NovelToon NovelToon
Li Ruirui

Li Ruirui

Status: tamat
Genre:Duda / Reinkarnasi / Transmigrasi ke Dalam Novel / Wanita Karir / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:168.8k
Nilai: 5
Nama Author: aisyah_army7

𝓛𝓲 𝓡𝓾𝓲𝓻𝓾𝓲
seorang gadis yang mengemari novel tiba-tiba saja terjebak dalam novel yang dia baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisyah_army7, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 32

Keesokan harinya li Ruirui sudah mengepak semua kebutuhan untuk anak-anak yang akan tampil

"Ibu " suara susu memanggil rui

" miao hati-hati jangan lari "

" heheh "

" ibu apakah kita akan pergi sekarang? "

Tanya penuh dengan penasaran.

Rui mengangguk tersenyum

Anak bungsu langsung bersorak gembira

Kedua anak itu dengan gembira menyantap hidangan itu

" bagaiman? "

" harum, enak "

Li Ruirui tersenyum mendengar pujian mereka

" ayo cepat atau kita akan terlambat "

Mereka mengangguk menundukkan kepala melanjutkan makan.

Selesai makan kedua anak itu langsung membantu li Ruirui mencuci piring .

" apakah udah siap ?"

" iya ibu "

Dengan kegembiraan kedua anak itu suasana disekitar mereka ikut ceria.

Bersama-sama li Ruirui keluar dari rumah

Nenek tua sebelah kebetulan juga baru saja keluar dari rumah

" cih kenapa bisa orang memakan daging setiap hari tidak mau berbakti kepada orang tua "

Ucapnya tidak suka karena iri dengan rui yang bisa memakan daging  setiap hari sedangkan dia tidak bisa

Hatinya penuh dengki.

Li Ruirui benar-benar heran kenapa banyak sekali orang seperti ini.

Lebih baik mengabaikan orang seperti ini

Nenek tua itu mencibir secara terang-terangan.

" bibi jika kau ingin makan maka pergilah kenapa juga aku harus memberikan daging secara gratis ke keluarga mu "

Seakan tidak merasa bersalah nenek tua itu kembali berbicara sinis

" bah anak yang tidak berbakti "

Bibi wang yang kebetulan lewat sana langsung membantu li Ruirui berbicara

" bah wanita tua kenapa juga kamerad rui harus berbakti kepada mu, daging sangat langka jika kau ingin suruh anak laki-laki mu membelikannya " bibi wang langsung mencibir

" cih "

Nenek tua itu langsung kembali masuk kedalam. Walaupun dia ingin makan daging tapi dia juga enggan mengeluarkan uang

Cih maunya gratisan aja.

Li Ruirui merasa bersukur ada bibi wang yang membantunya berbicara.

" bibi " kedua anak itu menyapa bibi wang

" anak baik apa kalian akan pergi sekarang "

" iya "

"Itu bagus " bibi wang tersenyum tulus

" bibi kami akan berangkat sekarang "

" iya hati-hati "

Setelah berpamitan li Ruirui langsung bergegas kerumah kepala desa

Kepala desa yang melihat semua sudah berkumpul langsung menginstruksikan untuk naik ke truk brigadir. Anak-anak desa sangat bersemangat mereka pertama kali naik ke truk dibawah antusias semua orang truk berjalan ke kota

" wow besar "

" liat itu sepedah "

" bajunya sangat indah "

" rumah sangat bagus "

Seruan Anak-anak semakin antusias.

Hingga sampai di tempat acara banyak orang dari berbagai desa sudah berkumpul.

" ibu sangat ramai "

" iya jadi meng pegang tangan adik mu agar tidak hilang "

Meng mengangguk langsung memegang adiknya.

" yang lain ayo berpegang supaya tidak hilang" guru yaning bersuara

Semua langsung patuh berpegangan

Dibawah bimbingan para guru para murid pergi ke belakang panggung

" bu guru lihat mereka semua berlatih menyanyi "

Sontak para guru langsung memperhatikan sekitar

'Sukur lah mereka berbeda ' batin semua guru.

Guru lain menghela nafas kecuali li Ruirui yang sangat tenang

" ayo kita berganti pakaian " li Ruirui memberi kan saran

Para guru langsung mengangguk membantu li Ruirui menganti pakaian Anak-anak

" bu guru liat pakaian mereka sangat bagus " seorang bocah iri

Beberapa anak di belakang panggung iri

Semua anak murid li Ruirui senang saat melihat tatapan iri dari mereka semua

Li Ruirui menggelengkan kepala melihat tingkah mereka.

Staff datang ke belakang panggung

" sihlakan beberapa guru untuk ke depan panggung dan hanya menyisahkan satu guru untuk menemani Anak-anak muridnya  " ucapnya

" kalian kedepan lah aku akan menemani mereka " guru yaning menberikan saran

Semua mengangguk tidak keberatan sama sekali.

Di depan panggung li Ruirui melihat seorang fotografer dia berfikir akan memberikan kenangan untuk anak-anak itu.

" permisi "

Fotografer itu menoleh ke arah li Ruirui

" iya kamerad "

Dengan lembut li Ruirui meminta untuk memotret anak-anak didiknya

" tentu saja berapa foto yang ada inginkan "

" 15 "

Fotografer itu terkejut itu jumlah yang sangat banyak

" apa anda yakin kamerad? "

Li Ruirui mengangguk menyerahkan 15 yuan

Fotografer itu mengangguk pergi memotret

Li Ruirui duduk di tengah menyaksikan beberapa desa tampil li Ruirui akuin mereka bernyanyi dengan bagus .

" sebentar lagi mereka tampil " guru yaning datang

Para guru langsung bersemangat melihat ke depan.

Anak didik li Ruirui mulai tampil dari tiga sekawan tentara menjalani kehidupan di tentara hingga  saling berjuang membantu sama lain dalam perang hingga satu persatu gugur dalam medan perang saling menyelamatkan satu sama lain

Ruang hening menyisahkan suara drama anak-anak itu

Ketiga sekawan itu menjadi dua sekawan mereka sedih kehilangan teman seperjuangan mereka dengan langkah berat mereka mengabarkan kepergian teman mereka ke keluarganya.

Melihat kesedihan keluarga itu didepan mata mereka kedua kawan itu diam tidak tau harus bagaimana

Hisak tangis keluarga itu menutup drama mereka.

Li Ruirui melihat reaksi dari para juri

Juri di tengah langsung tersenyum

" bagus bagus bagus sekali "

" iya bagus sekali kisahnya mengingatkan kami saat berjuang "

" dan juga pakaiannya benar-benar seperti saat akan pergi berperang "

Tiga juri berkomentar sambil ber senyum

Tepuk tangan langsung terdengar

Pembawa acara langsung naik ke atas panggung

" wow cerita yang menakjubkan kan kita seperti melihat kehidupan langsung para pejuang kita "

" dari para juri mereka sudah memilih siapa pemenangnya yang bisa membuat mereka sangat senang adalah... "

Saat nama desa li Ruirui di sebut mereka langsung bersorak gembira.

" di persilahkan untuk anak-anak untuk naik "

Melihat mereka di atas panggung li Ruirui langsung meminta fotografer untuk memotret mereka.

" selamat kepada brigadir Sheling karena menjadi pemenang  "

Anak-anak yang mendengar bahwa mereka menang langsung bergembira

" Untuk hadiah akan dikirm di brigadir besok " pembawa acara tersenyum.

Pembawa acara menyerahkan sertifikat kemenangan untuk mereka.

Li Ruirui tersenyum senang

Selesai acara kesenangan anak-anak masih terasa

Di luar gedung li Ruirui melihat ada yang berjualan teh telur li Ruirui langsung membeli untuk anak-anak sebagai hadiah

" liat apa yang ibu beli kan untuk kalian "

Anak-anak menatap teh telur dengan berbinar binar, menyerahkan teh telur itu ke guru yaning untuk diserahkan ke anak-anak.

Dengan gembira mereka makan teh telur

" enak "

Seruan mereka senang.

Selesai makan mereka kembali ke brigadir karena hari sudah hampir sore

Disana mereka telah ditunggu kepala desa dan warga

" liat itu mereka "

Surat kemenangan mereka sudah tiba di brigadir.

Turun dari truk kepala desa tersenyum hangat kali ini bukan hanya memenangkan kehormatan tapi juga dalam surat di jelaskan brigadir akan mendapatkan bijian komersial dan uang sebesar 500 yuan

Itu sudah menjadi hadiah bagus bagi era sekarang

Para warga yang anaknya tidak dapat ikut juga iri dan menyesal.

Li Ruirui mengeluarkan foto yang dia minta langsung memberikannya ke kepala desa dan dia menyimpan satu  .

Menerima satu foto kepala desa tersenyum

" ini bagus "

Li Ruirui tersenyum

Meminta izin pulang duluan

Karena sedang  bahagia kepala desa langsung setuju.

" ibu tadi itu sangat seru "

" iya aku suka "

Keduan anak itu sepanjang jalan sangat senang

" ibu akan mengirimkan foto ini ke ayah kalian "

" benarkah? "

" tentu saja "

Mendengar itu mereka tambah senang.

" meng / miao " panggil zheng

Kedua anak itu melihat siapa yang memanggil mereka langsung bersembunyi dibelakang li Ruirui

" sayang apa kalian tidak akan memeluk ibu "

Mereka menggeleng

Zheng cemberut kesal tapi tidak menunjukkannya

" sayang ibu tau ibu salah " dengan nada sedih menatap meng / miao

Kedua anak itu sama sekali tidak mau melihat wanita di depan mereka

Li Ruirui memperhatikan setiap gerak-gerik Zheng walapun dia ibu kedua anak ini tapi sudah beberapa tahun dia tidak menunjukkannya tapi sekarang tiba-tiba langsung sadar

Aneh!

" rui aku tau aku salah tapi bolehkah aku membawa anak ku pergi ke county "'

Li Ruirui menaikan alis tidak percaya dengan apa yang dia dengar

" keputusan itu ada ditangan meng / dan miao "

" sayang ayo ibu akan membelikan kalian baju baru "

Dengan cepat mereka menggeleng

" tidak kami punya baju "

Zheng mengerutkan kening " bagaimana kalau kita membeli makanan pasti kalian belum pernah makan"

Kata-kata Zheng seakan tidak percaya dengan li Ruirui akan mengeluarkan uang untuk kedua anaknya

Mengerutkan kening li Ruirui sama sekali tidak berbicara

" tidak kami punya banyak permen di rumah "

Zheng tidak percaya

" jangan berbohong pada ibu bagaimana mungkin kamerad rui akan mengeluarkan uang demi anak orang lain "

Li Ruirui mencibir

" sayangnya aku telah mengeluarkan uang dan juga kedua anak ini akan menjadi anak ku "

Zheng yang merasakan kata li Ruirui akan menjadi anak ku langsung mengerutkan kening tidak suka.

Pura-pura tersenyum " kamerad aku tidak bermaksud mencibir mu tapi apa kau yakin yu Jin menyukai mu dan tidak memanfaatkan mu " ucapnya bangga karena merasa yu jie hanya menyukai dirinya

Li Ruirui sama sekali tidak nenyela hanya diam tersenyum

Dia merasa orang di depannya benar-benar tidak tau malu

" kamerad itu bukan urusan mu sebaiknya kau kembali ke rumah suami mu "

Zheng yang mendengar kata suami langsung berhenti tersenyum memandang li Ruirui dengan tidak suka

" bah kau jangan bangga kau akan menyesal saat yu jie kembali dia akan mencari ku bukan diri mu "

Dengan nada percaya diri

Li Ruirui menatap dengan jijik

"Ibu ayo kita pergi " miao menarik tangan li Ruirui dia tidak mau melihat ibu kandungnya.

Dia selalu mengingat kenangan buruk tentang berlakunya ibunya.

Li Ruirui mengeluskan kepala merasa kasihan dengan dua bocah ini.

Memandang hina wanita didepan li Ruirui pergi dari sana males meladeninya.

Wanita itu yang di tinggalkan menghentakkan kaki marah berbalik pulang.

Tapi mengingat bahwa yu jie pasti masih mencintainya dia langsung menyeringai.

#catatan

Maaf atas kelamaan up di karena author mengalami kecelakaan. Terimakasih atas para pembaca yang suka dengan cerita ini dan selalu menunggu

Jangan lupa follow akun author ya ❦

1
zhuyan 🙊🙊
Luar biasa
Travel Diaryska
mayan
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Tia Hamida (Tya)
Lumayan
Tia Hamida (Tya)
Biasa
ALETTAA
karyanya baguss bngtt
Edi Winarno
aku suka...😍
Arief Budiman
Sangat menarik
ria
kok AQ yg baper si 🤭🤭🤭🤭
L R V
maaf thor bnyak typo ny,sama kata"nya kdang bingung bacanya. kalo bisa d perbaiki thor,ceritanya seru jadi syang kalo penggunaan bahasanya susah di pahami
CaH KangKung,
bagus kak ceeitany... 👍👍
amanda
novel ini sangat bagus😊😇
Gempina Simanungkalit
alur cerita sangat bagus
Ra dhiraemon
Hai kk aku mampir nih
Anita Nita
y
Iana
Novel mu keren banget thor semangat ya buat karya baru
29siti Aisyah: makasih atas dukungannya
total 1 replies
IndraAsya
👣👣👣 Jejak 💪💪💪😘😘😘
29siti Aisyah: nice ❤
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!