NovelToon NovelToon
CINTA KANAYA

CINTA KANAYA

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:17.2k
Nilai: 5
Nama Author: ridwan jujun

"selamat pagi, yah, Bun." sapa Naya.
"pagi, sayang," balas lina Bunda naya.
" pagi,princess,"faizal ayah Naya, tersenyum ke arah putrinya.
"mau sarapan apa sayang."
"roti kacang, Bunda."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ridwan jujun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 26

HAPPY READING ....

KREEK ....

Suara pintu kamar mandi terbuka, wanita dengan mukenah warna hitamnya itu berjalan keluar dengan wajah kecewa bersamaan dengan air mata yang sudah menetes dari pelupuk mata indahnya.

"Sayang?" panggil sang suami dengan suara yang sangat lembut.

Dilihat dari ekspresi istrinya, dia tidak perlu bertanya lagi hasil dari alat tersebut.

"Mas Keenan, hiks ... hiks ...."

"Tidak masalah, Sayang." Keenan langsung memeluk istrinya. "Berarti Allah masih memberi kita waktu untuk pacaran."

"Mas Keen—"

"Hutss ...." Keenan memberikan isyarat agar istrinya tidak bicara lagi. "Pernikahan kita masih terhitung bulan, jadi jangan terlalu pusing mikirin anak dulu, oke."

Naya menatap suaminya dengan tatapan yang sulit di artikan oleh Keenan.

"Coba Mas Keenan liat sendiri." Naya menyerahkan tekspek ke tangan suaminya.

Dengan berat hati Keenan menuruti perkataan istrinya, walaupun dalam hatinya tidak terlalu berharap banyak akan hal itu.

"G–garis du–dua?" tanya Keenan dengan terbata-bata setelah melihat hasil dari bedan yang bernama tekspek itu.

"Hmm." Naya mengangguk sambil mengelus perutnya yang masih terlihat rata.

Keenan langsung mengangkat tubuh istrinya kedalam dekapannya lalu berputar. "Kita akan jadi orang tua."

Naya mengangguk. "Iya, Mas. Sekarang turunkan Naya, kepala Naya rasanya pusing."

"Astaghfirullah aladzim, maaf, Sayang." Keenan langsung menurunkan Naya dari aksi konyolnya. "Sekarang, Kamu mau apa? biar Mas penuhi."

Keenan berkata seperti itu karena dia sering melihat Arkan pusing tujuh keliling saat istrinya meminta sesuatu yang aneh-aneh dan dia ingin merasakan hal tersebut, karena kata Arkan itu sangat membahagiakan untuk kita sebagai seorang suami.

"Untuk saat ini Naya gak mau apa-apa, tapi gak tau kedepannya, Mas." Naya tersenyum. Wanita itu tidak sabar merepotkan suaminya kelak.

"Kalo mau apa-apa bilang aja sama Mas. Manfaat Mas, Sayang."

Naya tertawa mendengar perkataan suaminya. Manfaat, tanpa di minta pun Naya akan melakukan dengan senang hati.

"Mas mau hubungi Bunda sama Ayah. Meraka harus tau kabar bahagia ini." Keenan merai ponselnya, dia akan menghubungi mertuanya untuk menyampaikan kabar bahagia.

"Sebaiknya, kita ke rumah sakit dulu Mas, untuk memastikan."

Keenan mengurungkan niatnya untuk menghubungi mertuanya. "Baiklah, kita akan berangkat, bersiaplah."

Naya mengangguk sebagai jawaban atas perkataan suaminya.

Flashback beberapa menit yang lalu.

Wanita itu menutup mulutnya tidak percaya setelah melihat hasil dari benda bernama tekspek yang ada ditangannya.

"Maa syaa Allah, i–ini b–beneran?"

Sekali lagi, Wanita yang masih memakai mukena itu menatap dengan serius benda tersebut. Dia benar-benar bahagia, saking bahagianya dia tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata, hanya mampu di ekspresikan dengan air mata kebahagiaan.

"Kerjain, Mas Keenan aja deh."

Flashback end.

🍃🍃🍃

Pasangan suami-istri itu terlihat sangat bahagia, bagaimana tidak bahagia, dokter mengatakan kalo sang istri positif hamil dan sudah satu minggu, itulah sebabnya kenapa Naya sensitif sama bau-bau yang menyengat dan sering muntah.

Setelah selesai dengan urusan dokter, Keenan dan Naya berkunjung ke rumah Faizal untuk menyampaikan berita bahagia, setelah itu, mereka kembali ke pesantren.

Kiyai Ibrahim dan Hafizah sudah mengetahui kehamilan menantunya, karena keenan langsung menghubunginya setelah dokter memastikan kehamilan Naya.

"Mas, Naya pengen tinggal disini."

"Di pesantren?" tanya Keenan.

"Iya, Naya merasa nyaman dan aman tinggal disini."

"Apa ini kemauan bayi kita?" tanya Keenan dengan tersenyum.

"Mungkin."

"Baiklah, besok Mas akan memindahkan barang-barang kita kesini."

"Makasih, Mas Keenan." Naya masuk kedalam pelukan suaminya.

"Sama-sama, Sayang. Sekarang kamu istirahat, ingat apa kata dokter."

"Gak boleh terlalu capek, gak boleh banyak mikir dan selalu makan makanan bergizi."

"Pintar." Keenan menjepit hidung istrinya dengan cari jempol dan jari telunjuknya. "Sekarang istirahatlah, Mas akan bangunin kalo udah masuk zuhur."

"Mas Keenan mau kemana?" tanya Nya.

"Gak kemana-mana, Mas disini."

"Harus disini nemenin Naya."

"In syaa Allah."

Naya membaringkan tubuhnya di atas ranjang. "Mas Keenan sini."

"Iya, Sayang." Keenan ikut membaringkan tubuhnya kesamping istrinya. "Mau sesuatu?"

Naya mendongak menatap suaminya. "Hmm, gak ada Mas."

🍃🍃🍃

Satu minggu telah berlalu, itu artinya kehamilan Naya sudah memasuki minggu kedua.

Pasutri itu sudah tinggal dikediaman kiyai Ibrahim sesuai permintaan Naya.

Keenan membuka matanya saat mendengar suara istrinya didalam kamar mandi. Ini bukan kali pertamanya pria itu mendengar suara orang muntah seperti ini, tapi inu kesekian kalinya saat Naya hamil.

"Sayang?" panggil Keenan. "Mas masuk iya."

Tanpa menunggu jawaban dari dalam, Keenan membuka pintu kamar mandi yang tak terkunci.

"Sayang, kamu baik-baik aja?" tanya pria itu setelah berdiri di samping istrinya sambil merapikan rambut istrinya yang sudah berantakan.

Naya hanya menggelengkan dengan lemas. Kekuatannya terasa habis saat memuntahkan cairan kuning.

Keenan langsung membersihkan mulut istrinya. "Mau minum?"

Naya menggeleng, sambil bersandar di dada suaminya, hanya wangi inilah yang bisa membuatnya merasa tenang.

Keenan berjalan keluar dari kamar mandi sambil menggendong Istrinya kearah ranjang. "Istirahatlah, Mas buatkan susu untukmu."

"M–mas Keenan,"

"Apa, Sayang?"

"Naya pengen makan mangga."

"Baiklah, Mas akan bel—"

"Naya pengen mangga yang ada didepan rumah pak RT," potong Naya.

Kemarin sore saat dia jalan-jalan diluar pesantren, Naya melihat pohon mangga pak RT yang memiliki buah sangat menggiurkan, dan itu mampu membuat lidah Naya ingin mencicipi buah itu, tapi dia ingin suaminya sendiri memetiknya langsung dari pohonnya.

"Ya udah, nanti Mas mint—"

"Naya gak mau minta, Naya pengen Mas Keenan mencurinya."

Syok tidak percaya, itulah yang dialami Keenan sekarang setelah mendengar perkataan istrinya.

"S–sayang, kenapa harus mencuri kalo kita bisa minta atau beli?"

"Sebenarnya Naya juga gak mau, Mas, tapi ini kah keinginan bayi kamu."

Keenan memijat pelipisnya, dia benar-benar dibuat pusing semenjak Naya hamil. Pantas Arkan sangat frustasi semeja istrinya hamil, ternyata beginilah rasanya, dulu dia pikir akan menyenangkan jika menuruti semua permintaan istrinya, tapi dia salah besar.

"Sayang, kita gak boleh mencuri," ucap Keenan mencoba untuk mengingatkan istrinya.

"Naya juga tau Mas, tapi Naya maunya gitu,"

"Mas gak mau, kalo kamu dan anak kita memakan' makanan haram, Sayang."

"Tap—"

Tok ....

Tok ....

Tok ....

Ketukan pintu mengehentikan ucapan Naya.

KREEK ....

"Assalamu'alaikum," salam Umi Hafizah setelah membuka pintu kamar tersebut.

"Wa'alaikumussalam warahmatullahi Wabarakatuh, Umi," balas Keenan. "Ada apa Umi?"

Hafizah berjalan kearah anak dan menantunya dengan membawa segelas susu hamil rasa coklat dan sepotong roti.

"Umi kira kalian masih tidur, makannya Umi antar susu untuk Naya." Umi Hafizan meletakkan susu dan roti di atas nakas.

Keenan melirik jam tangannya yang ternyata sudah menunjukkan pukul tujuh lewat tiga puluh menit. Dia tidak sadar ternyata waktunya Naya meminum susunya.

Pasutri ini hanya bangun untuk solat tahajud dan subuh , setelah itu mereka kembali tertidur. Bukannya keinginan Keenan, tapi dia terpaksa memenuhi permintaan istirnya untuk tidur kembali setelah solat subuh.

"Maaf Umi, karena Naya sudah merepotkan Umi," ucap Naya merasa bersalah.

"Tidak apa-apa, Sayang. Umi paham," ucap Hafizah. "Umi keluar dulu, jangan lupa susunya di habiskan."

"Iya, Umi."

Setelah Umi Hafizah keluar, Keenan merai susu tersebut dan meminta Naya untuk meminumnya.

"Minum susunya dulu, Sayang."

"Gak mau!"

"Sayang!"

"Gak mau ...!"

"Sayang, jangan gini, kasihan anak kita, belum makan sedikit pun."

"Naya gak mau minum susu sebelum Mas menuruti permintaanku."

"Minta yang lain aja iya, asalkan jangan cara seperti ini," ucap keenan dengan lembut penuh kesabaran.

Semenjak Naya hamil Keenan harus ekstra sabar, bukan hanya sabar menghadapi Naya yang mood tiba-tiba rusak, tapi dia juga sabar karena menghabiskan hari-harinya di rumah, dia gak bisa pergi mengajar di kampus maupun di pesantren, selain itu Naya melarangnya untuk mandi, karena kata istrinya itu, dirinya semakin wangi jika tidak mandi, jika Keenan mandi Naya akan menangis. Pernah Keenan mandi tanpa sepengatahuan Naya, tapi istrinya itu tau kalo dirinya mandi dan menyebabkan wanita itu menangis dengan kencang sampai membuat santri merasa heran. Istrinya benar-benar sudah tidak waras.

Keenan memutar otaknya agar Naya mau meminum susunya.

"Baiklah, Mas akan menuruti permintaan Kamu, tapi minum susunya dulu."

Naya langsung menyambar gelas yang berisi susu itu, lalu menegungnya sampai habis.

"Sekarang Mas Keenan harus mencuri mangga pak RT, cepat!"

Dengan malas Keenan beranjak dari tempatnya dan keluar dari kamar.

Naya tersenyum lebar saat melihat suaminya sudah keluar dari kamar.

"MAS KEENAN, SEMANGAT!" teria Naka setelah mengeluarkan kepalanya keluar lewat pintu.

Keenan hanya tersenyum tipis kearah istrinya.

"Mau kemana, Nak?" tanya Umi Hafizah. Tidak biasa' anaknya itu keluar dari kamar selain makana, selebihnya waktunya habis di kamar menemani istrinya yang tak mau di tinggal.

"Mau beli mangga, Umi."

Jangan kalian pikir Keenan akan benar-benar mencuri mangga pak RT sesuai permintaan istirnya. Dia tidak ingin istirnya memakan makanan yang tidak halal, lebih baik Naya marah besar padanya jika wanita itu tau kalo dia mendapatkan mangga itu dengan cara membelinya daripada harus memberinya dengan makanan yang haram karena hasil curian.

TBC ....

1
bunda syifa
cobaan kiyai Ibrahim ada d anak nya, seorang kiyai punya dua putra gc ada yg bener
Muawanah
lanjut kak.....
Muawanah
ko sering ngulang y....???
Muawanah
🤣🤣🤣🤣Kenan dah bucin akut😁😁😁😁🤭
Muawanah
hedeeeh....cinta membuat orang bisa berbuat apapun....😁😁😁🤭
Muawanah
nyesek banget....
Muawanah
dah aku ksh vote nieh kak 😊
Muawanah
asli bcnya mewek kak....
masih bnyk teka teki ...🤔🤔🤔🤔
Muawanah
wuih nyesek g tuh Naya....😔
Muawanah
aku mampir nieh kak 😊
Abdul Razak Al Maliki
seru lanjut thor
Abdul Razak Al Maliki
loh kenapa? jangan2 sudah nikah Arkan ea
Noni hartati
nah itu baik boleh. tp kitanya jg harus melihat siapa yg boleh kita baiki
Noni hartati
Astagfirullah kena syndrom "kamu nenye"
Endang 💖
tambah lagi thor
ridwan jujun
udah up tuh ka
Endang 💖
kok blm up lg thor nungguin ne kelanjutannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!