NovelToon NovelToon
Twin Beouffters

Twin Beouffters

Status: tamat
Genre:Persahabatan / Teen Angst / Vampir / Masalah Pertumbuhan / Barat / Tamat
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Iqsal Anaqi Santosa

Labeouff bertemu dengan Rabe sejak pertama kali di sebuah rumah pohon. Pertemuan itu membuat Labeouff terkejut melihat Rabe yang mirip sekali dengannya. Labeouff belum pernah sama sekali bertemu manusia vampir seperti Rabe yang statusnya bukan saudara kembar. Sejak pertemuan pertamanya, Labeouff mau menjalin hubungan persahabatan dengan Rabe.

Rabe memanfaatkan berteman dengan Labeouff demi mendapatkan sebuah batu Blood Ruby berwarna merah darah yang dicari-cari oleh ibu kandungnya. Rabe bahkan melakukan berbagai cara supaya bisa mendapatkan Blood Ruby dari temannya itu. Dari berburu manusia kanibal, melawan sekutu kelelawar hingga mempermainkan Labeouff sampai terluka parah.

Namun persahabatan Labeouff semakin akrab walau selalu dilarang sang ayah berteman dengan manusia vampir. Labeouff mulai mengetahui bahwa Rabe adalah saudara kembar yang terpisahkan. Mereka berdua adalah anak angkat keluarga vampir dari kerajaan Vampiria. Labeouff disebut sebagai anak pembawa kutukan sejak bayi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iqsal Anaqi Santosa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Warisan Keluarga Beouffters

Kedatangan Dark Queen ke Newbale disambut dengan lemparan batu kerikil, dia pasrah diperlakukan seperti itu supaya orang-orang puas meluapkan amarahnya.

Sebelum terkurung dalam jeruji besi, Dark Queen diberi kesempatan untuk menebus kesalahannya. Dia berkunjung ke pemakaman Newbale untuk berziarah ke makan Windy.

Selama di kampung, didampingi oleh dua pengawal pemuda dari kamp pelatihan untuk berjaga-jaga bila dia mencoba kabur melarikan diri. Tetapi harusnya Dark Queen tidak mungkin kabur dengan kondisi tubuhnya yang sudah menua akibat insiden peperangan kemarin.

Dia duduk bersila depan batu nisan bertuliskan Windy Beouffters the White Queen membersihkan dedaunan kering yang menumpuk di tanah kuburannya. Lalu menaburkan bunga-bunga mawar melati yang harum.

“Windy, aku mengaku kalah, aku menyerah, kau beruntung mempunyai anak kembar seperti Labeouff dan Rabe. Aku sangat menyesali perbuatanku, tolong maafkan aku!” kata Dark Queen sambil bersedih memohon ampun di depan kuburan Windy.

Tak disangka Labeouff dan Rabe melihat Dark Queen dari kejauhan, mereka bisa bernapas lega. Inilah yang diinginkan oleh Rabe, walaupun Dark Queen bukan ibu kandungnya, dia tetap menghargai jasanya saat mengasuhnya dari kecil.

Rabe senyum-senyum sendiri, dia tahu Dark Queen masih punya sisi baik yang terpendam, dan sekarang dia bisa melihat sifat tersebut. Saat Dark Queen berdiri, Labeouff dan Rabe menghampirinya.

“Apakah Windy menerima maafku?” tanya Dark Queen suaranya lirih pelan.

Labeouff tengok ke belakang Dark Queen, dibalik batu nisan White Queen, terlihat hantu Windy yang tersenyum ke arahnya sambil melambaikan tangan perpisahan.

“Ya, dia sudah memaafkanmu, sekarang Windy bisa tenang di alam surga.” jawab Labeouff pandangannya masih ke arah kuburan Windy.

“Terima kasih!” ucap Dark Queen sambil mengusap sisa air matanya.

Dua pengawal pun memegang tangan Dark Queen, membantunya berjalan keluar dari pemakaman menuju kerajaan Vampiria. Diikuti oleh Labeouff dan Rabe yang saling merangkul pundak.

...•••...

Kemudian setelah kepergian Dark Queen, warga kampung Newbale bersorak gembira atas kemenangan peperangan melawan Draculus, selain itu diadakan juga pesta kemenangan di kamp pelatihan.

Pesta itu dimeriahkan oleh Howloff dan Roxie yang mengajak makan, minum dan bernyanyi bersama-sama. Namun suasananya berubah total menjadi hening ketika Labeouff dan Rabe baru saja mampir ke kamp pelatihan.

“Rupanya kalian datang kemari juga ya! mari kita bersenang-senang.” kata Roxie sambil mendorong masuk si kembar kehadapan Howloff.

Disini Roxie agak bingung membedakan antara Labeouff dan Rabe, memang jika dilihat si kembar ini seratus persen punya kemiripan yang sama.

“Wahai hadirin sekalian, mulai detik ini Labeouff dan Rabe akan mewarisi tahta kerajaan Vampiria yang baru.” kata Howloff sambil mengangkat kedua tangannya.

Semua orang bersorak gembira dan bertepuk tangan, Labeouff dan Rabe terdiam tersenyum lebar menatap wajah Howloff.

“Tuan Howloff, apa aku sedang bermimpi?” tanya Rabe, kepalanya menoleh ke kanan kiri.

“Aku serius, ini adalah permintaan Dark Queen yang terakhir untuk kalian berdua agar menjadi penerus keluarga Beouffters yang baru.” jawab Howloff memegang pundak si kembar.

Tidak lupa Howloff membawakan mahkota emas, dia tunjukkan benda tersebut ke semua orang. Mahkota emas ini dihiasi 3 batu Ruby berwarna merah berkilauan seperti melambangkan Blood Ruby.

“Jadi siapa diantara kalian berdua yang menjadi raja kerajaan Vampiria berikutnya?”

“Dia!!” ucap serempak Labeouff dan Rabe bertatapan muka saling tunjuk. Mereka diam sejenak menahan ketawa. Howloff mengerutkan dagunya, sepertinya Beouffters bersaudara ini harus bicara empat mata.

“Lebih baik kalian berunding empat mata di luar kamp pelatihan, pegang mahkota emas ini, aku menunggu kalian disini.” kata Howloff menyerahkan mahkota emas ke tangan Rabe.

Pesta kemenangan pun berlanjut, banyak warga kampung Newbale ikut memeriahkan acara itu, sementara Labeouff dan Rabe bicara empat mata di area luar.

“Karena kamu yang pegang mahkotanya, jadi kamulah Raja Vampiria yang baru,” kata Labeouff mengangkat tangan Rabe yang memegang mahkota emas.

Lantas Rabe menggelengkan kepalanya, dia malah memakaikan mahkota emas di kepalanya Labeouff. “Nah! mahkota emas itu cocok kepalamu, Labeouff. Jadi kamu yang berhak menjadi Raja Vampiria.” kata Rabe memegang kedua pundak Labeouff.

Namun Labeouff menolaknya, dia lepaskan mahkota emas itu lalu berikan ke tangan saudaranya, Begitu juga dengan Rabe yang enggan menerima mahkota emas tersebut.

“Ingatlah Labeouff, kamu adalah anaknya Windy, mahkota emas ini menjadi milikmu,”

“Tapi Rabe...”

Tiba-tiba Roxie dan Howloff keluar kamp pelatihan, memperhatikan mereka berdua yang seketika diam. Roxie memutar bola matanya, dia pun jadi penengah antara Beouffters bersaudara, agar sama-sama adil.

“Alangkah baiknya kalian berbagi warisan agar adil dan tidak bingung kayak gini. Aku, Kapten dan semua orang juga ingin tahu nasib penerus keluarga Beouffters di masa depan.” jelas kata Roxie menepuk pundak Labeouff dan Rabe.

Labeouff dan Rabe menganggukkan kepalanya pelan, mereka diberi satu kesempatan terakhir untuk bicara empat mata.

Labeouff mulai teringat awal-awal datang ke Newbale, dia bermain bersama Howloff di rumah Windy. Sedangkan Rabe hidup bersama Dark Queen di kerajaan Vampiria.

Waktu Labeouff dikurung di kerajaan Vampiria, dia tahu bahwa Rabe sangat sayang dan patuh kepada Dark Queen ibunya. Meskipun Labeouff pernah disakiti, tetapi rasa kasih sayang Rabe ke ibunya tak terbatas setinggi langit.

Labeouff melirik Howloff sekian detik, ayahnya masih sabar menunggu keputusan anaknya. Sepertinya Labeouff-lah yang akan menentukan warisan keluarganya.

“Rabe, kau adalah anaknya Dark Queen, sejahat apapun ibumu, dia tetap menyayangimu sebagai anak kesayangannya. Surga ada di telapak kaki ibu, tolong beri dia makan dan minum. Kumohon terimalah mahkota emas ini.” kata Labeouff sambil berikan mahkota emas ke tangan Rabe.

Rabe menundukkan kepalanya, tatapan matanya memandang mahkota emas, dia pun memakai mahkota emas ke kepala. Labeouff memberikan tepuk tangan kepadanya.

“Tetapi bagaimana denganmu Labeouff?” tanya Rabe mengernyitkan keningnya.

“Mulai sekarang aku akan tinggal di rumah Windy, mendiami rumah itu sendiri dan mencari teman-teman baru.” jawab Labeouff sambil tersenyum lebar.

Dalam lubuk hati yang dalam, Rabe benar-benar terharu dicampur senang, Labeouff benar-benar anak yang baik dan pengertian kepadanya.

“Terima kasih Labeouff.” batin Rabe dalam hatinya.

Dengan begini Labeouff dan Rabe mendapatkan warisan keluarga Beouffters masing-masing. Mereka berdua berpelukan dengan erat, Howloff dan Roxie juga ikut berpelukan.

Kemudian Rabe pun pergi meninggalkan kampung Newbale, Labeouff memberi salam hormat kepadanya sebagai penutup perjumpaan pada hari itu.

...•••...

Era manusia vampir dan kanibal resmi berakhir, dengan akhir peperangan di kerajaan Vampiria yang dimenangkan pasukan Howloff. Saat ini pemburu vampir veteran itu pensiun dari pekerjaannya. Dia memilih menjadi warga biasa yang memimpin desa Terraxophia.

Di sisi lain Rabe yang resmi menjadi raja Vampiria baru mendapatkan banyak aliansi pasukan dan pengawal yang tinggal bersamanya di kerajaan. Momen inilah yang mengembalikan suasana kerajaan semakin ramai dan sejahtera. Dikala sedang galau, Rabe sering menghabiskan waktu berburu hewan di hutan hujan.

Sementara itu di kampung Newbale...

Banyak anak-anak pemuda kamp pelatihan yang berlarian kemana-mana sambil bawa senjata busur panah. Mereka berlari hingga ke halaman depan rumah Windy yang luas dan sepi, bermain busur panah ke pepohonan tinggi.

Dari dalam ruang tamu, Labeouff melihat anak-anak dari balik jendela. Betapa senangnya bermain bersama sambil ceria-ceria. Keseruan bermain busur panah membuat Labeouff ingin ikut bermain.

Ia berpikir apakah dirinya diterima bergabung dalam circle anak-anak Newbale, mengingat dia hanya bermain di lingkungan kamp pelatihan saja.

Waktu dahulu Labeouff pernah ditakuti oleh anak taman bermain karena dirinya yang mirip vampir seperti Rabe. Namun dia merasa apakah kejadian dahulu terulang kembali.

“Tenang Labeouff, kamu anak baik dan pemberani, buang jauh-jauh rasa takutmu.” kata Labeouff berbicara sendiri.

Labeouff pun keluar rumah, menyapa anak-anak Newbale yang seumuran dengannya. Dia tersenyum lebar lalu melambaikan tangannya.

“Hai!” ucap Labeouff sambil garuk-garuk kepalanya.

Anak-anak Newbale tertawa terbahak-bahak, mereka melemparkan busur panah ke arah Labeouff.

“Maukah bermain dan belajar memanah dengan kami, Labeouff?” tanya salah satu anak Newbale badannya paling tinggi.

Ternyata mereka mengenali Labeouff, anak itu pun ambil busur panah di bawah kakinya lalu bergabung bersama anak-anak Newbale lainnya.

Saking senangnya Labeouff, dia tunjukkan skill ketapel yang dia kuasai kepada anak-anak Newbale. Permainan mereka berlangsung lama sekali, hingga suaranya menembus ke jalanan setapak kampung.

Ditengah permainan mereka, seekor burung gagak hitam berkicauan mendarat ke halaman depan rumah meninggalkan sebuah gulungan surat. Labeouff pun mengambilnya lalu membuka sama-sama di depan anak-anak Newbale.

“Halo Labeouff apa kabarmu disana, semoga sehat selalu dan kurangi makan daging sapi hehehe. Kapan-kapan kita main ke rumah pohon kayak dahulu lagi, Jangan lupa simpan bulu kelelawar biru ini agar tidak melupakanku, Salam Rabe.”

“Terima kasih Rabe, aku akan selalu menunggumu.” kata Labeouff berbicara sendiri sambil mendongak ke atas langit biru yang cerah.

Labeouff membalikkan kertas suratnya, terdapat helaian bulu kelelawar biru yang menempel di balik surat tersebut. Bulu kelelawar biru itu masih berkilauan jika didekatkan di terik sinar matahari.

1
Yona
semangattt kak
lekas upload lagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!