“Aku mencintai Kak Zaky.” Ucap Naya pada sosok laki-laki yang berstatus sebagai kakaknya.
Air mata Naya tidak bisa ditahan lagi dan keluar begitu saja saat mengetahui kenyataan bahwa hari ini adalah hari pertunangan Zaky, yang tak lain adalah kakaknya. Atau lebih tepatnya kakak angkat.
“Kamu ini sedang mengigau ya, Nay? Kakak baru saja bertunangan. Lagipula kita ini bersaudara.” Ucap Zaky sambil meperlihatkan jari manisnya yang sudah tersemat cincin pertunangan.
“Aku berkata jujur, Kak. Dan tidak sedang mengigau. Apakah salah kalau aku mencintai Kak Zaky? Kita bahkan tidak ada ikatan darah sama sekali.” Tekan Naya sambil mengusap air matanya, lalu pergi meninggalkan Zaky yang masih diam membisu.
Yuk simak awal mula dan kelanjutan kisah cinta mereka🤗🤗
Happy Reading!😄
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dee_K, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 32 ~ Kakak Ipar Nevan
***
Saat ini Zaky sedang duduk seorang diri dalam balkon kamarnya. Sore ini tidak ada kegiatan yang ia lakukan. Karena kedua orang tuanya dan juga Naya sedang berkunjung ke rumah eyangnya. Sedangkan Zaky memilih tidak ikut dengan alasan akan menghabiskan waktu weekendnya dengan Reva. Padahal itu semua bohong.
Zaky sudah bosan menjalani hubungannya dengan Reva. Namun ia sama sekali belum punya cara untuk mengakhiri hubungannya dengan perempuan itu. apalagi kedua orang tuanya berhubungan baik dengan orang tua Reva. Mama nya juga selalu mendukung hubungannya dengan Reva.
Bosan di rumah, akhirnya Zaky memilih hangout bersama Alvaro. Sementara Reva yang sejak tadi menghubunginya, ia abaikan begitu saja.
Di café.
“Mau sampai kapan kamu menjalani hubungan terlarang dengan Naya?” tanya Alvaro saat melihat wajah Zaky yang tampak lesu.
“Hubunganku dan Naya bukan hubungan terlarang!” jawab Zaky sewot.
“Ck, semua orang taunya kalian saudara kandung. Bahkan kamu dan Naya memiliki garis wajah yang begitu mirip. Orang-orang tidak akan tahu kalau kamu kakak angkat Naya.” Sahut Alvaro.
Memang benar kenyataannya seperti itu. bahkan Senja dan Xavier dulu juga heran saat Zaky dan Naya masih sama-sama kecil. Mereka terlihat seperti saudara kandung, karena wajah Zaky hampir mirip dengan Naya. Padahal bisa jadi Naya dan Zaky sudah digariskan berjodoh dengan Zaky, karena kemiripan wajah mereka.
“Aku tidak peduli dengan hal itu. saat ini aku hanya sedang memikirkan cara bagaimana mengakhiri pertunanganku dengan Reva.” Keluh Zaky frusutasi.
“Apa kamu tidak menemukan keanehan pada diri Reva selama ini, Zak? Mungkin dengan menyelidiki hal itu kamu bisa menemukan kelemahan Reva dan kamu bisa mengakhiri hubungan kamu.” Sara Alvaro.
Mau bagaimanapun juga Alvaro adalah teman Zaky. meskipun hubungan Zaky dan Naya sangat rumit, ia akan tetap mendukung temannya itu. terlebih selama ini Zaky lah yang sudah membawanya masuk bekerja di perusahaan milik Xavier, bahkan dengan jabatan sebagai asisten pribadi presdir.
“Sebenarnya akhir-akhir ini aku sudah merasakan keanehan pada Reva. Dia seperti menyembunyikan sesuatu dariku. Seperti menolak panggilan seseorang jika sedang bersamaku.” Jawab Zaky.
“Lebih baik saat ini kamu pura-pura berbuat baik seperti biasa pada Reva. Dengan begitu, kamu akan mudah mencari kelemahannya.”
Zaky terdiam. Sepertinya saran yang diberikan Alvaro cukup masuk akal. Karena memang selama ini ia justru terlihat menghindari Reva. Lalu tiba-tiba ide cemerlang muncul dalam benak Zaky, hingga membuatnya tersenyum tipis.
“Tapi kamu juga hati-hati, Zak. Jangan sampai Reva lebih tahu dulu hubungan kamu dengan Naya.” Ucap Alvaro memperingatkan.
Zaky mengangguk. Tak lama kemudian Alvaro pamit pulang terlebih dahulu karena mendadak ada urusan yang sangat penting. Ayahnya sedang sakit dan dibawa ke rumah sakit.
“Aku akan menemani kamu, Al!” ucap Zaky dan bergegas ikut ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, Zaky dan Alvaro langsung menuju ruang rawat Ayah Alvaro. Zaky menjenguk dan mendoakan kesembuhan pria paruh baya itu. setelah itu ia memberi waktu Alvaro bersama Ayahnya di dalam. Sedangkan dirinya akan menunggu di luar.
Saat tengah duduk di ruang tunggu, Zaky tanpa senagaj melihat Nevan bersama seorang wanita yang baru saja keluar dari ruang perawatan. Yang Zaky tahu kalau wanita itu adalah kakak kandung Nevan. Lalu siapa yang sedang sakit?.
Karena penasaran, akhirnya Zaky menyapa Nevan. Semenjak tahu kalau Naya tidak mempunyai perasaan apapun terhadap Nevan, Zaky mencoba bersikap baik pada pria itu. apalagi kedua orang tua mereka juga berhubungan baik.
“Nevan! Kenapa kamu di rumah sakit? Siapa yang sakit?”
“Hai, Zak! Kakak iparku yang sakit.” Jawab Nevan dengan malas. Sedangkan kakak kandungnya yang berada di sebelah Nevan hanya menundukkan kepalanya.
“Lalu kenapa kamu juga di sini? siapa yang sakit?” tanya Nevan balik.
“Oh, aku hanya menjenguk ayah temanku. Ya sudah semoga kakak ipar kamu cepat sembuh.” pungkas Zaky dan ia memutuskan pergi lebih dulu. Nevan juga segera pergi dengan menggandeng tangan kakaknya.
Zaky memutuskan untuk kembali ke ruangan Ayah Alvaro dirawat. Dia tadi melihat Nevan yang baru saja keluar dari ruangan di sebelah ruang rawat ayah Alvaro. Jadi bisa dipastikan kalau di ruangan itulah kakak ipar Nevan di rawat.
Langkah kaki Zaky berhenti dan sangat terkejut saat tiba-tiba melihat Reva. Untung saja Reva tidak melihatnya. Kemudian ia bersembunyi di balik pilar untuk mengetahui kemana Reva. Dan ternyata Reva memasuki ruang rawat kakak ipar Nevan.
“Ada hubungan apa Reva dengan kakak ipar Nevan?” gumam Zaky penasaran. Bahkan ia melihat gerak-gerik Reva yang sangat mencurigakan. akhirnya Zaky mencoba mengirim pesan pada Reva untuk bertanya posisinya sekarang.
Ting
“Aku sedang ada acara bersama keluarga besar Mama, Sayang. Apa kamu merindukanku?” begitulah bunyi pesan Reva.
Zaky semakin yakin kalau Reva selama ini juga selingkuh darinya. Akhirnya ia memutuskan untuk mencari tahu tentang kakak ipar Nevan. Ada hubungan apa antara kekasihnya itu dengan kakak ipar Nevan.
Sementara itu Reva yang baru saja memasuki ruangan Aksa, dia langsung mengunci pintunya. Aksa juga sudah mengatakan kalau baru saja dokter datang memeriksanya. Jadi sekarang ia bisa bermesraan dengan kekasihnya.
“Sayang, aku sangat merindukanmu.” Ucap Aksa sambil merentangkan tangannya.
Reva pun langsung berhambur ke pelukan kekasihnya itu. kemudian mereka berdua berciuman. Bahkan tangan Aksa yang terpasang selang infus seolah tidak merasakan sakit lagi setelah mendapat obat penawarnya.
.
.
.
*TBC
Happy Reading‼️