NovelToon NovelToon
Mikhayla, Strong Mother

Mikhayla, Strong Mother

Status: tamat
Genre:Cintapertama / One Night Stand / Single Mom / Hamil di luar nikah / Chicklit / Tamat
Popularitas:216.6k
Nilai: 5
Nama Author: Imamah Nur

"Cinta itu buta." Mungkin istilah ini cocok untuk Mikhayla sebab dengan alasan cinta dia telah merelakan kegadisannya pada seorang pria yang memang dia kagumi sejak kecil dan pria itu adalah teman dekat dari kakaknya sendiri yang bernama Mailena. Hingga pada suatu hari ia mendapatkan dirinya telah hamil oleh benih Bima.

Saat ingin menangih janji Bima padanya tiba-tiba saja Bima datang melamar bersama orang tuanya ke rumah Mhikayka. Yang diberikan janji adalah Mikhayla, tetapi yang dilamar adalah Mailena. Apa yang akan Mhikayla lakukan selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imamah Nur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32. Meminta Penjelasan Kembali

"Atau jangan-jangan Cantika memang anak–" Bima langsung menutup mulutnya sendiri.

"Om Bima ngomong apa? Cantika anak siapa? Dan orang yang dikejar Om Bima tadi siapa?" tanya Cantika penasaran. Gadis itu akan cerewet kalau penasaran dengan sesuatu.

"Ah nggak Om Bima salah ngomong. Yuk aku antar pulang!"

Cantika mengangguk.

"Sini Om Bima gendong." Bima pun menggendong tubuh Cantika sampai mobil dan mendudukkan gadis kecil itu di samping kemudi. Setelah itu Bima memutar langkah melalui depan mobil dan masuk ke kursi kemudi.

"Cantika mau langsung pulang ke rumah apa mau Om Bima ajak jalan-jalan dulu? Nanti Om Bima belikan es krim dan boneka, mau?"

Cantika menggeleng. "Aku tidak ingin mami mencariku karena telat pulang," tolaknya.

Bima menghela nafas. "Baiklah kita langsung pulang saja." Bima pun langsung menyetir mobilnya menuju ruko tempat Mikhayla dan Cantika tinggal.

"Sudah sampai, ayo tu–!"

Sebelum Bima menyelesaikan kalimatnya Cantika lebih dulu turun dari mobil.

"Mami, Mami, Mami! Cantika heboh dan berlari ke arah Mikhayla yang sedang merangkai bunga.

"Kamu sudah datang Sayang?" Mikhayla mengalihkan perhatiannya dari bunga plastik ke wajah Cantika yang terlihat begitu sumringah.

"Cantika dapat cokelat Mami." Cantika mengulurkan tiga batang cokelat ke hadapan Mikhayla.

"Ada boneka juga."

Mikhayla mengangguk dengan bibir yang tersenyum.

"Makan saja, Cantika suka cokelat kan?" Mikhayla mencubit pipi tembem putrinya.

"Emang boleh? Ini Cantika dikasih om-om yang tidak Mikhayla kenal. Nanti ada racunnya lagi." Mikhayla menggeleng kecil, ketakutannya selama ini akan kehilangan sang anak bukan hanya membuat dirinya yang parno, tetapi Cantika juga.

"Nggak akan, itu aman kok. Dia itu teman mami," jelas Mikhayla membuat Cantika langsung antusias.

"Berarti Om itu tidak bohong dong. Om itu bilang memang teman mami."

Mikhayla mengangguk. Dia pikir yang diceritakan oleh Cantika adalah Reynolds.

"Sini biar mami buku bungkus cokelatnya!" Mikhayla membuka bungkus cokelat dan menyuapkan ke mulut Cantika.

"Enak?"

"Enak mami, yang satu ini buat mami." Cantika mengulurkan satu batang cokelat kepada Mikhayla.

"Nggak usah sayang, buat Cantika saja."

"Kan masih ada satu. Yang ini mami yang makan saja ya!" Cantika seolah mendesak Mikhayla, segera wanita itupun mengangguk dan memakan satu batang cokelat.

"Enak kan mami?"

Mikhayla mengangguk.

"Kalau Om itu tenan mami, lain kali Cantika boleh ya jalan-jalan dengan Om itu sehabis pulang sekolah?"

"Boleh saja asal pamit pada mami."

"Mami janji?"

"Iya, janji."

"Beneran Mami berjanji tidak akan melarang Cantika untuk jalan-jalan dengan Om itu?" Bukan tanpa sebab Cantika menanyakan hal ini sebab dulu dia melihat maminya menghindar dari Bima. Bukan tidak mungkin setelah melihat wajah Bima Mikhayla malah melarang kembali Cantika untuk bersama dengan pria itu seperti yang dijelaskan oleh Bima saat di sekolah tadi.

"Iya Mama janji."

Cantika menyodorkan jari telunjuknya untuk ditautkan dengan jari telunjuk Mikhayla seperti yang dia lihat di film kartun saat berjanji.

"Terima kasih mami." Cantika langsung mencium pipi Mikhayla membuat maminya itu mencium balik pipi Cantika.

"Sama-sama Sayang."

"Oh ya Om Reynolds mana?"

"Reynold sudah pergi." Bima yang menjawab dan baru menampakkan diri di depan Mikhayla setelah sebelumnya sempat bersembunyi di balik dinding toko.

"Kamu?"

"Dia Om yang aku ceritakan mami," jelas Cantika.

Mikhayla langsung memijit kepalanya yang tiba-tiba berdenyut kencang karena syok.

"Jelaskan kenapa kamu membohongiku?!" desak Bima. Dia harus mendapatkan penjelasan saat ini juga.

"Aku juga tidak tahu." Mikhayla tidak bisa berpikir saat ini.

"Mik tolonglah jujur padaku. Benarkah Cantika itu anak Reynolds ataukah putriku? Kalau iya kenapa kamu menyembunyikan keberadaan Reynolds?"

"Kak Bima tolong jangan tanyakan itu sekarang. Kepalaku sakit sekali."

Bima menghela nafas.

"Om bantu mami masuk ke dalam," pinta Cantika.

Bima pun mengangguk dan membantu Mikhayla masuk ke dalam kamar.

"Aargh sakit!" Mikhayla menekan kepalanya dengan keras saat sudah meringkuk di atas ranjang.

"Tolong ambilkan obat yang ada di dalam laci!"

Bima pun berjalan ke arah laci dan mengambil obat serta menuangkan air putih ke dalam gelas lalu menaruh di atas meja samping ranjang.

"Ayo aku bantu duduk!"

Mikhayla yang sudah tidak tahu harus meminta bantuan siapa lagi karena semua karyawannya tidak ada di toko akhirnya menerima setiap bantuan dari Bima.

Setelah membantu Mikhayla duduk barulah Bima membantu Mikhayla minum obat. Kemudahan membantu membaringkan Mikhayla lagi.

Cantika duduk di samping Mikhayla dengan raut wajah yang sedih.

"Dia usah khawatir mami akan baik-baik saja," ujar Bima menghibur Cantika.

Cantika hanya mengangguk dan tidak bersuara. Bisa dilihat dari wajah Cantika bahwa gadis kecil itu sangat ketakutan akan kehilanganmu maminya.

Bima melangkah ke arah laci berniat untuk mengembalikan sisa obat karena tadi langsung mengambil satu kaplet.

Pria itu tertegun melihat sebuah catatan dokter di dalam laci itu.

Mikhayla sakit-sakitan karena mendonorkan darahnya untukku? Ya Tuhan ternyata dia masih sayang padaku sehingga berkorban sejauh ini.

"Mik maafkan aku," gumamnya.

Bersambung

1
Mazree Gati
yg di kompres dadanya,?????
hanifah rusi fadilah
thor ga asik, masa masih cinta sih sudah disakitin jungkir balik gitu
Dafila Nurul
seru ceritanya
Imamah Nur: Terima kasih 🙏
total 1 replies
Siti Aisah
enaknya bima hadir ketika Mika sudah ga butuh dia dan ending tetap sama Bima tanpa perjuangan
Imamah Nur: Ya begitulah kehidupan
total 1 replies
Dewi Kesumawati
hehe, efek panik bu😁
Imamah Nur: Mungkin🤭
total 1 replies
Dewi Kesumawati
huaaah.. bangke😤
Sri Widjiastuti
sdh jatuh ketimpa batu... kata pepatah
nuke
payah
Sugiarti
ok
Imamah Nur: Thanks bintang 5 nya
total 1 replies
Dennyanto Suryadi Siregar
hayoooo...ketahuan ni😀😀😀
Dennyanto Suryadi Siregar
mati aja sono bima
Dennyanto Suryadi Siregar
dasar...mo enaknya aja si bima ini😡
💠🌺Suez shahril🌺💠
bab kali nie sedih. thor nya ptong bawang..
Imamah Nur: Terima kasih sudah baca hingga bab ini
total 1 replies
Reader
ga like endnya sama Bima, kasian Fergie dilicikin author kerjasama dg orgtuanya
Reader
naaa kaya gini baru realistis, sering novel itu kaya gada artinya bagi seorang anak org yg selama ni menyayanginya... begitu dtg ortu kandung, yg ga perna ditemuinya
Sunarmi Narmi
Mikha kmu terlalu baik..sdh tau menstruasi pakai acr donor darah buat Bima....😇😇..itu nmanya Nekatt...tu kan jdi pusing dn pingsan..🥴🥴
ARA
Jaelahhh.. Masih cinta Bima toh😝
Imamah Nur: 🤫🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
ARA
Astaga.. Gaji gede tapi jagain pebinor😶
kay-kay
Luar biasa
Abizar zayra aLkiaana
gk tau kenapa hati lemah baca yg beginian,,
udh gk dihargai masih di kejar teruss,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!