Kesetiaannya pada kekasihnya yang telah meninggal, membuat Rayden enggan membuka hati untuk wanita lain.
Hingga sebuah perjodohan pun ia terima karena tak punya pilihan lain. Namun, bayang-bayang akan almarhumah kekasih, membuat Safira, istrinya merasa hanya menjadi istri bayangan saja.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenita wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kebenaran
"Hana, maukah kau menikah denganku?" Rayden berlutut di depan Hana sembari memegang sebuah kotak berisi cincin permata di dalamnya.
Hana menutup mulutnya tidak percaya. Ia seperti merasa bermimpi. Saat ini, jam ini, menit ini, detik ini, Rayden melamarnya.
Ia masih ingat jelas bagaimana saat tadi Rayden tiba-tiba mendatangi unit apartemen yang ia tempati.
"Rayden, apa ini benar? Kau melamarku? Kita akan menikah?" Hana masih tidak percaya.
"Kau akan tahu setelah kau menjawabnya."
"Tapi, bagaimana dengan Safira? Dia sedang menanti kelahiran anak kalian? Kenapa kau terburu-buru? Kita bisa menunggu anak kalian lahir."
"Tapi aku sungguh tidak sabar, Hana. Aku ingin kau menjadi milikku seutuhnya." Rayden berdiri dan mendekati tubuh Hana hingga kini mereka hanya berjarak beberapa inci saja.
"Tapi aku tidak ingin menikah siri. Aku ingin menjadi istri yang sah secara hukum dan juga istri satu-satunya."
"Itu masih lama. Dan aku sungguh sangat tidak sabar memiliki dirimu, Hana." Rayden semakin mendekati Hana. Bahkan, kini, kedua tangannya memegangi tangan Hana.
"Rayden, aku tidak mau sekarang. Aku mau nanti ketika kau telah bercerai dengan Safira. Aku hanya ingin menjadi satu-satunya dalam hidupmu."
"Hana, aku sangat tidak sabar." Rayden memeluk Hana sangat dalam. Tangannya meraba rambut Hana dan mengangkatnya perlahan.
Hana seperti terangsang dengan tindakan Rayden. Ia pun mulai meraba bagian atas tubuh Rayden.
Namun, sebelum semua itu berlanjut, Rayden sudah keburu melepas pelukan mereka.
"Maaf, aku jadi agresif begini. Pasti karena rasa cintaku padamu begitu dalam, Hana."
"Tidak apa-apa, aku mengerti."
"Oh ya, aku ingin menanyakan sesuatu padamu."
"Sesuatu apa?"
"Apa kau masih menyimpan hadiah yang terkahir ku berikan padamu?"
"Maaf, sepertinya tidak. Kau tahu sendiri kan kalau aku selama ini tinggal di luar negeri." Hana menggeleng.
"Aku tahu, tapi hadiah itu adalah sebuah kalung yang terukir nama kita berdua."
"Maaf, aku memang tidak menyimpannya." Hana menunduk sedih.
"Aku bersusah payah mengukirnya untukmu."
"Aku tahu, tapi aku tidak punya kuasa ketika kalung itu hilang."
"Aku mengerti, kau memang selalu pelupa. Bahkan kau lupa jika aku tidak pernah memberikan mu kalung." Wajah Rayden yang tadinya ramah, kini berubah menjadi datar.
"Rayden, apa maksud mu. Aku masih ingat kau pernah memberikan ku kalung itu."
"Bukan aku yang memberikannya, Hana, tapi Nikolas, mantan pacarmu."
Hana terkejut dengan ucapan Rayden.
"Si-siapa Nikolas? Aku tidak mengenalnya."
"Jelas sekali kau tidak mengenalnya karena yang berpacaran dengannya adalah Hana, bukan kau, Hani." Rayden menatap wanita yang ternyata adalah Hani di depannya.
"Aku Hana, bukan Hani."
"Tapi setahu Nikolas, Hana punya tahi lalat di tengkuknya, dan kau tidak."
"Kau jangan bercanda, yang berpacaran dengan dia adalah Hani, bukan aku."
"Bukankah kau bilang bahwa tidak mengenal Nikolas?"
Hani semakin terlihat gugup.
"Aku sudah tahu kebenarannya dari Nikolas. Beberapa waktu lalu kami bertemu saat aku mengantarmu membeli tas mahal. Dan setelahnya aku bertemu dengannya lagi."
(Kalo bingung ini othor jelasin. Jadi dulu Hana pernah selingkuh sama Nikolas. Tapi dia pake nama Hani supaya Rayden nggak curiga kalo tiba-tiba ketauan. Kan muka mereka mirip, jadi tinggal bilang aja kalo yang pacaran sama Nikolas si Hani, bukan dia. Terus, Hani yang asli, manfaatin kematian Hana asli untuk berpura-pura jadi Hana karena Rayden cinta banget sama Hana)
Flashback On
Saat sedang menunggu Hana berbelanja, ia mengirim pesan kepada orang kepercayaannya untuk menyelidiki orang yang bernama Nikolas.
Beberapa hari setelahnya, ia pun mengetahui sebuah fakta bahwa saat Hana berpacaran dengannya, ternyata ia berselingkuh dengan Nikolas karena Rayden tak kunjung datang melamar. Dan saat itu, Hana menyebut bahwa namanya adalah Hani, agar tidak ketahuan oleh Rayden.
Bahkan, saat kecelakaan itu terjadi, Hana tidak sedih karena bertengkar dengan Rayden, melainkan bertengkar dengan Nikolas.
Dan setelah Hana mengalami kecelakaan dan meninggal, Hani pun mulai menyelidiki Rayden.
Setelah memahami bagaimana karakter Hana yang dikenal Rayden, ia pun menyamar sebagai Hana demi mendapatkan Rayden dan hartanya.
Flashback Off
"Bagaimana bisa kau berpura-pura menjadi Hana untuk menghancurkan rumah tanggaku?" Rayden menatap Hani tidak percaya.
"Aku hanya tidak suka wanita seperti dia menggantikan Hana dan menikmati semua hartamu."
"Aku tidak butuh komentarmu. Yang terpenting sekarang aku sudah tahu bahwa selama berpacaran denganku, Hana berselingkuh dengan Nikolas dengan menyamar nama menjadi Hani. Aku tidak menyangka, kalian berdua sama-sama jahat. Mulai sekarang kita tidak ada hubungan apa-apa lagi!" Rayden pun pergi meninggalkan Hani yang masih mematung. Ia sungguh tak percaya bahwa rahasianya terbongkar karena mantan pacar Hana bertemu dengannya.
Kenapa juga dulu mereka harus terpisah jarak, sehingga tidak banyak yang tahu kalau mereka adalah saudara kembar.
Hani mengejar Rayden yang sudah berjalan keluar.
"Rayden!! Jika kau pergi, maka aku akan melakukan bunuh diri. Aku bahkan sudah mempersiapkan surat wasiat yang mencantumkan namamu sebagai alasan ku bunuh diri. Dengan begitu, berita itu akan tersebar dan namamu akan hancur!"
Mendengar ancaman Hani, Rayden lantas menghentikan langkahnya. Ia berbalik dan menatap datar. "Lakukanlah, aku tidak peduli. Berita seperti itu hanya akan bertahan selama beberapa minggu saja. Dan kau yang bunuh diri akan kekal selamanya di neraka."
Setelah mengatakan hal itu, Rayden pun melanjutkan langkahnya. Meninggalkan Hani yang menangis di lorong apartemen. "Rayden! Aku akan membeberkan semua ini!"
Teriakan Hani kembali menghentikan langkah Rayden. Ia pun berbalik dan berkata, "Aku merekam percakapan ku dengan Nikolas tentangmu. Aku juga meletakkan kamera tersembunyi di dalam unitmu yang tentu saja pembicaraan kita tadi sudah terekam jelas. Silakan beberkan ini, karena kejahatan tidak akan pernah menang "
Kali ini Rayden tersenyum dan kembali melanjutkan langkahnya.
"Aku bersumpah akan membunuh Safira!!!"
Lagi-lagi ucapan Hani membuat Rayden menghentikan langkahnya. Namun kali ini, ia tidak hanya berdiri, melainkan berjalan mendekati Hani. Ia mencengkram kuat lengan Hani sambil menatap tajam.
"Jika kau sampai melukainya seujung jari pun, aku bersumpah akan menghancurkan hidupmu sampai kau tidak berniat untuk hidup lagi."
Kali ini Hana terdiam. Tatapan dan penekanan kalimat Rayden benar-benar menyeramkan hingga membuatnya bergetar ketakutan.
"Wajahmu memang mirip dengan wanita yang dulu pernah aku cintai. Tapi sejak aku mengetahui kalau dia pernah mengkhianati ku, rasanya aku sangat muak melihat wajahmu itu. Terlebih lagi hatimu yang sangat busuk dan otakmu yang sangat licik itu! Ketahuilah, bahwa kini rasa cintaku kepada Safira seribu kali lipat dari rasaku pada saudara kembarmu itu."
Rayden melepaskan cengkraman tangannya dan berbalik pergi meninggalkan Hani yang kini hanya diam mematung. Air matanya mengalir deras. Lututnya terasa lemas, impian dan harapannya pun hancur seketika.
Rayden menghela napas lega. Ia benar-benar seperti orang yang terbebas dari beban yang sangat berat. Seperti orang yang menemukan air di gurun pasir, perasaannya sangat bahagia saat ini.
Mulai sekarang, ia dan Safira akan bersatu untuk selamanya. Ia sungguh tak sabar menemui Safira dan menceritakan ini semua padanya.
"Safira, aku sangat mencintai mu. Mulai sekarang kita akan menata kebahagiaan kita. Tunggu aku, Sayang."
syukkaaak ... 🌹😍😍💙💙🌹
biarpun masih ada typo typo ... 🤭
biarpun ending nya 2x ... 😅
biarpun agak belibet sama pertukaran sosok Hana dan Hani .. itu mah krn Neng Gemoy nya yg rada lemot yak ... 🤣🤣🤣
poknya terus cemangadh bikin cerita2 yg bagus2 ya kaaakk .... 💪💪✊️✊️
lope lope sekebon (orang) 🤣🤣💙💙💝💝💙💙💝💝
😍😍😍😍😍😍😍
si tukang tepu akhirnya ketepu ......
*tetiba Neng Gemoy kepikiran gitu yak ... 🤔
krn selama Rayden pacaran dgn Hana, gak pernah agresif begitu. bener tak ?
apa dulu spt itu ... sering beli baju langsung banyak begitu ?
gimana responnya ? gimana mimik wajah ato bahasa tubuh nya ...
dari situ mngkn kan bisa keliatan ... dia Hani ato Hana ....
cowo itu aja langsung bisa ngenalin dan memastikan seorang Hani cuma dari cara belanja nya ...
lhah Rayden udah ketemu berkali-kali tapi masih bisa ketepu...
biarpun udah curiga sih yaaa .. ngerasa ada sesuatu yg berbeda ... tp koq gak cepet cari2 informasi kek buat membuktikan kecurigaannya itu .... 🤦♀️
Rayden lagi bingung juga sama sikap Safira sih ya ... mungkin dia jadi gak peka ...
ato ya dia trll kaget dan terpengaruh sama cerita Hani ...
mudah2an udah ketemu sama pasangan lebay itu, mata Rayden lebih terbuka buat melihat kejanggalan2 yg ada ... jadi bisa cepet2 juga mengambil sikap tegas.