Aneuly Priliana (18) sejak kecil ia hanya tinggal dengan nenek nya, namun semenjak nenek nya meninggal ia harus tinggal di panti asuhan, ia sekolah memakai uang beasiswa dan uang hasil kerja paruh waktunya untuk menyambuh hidupnya.
Setelah lulus sekolah menengah atas, ia lebih memilih bekerja sebagai baby sister keponakan sahabatnya, yang ternyata menaruh hati pada Aneuly sejak mereka bersahabat.
Selama bekerja Aneuly tergoda oleh Duda Tampan, Ayah dari ketiga anak asuhnya.
Darendra Maximillan (27) Pria tampan yang sudah mempunyai tiga anak kembar ini, Mulai jatuh cinta pada gadis yang di cintai adiknya sendiri, gadis yang juga menjadi baby sister anak nya.
Namun Daren mati - matian berusaha mengelak rasa suka pada gadis bernama Aneuly itu. Tapi Ketiga anak nya sangat dekat dengan Aneuly dari pada dengan dirinya.
"Aku seperti mempunyai 4 orang anak, mereka semua sangat manja," gerutu Aneuly kesal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fitryas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DLM II Eps 32
Sejak semalam Daren mengurung dirinya sendiri di dalam kamar merenungi apa yang akan ia lakukan kedepanya. Dia menaruh berkas yang sejak bangun tidur di periksanya dan menyimpan berkas itu di atas nakas.
Daren mengakui jika dirinya terlalu keras kepada Aneuly semalam, dia berjalan keluar kamar dan menuruni anak tangga. Daren mencari sesosok wanita yang sejak semalam ingin dia peluk, namun tidak ada. Anak-anaknya pun tidak tau dimana.
"Tuan Daren, sudah sembuh? ada yang Tuan butuhkan?" tanya bi Nur saat melihat kedatangan Daren.
"Bi anak-anak kemana?"
"Anak-anak sedang melukis di halaman belakang di temani Non Aneuly," jawab Bi Nur, Daren pun tersenyum ini kesempatanya untuk mendekati Aneuly lagi pikirnya.
Daren berencana untuk mengambil hati wanita miliknya lagi, walau hubungan Abian dan Daren akan retak. Mengingat dirinya menderita semalaman itu jauh lebih buruk jetimang hubunganya dengan Abian.
Daren tidak menjawab dia hanya tersenyum lalu bergegas berjalan ke hapaman belakang, namun lagi-lagi Daren kalah cepat di sana ternyata sudah ada Abian yang menemani Aneuly dan ketiga anaknya.
"Abian! kurang ajar!" pekiknya pelan menahan amarah hingga rahangnya mulai mengeras dengan kedua tangan yang mengepal, Daren berdiri di ambang pintu melihat keakraban keduanya.
Daren benar-benar ingin marah dan melayangkan pukulan, dia sudah mengira jika Abian mengetahui hubunganya bersama Aneuly saat melihat Abian memergokinya ketika keluar dari kamar Aneuly pagi-pagi saat dirinya tidur di kamar gadis itu. Abian tidak bertanya saat itu namun dia melemparkan tatapan tajam pada kakaknya.
Dan pada saat Daren pulang, dia tau jika Abian sengaja memeluk Aneuly di depan matanya. Bahkan lebih dulu memberitahu kedua orang tuanya dan meminta restu mereka agar membuat Daren mundur. Awalnya Daren sempat ingin melepaskan Aneuly karena dari segi umur keduanya sangat cocok, apalagi kedua orang tuanya merestui mereka.
Namun Daren tidak sanggup sehari tanpa bertemu Aneuly dan menyentuhnya, "aku harus memperjuangkan ibu untuk ketiga anakku," ucapnya pelan dan menatap tajam Abian yang sengaja menyentuh dagu gadis itu. Abian terlalu banyak kontak pisik dengan Aneuly yang membuat dirinya semakin geram. "Sial!" pekiknya lagi.
"Daddy!!! apa Dady sudah sembuh?" teriak Brisea yang melihat Daren sedang berdiri menatapnya. Hingga membuat seluruh orang yang ada di sana menatap kepada Daren.
Aneuly beridiri dan tanpa sadar melepaskan sentuhan lengan Abian yang ada di dagu nya. Membuat Abian mengepalkan tanganya kesal karena kehadiran Daren. Aneuly berjalan ke arah Daren bersama ketiga Anak-anaknya. "Dad aku kangen," ucap Cryl berlari menuju Daren.
Abian tidak mau kalah dia ikut berdiri dan mendekati Daren untuk sekedar berbasa basi, Namun tatapan Daren terpokus pada Aneuly yang menurutnya sangat tidak perhatian, '*Aku sedang sakit, tapi dia sama sekali tidak memperdulikanku, bahk*an dia asyik berduaan dengan Abian,' ucap nya dalam hati menatap Aneuly dengan sendu.
" Bagaimana kabarmu kak? katanya kamu sedang sakit?" tanya Abian langsung merangkul pundak Aneu, Aneuly pun menatap Abian tanpa risih seperti sudah terbiasa dengan sentuhan Abian yang membuat Daren kembali kepanasan.
Rasanya dirinya ingin sekali menggigit lengan yang merangkul pundak wanitanya, tapi hatinya juga tidak kalah kesalnya dengan sikap Aneuly yang bahkan tidak menolak.
"Aku baik-baik saja," ucap Daren singkat."
Aneuly membuka mulutnya hendak menyapa Daren yang sejak semalam bersikap dingin kepadanya, namun suara nya tidak keluar karena ada seorang wanita yang lebih dulu memanggilnya dengan nyaring membuat semua orang menoleh kearahnya.
"Daren!!!"
.
.
to be continued...
...jangan lupa baca juga karya temanku yang tidak kalah serunya.. Mampir yah dan ramaikan......