa tidak jadi hamil?" batin sang Bocah yang terlihat menghampirinya Nafa dan Dion.
Dion dan Nafa saling menatap, keduanya pun bersiap untuk berakting dan memberikan kejutan untuk Alaska. Alaska langsung bertanya kepada Dion tentang apa yang dikatakan oleh Dokter.
"Daddy, bagaimana keadaan Mama Nafa? Apa Mama Nafa beneran hamil?" tanya Alaska berharap jika Nafa sedang mengandung. Dion pun berjongkok dan menatap wajah sang anak. "Alaska sabar, ya!" ucap Dion sembari mengusap kepala sang anak.
"Jadi, itu benar. Mama Nafa tidak hamil?" tanya Alaska yang terlihat berkaca-kaca. "Alaska sebenarnya sangat sedih, tapi mau gimana lagi, jika Allah belum memberikan rejeki Dede untuk Alaska, biar nanti Alaska lebih giat berdoa deh, biar lekas dikabulkan oleh Allah. Supaya Dedenya Alaska segera hadir dalam perut Mama Nafa. Mama Nafa nggak usah bersedih, ya! Nanti Alaska bakal minta sama Allah supaya Dedenya Alaska segera lahir." ucapnya sembari menatap wajah Nafa yang diiringi dengan buliran bening yang terjatuh dari sudut matanya.
Hati siapa yang tidak trenyuh mendengar ucapan polos dari bibir Alaska, spontan Nafa memeluk Alaska dan berkata kepada sang anak, "Alaska anak yang shaleh, Mama bangga punya anak seperti kamu, Sayang! Ternyata Allah sangat sayang kepada Alaska. Doa-doa Alaska sudah dikabulkan oleh Allah." seru Nafa sembari mengusap air mata sang bocah.
"Maksud Mama apa?" Alaska tampak penasaran. Kemudian Dion berkata kepada sang anak, "Sebentar lagi Alaska akan menjadi Kakak. Allah sudah mendengar doa Alaska."
Sejenak Alaska terdiam, layaknya orang dewasa, Alaska tidak bisa berkata-kata, air matanya pun semakin deras mengalir membasahi wajah gembulnya.
"Daddy nggak bohong, kan?" tanya sang bocah kepada Daddy-nya. Dion pun menggelengkan kepalanya. Kemudian Alaska menatap wajah Nafa dan berkata, "Daddy nggak bohongin Alaska kan, Ma?"
Nafa pun menggelengkan kepalanya, dan sejak saat itu Alaska percaya jika sang Mama akan memberikannya Adik. Ia pun langsung memeluk Nafa dan Dion, sungguh pemandangan itu membuat Mommy Rima dan sang asisten tiba-tiba ikut menangis.
"Terima kasih ya Allah! Engkau sudah mengabulkan doa-doa Alaska! Alaska akan menjaga Dede bayi dengan baik, dan semoga saja Daddy dan Mama Nafa memberikan Dede bayi lagi yang banyak, sebanyak ... emm sebanyak ... berapa ya? Oh iya sebanyak sepuluh lagi, biar Alaska ngga kesepian, biar bisa buat tim bola." rasa syukur dan doa Alaska seketika membuat Dion dan Nafa saling menatap.
"Sepuluh lagi, Sayang! Kamu sanggup, ngga?" seru Dion kepada Nafa.
"Entahlah!" jawab Nafa lemas.
...BERSAMBUNG...
endingnya jgn gitu lah,
tp kok tergantung...MMG dh abis ke?