Kiara Tasya, seorang gadis yang di temukan saat masih bayi di reruntuhan bangunan dan di selamat kan seseorang yang sedang bekerja membersihkan sisa reruntuhan, dan di angkat oleh seorang gadis yang baik dan kini ia memiliki tiga saudara dari ke dua orang tua angkat nya, ia tak pernah sekali pun iri kepada ketiga saudara nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SAHRIani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 32
'' sama-sama,, tidur lah lebih dulu.?'' papa mengusap kepala ku pelan
secepat nya aku berlari ke arah kamar ku, aku tidak memperdulikan dengusan kiano pada ku
**
pagi menyambut dengan aku yang terbangun lebih pagi dari biasa nya, namun ketika aku menggeliat, kanapa tubuh ku terasa berat
'' apa ini..? ucap ku terkejut menyentuh bagian perut ku yang terkena tindihan
dengan cepat aku pun melurus kan badan ku dan melihat apa yang berada di atas perut ku
betapa terkejut nya aku, dengan Kenan yang tertidur pulas di samping ku sambil memeluk ku
'' hei.. Kenan,, bangun kamu.?'' ucap ku sambil menggoyah kan lengan nya
'' masih gelap Kiara,, tidur lah lagi.?'' ucap nya lirih yang masih bisa ku dengar
'' bangun lah, sana pindah ke kamar mu,, nanti Kania masuk dan terkejut melihat mu ada di sini..? ucap ku cepat pada nya
'' Kania tidak akan bisa masuk,, aku mengunci pintu nya,, kau berbaring lah lagi, aku masih mengantuk..? Kenan menarik tubuh ku ke dalam pelukan nya
'' bentar lagi azan subuh berkumandang Kenan..? ucap ku masih mencoba melepas kan diri
'' biar kan saja,, lihat lah mata ku tidak bisa terbuka.. semua ini gara-gara kiano.. jadi aku terlambat tidur..? ucap nya pelan namun tidak membiar kan ku pergi dari dalam pelukan nya
lima menit berlalu, namun Kenan masih saja memeluk ku dengan erat nya, sampai dua puluh menit tetap juga sama, sampai Azam subuh sudah berkumandang pun Kenan tetap tidak mau melepas kan ku
'' Kenan,, lepas kan lah aku.. lihat lah,, sebentar lagi waktu sholat subuh habis..? ucap ku membangun kan nya
dengan malas ia membuka mata nya secara perlahan, dan mengerjai kan mata nya berulang kali
'' kita sholat subuh berjamaah..? ucap nya lirih pada ku,
setelah itu ia pun melepas kan pelukan nya dari ku secara perlahan, dengan cepat aku pun bangkit dari atas ranjang ku
'' jangan sholat lebih dulu,, tunggu aku sebentar saja..? ucap nya sebelum ia masuk ke dalam kamar mandi di dalam kamar ku
dengan sabar aku pun menunggu nya keluar dari kamar mandi, sambil menggelar sajadah untuk kami berdua sholat berjamaah
'' ayo cepat, waktu subuh akan habis,,? ucap Kenan yang mana aku menatap nya dengan tajam
karena waktu yang tidak memungkin kan, aku hanya diam saja ketika lapas ayat Alquran di kumandang kan oleh kenan
khusuk dengan ibadah ku, dan mengikuti imam ku, tidak hanya dalam imam sholat kini ia lah imam ku sampai di dunia dan akhirat
selesai sholat dan memanjat kan doa, Kenan sebagai pemimpin dengan aku sebagai makmum nya di belakang, selesai sholat, Kenan pun menyodor kan tangan nya ke arah ku
ini adalah salam yang ketiga setelah yang pertama akad dan di kampus semalam dan ini di saat sholat subuh bersama
'' nanti pergi kuliah dengan ku,, jangan sampai naik taksi atau angkutan umum lagi.?'' ucap Kenan sebelum ia keluar dari kamar ku
'' oke.. baik lah.?'' jawab ku dengan nada malas,
sebenar nya, aku masih mau mengorek informasi tentang ku di tempat Tante Yuna, namun sekarang Kenan semakin positif saja pada ku
Kenan berlalu ke luar dari dalam kamar ku, dengan aku pun mulai bersiap terlebih dahulu
'' sudah bangun kak,, tumben lebih awal bangun nya.?'' papa menghampiri ku yang tengah duduk di ruang makan
'' mau kuliah pa, ada jadwal pagi..? ucap ku pada papa
'' mau naik apa,, atau mau papa antar kan.?'' tawar papa pada ku
'' gak usah pa,, biar Kenan saja yang mengantar kan nya.?'' Kenan tiba-tiba saja menyauti perkataan papa yang langsung menatap nya
'' apa kamu tidak kerepotan Kenan.?'' ucap papa menatap ke arah Kenan
'' tentu saja tidak pa, dari pada nanti kakak keluyuran tidak jelas, kan lebih baik dengan ku .? Kenan berbicara seperti itu,
'' oh.. begitu ya.. terserah kamu saja, tapi kau tidak akan terlambat masuk ke sekolah kan..? papa menatap ke arah Kenan yang kini sibuk mengisi piring nya sendiri
'' tidak kok pa,,? jawab Kenan santai
selesai sarapan kami pun bergegas berangkat sekolah, dengan kiano membawa Kania, aku dengan Kenan
motor melaju mengantar kan ku ke kampus ku, tidak ada yang mengeluarkan suara, kami berdua hanya diam sepanjang perjalanan sampai lah kini aku di turun kan di depan gerbang kampus ku
'' terima kasih..? ucap ku pada nya dan hendak pergi begitu saja
'' tunggu..? ucap Kenan
yang membuat ku menoleh ke arah nya dan bertanya
'' ada apa..? tanya ku pada nya..
'' salam dulu,, ini lupa beneran atau memang sengaja lupa..? ucap nya ketus sambil menyodor kan tangan nya pada ku
'' oh.. lupa,,? ucap ku singkat dan kembali meraih tangan nya
'' yang bener kuliah nya..? ucap nya menasehati ku,
'' yang ada aku kali Kenan,, ngomong begitu..? saut ku sewot
'' nih.. uang jajan nya..? ucap Kenan sambil terkekeh kecil sambil mengulur kan uang merah kembali pada ku
'' masih ada kok,, yang semalam masih satu lagi ini.?'' ucap apa ada nya, semalam saja masih banyak
'' di simpan saja,, nanti aku tidak bisa menjemput mu,, aku ada urusan lain,, jadi ambil lah uang ini.. pulang nya naik taksi saja..? ucap kenan masih menyodor kan uang di tangan nya pada ku
'' oh,, baik lah kalau begitu..? ucap ku mengerti, dengan cepat aku pun menyambar uang pemberian nya
setelah aku menerima uang nya, ia pun berlalu pergi meninggal kan ku, dan aku pun berjalan ke arah dalam
'' Kiara..? salsa yang berada di dekat gerbang memanggil ku
'' iya.. kenapa? tanya ku pada nya di kala ia sudah mendekat pada ku
'' kemana adik mu.. sudah pergi ya..? salsa celingukan melihat ke arah luar gerbang
'' apa sih,, lebih baik masuk, dari pada kepo begitu..? sewot ku pada salsa
'' kamu ya,, punya adik seganteng itu kok di sembunyi kan sih..? ujar salsa
'' bukan di sembunyi kan,, hanya saja kau terlalu tua untuk adik ku..? jawab ku cepat pada nya
'' iiss kamu terlalu ketinggalan jaman..? ucap salsa lagi
'' biar kan saja,, yang terpenting adik ku selamat dari mu..? ucap ku tertawa lepas dan meninggal kan nya begitu saja Tampa menghirau kan nya
'' Kiara.. tunggu dong,,? salsa mencoba mengejar ku kembali
aku hanya melirik nya sekilas, setelah itu, aku melangkah kan kaki ku kembali masuk ke dalam kelas
siang hari seperti apa yang di ucap kan oleh kenan, ia tidak datang menjemput ku, aku kini berjalan ke arah terminal bus yang tidak jauh dari kampus ku