Genre ~~ Kriminal Story
Bercerita tentang gadis kecil ceria bernama Claudia yang berubah jadi seorang boss mafia kejam yang sangat disegani.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irwineka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
GM 32
Arkan masuk ke dalam kamarnya. Ia mencoba menghubungi seseorang yang akan ia perintah untuk melakukan sesuatu. Tapi sampai beberapa kali,panggilannya tidak direspon. Pemuda itu pun geram dan akhirnya memilih merebahkan diri untuk tidur karena memang waktu sudah cukup larut.
Di rumah besar itu suasana begitu tenang,rumah besar yang dihuni oleh Marlo dan beberapa orang asisten kepercayaannya dan beberapa tenaga medis yang merawat Marlo sewaktu keadaan koma dulu hingga saat ini,lalu ditambah dengan kehadiran Arkan.
Terlihat beberapa orang yang berjalan mondar-mandir mengelilingi rumah yang hanya terdiri dari 1 lantai itu. Mereka adalah security yang ditugaskan untuk memberikan keamanan bagi penghuni rumah.
*****
*****
Tengah malam,seseorang menyelinap masuk ke dalam sebuah ruangan kantor yang gelap. Dengan menggunakan cahaya lampu dari ponselnya ia membuka laci dan memeriksa satu persatu dokumen disana. Sesekali matanya melihat ke arah luar untuk memastikan aksinya aman karena security kantor tersebut sedang berkeliling untuk melihat situasi.
Beberapa saat mencari,senyumnya merekah setelah berhasil menemukan apa yang ia cari. Ia pun segera mengambil selembar kertas itu dari dalam map lalu melipatnya dan menyimpannya kedalam saku celana. Lalu mengembalikan map ke tempat semula ia mengambil dan merapikan kembali sebelum ia pergi meninggalkan ruangan.
"maaf,pak. saya terpaksa melakukan ini" lirihnya sebelum akhirnya pergi meninggalkan ruangan.
Tak lama setelah ia pergi,security yang bertugas pun datang dan melihat kalau pintu ruangan sedikit terbuka. Pria itu merasa aneh karena ia ingat betul terakhir kali ia melewati ruangan tadi pintu ruangan direksi dalam keadaan tertutup dan sudah terkunci,tapi saat ini ia mendapati ruangan sudah dalam keadaan tidak tertutup rapat.
Ia pun bergegas menutup kembali pintu tersebut. Ceklek, Tit tiiiit. Pintu otomatis terkunci. Segera ia menuju ke ruang pantau yang sedang di jaga oleh 3 security rekannya.
Pria itu membelalakkan mata melihat video yang ia saksikan. Ada seseorang yang mengenakan jubah hitam panjang menyelinap ke dalam ruangan milik atasannya,lebih tepatnya ruangan milik Stevan.
"coba kamu zoom Dan,siapa tahu kita bisa lihat siapa orang misterius ini !!" pinta security pada temannya yang bernama Dani.
Dani pun menuruti,dengan keahliannya ia menghentikan rekaman video dan memperbesar tampilan gambar yang menyorot sosok lelaki berjubah panjang yang masuk ke dalam ruangan milik direktur mereka.
Tapi usaha mereka tak membuahkan hasil,karena ternyata orang tersebut menutupi wajahnya dengan buff hitam dan hanya menampakkan matanya. Mereka berdua pun menghela nafas kecewa.
"apa kita harus lapor sekarang juga ke pak Stevan ?" tanya pak Dani.
"sebaiknya besok saja,kamu jangan cerita tentang masalah ini sama siapapun. biar ini jadi rahasia kita,karena bisa aja kan kalau manusia misterius itu ternyata adalah orang dalam" saran security menanggapi.
Mereka pun sepakat untuk merahasiakan apa yang baru saja mereka ketahui,dan hanya akan menceritakan pada Stevan.
Keesokan harinya,kantor telah buka. Para karyawan kembali bekerja seperti biasa. Hans datang lebih awal dari biasanya karena hari ini ada jadwal pertemuan dengan beberapa klien untuk membahas proyek penting.
*****
*****
drrrt
drrrt
drrrt
getaran dari ponselnya membangunkan si pemiliknya. Ia pun dengan malas menjawab telepon yang sudah membuatnya terusik.
📞 : halo,hmm. siapa ?
📞 : ..........
📞 : APAAAA !!!!
Claudia pun segera bangun dari tidurnya dan langsung membuka mata lebar-lebar setelah mendengar kabar yang cukup membuatnya terkejut. Tanpa mematikan sambungan telepon yang masih menyala ia berlari masuk ke dalam kamar mandi untuk segera mandi dan bersiap untuk sesuatu.
Apa yang sebenarnya yang sedang terjadi ?
Claudia begitu terkejut ketika mendengar kabar yang disampaikan oleh seseorang di telepon tadi yang mengatakan kalau Leon membawa pasukan sangat banyak untuk menyerang tuan Edrik. Bahkan tak hanya pasukan miliknya sendiri,tapi Leon berhasil meminta bantuan dari beberapa kelompok bawah tanah dari beberapa kota,itu karena seorang Leon tahu kalau kekuatan pasukan Edrik tak main-main. Dia belum tahu saja kalau pasukan Edrik sudah menguasai hampir seluruh negeri dan jumlahnya tak bisa diremehkan.
Seharusnya Claudia tak perlu khawatir dengan kabar tersebut karena dia tahu bagaimana kakeknya itu. Tapi yang menjadi masalahnya sekarang adalah saat ini Edrik dalam keadaan masih sangat lemah setelah tempo hari baru pulang dari kota tempat sang adik tinggal,pesawat yang ia tumpangi sempat mengalami kecelakaan hingga seluruh penumpang pesawat mengalami cidera parah. Bahkan menurut kabar yang ia terima,kalau Edrik baru beberapa hari bisa bangun dari tempat tidurnya. Walau tidak mengalami cidera yang berarti tapi faktor usia yang cukup senja membuat lelaki tua itu cukup kesakitan.
Claudia mengenakan sebuah jaket kulit berwarna hitam dan menutup bagian wajahnya dengan kain buff hitam bermotif bunga mawar. Mengisi kantong jaketnya dengan beberapa pistol untuk berjaga-jaga. Dia lalu menyambar kunci motor miliknya.
Diruang tengah lantai bawah ada Peter,Rendi dan Ken yang terlihat sedang bersantai memainkan permainan kartu. Ketika melihat pimpinan mereka turun dengan tergesa mereka pun langsung saja melemparkan secara asal kartu yang ada di tangan masing-masing lalu berdiri dan memberikan hormat pada Claudia. Claudia hanya berlalu tanpa merespon balik salam hormat yang mereka berikan.
Melihat Queen mereka berlalu dan terlihat terburu-buru,mereka langsung tahu kalau saat ini sedang terjadi masalah. Tanpa pikir panjang,Peter pun segera mengambil motor laku mengikuti Claudia yang sudah jauh. Sementara Rendy juga sudah bersiap pergi ke ruang latihan para anggota jika sewaktu-waktu dibutuhkan pasukan,sedangkan Ken yang bertugas mempersiapkan kendaraan dan senjata yang mungkin akan mereka gunakan nantinya.
Setelah mengendarai motor dengan cukup kencang di jalanan yang cukup ramai,Claudia terpaksa menghentikan laju motornya di sebuah jalan kecil karena ada segerombolan preman yang menghadangnya. Tapi Claudia tidak langsung turun dari atas kuda besi tunggangannya,ia justru tersenyum miring melihat ketua berandal yang ia perkirakan umurnya masih sepantaran dengannya.
Peter melihat dari jauh kalau Claudia dihadang oleh sekitar 5 pemuda berbadan tegap dengan membawa semacam kayu pemukul bisbol di tangan mereka. 5 pemuda itu masih mengenakan seragam sekolah yang lengkap dengan atribut yang memperlihatkan lokasi sekaligus nama sekolah tempat mereka mencari ilmu.
"hey,nona cantik. Apa kamu tahu saat ini kamu sedang melewati kawasan kekuasaan kami. Jadi,silakan tinggalkan barang berharga yang kamu miliki kalau mau melanjutkan perjalannmu !" ucap ketua preman kecil yang bernama Romi,terlihat dari bed nama di baju seragam pemuda itu.
Claudia tak beranjak dari motornya,dia justru memanggil Peter yang ia tahu sedang mengawasi dari jauh. Ya,sejak keluar dari komplek perumahan tadi ia sudah menyadari kalau Peter sedang membuntutinya. Peter yang merasa sudah ketahuan pun langsung menghampiri nona boss nya.
"wehhh,nona cantik ini bawa pengawal ternyata bro" ucap Romi yang langsung di sambut gelak tawa dari ke empat rekannya yang lain.
"jangan banyak bacot kalian !!" emosi Peter yang langsung membuat mereka semua geram.
"SERAAAAANG !!!!!!!" perintah Romi yang langsung disambut beringas semua temannya.
Mereka berlima maju mengepung Peter yang masih duduk santai di atas motor. Mengahadapi 5 berandal kecil bukanlah hal yang sulit untuk seorang Peter yang merupakan panglima utama milik mafia Black Rose. Terbukti dalam beberapa tendangan kelima pemuda berandal itu langsung tumbang.
"Cukup !!!" perintah Claudia pada Peter yang bersiap akan melanjutkan memberi pelajaran pada kelima berandal kecil di depannya.
"sebaiknya kalian segera pergi dari sini dan jadilah anak baik,tak ada gunanya kalian jadi berandalan seperti ini" ucap Claudia menasehati.
Claudia langsung tancap gas meninggalkan kelima berandal kecil yang tengah meringkuk kesakitan akibat dihajar oleh Peter.
"ampuni kami kak !! kami janji tidak akan mengulangi kenakalan kami" ucap mereka hampir bersamaan,memohon pengampunan dari Peter.
Mereka masih sayang nyawa.